
Justin kembali lagi ke tempat duduk semula, setelah selesai Nayla langsung pergi dari kamar itu.
"Makasih ya Nayla." Ucap Ibu sonya.
"Iya sama sama tante." Saut Nayla lalu pergi.
Saat Nayla keluar sonya mengikuti nya dari belakang.
"Nayla tunggu." Panggil ibu sonya pada Nayla.
"Iya tante ada apa?? Saut Nayla menoleh ke belakang.
" Tante mau minta tolong sama kamu tolong sampaikan pada Ratih untuk menjauhi suami saya dan jangan pernah muncul di hadapan suami saya lagi."ucap sonya dengan nada sedikit kasar.
"Maaf tante bukan saya nggak mau bantuin tante tapi kan itu hak tante Ratih untuk menjenguk dan merawat pak winata sebagai istri nya juga." Ucap Nayla dengan tegasnya.
"Dasar ponakan sama tante sama saja, aku kira kamu perempuan yang bisa mengerti perempuan." Ucap sonya dengan kata-kata kasar.
"Maaf tante saya hanya mengatakan apa ada nya, kalau begitu saya permisi." Ucap Nayla lalu pergi dari hadapan sonya.
Saat Nayla mau pulang setelah selesai pekerjaan nya ternyata ada Ratih baru turun dari dalam taksi.
"Tante.." Sapa Nayla kaget dengan kedatangan Ratih ke rumah sakit.
"Iya Nay temenin temenin Tante ya nemuin pak winata." Ajak Ratih pada Nayla.
"Mending nggak usah deh tan.. Di sana ada tante sonya Nayla males mau Berdebat dengan dia."
"Kok kamu bilang gitu bukan nya hubungan kamu sama Ratih baik baik aja." Saut Ratih.
"Iya sih.. Tapi..
__ADS_1
" Udah nggak usah pake tapi tapi ayo.."
Ajak Ratih pada Nayla.
Setelah sampai di kamar pak winata ternyata sonya malam itu sudah pulang dan Justin yang menjaga pak winata.
Tok.. Tok..
"Tante boleh masuk." Ucap Ratih pada Justin.
"Iya boleh tante kebetulan mama malam ini nggak nginep di rumah sakit, Justin yang nungguin papa di sini, jadi tante bebas bertemu dengan papa." Ucap Justin dengan senyum ramah.
Ratih langsung mendekati suaminya yang saat itu masih lemah di tempat tidur nya.
"Mas.. Ini aku Ratih." Sapa Ratih pada suami nya.
"Ratih kamu ke sini lagi.." Saut pak winata dengan suara lemas.
Nayla yang hanya berdiri di dekat pintu tak berani duduk atau menyapa Justin karena gengsi.
"Hehh kamu ngapain berdiri di situ kayak patung aja." Ucap Justin.
Nayla tak menjawab sapaan Justin, Nayla tetap berdiri di tempat.
"Tante Nayla tunggu di luar ya." Ucap Nayla.
"Iya Nay..
Justin mengikuti Nayla keluar dari kamar,dan Nayla duduk di kursi di kursi sambil memainkan ponselnya.
" Yang lagi jatuh cinta.. Gimana kabarnya kapan mau nikah nih..?? Tanya Justin menggoda Nayla.
__ADS_1
"Iihhh kepo ngapain nanya Nanya." Saut Nayla dengan jutek.
"Kalau jutek udah jutek aja nggak berubah dari dulu dasaaaarr mis jutek. " Ucap Justin ngeledek.
"Lagian pak Justin ngapain sih ngikutin saya nggak ada kerjaan aja." Ucap Nayla ngegerutu.
"Emang nggak ada kerjaan."saut Justin tambah ngeledek Nayla.
"Iya udah sana jangan dekat dekat."
"Iihhh siapa lagi yang mau deket deket." Saut Justin.
"Sana masuk." Suruh Nayla.
"Terus aku jadi nyamuk di dalam ngeliatin orang berduaan, aku juga punya perasaan Nay..
" Tarok mana perasaan nya,kayaknya nggak punya perasaan tuh.."tanya Nayla balik ngeledek Justin.
"Ya tarok di sini Suster Nayla jutek masak tarok di jidad kan nggak mungkin.." Ucap Justin sembari menunjuk pada dadanya.
Nayla tersenyum di balik jilbabnya tak menampakkan pada Justin.
Tiba-tiba ponselnya Justin berbunyi.
"Iya Hallo sayang.." Ucap Justin pada istri nya yang menelpon nya.
"Lagi ngapain??
" Nggak ada lagi duduk aja mikirin kamu."ucap Justin ngegombalin istri nya.
"Iihh dasar gombal ya udah aku tidur ya sayang."
__ADS_1
"Iya good night sayang." Ucap Justin pada istri nya.