
Tiba-tiba suster Nayla datang menghampiri Ratih yang sudah melangkah kan kakinya pergi ke kamar korban.
"Tante mau kemana. ?? Tanya Nayla yang baru datang.
" Nayla, tante mau menemui korban apa kamu bisa nganterin tante ke kamar korban."
"Baik tante." Saut Nayla.
Wulan sangat kesal saat melihat kedatangan Nayla yang ingin mengantarkan tantenya ke kamar korban bersama jastyn.
Tapi Nayla tak menoleh pada wulan yang sedang duduk menenangkan ibu sonya.
Setelah sampai di kamar korban jastyn dan Ratih meminta maaf atas kejadian yang menimpa korban yang tidak di sengaja oleh pak winata, dan korban bermurah hati memaafkan apa yang telah terjadi pada korban yang ditabraknya, keluarga korban hanya meminta pertanggung jawaban sampai korban sembuh total.
Setelah selesai urusan nya dengan korban jastyn dan Ratih kembali lagi ke tempat pak winata di rawat.
"Tante Nayla nggak bisa nganterin tante lagi soalnya Nayla masih ada tugas rumah sakit." Ucap Nayla sembari melirik jastyn yang ada di sebelah Ratih.
"Ya nggak apa apa Nay..tante bisa sendiri makasih ya sudah dianterin." Saut Ratih.
__ADS_1
"Tante kalau ada apa apa telfon Nayla ya." Ucap Nayla sebelum pergi meninggalkan Tante nya.
"Iya ya sudah sana kamu kembali lagi."
"Iya tante." Saut Nayla dan pergi meninggalkan Tante nya bersama jastyn.
Jastyn diam tak menyapanya walaupun sekata patah pun karena jastyn masih merasa kesal pada Nayla yang sudah mempunyai seorang kekasih.
Jastyn dan Ratih langsung pergi kembali ke tempat pak winata di rawat, Nayla yang berjalan terlebih dulu masih menoleh kebelakang untuk sekedar melihat Tante dan jastyn, dan tanpa disengaja Nayla dan jastyn menoleh kebelakang secara bersamaan, betapa terkejut nya jastyn Dan Nayla karena sama sama gengsi untuk menyapa satu sama lain.
"Hem ngapain tuh mis jutek masih noleh kebelakang.?? Ucap batin jastyn.
Setelah sampai di tempat pak winata di rawat, ibu sonya masih kesal dan marah dengan keberadaan Ratih di tempat itu,
"Pergi kamu dari sini lagian kamu nggak ada gunanya ada di sini cepat pergi....." Ucap Ibu sonya mendekati Ratih sambil mendorong tubuh Ratih agar pergi dari tempat itu.
"Nggak aku nggak bakalan pergi karena aku juga nungguin suami ku yang belum sadar, dia juga suamiku bukan cuma suami mu." Saut Ratih dengan tatapan tajam dan membalas dorongan sonya.
"Sudah sudah ma, tante ini rumah sakit kasian papa kalau sampai terganggu karena teriakan kalian." Ucap jastyn melerai keduanya.
__ADS_1
Sonya dan Ratih saling membalikkan badannya dan duduk di tempat masing-masing.
"Sayang ini sudah sore pasti kamu capek mending kamu sama mama pulang aja ya biar aku yang nungguin di sini." Ucap jastyn pada istri nya yang terlihat capek.
"Memang nya nggak apa apa kamu sendiri di sini.??
" Iya nggak apa apa. "Saut jastyn.
" Nggak mama nggak mau pulang kalian aja yang pulang mama mau nungguin papa sampai papa siuman."ucap Ibu sonya kekeh.
"Tapi ma kalau jastyn sama wulan pulang mama disini sendiri kalau ada apa apa siapa yang akan bantuin mama." Ucap jastyn.
"Ada saya jastyn kalau kalian mau pulang, pulang saja biar saya dengan mama mu yang nungguin papamu, kalian nggak usah khawatir tante bisa menahan emosi tante." Ucap Ratih menatap wajah jastyn untuk meyakinkan jastyn.
"Lagian siapa yang akan emosi di sini aku hanya untuk suami papa dari anakku." Saut ibu sonya sambil memutarkan kedua bola matanya.
"Tapi kalian berdua harus janji untuk menjaga papa dengan baik jangan sampai mengedepankan ego kalian masing-masing." Ucap jastyn.
"Iya iya." Saut ibu sonya.
__ADS_1
"Iya jastyn." Saut juga Ratih.