
Nayla berpikir untuk menelpon Justin agar bisa menemani kedua tante nya itu.
"Apa aku telpon Justin aja ya biar datang ke sini, aku takut tante Ratih dan tante sonya nggak bisa ngontrol emosi mereka." Ucap batin Nayla sambil berjalan.
Kring.. Kring.. Bunyi ponsel Justin berbunyi.
"Iya hallo ada apa miss jutek.?? Ucap Justin dalam telpon nya.
" Maaf Pak Justin saya serius."saut Nayla jutek.
"Iya saya juga serius." Jawab Justin.
"Pak Justin bisa ke sini nggak.??
" Memang nya ada apa. ?? Tanya Justin dengan suara serak karena baru bangun tidur.
"Gini pak, pak winata baru saja sadar dan saya nggak bisa menemani tante Ratih dan Tante sonya soalnya saya ada tugas dari rumah sakit." Ucap Nayla.
"Apa papa sudah sadar, syukur Alhamdulillah.. Terus bagaimana keadaan nya.??
" Keadaan pak winata sekarang masih belum ingat semua tentang kehidupan nya makanya saya minta pak Justin untuk datang ke rumah sakit, agar bisa menemani ibu sonya, karena saya takut tante Ratih dan ibu sonya nggak bisa ngontrol emosi mereka berdua."ucap Nayla dengan serius.
"Ooh gitu, perhatian banget sih kamu sama mama dan tante kamu." Ucap Justin ngeledek Nayla.
"Maaf ya pak bukan waktunya bercanda saya serius," Saut Nayla dengan nada serius.
"Iya iya makasih udah di kabarin." Jawab Justin.
Dan Nayla langsung mematikan ponselnya tanpa berpamitan.
__ADS_1
"Dasar mis jutek.. Main matiin aja." Ucap Justin ngedumel sendiri.
"Siapa sayang.?? Tanya wulan yang baru bangun disebelah Justin.
" Suster Nayla sayang."
"Apa katanya.??
" Ini ngasih tau kalau papa sudah sadar, dan Nayla menyuruh aku untuk ke rumah sakit karena papa nggak ingat apa apa katanya."ucap Justin menceritakan pada istri nya.
"Ngapain Nayla yang ngasih tau bukan nya mama.??
" Mungkin mama sibuk sayang makanya nggak sempet ngasih kabar, kenapa cemburu ya 😄. "
"Iihh ngapain aku cemburu sama Nayla." Saut wulan sembari memicing kan bibir nya yang tipis.
"Terus kenapa kok mukanya kayak gitu.??
Setelah sarapan wulan dan Justin langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan papanya yang baru sadar, entah kenapa wulan begitu kesal dan jengkel terhadap Nayla yang sering menelpon suaminya untuk sekedar memberi tau sesuatu, karena wulan merasa Justin dan Nayla saling mempunyai perasaan.
Di dalam perjalanan wulan hanya diam dan memainkan ponsel nya tanpa berbicara apa apa pada justin,
Justin sesekali menatap istri nya yang diam tanpa kata.
"Sayang kamu kenapa?
Kok dari tadi diem terus.?? Tanya Justin sambil mengelus tangannya.
" Ngga apa apa.?? Saut wulan dengan sederhana nya.
__ADS_1
"Tumben diem aja biasanya nanya apa gitu.??
" Lagi males.!! Jawab wulan tanpa menoleh atau melirik pada suaminya.
"Apa lagi dapet ya, makanya sensi.??
Wulan diam tak merespon pertanyaan Justin, karena wulan kesal saat ingat rumah sakit pasti ada Nayla yang mondar-mandir seperti pengen di perhatiin.
"Sayang mau mampir beli makanan nggak..?? Tanya Justin basa basi.
" Nggak usah. "Jawab wulan.
" Sayang kamu kenapa,?
Coba cerita ada apa??
"Aku kesel sama kamu.!! Saut wulan dengan wajah cemberut.
" Kesel kenapa.?? Tanya Justin sambil memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
"Aku nggak suka kalau kamu telponan sama Nayla apa lagi sebentar lagi ketemu aku nggak suka." Ucap wulan dengan gerakan tubuh manja.
"Ooh itu masalah nya, aku kan cuma nelpon biasa sayang, lagian kan ada kamu disampingku." Saut Justin mencoba menjelaskan.
"Tapi aku tetep nggak suka.." Jawab wulan dengan wajah penuh kerutan.
"Ya udah aku janji kalau ketemu nggak bakalan bicara apa apa lagi sama Nayla."ucap Justin.
" Janji ya..
__ADS_1
"Iya janji.." Saut Justin mengelus rambut wulan yang terurai.