
Lalu jastyn mengantar kan mamanya ke kamarnya untuk beristirahat, dan setelah mengantar mamanya jastyn langsung masuk kamar juga karena wulan sudah menunggu nya.
"Sayang gimana udah selesai..?? Tanya wulan yang sedang rebahan di atas ranjang nya.
" Ya gitu lah."saut jastyn sambil membuka bajunya untuk berganti baju tidur.
"Maksudnya.??
" Papa pergi lagi setelah menjelaskan semuanya."jawab jastyn sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Heemm belum selesai ngomong udah main pergi aja." Gumam wulan.
Setelah beberapa menit dari kamar mandi jastyn memakai parfum kesukaan istri nya lalu membaringkan tubuhnya di dekat istri nya.
"Kok belum tidur nungguin ya.?? Sapa jastyn pada istri nya yang sedang memainkan ponsel nya.
" Eemm.. "Saut wulan dengan senyum lebar.
"Kok emm doang jawabannya.!!
__ADS_1
" Terus maunya apa..?? Tanya wulan dengan suara pelan.
"Maunya sih pengen gigitin kamu tiap malam hauu hauuu.. " Ucap jastyn sambil mengaung di telinga istri nya.
"Sayang apa nggak sebaiknya kita nyari dokter untuk ngobatin kamu, ya maaf bukan nya aku nggak mau nerima kamu apa adanya tapi kan ini semua buat kebutuhan kamu juga." Ucap wulan sambil mendekati jastyn.
"Iya aku kepikiran juga sih buat nyari dokter yang bisa ngatasin masalah ku ini,
Ya udah nanti aku nanya sama temen-temen." Saut jastyn sambil tangan nya berjalan menelusuri tiap-tiap tubuh istri nya. "Boleh nggak sayang aku lagi pengenn.." Ucap jastyn di telinga istri nya.
"Nggak ahh aku lagi malas cuma bikin aku capek doang." Jawab wulan tanpa sengaja celetuk begitu aja dari mulut nya, lalu wulan membalikkan badan nya membelakangi jastyn, tapi wulan teringat dengan ucapannya sendiri yang baru saja di ucap kan pada suaminya.
Jastyn mengerti dengan kondisi wulan yang hanya menjadi pelampiasan sesaat oleh jastyn tapi tak sampai terpuaskan hasrat nya.
Lalu perlahan wulan membalikkan tubuh nya lagi dan menghadap pada jastyn yang ada di sebelah nya.
"Sayang maafin aku bukan maksud aku untuk bicara seperti itu sama kamu cuma aku keceplosan aja." Ucap wulan yang sedang berada di dada jastyn.
"Nggak apa apa aku ngerti kok." Saut jastyn dengan datarnya.
__ADS_1
"Kamu marah ya sayang.??
" Nggak aku nggak marah cuma capek aja, udah kamu tidur aja tadi katanya capek mau tidur aku mau ke dapur dulu ngambil minum."ucap jastyn dengan wajah di tekuk.
"Biar aku aja yang ambil." Ujar wulan menawarkan pada jastyn.
"Nggak usah sekalian aku mau cari angin."
"Aku temenin ya.." Ucap wulan merayu jastyn.
"Nggak usah kamu tidur aja." Ucap jastyn sembari bangun dari tempat tidur nya dan langsung keluar dari kamarnya.
"Huuh lagian kalau ngomong itu di pikir pikir dulu dong kan kalo udah kayak gini kan kamu sendiri yang repot,mending aku tidur aja deh apa kata besok marah marah deh, aku cuma di buat capek dan geli aja nggak pernah ngerasain nikmat nya malam pertama.." Gumam wulan bicara sendiri di kamarnya.
Setelah mengambil air minum lalu jastyn ke taman belakang rumah nya untuk menghilangkan rasa ingin nya terhadap istri nya.
"Huuuuhhj haaahhhhh kenapa aku ya Allah kenapa harus aku yang ngalamin semua ini aku nggak sanggup ya Allah." Ucap jastyn sambil berteriak pelan takut orang rumah ke bangun.
"Kenapa semua ini harus terjadi pada keluarga ku, papa yang menikah lagi sedangkan aku laki-laki yang tak sempurna, bagaimana aku harus melanjutkan hidup ku kalau kehidupan ku aja seperti ini, baru beberapa hari saja menikah istri ku sudah bilang capek untuk melayani ku, tapi semua ini memang salahku, aku yang nggak normal aku yang tak sempurna aku tidak bisa menyalahkan wulan karena dia hanya korban dari pelampiasan nafsu sesaat ku."ucap jastyn memarahi dirinya sendiri.
__ADS_1