Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 42


__ADS_3

Lalu jastyn meneruskan perjalanan nya menuju kantor, dalam perjalanan jastyn masih teringat pada Nayla yang di antar sama firman ke rumah sakit.


"Kenapa ya hati ini rasanya gimana gitu kalau ngeliat Nayla dengan laki laki lain, apa aku masih punya perasaan ya sama dia, jastyn jastyn stop kamu sudah mempunyai istri di rumah yang selalu sayang sama kamu." Ucap jastyn dalam pikiran nya.


Setelah beberapa menit jastyn sampai dikantor, dan langsung masuk keruangan nya.


"Kenapa aku belum liat papa ya, biasanya kalau pagi pagi papa biasanya kesini dulu nanyain aku sudah sarapan apa belum, mungkin aku tanya sama sekertaris aja ya. " Lalu jastyn menelpon sekertaris pak winata.


"Ya hallo pak jastyn ada apa??


Ucap sekertaris pak winata.


" Papa sudah datang.??


"Belum pak dan saya telfon juga hendponnya nggak aktif soalnya pagi ini ada meeting dan nggak bisa diwakilkan, gimana ya pak.??


" Kalau masalah meeting biar saya yg handel. "Jawab jastyn


" Ya udah pak."ucap sekertaris itu lalu mematikan telfon nya.


"Papa kemana ya ponselnya juga nggak bisa dihubungi, apa aku nanya tante Ratih aja ya, tapi aku nggak punya nomernya, hem terpaksa nih harus minta sama mis jutek." Ucap jastyn lalu menelpon Nayla untuk meminta nomer Ratih.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Nayla saat mengangkat telpon dari jastyn.

__ADS_1


"Waalaikum salam." Jawab jastyn sedikit terpaku mendengar suara Nayla yang serak serak basah.


"Ada apa pak jastyn tumben nelpon saya." Ucap Nayla.


"Aku cuma mau minta nomer tante kamu soalnya papa Hari ini nggak ke kantor aku mau nanya sama tante kamu apa papa masih di sana apa sudah berangkat ke kantor." Ucap jastyn dengan jutek nya.


"Pak jastyn kalau nanya itu jangan jutek gitu,"


"Terus aku harus bicara seperti apa seperti perempuan sok lembut." Saut jastyn semakin jutek.


"Terserah, kalau pak jastyn nanya pak winata ada dimana setahu saya semalam tante pulang ke rumah nggak ke apartemen nya, dan tadi pagi juga masih di rumah."


"Udah aku minta nomer tante kamu aku nggak mau dengerin ceramah kamu, kayak nya happy banget ya habis di anterin cowok nya," Ucap jastyn dengan suara kesal.


"Siapa yang perhatian tadi nggak sengaja aku lihat kamu di depan rumah sakit makanya aku ngelihat kamu sama firman." Ucap jastyn.


"Udah ah aku masih banyak kerjaan."


"Aku juga sibuk kalau bukan karena papa aku nggak bakalan nelpon kamu." Ucap jastyn dan langsung mematikan ponselnya.


Setelah beberapa menit ternyata Nayla belum juga mengirim kan nomer tante nya, dan dengan terpaksa jastyn menelpon Nayla kembali.


"Assalamu'alaikum, ada apa lagi.?? Ucap Nayla dengan ketusnya.

__ADS_1


" Waalaikum salam, mana nomer tante Ratih kok belum dikirim."


"Oh ya aku lupa maaf masih pagi, ya udah matiin nih aku langsung kirim." Jawab Nayla dan mematahkan ponselnya.


"Huuh dasar cowok arogan kalau ada maunya aja sok baik nih aku kirimin." Gumam Nayla sendiri.


Setelah dikirim nomer Ratih, jastyn langsung menelpon Ratih.


Kring.. Kring... Bunyi ponsel Ratih.


"Iya hallo siapa ya.??


Tanya Ratih dengan suara bingung karena nomer baru.


" Maaf tante ini jastyn, jastyn cuma mau nanya papa sama tante nggak semalam atau hari ini ada kabar mungkin.??


"Maaf jastyn dari semalam sampai hari ini papa kamu nggak ada ngasih kabar sama tante, dan tante juga nggak nelpon papa kamu, apa kamu sudah mencoba menelpon nya.??


" Sudah sih tante cuma nggak aktif ponsel nya, nanti kalau ada kabar tolong kasih tau jastyn ya tan karena jastyn juga kepikiran sama papa."ucap jastyn.


"Jastyn tante boleh nanya sama kamu tapi maaf sebelumnya bukan maksud tante untuk ikut campur masalah keluarga kamu tapi tante cuma mau nanya semalam papa kamu dan mama kamu sempet bertengkar.??


" Kalau masalah itu tante nggak usah nanya, tante sudah pasti tau jawabannya ya sudah tante jastyn cuma mau nanya papa aja."ucap jastyn.

__ADS_1


"Oh iya." Jawab Ratih.


__ADS_2