
Jastyn sangat bahagia saat melihat istrinya tersenyum bahagia dan memeluk nya tanpa ada beban.
"Papa sudah sarapan.? Tanya jastyn.
" Udah tadi."saut papanya jastyn datar.
"Papa semalem nginep di mana.??
" Di hotel soalnya kalau pulang papa capek karena sudah malem."
"Oh iya pa Ratih itu temen bisnis papa.?? Tanya jastyn dengan nada curiga.
" Iya dia teman bisnis papa,"
"Bisnis apa pa.?? Tanya jastyn penasaran.
" Udah nggak usah banyak nanya, mending kamu siap siap buat bulan madu kalian, kalian tinggal berangkat papa sudah mempersiapkan semuanya."ucap papanya jastyn dengan nada kesal.
"Kalau gitu papa ke kantor dulu dan kamu jastyn bersenang-senang lah bersama istri mu nggak usah mikirin urusan kantor dulu." Ucap papanya jastyn.
"Papa udah ngasih kabar sama mama kalau papa pulang.?
" Ngga penting."saut papanya jastyn dengan wajah cuek.
"Papa kok bilang gitu." Tanya jastyn
"Papa berangkat dulu." Ucap papanya jastyn lalu pergi tanpa merespon pertanyaan jastyn.
__ADS_1
"Pa.. Pa..." Panggil jastyn tapi pak Winata terus melangkah keluar rumahrumah tak mendengarkan panggilan jastyn.
"Udah biarin aja sayang mungkin papa sama mama lagi ada masalah." Ucap wulan sembari membereskan meja makan.
"Udan Non biar bibi aja, Non istirahat aja." Ucap bik sumi mengambil piring yg di pegang sama wulan.
"Ngga apa apa bik wulan sudah terbiasa beres beres sendiri." Saut wulan dengan ramahnya.
"Kalau sekarang kan udah beda Non, Non wulan sekarang sudah menjadi istri dari tuan muda, jadi bibi harus melayani Non wulan." Ucap bik sumi.
"Bibi bisa aja." Ucap wulan tersenyum.
"Oh iya sayang sebelum kita ke Eropa aku mau pulang dulu mau pamit sama ibu dan bapak." Ucap wulan pada suaminya.
"Iya nanti aku anterin, kan masih besok lusa kita berangkat nya.
Suster Nayla yang sebenarnya ada sedikit rasa suka pada jastyn masih merasa kesal setelah bertemu dengan jastyn tadi pagi.
" Kenapa sih setiap aku ketemu tuan arogan itu rasanya hati ini kesellll banget apa lagi dia udah punya istri, kenapa aku ya apa aku cemburu, masak iya aku punya perasaan suka sama orang seperti dia."ucap suster Nayla ngedumel sendiri tak ada angin tak ada hujan.
"Heiii Nayla." Panggil mala teman suster Nayla sembari melambaikan tangan nya dari jauh.
"Haii mala.." Saut suster Nayla kaget mendengar teriakan mala.
"Udah selesai belum kerjanya, kalau udah selesai aku mau ngenalin kamu sama seseorang biar kamu nggak galau galau terus." Ucap mala penuh semangat.
"Iihh apaan sih kamu mala kayak aku nggak laku aja." Saut suster Nayla meringis kan hidungnya.
__ADS_1
"Kan aku cuma mau ngenalin doang selanjutnya terserah kamu." Ucap mala dengan mata dilirik lirikkan.
"Kapan kapan aja ya soalnya aku sudah bilang sama tante kalau aku bakalan langsung pulang." Ucap suster Nayla menolak aja kan mala teman kerjanya.
"Hem ya udah padahal aku sudah janjian sama temenku itu buat ngenalin kamu sama dia tapi kalah nggak bisa gimana lagi nasib nasib.." Ucap mala kecewa.
"Ya udah aku telpon tanteku dulu boleh apa nggak.??
" Ok Nayla cantik..
Lalu suster Nayla mengambil ponselnya di tas nya yang penuh dengan segala macam mek up dan barang barang lainnya.
Dan suster Nayla langsung menelpon tantenya.
"Hallo tante.." Ucap suster Nayla.
"Iya Nay ada apa.??
" Tante boleh nggak Nayla ikut temen Nay jalan dulu.?? Ijin Nayla pada tantenya.
"Memang nya kamu mau ke mana Nay..??
" Eemm ya jalan aja tante, boleh ya tante plis.."bujuk Nayla pada tantenya.
'"Iya iya boleh tapi jangan malem malem, pamali anak cewek pulang malem malem."ucapan tante Nayla.
"Makasih ya tante cantik." Puji suster Nayla pada tantenya.
__ADS_1
"Hem kalau ada maunya." Saut tantenya.