
Lalu suster Nayla berpamitan untuk pulang lebih dulu karena merasa nggak nyaman dengan sindiran wulan terhadap nya.
"Mala kita pulang yuk udah malam aku takut tanteku marah." Ajak suster Nayla pada mala.
"Ya udah kita pulang." Saut mala.
"Fir aku pulang duluan ya takut kemaleman." Ucap mala pada firman.
"Ya ayok aku anterin. " Ucap firman.
"Nggak usah makasih kita naik taksi aja."
Ucap Nayla menolak dengan halus.
"Ihh nggak apa apa Nay kita pulang dianterin sama firman lagian udah malem.." Ucap mala membujuk Nayla agar pulang bersama firman.
"Ya udah terserah kamu. " Saut Nayla tanpa ekspresi.
Lalu Nayla berpamitan pada wulan dan juga jastyn walaupun wulan terlihat sangat cuek.
Setelah Nayla pulang jastyn pun ikut ngajak pulang pada wulan, walaupun wulan sedikit kesal dan cemburu dengan sikap jastyn.
Dan dalam perjalanan ibu sonya menelpon jastyn, "jastyn kamu mau di mana??
"Keluar sebentar ma ini lagi dijalanau pulang memang nya kenapa ma.??
__ADS_1
" Tadi papamu pulang.??
Tanya ibu sonya.
"Iya ma,tadi papa pulang tapi cuma sebentar, ma aku udah mau nyampe nih tutup dulu telpon nya ya.."
"Ya udah.." Jawab ibu sonya dan langsung mematikan ponselnya.
Sampailah jastyn di rumah nya sambil menggandeng tangan wulan masuk kedalam rumahnya.
"Kalian udah sampai makan yuk mama udah masak buat kalian." Ajak ibu sonya pada anak dan menantu nya.
"Tapi ma.." Ucap wulan mau bilang kalau sudah makan diluar tapi jastyn keburu memberi kode pada wulan agar tidak menolak ajakan ibu nya makan malam.
"Tadi papa ngomong apa.?
Nanya mama nggak.?? Tanya ibu sonya penasaran.
" Iya pasti nanya mama,
Tadi papa kesini nganterin tiket bulan madu jastyn ke Eropa."ucap jastyn sembari memakan makanan nya sedikit demi sedikit.
"Bagus itu kapan kalian berangkat.??
" Besok lusa ma..mama mau ikut sekalian refresing biar nggak jenuh di Indonesia terus."ucap jastyn pada mamanya.
__ADS_1
"Haha masak bulan madu mama mau ikut terus mama jadi nyamuk dong.." Saut ibu sonya dengan ketawa.
"Ya nggak apa apa kalau mama mau ikut yang penting jangan sekamar aja." Saut jastyn dengan nada bercanda.
"Udah kalian aja, mama masih banyak urusan, kalau gitu mama masuk kamar dulu ya mama capek banget." Ucap Ibu sonya dengan alasan capek walaupun sebenarnya hati dan pikiran nya yang terluka karena kelakuan suaminya yang terus tinggal bersama istri siri nya.
"Ya udah kita masuk juga yuk udah malam." Ajak jastyn pada wulan yang tak bisa berjalan karena kekenyangan dan jastyn menggendong sampai ke kamar.
"Iihh ayangg nggak usah di gendong,." Ucap wulan dengan suara manja manja yang membuat jastyn jadi bernafsu.
Jastyn menggendong wulan sembari menatap setiap wajah wulan yang cantik.
Lalu jastyn menidurkan wulan dikasur dan jastyn terus menatap mesra penuh hasrat.
Tapi jastyn masih ingat bahwa dirinya tidak bisa memberi nafkah batin pada istri nya dan jastyn langsung bangun dari tubuh istrinya yang di dekapnya.
Wulan terdiam saat jastyn mendekapnya karena takut perasaan jastyn terluka dengan penolakan nya.
Lalu jastyn mencoba menghilangkan rasa ingin nya dengan pergi kebelakang rumahnya untuk mencari angin dan mendinginkan pikiran nya dari hasrat pada istrinya.
Tapi jastyn semakin gelisah hati dan pikiran nya tertuju pada pandangan tubuh istrinya yang terlihat seksi dengan lekukan tubuh yang menggoda pikiran nya.
Jastyn memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya dengan perasaan yg berdebar debar.
Tapi sesampainya dikamarnya wulan tidak ada di atas ranjang melainkan sedang membersihkan tubuhnya dikamar mandi karena terdengar suara gemericik air yang mengalir.
__ADS_1