Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 30


__ADS_3

Lalu pak Winata keluar bersama istri nya ke ruang tengah.


"Ada apa.?? Tanya pak Winata dengan datarnya.


" Papa kenapa sih jarang pulang di saat jastyn kondisi nya seperti ini, jastyn tuh butuh perhatian kita pa bukan cuma Ratih yang butuh perhatian papa."ucap Ibu sonya dengan nada marah dan kecewa.


"Ini semua kan gara gara mama yg selalu sibuk dengan butiknya yang tak memperhatikan papa, papa tuh capek di kantor pulang ke rumah pengen nya di manja sama istri bukan istri yang mencari kesibukan diluar apa masih kurang uang yang papa kasih tiap bulan kalau kurang tinggal bilang ma, nah kalau keadaan nya seperti ini mama nyalahin papa, dan kalau mama Minta papa untuk ninggalin Ratih, papa nggak bisa karena papa sudah merasa nyaman dengan keberadaan Ratih di sisi papa."ucap pak Winata ceplas-ceplos dengan posisi nya sekarang.


"Papa kalau suruh nyalahin orang nomer satu, papa pernah nggak tanya sama mama tentang keuangan kita, nggak pa, papa cuma ngasih nggak pernah bertanya lagi cukup apa nggak makanya mama pengen cari duit sendiri untuk memenuhi semua kebutuhan kita, mama nggak mau menambah beban papa dengan mama mengeluh tentang ekonomi kita, papa memang paling bisa nyalahin orang."ucap Ibu sonya sembari memicing bibir nya.


"Udah ngga usah ngomongin masa lalu kita, aku capek denger nya." Saut pak Winata dan bangun dari teman duduk nya.


"Pa jangan pergi dulu aku belum selesai bicara."


"Terus mau bicara apa lagi yang diomongin masa lalu yang tak ada habisnya, kita nikmati aja hidup kita sekarang, mama sekarang udah sukses dengan butik nya kan itu cita cita mama dari dulu, dan papa bahagia dengan punya dua orang istri, hidup itu nggak usah di jadikan beban jalanin aja

__ADS_1


."saut pak Winata dengan santai nya.


"Udah udah nggak usah ngomongin kebahagiaan papa terus, mama juga bisa bahagia." Ucap Ibu sonya dengan geram nya.


Dan belum selesai bicara jastyn teriak teriak lagi dengan menyakiti dirinya sendiri.


"Haaaa haaaaa.."Teriak jastyn sambil memukuli tubuhnya sendiri.


" Pa jastyn pa.."ucap Ibu sonya dan langsung berlari ke kamar jastyn.


"Jastyn kenapa..?? Ucap Ibu sonya memeluk jastyn dengan eratnya.


" Mama aku nggak mau seperti ini terus ma, aku ingin seperti laki-laki lain yang normal ma.."ucap jastyn masih dalam keadaan emosi nya.


"Iya iya nak.. " Saut Ibu sonya mencoba menenangkan hati jastyn.

__ADS_1


"Jastyn kamu itu laki-laki bukan perempuan yang lemah cengeng ayo bangkit jastyn kamu pasti bisa melewati penyakit mu ini." Ucap papa nya yang berdiri di sebelah nya.


Jastyn terdiam mendengar ucapan papanya yang masuk dalam pikiran nya. Lalu jastyn bangun dan mendekati istri nya yang masih dalam ketakutan.


"Sayang maafin aku ya bukan niat ku untuk membuat mu ketakutan seperti ini, aku hanya marah pada diri ku sendiri karena tidak bisa memberi kan kebahagiaan pada mu layaknya Seorang suami." Ucap jastyn sembari memeluk istri nya yang terlihat sangat pucat karena takut.


"Iya nggak apa apa aku ngerti." Jawab wulan dengan suara gemetar.


Ibu sonya dan pak Winata keluar dari kamar jastyn karena tidak ingin mengganggu mereka berdua.


Pak Winata langsung masuk ke kamar nya dan membaringkan tubuh nya di ranjang nya.


"Papa harus mencari kan dokter yang bisa nyembuhin anak kita pa, papa jangan hanya berdiam diri seperti itu pa, aku nggak tega kalau harus terus terusan melihat jastyn menyakiti diri nya sendiri." Ucap Ibu sonya dengan rasa khawatir nya.


"Kita omongin besok aja ya ini sudah malam papa mau istirahat besok pagi pagi papa ada meeting." Saut pak Winata dengan santai nya.

__ADS_1


__ADS_2