
Saat malam tiba suara ponsel Justin berbunyi.
Kring.. Kring...
"Ada apa raka.?? Tanya Justin pada sahabat nya itu.
" Justin aku ngelihat istri kamu lagi sama laki-laki di Bar.."ucap raka.
"Ngga salah lihat kamu raka." Tanya Justin meyakinkan dirinya.
"Sumpah itu beneran istri kamu mata ku nggak rabun Justin.." Saut raka meyakinkan pada Justin.
Justin diam sejenak memikirkan omongan raka tentang istri nya.
"Udah jangan kebanyakan mikir mending sekarang kamu kesini samperin istri kamu sebelum di apa apain sama cowok itu." Ucap raka.
"Serlok sekarang kamu di Bar mana. " Ucap Justin pada raka.
"Ok.." Saut raka sembari memperhatikan tingkah wulan.
Setelah beberapa menit Justin sampai di Bar itu dan langsung masuk mencari istri nya, dan ternyata benar wulan saat itu sudah terlihat mabuk karena terlalu banyak minum alkohol, justin langsung mendekati nya dan mengajaknya pulang tapi wulan mulai tak sadar omongan nya kacau ke mana mana.
"Hei siapa kamu ngapain kamu ngajak teman wanitaku pulang.?? Ucap laki-laki yang bersama wulan.
" Apa kamu bilang teman kamu sejak kapan istri ku punya teman kayak kamu."
"Sejak kita bertemu di sini." Saut laki-laki itu dengan senyuman meledek.
__ADS_1
Justin tak memperdulikan omongan laki-laki itu, Justin terus mengajak wulan pulang yang badannya sudah lemas karena kebanyakan minum.
"Hai bung.. Kalau punya istri itu di bahagiain kalau kamu nggak bisa ngasih kepuasan biar aku yang ngasih.." Ucap laki-laki itu menertawakan Justin.
Justin mendekati dan menonjok wajah laki-laki itu sampai tersungkur ke lantai, semua orang di situ Memperhatikan tanpa ada yang melerainya.
Raka mendekati Justin dan menyuruhnya agar segera membawa wulan keluar dari tempat itu karena takut teman laki-laki itu datang dan membalas pada Justin.
Justin menggendong istri nya sampai ke dalam mobil. Di dalam perjalanan pulang wulan terus mengoceh ke mana mana karena sudah di pengaruhi minuman.
"Kamu itu kan suami ku harusnya kamu jangan selingkuh, hahaha..
" Sayang kamu pasti mabuk ya, maafin aku ya sayang karena sudah membuatmu mu kecewa."ucap Justin mencoba menenangkan istri nya yang tak berhenti mengoceh terus.
"Hai laki-laki impoten.. Kamu harusnya bersyukur ada perempuan kayak aku yang mau sama kamu, tapi untung nya kamu kaya kalau kamu miskin dari dulu sudah aku tinggalin kamu.." Ucap wulan dengan ocehan yang membuat Justin sakit hati.
"Tuan ada apa dengan non wulan tuan.?? Tanya bik sumi sembari mengikuti Justin dari belakang.
" Bik tolong baju istri saya ganti ya karena baunya nggak enak."suruh Justin pada bik sumi.
"Baik tuan." Saut bik sumi dan masuk kedalam kamar Justin.
"Oh iya bik mama belum pulang.??
" Tidak tuan tadi nyonya telpon katanya mau nginep di ruang sakit."jawab bik sumi.
Dan tak lama ibu sonya menelpon Justin untuk menanyakan keberadaan Justin.
__ADS_1
"Hallo Justin kamu sudah pulang.??
Tanya ibu sonya.
" Iya ma Justin di rumah. "Saut Justin dengan suara lemes.
" Kamu kenapa Justin kok suaranya seperti orang kecapean.??
"Ngga apa apa ma..
" Wulan kemana.??
"Ada di kamar sedang ganti baju." Saut Justin.
"Justin mama nggak pulang mau nemenin papa di rumah sakit ya..." Ucap Ibu sonya.
"Iya ma..
Keesokan harinya saat wulan terbangun dari tidurnya, wulan masih mengingat kejadian Justin dengan Nayla pas di rumah sakit.
Saat itu Justin sedang di ruang makan menyiapkan sarapan buat istri nya tiba-tiba suara barang barang jatuh dari kamar nya.
" Ada apa tuan kok kayak terdengar suara benda berjatuhan.?? Tanya bik sumi sambil bengong mendengar kan suara itu.
"Justin liat dulu bik..
" Iya tuan."saut bik sumi sembari menyiapkan sarapan.
__ADS_1