Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 52


__ADS_3

Ratih menatap kedekatan Nayla dengan sonya yang terlihat begitu dekat.


"Oh iya tante ini Nayla bawa makanan buat kalian berdua." Ucap Nayla sambil membuka makanan nya itu.


"Nay kenapa kamu masih repot repot beliin tante makanan duitnya di simpen aja buat masa depan kamu Nay.." Ucap Ibu sonya sambil mengelus pipi Nayla yang putih dan lembut.


"Ngga apa apa tante sekali kali aja, tante Ratih ayo dimakan, tante kok bengong gitu." Ucap Nayla memberi kan makanan itu pada Ratih yang masih kaget dengan kedekatan Nayla dan ibu sonya.


"Tante gimana keadaan pak winata.?? Tanya Nayla pada keduanya.


Ratih diam tak menjawab pertanyaan Nayla karena takut ada perselisihan.


Sedangkan ibu sonya juga diam sejenak karena takut Ratih yang menjawab nya.


Dan karena tak ada yang menjawab Nayla mengulangi lagi pertanyaannya lagi.


" Ooh om kamu sudah membaik keadaan nya."jawab Ratih matanya menatap pada sonya.


"Apa om..hemm.." Saut sonya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Terus aku harus jawab apa pak winata gitu." Saut Ratih meninggikan suara nya.

__ADS_1


"Itu kamu tau sendiri." Saut lagi sonya tanpa menatap wajah Ratih.


"Sudah sudah jangan berantem terus ini kan rumah sakit tante.." Ucap Nayla mendamaikan suasana.


"Tante istirahat ya biar Nayla yang menjaga pak winata." Ucap Nayla pada Ratih dan sonya sambil memegang tangan keduanya.


"Udah Nay kamu aja yang tidur, kamu pasti capek seharian di rumah sakit." Ucap Ratih.


"Biar tante yang nungguin suami tante, kamu istirahat aja Nayla." Ucap sonya.


"Ya udah kita istirahat aja semua lagian pak winata belum sadar yang penting kita nggak jauh jauh dari pak winata." Saut Nayla.


"Ya udah. " Saut ibu sonya dan langsung tidur di sofa dekat pak winata.


Dan tak terasa azan subuh terdengar dari masjid rumah sakit, Ratih dan Nayla bangun dan langsung menuju ke mesjid untuk shalat berjamaah.


Dan saat Nayla membangun kan sonya, ternyata sonya tak merespon ajakan Nayla ke mesjid untuk menunaikan shalat shubuh, sonya hanya membuka matanya sebentar lalu memejamkan matanya lagi karena tidak terbiasa bangun subuh.


Dan akhirnya Ratih dan Nayla pergi ke mesjid hanya berdua saja.


Dan setelah sholat subuh Ratih dan Nayla langsung kembali lagi ke kamar pak winata di rawat, ternyata saat membuka pintu kamar pak winata sudah sadar dari pingsannya, tapi ibu sonya masih tertidur lelap tanpa menyadari kalau suaminya sudah siuman.

__ADS_1


Ratih langsung menghampiri pak winata yang masih kebingungan dengan dirinya sendiri.


"Mas kamu sudah sadar alhamdulillah.. " Ucap syukur Ratih pada Allah yang memberi kesembuhan.


"Aku di mana.?? Tanya pak winata sambil memegang kepalanya yang masih luka dan terasa pusing.


" Mas di rumah sakit, ini Ratih mas.. Dan ini Nayla. "Ucap Ratih dalam deraian air mata kebahagiaan.


" Apa kamu Ratih..??


Memang nya siapa kamu..?? Tanya pak winata tanpa mengingat kalau Ratih adalah istri keduanya.


"Tante tunggu ya aku panggil dokter dulu." Ucap Nayla dan langsung berlari mencari dokter.


"Iya Nay.. " Saut Ratih.


"Mas kamu kenapa.? Kok nggak inget sama aku, aku istri mas.." Ucap Ratih sambil tersedu-sedu.


"Apa istri..??


Istri ku kan sonya." Ucap pak winata dengan tatapan heran pada Ratih.

__ADS_1


"Iya aku istri kedua mu mas.." Ucap Ratih, dan sonya terbangun saat mendengar suara Ratih yang tersedu-sedu dan bicara dengan suaminya.


Tapi sebelum sonya menyapa suaminya dokter datang untuk memeriksa keadaan pak winata yang tidak ingat pada istri keduanya.


__ADS_2