Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 49


__ADS_3

Wulan mulai membuka handuknya yang melekat di badan nya dengan perlahan, jastyn tak begitu memperhatikan istri nya yang sudah mulai membuka handuknya jastyn meneruskan membersihkan tubuh nya sendiri. Tapi tak berselang lama saat jastyn mengambil handuk untuk dirinya, jastyn mulai memandangi tubuh istri nya yang tak memakai sehelai kain pun di hadapan nya. Wulan mulai menyirami tubuh nya dengan aliran air hangat tak sadar kalau suaminya sedang memperhatikan nya. Saat wulan mau mengambil sabun di sebelah nya baru sadar kalau suami nya sedang memperhatikan nya.


"Sayang kamu belum keluar.?? Tanya wulan sambil mengambil sabun cair.


" Belum masih pengen mandangin kamu."saut jastyn senyum senyum.


"Boleh nggak aku minta tolong.??


" Tolong apa sayang. "Jawab jastyn menaruh handuknya kembali ke tempat nya.


" Tolong pakein sabun dong di bawah pundakku soalnya aku nggak nyampe mumpung kita mandi bareng.."ucap wulan sembari menyodorkan sabunnya.


"Ok sayang.." Saut jastyn


Jastyn melumuri tubuh istri nya dengan sabun cair lalu meratakan ke semua bagian tubuh yang tak bisa di gapai tangan wulan.


Hasrat jastyn mulai tinggi saat meraba tubuh istri nya, jastyn tak bisa menahan rasa ingin nya untuk membelai tubuh istri nya, saat wulan menyirami tubuh nya dengan air jastyn semakin tak tega untuk tidak menyentuh tubuh istri nya, dengan perlahan jastyn menciumi pundak istri nya wulan juga tak bisa menahan hasratnya saat tubuh nya mulai di belai dan diciumi oleh sang suami.


"Aahhhh sayang.. Jangan gitu aahhh." Ucap wulan dalam ******* nafasnya yang meresap ke telinga jastyn.


"Sayang boleh ya aku nggak tahannn..!!!

__ADS_1


Ucap jastyn di telinga wulan bisik bisik.


" Tapi..aahhh.."saut wulan sambil menahan hasratnya.


Justin menerus kan aksinya membelai meraba dan menciumi seluruh tubuh istri nya dengan nafsunya yang sudah memuncak, justin membalik kan tubuh istri nya dan menyenderkan ke tembok lalu Justin meremas buah dada istri nya dengan pegangan erat sampai wulan tak bisa berkutik, dan Justin menciumi bibir wulan yg mulai gemetar karena menahan nafsu nya yang tak tersampaikan, tangan Justin masih di dua buah dada istri nya sedang kan bibirnya melumasi setiap bagiku sensitif wulan.


Justin mendekap tubuh istri nya sambil mencoba agar istri nya terpuaskan dengan sentuhan tangan dan bibir nya.


Justin mencoba agar nafsunya terpuaskan walaupun hanya diluar nya tapi wulan cukup puas dengan sentuhan Justin yang sampai ke area sensitiv.


Wulan mulai lemas dan capek setelah beraksi di kamar mandi.


" Eemmm enak sekaliii..makasih sayang."saut wulan yang masih berada dalam pelukan Justin.


"Iya aku makasih juga ya kamu membuat aku lupa segalanya." Ucap Justin tak hentinya masih meraba dan membelai tubuh istri nya.


"Udah aahhh capek.." Ucap wulan merintih kecapean.


"Ya udah terusin mandi nya jangan lama lama bik sumi dari tadi udah manggilin kita terus."


"Iya sayang.." Saut wulan dan langsung membersihkan seluruh tubuh nya dengan air hangat.

__ADS_1


Dan Justin yang sudah selesai duluan bergegas keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian tidur, dan setelah beberapa menit akhirnya wulan juga keluar dari kamar mandi.


"Sayang aku ke meja makan dulu ya kasian bik sumi nggak di sautin dari tadi." Ucap Justin.


"Iya sayang.." Saut wulan.


"Jangan lama lama ganti bajunya aku sudah lapar nih.." Ucap Justin sembari mencolek pipi istri nya.


"Iya iya.. Jawab wulan dengan semangat.


Lalu Justin keluar kamar dan menunggu wulan di meja makan.


" Bibi manggil manggil dari tadi ya.??


"Ya tuan, soalnya makanannya takut ke buru dingin jadi nggak enak." Saut bik sumi.


"Maaf bik aku sama istri ku soalnya lagi mandi, jadi nggak dengar panggilan bibi." Saut Justin dengan senyuman lebar.


"Iya bibi udah tau pasti kalau masih bau bau pengantin baru pengennya tuh selalu berdua." Ucap bik sumi ngeledek Justin.


"Bibi ada ada aja.." Saut Justin.

__ADS_1


__ADS_2