Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 28


__ADS_3

28


Jastyn tak berhenti terus menciumi setiap lekukan tubuh istri nya yang membuat nya ingin terus menikmati nya.


Jastyn mulai meraba kebagian area sensitif bagian atas yang membuat wulan tak bisa berkutik untuk menolak nya.


Saat nafsu mereka berdua memuncak jastyn tak bisa melakukan nya karena kondisi yang iya alami saat itu, dan wulan yang sudah tak bisa menahan nya juga memaksa jastyn untuk melakukan nya tapi setiap dicoba tak berhasil dicoba lagi tak berhasil dan tanpa di sengaja wulan mendorong tubuh jastyn sampai terpental karena rasa kesal yang di rasakan wulan membuat nya tak ingat kalau jastyn tak sempurna seperti laki-laki lain.


Jastyn kaget dengan dorongan wulan yang membuat nya jatuh sampai ke bawah, wulan diam dengan memegangi selimut dengan erat dan tangannya gemeter karena hasratnya pada suaminya tak tersampaikan.


Jastyn yang masih dalam keadaan terpental diam karena marah pada diri nya sendiri karena tak mampu memuaskan nafsu birahi nya pada istrinya.


Lalu jastyn bangun dari tempat yang iya didorong oleh istrinya, dengan perasaan marah kesal emosi, dengan raut wajah yang terlihat sangat emosional.


Jastyn menatap istrinya dengan perasaan marah karena mendorong nya begitu kuat, jastyn mengambil sehelai kain untuk menutupi bagian tubuh nya dan jastyn melempar setiap benda yang ada di kamar itu, membuka wulan ketakutan tapi tak bisa memberontak Kare dirinya masih dalam keadaan tak memakai baju sehelai pun karena jastyn merobek baju wulan yang iya pakai tadi.


"Haa haa haaaaa.." Teriak jastyn sekencang kencang tak peduli mau di dengar orang serumah.


Jastyn meninjukan tangan nya ke tembok sampai berdarah lalu ibu sonya datang dan mengetuk pintu.


"Jastyn.. Wulan..buka pintu nya ada apa kok teriak teriak." Panggil ibu sonya dengan nada khawatir dnn gelisah.

__ADS_1


Wulan masih dalam selimut nya karena tak berani bangun karena tatapan jastyn yang menakutkan dan menyeramkan.


Ibu sonya terus memanggil keduanya tapi tak ada yang mau membuka pintu nya lalu ibu sonya memanggil satpam di depan agar mendobrak kamar jastyn karena ibu sonya bingung harus berbuat apa karena teriakan jastyn yang tak berhenti.


Bik sumi yang menghampiri ibu sonya juga bingung dengan teriakan jastyn.


"Ada apa nyonya ada apa.?? Tanya bik sumi dengan rasa khawatir juga.


" Bik cepat panggil satpam di depan agar mendobrak pintu kamar jastyn."suruh ibu sonya pada bik sumi yang ada di depan nya.


"Baik nya.." Jawab bik sumi dan langsung berlari keluar memanggil satpam yang sedang berjaga di luar.


"Ada apa bik..??


" Cepat masuk tuan muda teriak teriak dari kamar nyonya menyuruhnya pak satpam untuk mendobrak pintu kamar tuan muda."ucap bik sumi sembari mengatur nafasnya yang ngos ngosan.


Dan tanpa berpikir lagi satpam itu berlari menuju kamar jastyn yang masih dalam keadaan terkunci.


"Pak cepat dobrak kamar jastyn karena dari tadi teriak teriak terus saya takut terjadi apa apa." Ucap Ibu sonya dengan rasa gelisah nya.


"Baik nyonya." Jawab satpam itu.

__ADS_1


Tanpa berpikir lagi satpam itu mendobrak kamar jastyn sekuat kuatnya. Dan ibu sonya menelpon suaminya yang sedang berada di rumah Ratih istri keduanya.


"Hemm ada apa malem malem telpon." Ucap papanya jastyn dengan suara remang remang karena baru saja tidur.


"Pa pulang sekarang jasa pa jastyn.."


"Ada apa dengan jastyn.?? Tanya pak Winata dengan suara kagetnya.


" Jastyn dari tadi teriak teriak dan dia tidak mau membuka pintu nya, dan satpam mencoba mendobrak pintu kamar jastyn tapi belum bisa."ucap Ibu sonya tangisan.


"Memang nya kenapa kok bisa teriak teriak gitu.?? Tanya lagi pak Winata.


Dan karena mendengar teriak jastyn pak Winata langsung mematikan ponsel nya dan bergegas bangun dari tempat tidur nya dan mengambil kunci mobil nya.


" Mau kemana malem malem gini.?? Tanya Ratih yang terbangun dengan suara bising pak Winata.


"Aku pulang dulu karena jastyn katanya teriak teriak terus dari tadi aku takut terjadi sesuatu pada jastyn." Ucap pak Winata pada istri keduanya.


"Tapi mas.." Ucap Ratih tapi tak jadi.


"Ya udah aku berangkat dulu hati hati di rumah." Ucap pak Winata dan pergi meninggalkan Ratih istri keduanya.

__ADS_1


__ADS_2