Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 38


__ADS_3

Dan pak winata langsung duduk di tengah-tengah jastyn dan istri nya.


Pak winata bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskan semua apa yang telah terjadi.


Pak winata menatap mata jastyn dan sesekali menoleh pada istri nya,


"Pa udah jujur aja apa yang sebenarnya terjadi dengan pernikahan kita." Ucap Ibu sonya tanpa melihat wajah suaminya.


"Jastyn maafin papa dengan apa yang telah papa lakukan pada keluarga kecil kita." Ucap pak winata sambil menundukkan kepalanya.


Jastyn tak langsung menjawab ucapan papanya, jastyn masih menghela nafas agar tidak emosi.


"Jastyn tidak habis pikir kok bisa papa menghianati mama yang selalu sayang dan setia sama papa." Ucap jastyn dengan wajah menahan emosi.

__ADS_1


"Papa melakukan semua itu ada alasan nya jastyn." Ucap pak winata membela diri.


"Alasan apa pa, karena mama sibuk dengan usaha mama makanya papa mencapai perhatian di luar padahal mama ngelakuin itu semua demi keluarga kita pa..!!! Ucap jastyn dengan perasaan kecewa dan kesal dengan tingkah laku papanya.


" Oohh mama sudah menceritakan semuanya pada jastyn jadi di sini yang paling bersalah adalah papa gitu."ucap pak winata meninggikan suaranya.


"Mama hanya menceritakan apa adanya pa nggak nambah nambahin dan juga nggak ngurangin masalah kita. " Saut ibu sonya.


"Ya tapi kesannya papa di sini yang bersalah ini semua kan juga salah mama juga yang sering nggak memerhatikan papa saat papa pulang kerja di rumah selalu nggak ada orang makanya papa mencari perhatian di luar." Ucap pak winata mencari pembelaan.


" Jastyn bukan papa nggak sayang kalian berdua tapi ini bukan ke hendak papa, papa juga nggak pernah punya pikiran untuk menikah lagi, tapi jastyn perlu tau saat mama membangun bisnis nya, mama selalu dan setiap hari berangkat pagi sebelum papa sarapan dan kalau papa pulang kantor mama kadang belum datang, terkadang sudah tidur sedang kan papa laki laki biasa yang butuh perhatian, dan mulai saat itu papa menghabiskan malam papa di luar dengan mencari kesibukan dan kesenangan papa, dan tanpa di sengaja papa bertemu dengan tante Ratih yang belum lama di tinggal suaminya meninggal, dan mulai saat itu papa sering ketemu dan curhat, tapi walaupun papa pulang malam mama nggak pernah nanya papa dari mana, papa sudah makan apa belum, coba mama jawab iya apa nggak yang papa bicarakan ini.??


"Tapi pa memang saat itu mama nggak perhatian sama papa, tapi mama kan juga berjuang untuk keluarga kita." Saut ibu sonya sambil mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Apa papa pernah minta sama mama agar membantu ekonomi keluarga nggak kan..?? Sejak kita menikah papa minta sama mama untuk selalu di rumah menunggu papa pulang kerja, membuat sarapan saat papa mau berangkat cuma itu yang papa minta, jastyn mungkin kamu belum tau rasakan nggak di perhatian lagi suatu saat kamu pasti tau dan merasakan apa yang papa rasakan.."ucap pak winata.


"Jastyn tidak seperti papa yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, jastyn akan selalu menjaga keharmonisan rumah tangga jastyn." Saut jastyn tanpa sekali pun menatap wajah papanya.


"Ya Semoga saja." Ucap pak winata.


"Kalau begitu pembicaraan ini sampai di sini karena papa harus pergi karena masih ada urusan yang harus papa selesai kan." Ucap pak winata lalu pergi meninggalkan rumah.


"Papa pa.. Kita belum selesai bicara papa mau ke mana..?? Panggil ibu sonya dengan berteriak tapi pak winata tak menghiraukan panggilan istri nya pak winata terus berjalan keluar dan menyalakan mobilnya lalu pergi.


" Sudah ma biarkan papa pergi nanti juga pulang sendiri,"ucap jastyn menenangkan hati mamanya.


Jastyn memeluk mamanya agar lebih tenang dan mengambil kan segelas air putih untuk mamanya.

__ADS_1


"Jastyn maafin mama karena semua ini juga salah mama yang tidak perhatian sama papa."


"Tidak ma.. Ini bukan salah siapa siapa mungkin ini pelajaran buat keluarga kita agar lebih sayang dengan pasangan kita." Saut jastyn sembari mengelus pundak mamanya.


__ADS_2