
Lalu suster Nayla datang mendekati tantenya.
"Nay...kamu sudah tau apa yang sebenarnya terjadi dengan pak winata.?? Tanya Ratih menatap muka Nayla.
" Ya tante tenang dulu sabar ya tante..
"Iya cepetan Nay cerita kan pada tante apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Ratih meronta ronta dalam tangisannya.
"Sebenarnya pak winata menabrak pejalan kaki, dan karena ingin menghindar akhirnya pak winata menabrakkan mobilnya ke pohon tapi pejalan kaki itu juga masih dalam keadaan kritis karena benturan mobil pak winata." Ucap Nayla menjelaskan.
"Terus gimana dengan keluarga korban apa sudah tau kalau pak winata yang menabrak nya.? Tanya Ratih.
" Iya sudah tau pihak rumah sakit yang memberitahu nya, dan nanti kalau ibu sonya sudah datang mungkin lebih baik Pak jastyn dan ibu sonya menemui keluarga korban untuk meminta maaf."ucap Nayla pada jastyn.
Jastyn hanya diam tidak begitu menanggapi pembicaraan Nayla.
Jastyn masih kesal melihat kedekatan Nayla dengan firman.
Ibu sonya dan wulan sampai dirumah sakit dan langsung dijemput oleh jastyn di lobby rumah sakit.
"Jastyn bagaimana keadaan papa sekarang.?? Tanya ibu sonya dalam tangisannya.
" Papa masih di ruangan ICU ma, tapi mama tenang ya papa sudah di tangani oleh dokter."saut jastyn sembari menenangkan hati mamanya.
"Anter mama sekarang ke tempat papa" Ajak ibu sonya pada jastyn.
__ADS_1
Lalu jastyn mengantar ibunya ke tempat ruang ICU sambil merangkul pundak nya.
Setelah sampai di depan ruang ICU ibu sonya mulai menahan emosi nya saat melihat keberadaan Ratih duduk menunggu suaminya di depan ruang ICU.
"Dasar pelakor perebut suami orang." Ucap Ibu sonya Dengan berteriak histeris sambil mencoba menampar wajah Ratih tapi di tahan oleh jastyn karena masih menghargai Ratih.
Ratih hanya diam terpaku melihat ibu sonya yang ingin menamparnya, Ratih mengusap air matanya dan mengelus dadanya agar bisa tahan dengan perlakuan istri pertama suaminya.
"Mama tahan ini rumah sakit kita harus mementingkan kesembuhan papa dari pada ego kita, jastyn tau mama pasti marah dan kesal dengan keberadaan tante Ratih di sini tapi kini harus menghargai juga karena dia juga istri papa." Ucap jastyn sembari memeluk mamanya agar lebih menahan emosi nya.
"Mama duduk dulu ya biar lebih tenang." Ucap wulan memegang pundak mertuanya.
"Tapi papa gimana keadaan nya, gara-gara wanita pelakor ini yang sudah membuat papa kalian kecelakaan seperti ini." Ucap Ibu sonya sambil menatap Ratih dengan penuh rasa emosi yang tak bisa di bendung.
Dan keluar lah dokter dari ruangan itu.
" Maaf yang mana istri pasien.??
"Saya..
" Saya.. Ucap kedua istri pak winata.
"Maaf mana istri pak winata.? Tanya lagi dokter itu.
" Ini mama saya istri pertama dari pak winata dan ini istri kedua dari papa saya."jawab jastyn memberi tahu dokter.
__ADS_1
"Ooh pak winata mempunyai dua istri. " Saut dokter sembari tersenyum tipis.
"Terus bagaimana keadaan suami saya dok.?? Tanya ibu sonya terisak isak.
" Keadaan pasien untuk sekarang sudah melewati masa kritis nya tapi belum bisa di jenguk sampai dipindahkan ke ruang rawat inap."ucap dokter itu.
"Alhamdulillah.." Ucap Ratih mengelus dadanya.
Sonya melirik tajam pada saat Ratih mengucapkan syukur.
"Terima kasih dok,
Oh ya dok bagaimana dengan korban yang di tabrak papa saya.?? Tanya jastyn.
" Alhamdulillah juga korban tidak begitu parah luka nya sekarang sudah dipindahkan di ruang rawat."jawab dokter itu.
"Terima kasih atas informasinya dok..
" Iya sama sama kalau begitu saya permisi dulu."pamit dokter itu.
"Ma bagaimana kalau kita melihat keadaan korban dan kita minta maaf pada keluarga nya." Ucap jastyn.
"Mama nggak mau ninggalin papa jastyn, mama mau di sini saja." Saut ibu sonya.
"Kalau begitu saya ikut bersama kamu jastyn." Ucap Ratih sembari berdiri dari tempat duduk nya.
__ADS_1
"Oh ya udah tante, sayang kamu temenin mama dulu ya aku mau lihat keadaan korban dulu." Ucap jastyn.
"Iya sayang." Saut wulan.