Suamiku Pria Impoten

Suamiku Pria Impoten
episode 56


__ADS_3

Pak winata hanya bisa menatap Ratih yang di paksa keluar dari kamar nya walau pun sebenarnya di dalam hatinya ada yang menjanggal tapi pak Winata tak tau itu apa.


"Ma jangan seperti itu kasian tante Ratih kesakitan," Ucap Justin pada mamanya yang begitu kasar pada Ratih.


"Apa apaan kamu Justin ngapain kamu membela wanita tak berguna ini." Ucap Ibu sonya dengan wajah penuh amarah dan emosi.


"Ma bukannya Justin membela tante Ratih tapi Justin hanya nggak mau mama berbuat kasar itu aja, mama yang bilang sendiri kan kalau papa biar lupa dengan tante Ratih, tapi kalau kelakuan mama seperti itu papa pasti bertanya tanya siapa tante Ratih sebenarnya." Ucap Justin mencoba menenangkan hati mamanya.


Ibu sonya diam memikirkan omongan Justin yang ada benarnya.


Ratih pergi dari kamar itu untuk menghindari perselisihan, Ratih tak sanggup saat mau meninggal kan suaminya yang masih tak berdaya di atas ranjang yang tubuhnya di penuhi dengan alat alat medis.


Ratih berlari keluar dengan hati yang terluka karena suaminya masih tak ingat siapa Ratih sebenarnya.


"Mas.. Kenapa kamu harus lupa sama aku mas..." Ucap Ratih dalam ratapan tangisannya di depan kamar pak winata.


Lalu Nayla datang menghampiri Ratih yang menangis sendiri dengan kesedihan nya.


"Tante kenapa.?? Tanya Nayla memeluk tante nya dengan erat.


" Nay.. Om kamu nggak inget sama tante Nay.."ucap Ratih tambah menangis sejadi jadinya saat Nayla memeluknya.


"Itu kan cuma sementara tante.. Nayla sabar ya pak winata pasti inget tante lagi." Ucap Nayla menenangkan tantenya.

__ADS_1


"Tapi Nay tante nggak bisa jauh jauh dari om kamu." Saut Ratih dengan deraian air matanya yang tak bisa di bendung.


"Tante tenang dulu ya, tante sekarang pulang biar Nayla ijin dulu sama rumah sakit untuk menemani tante pulang, tunggu sebentar ya." Ucap Nayla.


Lalu Nayla pergi ke atasannya di rumah sakit untuk meminta ijin pulang lebih awal.


Saat Nayla pergi Justin keluar dari kamar papanya untuk sekedar mencari angin, dan wulan menemani ibu sonya di dalam kamar.


Justin melihat Ratih duduk di kursi sedang melamun dan meneteskan air mata lalu Justin menghampiri nya.


"Tante belum pulang.?? Tanya Justin mendekati Ratih.


" Justin.. Belum Justin, tante masih nungguin Nayla yang masih minta ijin pada atasannya."ucap Ratih sedikit kaget dengan sapaan Justin.


"Tante ayo pulang sekarang.!! Ajak Nayla sambil memegang tangan tante nya.


" Kalau begitu biar Justin anterin tante.."ucap Justin menawarkan.


"Nggak usah biar tante sama Nayla naik taksi aja." Saut Nayla dengan suara jutek.


Lalu Ratih lemes tak punya tenaga dan hampir pingsan saat digandeng tangan nya oleh Nayla tapi Justin langsung menangkap tubuh Ratih yang hampir jatuh.


"Nayla tante kamu.." Sontak Justin kaget melihat Ratih yang setengah sadar.

__ADS_1


"Tante kenapa.? Pasti belum sarapan.??


Ucap Nayla mendudukkan tante di kursi lagi.


" Tante mau periksa dulu ya.??


Tanya Nayla khawatir.


"Nggak usah Nay tante pengen pulang aja istirahat di rumah." Saut Ratih gemeteran.


Lalu Justin berlari mencari teh hangat untuk Ratih.


"Tante minum dulu ya biar perutnya ada isinya." Ucap Justin menyodorkan teh hangat pada Ratih.


"Makasih Justin." Ucap Ratih.


"Kalau tante mau pulang biar Justin anterin tante pulang nggak boleh nolak karena Justin maksa."ucap Justin dengan suara tegas agar Nayla mau di anterin pulang.


" Nay nggak apa apa ya kita pulang nya di anterin Justin, tante nggak bisa berdiri Nay nanti kasian kamu nggak ada yang bantuin bopong tante."


"Tante kita naik taksi aja Nayla kuat kok bopong tante sendiri." Ucap Nayla.


"Nggak pokoknya Justin anterin tante pulang kalau kamu nggak mau, kamu aja naik taksi sendiri dasar egois." Ucap Justin menatap wajah Nayla dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2