
Setelah menyelesaikan urusan dan mengendarai motor dengan kecepatan sedang Amira sampai juga dirumahnya.
"Assalammualaikum mama syang, Amira pulang, " ucap Amira sembari membuka terali besi rumahnya.
"Wa'alaikumussalam sayang, bagaimana apa ada sinyal positif? ucap mama Amira, sembari menjawab salam tangan amira.
" Ikhtiar sama doa aja mama, kalau memang Amira lebih baik disini insyaAllah dimudahkan jalannya. "ucap Amira sembari melihat baby zyan yang masih tidur.
"Ya sayang, untuk lamaran yang di SMK apa ngak sekalian diantarkan hari ini, kan dekat dari rumah? tanya mama pada Amira yang sudah menggendong dan menyusui baby zyan dengan lembut.
" Nanti ajalah mama, ngak nyaman ninggalin zyan lama-lama takut kebangun dan minta mimik. "ucap Amira.
Seketika , ucapan terhenti karena Amira fokus menyusui dan mama Amira pun keluar untuk mencari sesuatu yang diperlukan. Amira dan mamanya hanya beda 20 tahun, jadi mereka bisa dibilang kayak sahabat karena memang Amira tak segan untuk bercerita apapun kecuali semenjak Amira menikah ia berusaha menutup aib suaminya.
3 bulan berlalu begitu cepat, masa cuti Amira pun habis dan belum ada satu balasan dari tempat Amira mengantarkan lamaran.
"Ma, gimana ini kayaknya rezki Amira masih dikota Padang, tapi bagaimana dengan zyan, Amira juga ngak tega ngajak mama dan ninggalin ayah?" ucap Amira kepada mamanya yang saat itu lagi mencoba kan daster baru berwarna merah dengan motif dedaunan dan bunga kecil yang cantik sehabis pulang dari pasar.
"Sayang, mama sudah diskusi sama ayah, InsyaAllah ayah ngak keberatan kalau mama ikut dan mama udah bilang ke ayah untuk pulang 1 atau 2 minggu dan ayah juga kayak gitu ke Padangnya, insaAllah kami ngak keberatan" ucap mama Amira yang memang begitu mencintai putri satu satunya.
Dua hari setelahnya, jam 6.00 pagi Amira sekeluarga, sudah selesai berkemas lengkap dengan barang-barang bayinya menunggu travel untuk balik ke Padang dan ayah Amira juga ikut mengantar.
bBrooommmm..... bruuummmmm....., suara mobil avanza putih memasuki halaman rumah.
Amira sekeluarga pun, berlalu menelusuri perjalanan menuju kota Padang lagi dan mereka sampai jam 12.00 setelah melewati tempat kontrakan Amira yang baru karena Amira lupa.
"Assalamu'alaikum" paapa zyan, kami sudah sampai dekat kampus mesjid, kami lupa dekat simpang mana kontrakan kita, jemput kami kesini ya, ! "ucap Amira kepada Angga suaminya dari dalam mobil melalui telponnya.
Tidak butuh waktu yang lama Angga pun sampai. Amira sama keluarga sampai dirumah kontrakan dalam keadaan letih dan bertambah letih setelah melihat kontrakan yang begitu kotor.
" Ya, Allah bg, abang ngak pernah menyapu rumah ini, kamar mandinya sangat hitam, klosetnya juga hitam, piring kotor abang banyak, bukankah adek minta sebelum adek sampai tolong kontrakan dirapikan karena adek ngak mungkin membersihkan dan ngak mau merepotkan orang tua adek! " ucap Amira setengah menahan marah dibalik dapur karena takut orang tuanya mendengar.
__ADS_1
Benar, apa yang dipikirkan Amira, suaminya tidak bisa menghargai orang tuanya dan tidak mengerti kesulitannya. hal itu betul menyiksa bathin Amira mengingat mama amira yang super bersih pasti bertindak untuk langsung memebersihkan rumah tersebut meskipun badannya masih letih.
Setelah meletakkan barang, tanpa mengganti bajunya, mama Amira mengambil sapu dan ketika Amira ingin mengambil sapu tersebut mama melarang dan akhirnya mama mengerjakan semuanya sendiri kurang lebih 1jam mama membersihkan beserta mengganti sprei. Hari pertama sampai Amira merasa sudah membuat mamaanya seperti babu. itu bukanlah hal yang Amira inginkan.
"Ma, ini minum mama, jangan paksa semuanya ma, Amira sudah kuat..maafkan Amira ma, Amira sudah mengingatkan abang untuk membersihkan segalanya.
"Sebelum Amira sampai, Amira sudah mengingatkan. kita membawa bayi dan bang Angga telah mengiyakan tapi ternyata hasilnya nol, maafkan amira ma! " ucap amira sambil menatap lekat lekat mata mamanya dengan penuh rasa menyesal.
"Mmmmm, ngak apa sayang, mama ikhlas kok mama kuat, ayook kita makan lagi, panggil ayahmu Amira dia pasti sudah sangat lapar," ucap mama menyembunyikan rasa kecewanya.
Selang beberapa saat, mereka terdiam setelah menghabiskan sepiring nasi dengan rendang dicampur kerak telur yang gurih-gurih enak.
Tak banyak aktifitas yang dilakukan sampai sore. Kecuali, menata barang-barang yang dibawa ke tempatnya supaya rapi. Selanjutnya, Amira mengeluarkan pakaian kedalam lemari.
"Oh ya, Amira besok jangan lupa bawa pisang-pisang ini kekantor ya, sama jeruk sebagai oleh oleh dari kampung" ucap mamaa sambil menggeser barang tersebut ke tempat yang tinggi dan mudah diambil supaya Amira tidak lupa.
"Siap mama sayang" ucap Amira sambil mencium pipi mamanya manja.
Amira berjalan mengambil tas dengan warna hijau armi dan duduk diteras rumah setelah menyusui baby zyan sambil menunggu Angga balik untuk menjemput amira.
Tak lama menunggu Angga telah sampai untuk mengantar Amira kekampus Fakultas Kedokteran tempat dia kerja. Amira memilih untuk datang sedikit telat karena dari jam 7-8 biasanya ibuk-ibuk yang datang awal masih sibuk sarapan. jadi Amira memilih untuk memanfaatkan waktu tersebut untuk menyusui zyan sepuasnya.
Selang beberapa saat, Amira sampai di kampusnya. Amira langsung berjalan menaiki lantai ke tingkat 2 tak banyak yang dijumpai dilantai satu mengingat Amira datang jam 8.15 dan dipastikan semuanya sudah berada diruangan masing masing.
"Assalamualaikum, ucap Amira dari balik pintu sembari menyusuri dan menyalami semua teman teman satu ruangannya.
"Eh, udah balik aja kerjanya, ucap bendahara di ruangan tersebut selaku orang tertinggi dibagian keuangan.
"Iya kak, 3 bulan ternyata bentar". ucap Amira sembari menyerahkan pisang embun yang dibawanya dari kampung yang dipetik langsung dari halaman rumahnya,
"Silahkan dicicipi kak, ini enak asli ngak pakai perangsang cepat masak, insaAllah sehat ujar Amira mempromosikan pisangnya yang besar-besar. .
__ADS_1
Suasana dikantor hari itu cukup menyenangkan. Teman-teman kantor Amira khawaatir Amira menyakan kapan Amira bisa ditemui dirumah. Mengingat mereka mau melihat zyan karena sebelumnya belum sempat karena Amira begitu lama di kampung.
"Amira, hari minggu siap upacara 17 Agustus kami kerumah jenguk bbay zyan ya, "ucap kak Rani yang memiliki wajah oval dengan kulit putih dan bibir yang seksi serta bodi yang padat berisi meski telah bersuia 34 tahun.
"Oke ka, oh ya, Amira pulang dulu ya, udah jam 2.00 nich ! " ucap Amira sembari memegang *********** yang sudah basah pertanda zyan sudah kehausan.
Amira mendapat keringanan di kantornya. Amira hanya perlu bekerja sampai jam 14.00 sampai anaknya berumur 6 bulan. Amira memilih untuk menggunakan jasa gojek daripada merepotkan Angga suaminya.
"Mmm, kalau setiap pagi Angga bolak-balik mengantarkan ku boros dimotor dan kasihan dia.
malam harinya sebelum pindah kekamar Amira berbincang pada Angga yang tidur diluar kamar karena kamarnya hanya satu.
"Bang, bg ada duit ngak, abang beli motor apa gitu biar Amira bisa bawa motor sendiri, karena Amira jam pulangnya cepat dan pergi paginya juga dikasih keringanan jam nya," ucap Amira sambil mengelus lembut punggung Angga.
"Mmm, sabar ya, nanti kalau ada uang abang cari motor bekas aja motor bebek, biar lebih hemat ucap Angga kepada Amira.
Kemudian Amira pun berlalu masuk kekamar mendekati mama dan zyan yang lagi bercengkrama bahasa bayi.
" Assalamualaikum anak solehnya ummi, udah ngantuk ya, sini ummi mimikin biar boboknya enak". ucap Amira sambil mengambil zyan dan menyusuinya dengan posisi duduk.
" Bismilllahirrahmanirrahim, ucap Amira sebelum zyan mengisap put..*ngnya,.
Amira, membiasakan mengucapkan doa sebelum menyususi baby zyan meski baby zyan masih kecil supaya makanan yang dimakan lebih berkah dan menjadi kebiasaan baik buat zyan.
"Mama, sejauh ini belum ada respon dari tempat Amira melamar dikampung, apa Amira telpon guru ekonomi Amira waktu SMP apa Amira bisa ngajar disana? " tanya Amira berdiskusi dengan mamanya,
"Mmm, oh ya, cobalah tanya Amira siapa tau ada rezkinya disana, "ucap mama menanggapi niat Amira dengan baik.
Amira pun menekan tombol angka di layar hpnya dan mencari nomor buk Errna, guru Ekonominya sewaktu SMP yang cukup dekat dengan Amira dan...
"Mmm, besok aja lah ya ma, sekarang udah malam ngak sopan menggangu" ucap Amira sambil mengurungkan tangannya untuk memencet tombol call..
__ADS_1