
"Baik, nggak masalah kalau harus pakai uang aku pribadi. " ucap Amira.
"Alhamdulillah, Allah kasih aku kemandirian sehingga tidak terlalu menyesakkan dada untuk melihat suami royal kepada keluarganya namun perhitungan kepada anak istrinya. " Ujar Amira sembari meletakkan handphone.
Sementara itu, mama Amira yang sebelumnya mendapat kabar orang tua lelakinya sakit-sakitan meminta Amira untuk 3 hari belakangan ininmencari pengasuh anaknya.
"Amira, eyang lagi sakit, sedang dirawat dirumah sakiit, mama ingin pulang merawatnya 3 hari ini.! " ujar mama Amira yang terlihat sedih.
"Iya ma, Amira mengerti, pasti mama merasa bersalah kalau berada disini sementara eyang lagi dirumah sakit. "
"Mama, ngak usah khawatir, Amira ada solusinya, nanti Amira minta tolong mamanya bang Angga buat jaga Zyan selama 2 hari ini, (kamis sama jumat) hari sabtu bang Angga libur, jadi bisa jaga Zyan! "
"Mmmm, mama Angga?" Ada mau dan bisa mama Angga tu??"secara selama ini tidak pernah mau kesini??" tanya mama Amira dengan perasaan tidak yakinnya.
" Tenang aja mama sayang..., yang jelas mama pulang dulu, yang disini biar Amira cari solusinya." ujar Amira sembari membuka mie pedas gledek yang tadi di belinya.
"Mama mau coba Ma..., ?? Tanya Amira sembari menyodorkan piring mie tersebut.
Mama Amira pun mencobanya,
" Ya Allah, pedasnya...? "
"Ini, merica Amira, bukan cabe!. "
"Ngak usah makan, bahaya, ngak baik untuk tubuh, ! "
"Sedikit laginya ma..", enggak Amira habiskann.." ujar Amira yang masih melanjutkan makan mienya.
Selang beberapa jam Angga pulang.
" Abang, mau???? " tanya Amira, sembari mengangkat mangkok mienya agar kelihatan
"coba sedikit!!! "'
" Hhhhhhhh.... pedasnya,. "
"Sudah, jangan dilanjutkan!". "Panas badan adek nantik," " Zyan masih mimik juga, ngak baik, biar abang yang habiskan! " ucap Angga sembari menarik mangkok Amira.
Amira pun kesal, dan beranjak ke kamar, menyusuri Zyan yang sudah tertidur.
Mama Amira pun berlalu kekamar.
Besok harinya, sekitar jam 17.00 mama Amira pulang kampung menggunakan motor dengan anak lelakinya yang kebetulan lagi libur.
"Da...da...nakan...", mamak pulang dulu ya,!! "
"Iya..., mamak.. mamak.. Hati-hati. "
"Salam buat opa, buat eyang semoga cepat sembuh, Aamiin" respon Amira sambil melambaikan tangan
Amira yang sebelumnya telah menceritakan bahwa orang tuanya akan dirumah selama 3 hari menanyakan kepastian kepada Angga.
"Bang, jadi sudah pasti mama bisa kesini sampai 2 hari ini buat temani Zyan?" tanya Amira yang tidur memunggungi Angga karena lagi menyusukan Zyan secara tidur.
" Sudah, besok mama datang jam 7.15 paling telat disini. "
"Sudah abang kasih tau jam kerja adek,. " jawab Angga
"Sukurlah, semoga saja Zyan bisa di tinggal dengan oma, secara jarang bertemu! "
"Ya, sudah.. tidur.. tidur lah lagi" besok pun harus bangun pagi...! ujar Angga.
Besok harinya, Mertua Amira pun datang
"Assalamu'alaikum o..ma.., masuk oma..! " ucap Amira ramah sambil menyalami mama mertuanya.
Setelah menjelaskan dimana letak makanan, camilan Zyan, berapa takaran sendok susu Zyan serta letak perlengkapan Zyan, Amira pun merasa yakin untuk meniggalkan Zyan denga mertuanya.
Sementara itu ditempat kerja,
" Itu Amira datang....," Pucuk dicinta ulam pun tiba.... "Ucap Rani teman satu ruangan kerja Amira yang fokus menangani keuangan bagian Kebidanan.
" Hee.. kenapa kak, dapat bonus Amira....?? " Ucap Amira yang dibuat mengada-ngada untuk melucu.
"Enggak, kak ada deadline SPJ, , sudah ditagih pencairan dananya.. ditanyai terus, jadi kak mau ngerjain SPJ dulu! "
"Sementara, SPJ yang lain sudah banyak yang menumpuk dan siap untuk dibawa ke rektorat buat diperiksa kalau dibiarkan bisa kadarluarsa tanggal dan kita harus ganti SPTJM lagi"
"Oh, gitu... iya.. iya.. baiklah kak,"
"Amira untuk hari ini juga ngak terlalu banyak yang dikerjakan."
"Biar Amira yang membawa SPJ nya dan menunggupemeriksaannya biar SPMnya segera keluar. "tawar Amira.
__ADS_1
" Alhamdulillah... memang the best lah Ummi Zyan ini." Ucap kak Rani dan teman-teman satu ruangan.
Amira pun, memasukkan beberapa SPJ kedalam tas lengkap dengan peralatan alat tulis (Pensil, Tipe, dan matrai) kalau-kalau ada yang perlu ditambahkan.
"Siap berangkat, bismillahirrahamnirrahim" Ucap Amira sembari menghidupkan motor dan melaju ke gedung rektorat yang tidak terlalu jauh dari gedung kedokteran.
"Setelah mengantri di loket sesuai giliran pemeriksaan, dari 20 buah SPJ yang dibawa, hanya beberapa saja yang balik itupun karena kesalahan keterangan, dan ada beberapa tanda tangan yang kurang.
Saat Amira menuju parkiran, hendak kembali ke tempat kerjanya, handphone Amira berbunyi. Dilayar Handphone Amira muncul nama "My Husband".
"Eh, Bang Angga, tumben nelpon Ada Apa ya..? " pikir Amira sebelum mengangkat telpon dari Angga.
"Halo, Assalamu'alaikum..," ucap Amira membuka pembicaraan.
"Halo Dek, Abang dapat kabar barusan dan surat dari Pusat, kalau berkas abang diterima dan dinyatakan lulus dan sah jadi dosen di jurusan sistem informasi. " ucap Angga yang terdengar bersemangat dan penuh bahagia.
"Sukurlah, selamat ya bang,"
"Adek turut senang mendengarnya" ucap Amira dari ujung telpon.
"Oh ya Amira, Abang rencananya mau kirim oleh-oleh ciri khas Padang, sebagai ungkapan terimakasih sama ibuk di pusat yang mengurusnya.
" Hmmm, apa rencananya abang oleh-oleh nya?. tanya Amira kembali.
"Hamm....., rencana Abang mau kirim rendang Padang. " jawab Angga singkat.
"Baguslah itu bang,. '
"Abang, adek tutup dulu ya telponnya soalnya dek dipanggil keruangan dekan. " Ucap Amira segera menutup telpon.
Pembicaraan pun terputus dan Amira sibuk diruangan dekan untuk meminta tanda tangan untuk SPJ berikutnya yang mau diverivikasi.
Sore harinya, Amira telah sampai dirumah.
Amira mendapati Angga dirumah tanpa mamanya.
"Lho abang, kemana mama? " tanya Amira sembari meletakkan helm yang baru dipakainya.
"Iya, tadi mama nelpon, minta cepat pulang soalnya ada yang mau beli beras di kedai mama dan suami si Nova tidak tau dimana mama biasa beli berasnya, kebetulan berasnya lagi tidak ditoko belum di jemput. " ucap Angga panjang lebar menjelaskan.
"Abang sudah tau dimana pesan rendangnya bang, ? " tanya Amira setelah mengganti pakaian dan menemani Zyan makan.
"Sudah, tadi sudah abang sudah tanya mama,"
" Dimana itu bang? "jawab Amira penasaran meskipun, sedikit kesal mendengar suaminya bergantung lagi ke mamanya.
" Mama pesan dekat warung makan, yang sudah sering membungkuskan rendang. "
"Terus kata mama selain enak juga murah. 'jawab Angga merasa yakin.
"Oooh ya.. Amira fikir belum Ada, mau Amira rekomendasikan Christine Hakim, rendang AA, rendang LILY yang sudah pasti packingnya aman sesuai standar pengiriman paket. " ucap Amira yang betul nampak kekecewaan dan kemarahannya.
"Sehari setelahnya, mama Amira datang, membawa jeruk, dan sambal dari rumah.
" Oma sayang,, "Ucap Amira menghampiri mamanya sambil mengangkat barang bawaannya.
Selesai beristirahat dan makan bersama, Angga pulang membawa rendang.
" Apa itu Angga? tanya mama Amira.
"Rendang ma.., mau dikirim ke Jakarta, sebagai tanda terimakasih sama ibuk pengurusnya. " jawab Angga sambil celingukan mencari karton.
"Enggak ada karton nya bang, ? "
"Enggak langsung packing siap kirim dari sananya? " tanya Amira bertubi-tubi.
"Ngak Ada, cuman seperti ini saja dikasihnya! " jawab Angga yang masih sibuk mencari karton dibawah kolong tempat memasak.
"Coba mama lihat Angga, rendangnya?? " tawar mama Amira yang sibuk memotong-motong sayur bayam.
"Ini ma, Agak berminyak..". Jawab Angga sembari menyodorkan rendangnya.
" Ini banyak minyaknya Angga..., masih basah, harus dibuang dulu minyaknya ini..., baru bisa dikirim kalau ngak mudah bocor. " ucap mama Amira.
"Iya bang, adek barusan cek dihandphone standar pengiriman makanan untuk paket harus kering dan berlapis-lapis supaya tidak bocor dan tembus saat dalam perjalanan. "
"Mmm, rendangnya pun cuman plastik biasa. "" Sementara kalau ditempat yang adek sebutkan tadi, sudah ada mereknya, packingnya bagus, sudah disediakan box kotak pengirimannya, jadi aman sesuai standar,"
"Ini kelihatan.. biasa dan sembarangan,. "
"Tapi mudah-mudahan diterima". ujar mama Amira menutup komplennya yang berkepanjangan.
" Angga....., tolong beli plastik ukuran setengah Kg, minta Rp. 5000, saja! "
__ADS_1
"Biar, dibuang minyak yang berlebih ini, ditata ulang biar bagus, dan kotak packingnya sekalian" ujar mama Amira yang sudah cekatan memindahkan rendang tersebut ke piring dan memilih Daging serta bumbunya saja dan minyaknya ditinggal.
"Lain kali, kalau sudah punya istri, diskusi sama istri dulu, kalau tidak selesai baru minta bantuan sama orang tua, " jangan-semuanya gantung ke orang tua". Saran mama Amira yang sudah selesai membungkus dan merapikannya rendang tersebut kedalam kotaknya.
Malam harinya, saat Angga ingin benar-benar merebahkan badan Zyan menangis...
"Sayang, kenapa sayang, haus ya...???
"Sini kita mimik dulu ya! " ucap Amira yang lagi begadang menyelesaikan tugas kuliahnya.
"Aaa.... oaaaaa.. aaaa.. a. " Zyan makin mengeraskan suaranya.
"Ya Allah badan Zyan panas. " ucap Amira yang terkejut saat merasakan kening Zyan.
Mama Amira terbangun dan ikut merasakan kening cucunya Zyan.
"Iya, Amira ini panas kali, demam Zyan. "
"Ini gara-gara makan mie pedas-pedas ni. "
Mimikkan aja Zyan sering-sering! "
"itu obatnya kalau bayi demam." perintah mama Amira yang kemudian berlalu kekamar kecil.
Setelah mimik, Amira memasukkan Zyan kembali kedalam ayunan dan sesekali mengayunnya dengan sebelah tangan sambil berjuang menyelesaikan tugasnya.
Hampir setiap hari Amira bergadang menyelssikan tugasnya, karena siang harinya bekerja.
Namun, tidak berapa lama Zyan menangis kembali.
Kali ini, Zyan tetap menangis meski telah di mimikkan.
Zyan yang saat itu sudah berusia setengah 2 tahun mengeluarkan suara kerasnya.
Tiba-tiba Angga terbangun, dan meminta kepada Amira untuk menenangkan Zyan
"Amira, kenapa Zyan menangis, ? "
"Tidurkan lah, Abng mau istrahat besok ada kuliah pagi! " perintah Angga tanpa mempersulikan keadaan Zyan
"Iya, Zyan demam bang, jadinya serba salah badannya. " ucap Amira menjawab.
"Zyan akan berhenti menangis setelah disusui. Namun, kembali menangis setelah beberapa saat ditidurkan.
Angga yang merasa tidurnya terganggu langsung bereaksi.
" Heyyyy... diiiiiiammmm, diiiiammm, diiiiammm, den pengen istrahat..!!!!!!!!
"Diiiammmmmmmm" Bentak Angga sembari membesarkan bola matanya kearah Zyan yang lagi tidur diayunan.
Amira, yang melihat hal tersebut, langsung terkejut dan menarik lengan Angga.
"Abang, kenapa meemarahi Zyan....?"
"Zyan, lagi demam makanya sering nangis. "
"Kalau tidak bisa menenangkan, cukup abang diam saja, jangan memarahi apalgi menghardiknya. " ucap Amira yang begitu heran melihat kelakuan Angga.
Mama Amira yang ikut terbangun, bertambah marah dan kecewa sama Angga.
"Angga, tahan diri! " hari sudah tengah malam, "
"Zyan ini bayi, ngak punya salah"
"Tolong sabar..!!"jangan bentak-bentak cucu mama! " ucap mama Amira yang begitu kesal melihat dan mendengar hal tersebut.
"Amira yang sudah sering membaca hal-hal seputar parenting dan perkembangan anak begitu kecewa dan marah dalam hati sama Angga.
" Abang, kalau mau tidur tenang pergi kekamar satu lagi, jangan disini! "
"Jangan berani-berani untuk membentak Zyan lagi! " Ancam Amira.
"Asal abang tau, satu teriakan dan bentakan dapat merusak miliyaran otak Zyan yang sedang berkembang, "
"Adek sudah membangun
emosi bahagianya, jadi tolong jangan rusak! " ucap Amira sembari menenangkan Zyan dan menyusuinya.
"Sayang ummi, anak tangguh ummi, jangan masukin ke hati ya.. papanya masih belum kontrol diri..... ummi syang Zyan dan akan menjaga Zyan..
" Amira melelahkan Zyan sambil membaca Ayat Al-Quran.
Air mata Amira menetes,dan keaguan semakin ebrsemayan diruang rasa amira
__ADS_1
"