
Kekecewaan yang besar, terhadap semua penilaian tentang Angga membuat Amira meumpahkan tangisnya di sujud yang panjang.
"Ya Allah, Aku benaran tidak tau... apakah aku perlu mempertahankan rumah tangga ini..? ataukah aku harus berhenti?"
" Rasa penghormatan terhadap kedua orang tua ku tidak ada..?" rasa sayang terhadap anak kalau tidak dipancing juga tak nampak? "
"Rasa ingin menyayangi dan memperlakukan istimewa istri juga ngak kelihatan"
" Ya Alllah, hamba benaran tidak tau arah pernikahan ini ya Allah..."
"Hamba, butuh kasih sayang suami, yang kebahagian hamba adalah prioritasnya. "lirih Amira.
Malam itu, Amira tidak tidur demi melanjutkan tugas dan memastikan ayunan Zyan tetap berayun.
Malam hari pun berganti dengan teriknya siang.
Dan seperti biasa, Amira pulang lebih awal dari Angga.
Amira yang baru selsai mengganti pakain duduk bercengkrama bersama mamanya in ruang tengah.
" Amira, setiap hari semakin tidak baik perilaku Angga, enggak ada sopan santun dan segannya sama mama."! Sudahlah akhiri saja, ! "ucap mama Amira.
" Mmm, sabar ma, Amira tidak tau.. Amira jalani saja dulu, mudah-nudahan seiring waktu abang Angga bisa lebih dewasa sikapnya."ujar Amira.
".... atau Amira, kita lihat dan tanyakan ke orang yang kuat agamanya yuk, apa Angga ada di apa-apain sama keluarganya, sehingga tunduk dan patuh sekali. " tawar mama Amira yang sibuk memasak udang saus padang.
"Mmm, kalau untuk bertanya saja boleh ma, bagaimanapun orang sholeh dilebihkan keilmuannya dan bisa melihat pakai mata bathinnya. "
"Oke, " jawab mama Amira sembari mematikan kompor gasnya.
Sementara itu ditempat kerja.
Angga mengecrk handphonenya yang baru menerima chat di whats up nya.
"Babang......Angga......, sudah cair semua honornya, ada tips buat kakak? " begitu bunyi pesan dalam chat Angga.
Angga, yang merasa senang dengan panggilan yang terdengar mesra tersebut langsung mentransfer sejumlah uang ke nomor pemilik handphone tersebut.
"Sudah di transfer kak..., Rp. 600.000,-" Ucap Angga membalas pesan tersebut.
"Terimakasih babang....Angga...., " Balas pemilik nomor tersebut.
Selanjutnya, Angga menerima pesan dari Amira.
"Assalamu'alaikum, papanya Zyan,..... semoga lagi ngak sibuk." Ada beberapa hal yang perlu Amira bahas sama abang sayang, namun abang mudah sekali untuk marah, jadi Amira kirimkan detail ceritanya di email bang sayang ya. " "Mohon untuk dicek dan dibalas ya sayang.. " begitu pesan Amira.
Amira masih berusaha untuk memanggil dan menggunakan kata sayang, meskipun di hatinya sudah tidak mengetahui lagi apakah dia bertahan karena cinta, sayang atau anak.
Angga kemudian membuka pesan tersebut dan membacanya.
"Assalamu'alaikum sayang, semoga hatinya masih besar dan lapang untuk kami. Adek tidak banyak menuntut, adek hanya ingin sekedar bercerita bahwa" kita pernah berdua melewati angin sebelum pernikahan dan abang menyakinkan Amira dengan komitmen....,
..."orang tua dan keluarga abang, abang sayangi, apalagi istri dan anak abang nanti. "...
"Namun, yang Amira dapati setelah pernikahan tak satupun yang menunjukkan keinginan abang untuk memperjuangkan rasa memiliki Amira sebagai istri dan Zyan sebagai anak abang. "
"Janji abang, untuk Amira pergi bulan madu ke Bukittinggi batal, karena uang abang tidak cukup dengan alasan sehabis pesta ditempat abang banyak hutang yang belum terbayar. Sebulan setelah pernikahan Abang tekor, karena menutupi kebutuhan Adik abang, bahkan uang yang tinggal Rp. 50.000,- yang satu-satunya pun abang serahkan saat adik abang datang. Sekarang abang tanpa merasa bersalah membentak kami didepan kedua orang tua Amira.
"Amira hanya minta, kalau dihati abang ada ingin bersama selamanya, tolong lembutkan hati abang dan tolong adil dalam menyayangi jangan menzholimi kami, karena itu juga menyakiti orang tua Amira. "
Angga, hanya membaca pesan tersebut dan berlalu dengan Aktifitasnya.
__ADS_1
Malam pun datang menjelang.
Selesai makan malam Amira menggndong Zyan melihat bintang-bintang dilangit.
"Sayang, lihat... cantikkan ciptaan Allah, " kita nyanyi yuuk...
Sembari melambaikan tangan dan memegang tangan Zyan untuk ikut bergerak.. Amira pun menyanyikan lagu "Bintang Kejora bersama".
Besok harinya, ditanggal 17 Agustus ditempat Amira diadakan acara pemuda untuk merayakan kemeriahan kemerdekan.
Mama mengajak Zyan untuk pergi kesana dan Amira memilih tinggal karena ada hal yang ingin didiskusikan dengan Angga.
Amira memilih berbicara dengan Angga didalam kamar dan duduk berhadap-hadapan.
"Abang...., apa abang jadi membaca email yang Amira kirimkan? "
"Jadi" jawab Angga singkat.
"Kenapa tidak dibalas? " tanya Amira yang begitu kecewa karena sudah mengetik dari hati namun tak ada balasan.
"Ya, apa yang mau dibalas sudah abang jelaskan! "
"Enggak ada pilih kasih, ini hanya karena kondisi. "
"Sudah pahami saja! ", jangan cari gara-gara"! ujar Angga yang begitu mudah tersulut emosinya.
Amira berusaha menenangkan hatinya, karena sekuat apapun menjelaskan kalau pemikiran dan dasar pemahaman berbeda juga susah diluruskan.
Amira pun, mengalihkan topik pembicaraan.
" Hmmmm, Amira mau tanya, apa honor kelebihan mengajar abang sudah masuk? "tanya Amira menyelidik setelah tadi sempat melihat chat di WA Angga.
" Hmm, sudah. "
"Apa perlu di ambil sekarang" tanya Angga yang langsung berdiri.
"Enggak usah, Amira cuman tanya". Jawab Amira singkat.
"Tadi, Amira buka hp abang, abang membagi uang ya sama wanita lain? "
"Enggak, itu hanya bagian sekretariat jurusan yang merekap berkas-berkas honor atau kegiatan untuk diserahkan kebagian keuangan".
" Abang hanya memberinya sebagai ucapan terimakasih." jawab Angga singkat tanpa merasa bersalah
"Tapi itu jumlahnya lumayan, ? "
"Lagi pula, kalau di tempat Amira ngak ada dosen yang ngasih personal".
"Kami, orang keuangan juga sering dikasih tips pas mau lebaran sama prodi yang kami urus keuangannya, tapi atas nama prodi ngak ada pribadi."
" Apa abang luluh karena panggilan babang itu? "tanya Amira yang sedikit terbakar api cemburu.
" Enggak ada seperti itu, dia lebih berumur dari abang, umurnya sudah 36 abang masih 34, dia belum merid." Abang fikir ngak ada salahnya membantu, katanya saldonya lagi bokek." jawab Angga dengan entengnya.
"Hmmm, Amira ngak ikhlas, dia kan mengerjakan pekerjaannya, jadi kenapa perlu tambahann tips?" kan dia digaji!"
"Amira rasa abang yang terlalu kegantengan dN melayang ketika dipanggil seperti itu, sehingga pas kaka itu langsung luluh. "
" Amira tidak ikhlas dia meminta duit seperti itu".
"Tolong dihentikan.! perintah Amira yang mulai sedikit pusing karena menahan rasa cemburu dan kecewa.
__ADS_1
Amira pun tidur dengan rasa kecewanya...
" Besok harinya Amira dapat kabar dari keluarganya dikampung kalau mereka mau jalan-jalan dan ingin menumpang di rumah Amira semalam.
Setelah menghabiskan satu hari dengan mendiamkan diri dari Angga, tanpa berkata-kata kecuali menawarkan makan dan minum sama sholat.
Akhirnya Amira memaksakan diri untuk berbicara mengingat ada keluarganya yang dikampung mau datang.
" Oh ya, besok Keluarga Amira ada yang mau numpang, mau nginap semalam, karena mau pergi jalan-jalan ke pantai mandeh, . "
"Apa boleh bang'? " tanya Amira
"Boleh, " jawab Angga singkat.
"Sukurlah! "
"Amira rencananya mau beli kasur santai, biar mereka nyaman,". " Amira pakai uang dari abang untuk beli kasur santainya bang, boleh??
"Enggak bisa, tidur aja di karpet tu,! "" terlalu lebay, cuman numpang nginap di sediakan kasur segala!"
"Ya Allah Bang, mereka kan tamu, lagi pula datangnya juga pas mau tidur aja, sekitaran jam 22.00 malam."
" Kemudian paginya mereka pergi jalan-jalan. " jelas Amira
"Pokoknya, kalau abang bilang tidak bisa ya tidak bisa, ! " bentak Angga dan beranjak dari tempat duduknya.
"Hmmmm, benar-benar perhitungan dan kurang attitude. "! ujar Amira dalam hati.
" Bersukur Allah kasih aku pekerjaan, sehingga bisa menutupi aib keluarga, biar ngak ketahuan sama keluarga dikampung kalau suamiku pelit. " ucap Amira dalam hati.
Amira kemudian berjalan keluar mencari mamanya yang lagi jalan-jalan kerumah tetangga bersama Zyan.
Setelah melihat dari kejauhan mamanya, Amira pun menyusul ke tempat tersebut.
"Ma, kita beli kasur yuk,..?" temani Amira! " ujar Amira begitu menjumpai mama yang lagi makan kerupuk kuah pakai mihun di kedai tetangga bersama Zyan dan anak -anak seumuran Zyan lainnya.
"Ayuuk, mama habiskan dulu ya! "
Setelah menghabiskan satu buah kerupuk kuah, mama Amira, Zyan dan Amira menaiki motor scoopy merah dan berlalu menuju kedai tempat membeli kasur.
Amira menuju kearah toko dekat pasar bandar buat dan berhenti ditoko sebelum persimpangan..
"Yang ini, berapa harga kasur santai nya bang? " tanya mama Amira menunjuk kasur yang biasa disebut kasur malas untuk selonjoran.
'Itu Rp. 150.000,- " ujar penjaga toko.
"Kalau yang ini??? tanya Amira
" kalau itu Rp. 250.000,-" . Soalnya bahannya beda, lebih bagus yang ini.
"Ya udah, kita ambil yang bagus saja ma, biar lama juga tahannya" ucap Amira.
Mereka pun, berlalu membawa kasur malas dengan motif hello kitty berwarna hijau yang telah divgulung rapi.
Sesampai di rumah...
"Itu pakai duit abang dek? " tanya Angga blak-balakn didepan pintu.
"Angga, jangan pelit kali jadi orang, tamu datang dihargai, bukan dinampakkan miskin.! " ucap mama Amira marah.
"Orang lain, berusaha menutupi kemiskinan, ini berusaha membuat kami sekeluarga tampak miskin.! " terang mama Amira.
__ADS_1
"Ini pakai uang Amira, " ucap mama Amira yang menggeser Angga dari pintu karena mau lewat.
"