Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Perjuangan Amira


__ADS_3

"Bagaimana Amira? Bagaimana hasil bimbingannya?" tanya Angga yang menjemput Amira ke kampusnya.


"Perbaikan total dengan mengganti variabel" bebasnya, tapi untuk 3 bulan ini ibuk tidak bisa diganggu...! "


"Sementara sekarang sudah bulan September, 3 bulan lagi sudah November, dan bulan Februari sudah bayar lagi... ".


"Apa abang ngak keberatan kalau Amira bakal menambah satu semester ini lagi..., ?"


"Amira sudah ngak punya tabungan"lirih Amira jelas-jelas.


"Iya.. ini sudah di ujung jalan,,, sayang kalau berhenti, ngak masalah, akhir bulan nanti bang ada project penelitian yang totalnya 10 juta, adek bisa pakai itu, asal ini semester selesai dan tamatkan.! "ujar Angga menegaskan.


" Iya... bang, terimakasih" ucap Amira yang sudah duduk di bangku belakang motor Angga.


Amira kemudian mengajak Angga untuk mampir sebentar membeli 3 nasi bungkus untuk makan siang.


"Berhenti dulu bang, kita beli nasi bungkus dulu" sergah Amira."


"Oh ya bang Amira sama Adik Amira pulang hari ini, dan rencananya Amira mau membawa motor Scoopy, daripada tergeletak saja disini, biar sore-sore Amira bisa jalan-jalan sama Zyan.


Setelah selesai makan siang Amira langsung melaju pulang dengan mengendarai sepeda motor sendiri diikuti sepeda motor adiknya.


Perjalanan hari itu ditempuh lebih jauh, karena ini perdana Amira pulang kampung membawa motor sendiri. .


"Alhamdulillah, sudah sampai." ujar Amira, begitu memasukkan motornya ke halaman rumahnya.


" Ummi..., "ujar Zyan yang menunggu Amira dihalaman rumah


"Sayang.. maaf umi lama sampainya, soalnya hujan.. jadi ummi ngak bisa ngebut bawa motornya... " ucap Amira sembari membuka mantelnya.


"Zyan rindu Umi... " ujar Zyan


"Mamak juga hebat.. "tambah Zyan


"Nanti peluknya ya sayang.. " Umi mau langsung ke kamar mandi saja ya.. soalnya masih basah dan kotor. "


"Amira langsung kekamarnya untuk segera mandi, kamar bernuansa pingki dengan kombinasi putih bermotif garis-garis halus, membuat Amira merasa nyaman membersihkan badannya.


" Sayang... umi sudah siap...., ini umi dan mamak bawa oleh.. oleh.. buat Zyan. oma.. dan opa.. "


"Donat Jacko, ayo siapa yang mau serbuuuuuu... "ujar Amira sembari membuka kotak donat tersebut


"Mau.... "ujar Zyan yang segera mengambil donat rasa vanila.


Setelah menghabiskan masing-masing satu donat mama dan papa Amira bertanya...!?


"Bagaimana, hasil bimbingannya Amira"


"Mmmmmm ibuknya tidak bisa diganggu untuk 3 bulan ini ma,."


"Jadi 3 bulan ini Amira mencoba untuk memperbaiki sendiri berdasarkan catatan sidang ma...! " ujar Amira yang lagi merapikan mulut Zyan yang berantakan dengan isian donat rasa vanila.


"Mmm, bayar lagi berarti semester ini ya..?"

__ADS_1


"Ya ma.. ini kedengarannya mahasiswa akan Demo keringanan biaya, kalau tidak ada juga diskon atau keringanan untuk mahasiswa yang hanya tingal skripsi dan tesis.. Mudah-mudahan nanti hasil demonya berpihak ke mahasiswa.


"Terus apa kata Angga? tanya mama Amira


" Iya.. Amira sudah cerita ma, katanya akhir tahun ini ada project, jadi akan ada uang yang masuk, nanti uangnya boleh dipakai untuk kuliah Amira.


"Mmm, syukurlah, selesaikan yang satu semester ini Amira... "


"Berapa semester jadinya itu Amira?"


" Enam semeseter ma, itupun yang wisuda dikelas Amira hanya dua orang dari dari 30 mahasiswa."


"Itu pun yang memang gayung bersambut pas pengajuan tesis langung keluar pembimbing sementara Amira harus menunggu sampai 3 bulan baru dapat pembimbing. "


"Sekarang setelah selesai sidang bimbingannya pending pula sampai 3 bulan.."ucap Amira panjang lebar menyuarakan kekesalan hatinya.


3 bulan pun berlalu begitu cepat.. dan Amira kembali bimbingan pertama kalinya setelah pending selama 3 bulan.


"Diruangan yang masih sama, dengan suasana hati yang begitu cemas, Amira kembali bimbingan.. kali ini ibuk pembimbing begitu detail..


" Baik Amira, setelah saya perhatikan opsi-opsi variabel pengganti, sepertinya ini akan memakan waktu, coba Amira ingat apa kesalahan mendasarnya?


"Seingat Amira kata pembimbing satu harus pakai variabel moderating buk, nah, penghubung ke variabel moderatingnya ini tidak cocok buk, kalau menurut penguji harus mengganti variable moderatingnya atau dibuang saja, " seingat Amira itu opsinya buk


"Oke, kalau ganti akan memakan waktu yang lama sementara Amira sudah mubazir 2 semester, jadi tidak usah pakai variabel moderating, bagaimana?" usul pembimbing 2...


" Amira sebelumnya juga berpikir hal yang sama Buk, apa pembimbing satu buk Reti ngak akan marah buk?


"kalau Amira bisa menjelaskannya dengan alasan yang logis bahwa, tanpa menggunakan variabel moderating pun penelitian ini sudah cukup komplek diteliti, mengingat ada 3 variabel dengan cakupan se provinsi dengan jumlah data yang lebih dari lima ribuan... '


"kalau misalnya oke, silahkan ajukan bab satu yang sudah direvisi kembali, dan sebaiknya Amira stay di Padang lagi, biar bisa selang-seling bimbingan setiap hari..


" Baik, ibuk, akan Amira usahakan.. terimaksih banyak buk.... "


Selanjutnya, Amira menghubungi ibuk pembimbing satu dan mendapat lampu hijau.


Amira pun kembali tinggal di Padang.


"Ooke sayang, kita kembali ke Padang ya...! " Ujar Amira kepada Zyan.


" Iya ummi, ."jawab Zyan


Selama di Padang, Amira melakukan aktifitas ibu rumah tangga dengan baik.


"Mm, pokoknya aku harus buat deadline dalam satu bulan bab satu dan bab 2 harus okeoke. ! "


" Sebelum subuh harus bangun, buat sholat tahajud, mencuci pakaian, memasak, jadi paginya aku benar-benar full buat temani Zyan bermain"ucap Amira menuliskan skedjulnya dan menempelkannya di dinding.


Bab satu dan bab 2 Amira alhamdulillah dilalui dengan baik, meski penuh dengan coretan namun Amira rajin untuk segera merevisinya dan menyerahkan hasil revisinya kembali ke pembimbing.


" Oke Amira, untuk bab 3 kita pakai Amos ya, karena jumlah responden kamu banyak, dan untuk kuesioner coba setiap variabel cari indikator penilaiannya dan kelayakannnya, kalau belum ada pertanyaan yang pas dan Amita mengolah sendiri pertanyaan nya berdasarkan indikator secara sendiri maka harus dilakukan uji kevalidan data dulu, "


"Baik Ibu, Amira sudah research dari pengisian lanmark buk, dan ini dia pakai indikator yang terbaru, cuman Amira mau kombinasi dan perbagarui pertanyaan dengan Richard, ini contoh pertanyaannya buk, ! "

__ADS_1


" Mmm, yang ini sepertinya kurang tepat dengan pertanyaan untuk indikator literasi digital... "coba pelajari lagi, dan untuk uji kevalidan minimal 30 sampel kalau valid boleh lanjut. "


"Baik ibuk,


" Amira Ambil data ini darimana, respondennya?


"PDDikti buk, "


"Oke, tolong buatkan tabelnya, dan cantumkan sumber datanya dibawah tabel. "


"Untuk penulisan judul tabel dan nama gambar tolong dibuatkan diatasnya., "


"Oke itu Amira selesaikan dulu, nanti kalau sudah diperbaiki bawa lagi ke ibuk..


" Baik buk..! "


Amira pun berusaha membagi waktunya, mendampingi zyan dan menyelesaikan target.


"Ummi sayang, main yuk..?


"Ayuk.. kita main petak umpet ya..?! "


Ummi jadi zombi... kalau ketangkap bilang astaghfirullah..... biar zombi nya ketakutan...


" Siap Zyan?


"Siap umi"Ucap Zyan dengan penuh semangat dengan merapatkan tangan dan memberi penghormatan ala-ala sang komandan..


"Jreng.. jreng.. jreng..... dapat.... "


"Astaghfirullah... ucap Zyan, sambil berlari ke arah pintu...


"Hehe... Zyan sayang ummi...!" peluk Zyan yang terlihat sudah puas bermain,


" Syang mau mimik susu sambil baca buku? "


"Iya ummi....


" Oke..


Semenjak 2 tahun, Amira mengganti susu Zyan dengan susu sapi dan zyan suka menyusui menggunakan dot sambil tiduran dibacain buku.


"ini bukunya ummi..! " ujar Zyan yang sudah merebahkan diri di atas kasur.


"Wah... muhammad Alfatih ya...?


"Ini sang jagoan umat islam ini sayang, sang pemberani yang berbalut ketakwaan dengan mengharap ridha sang pemberi kehidupan... gagah.. pemberani.. soleh.. pintar...... abang Zyan mau kayak gini...? "


"Iya.. mau....ikut.. taklukkan Konstantinopel...! " ucap Zyan yang saat itu hampir berusia 3 tahun sehingga pengucapannnya semakin jelas.


"Setelah membacakan buku dan zyan menghabiskan satu dot susu, Amira pun segera meninggalkan kamar dan kembali membuka laptop.


" Oke... yang ini sudah diperbaiki, alhamdulilah yang mengisi kuesioner sudah ada 30 orang... dan Mari kita lakukan uji kevalidan.. dan "Ucap Amira bersemangat.

__ADS_1


" Ahamdulillah.., pertanyaan nya bisa dipakai...


"Yup.. Amira semangat.. kamu pasti bisa.. ucap Amira menyemangati dirinya...


__ADS_2