
Sampai jam kepulangan kantor Amira tetap belum mendapatkan balasan dari pesan yang dikirim.
"Mmm, sudahlah, mungkin bapaknya lagi sibuk, besok aku coba WA lagi di jam 7.40 Mudah-mudahan bapaknya lagi pegang handphone biar langsung di read. " Ujar Amira sebelum akhirnya memasukkan handphonenya kedalaam tas dan berlalu pulang.
Sementara itu dirumah, mama mendapat telpon dari saudaranya di kampung.
"Iya.. iya... kalau bisa diusahakan pulang.. jadi.. ayah sudah susah kekamar mandinya... ?"
ngak selera makan lagi?".. ya waalaikumsalam...! " Ujar Mama Amira menutup telponnya.
Amira yang baru sampai dirumah dan sedikit mendengar percakapan orang tuanya langusung menimpali.
"Ma, ayah ama sakit ya...? " Mmm semakin parah ya ma. " mama pulang saja, kebetulankan Amira selama sebulan ini libur semester dan lagi ngak banyak kerjaan di kampus jadi Amira bisa bawa Zyan kekampus.. kan sudah lumayan besar sudah 23 bulan sebentar lagi pun 2 tahun.. "ujar Amira yang seakan mengerti apa yang menjadi pertimbangan orang tuanya.
" Iya..., tapi kalau setiap hari zyan dibawa kekampus dan pulang sore kasihan dia.! "ujar mama Amira yang masih mempertimbangkan.
" Enggak masalah mama, abang Angga kan untuk semester ini mengajarnya setengah hari jadi bisa gantian sama Amira, sudah mama pulang saja nanti ngak sempat pula ngerawat ayah ama.! "
"Amira pesanan travel ya.. mau pulang hari inikan ma.? " tanya Amira sembari mencari nomor travel langganan nya.
"Iya Amira, jam 5 an lah sekarang mama baru mau menyiapkan barang.. " ucap mama Amira sembari melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 13.30 ..
"Oke mama, sudah Amira pesankan bangku depan untuk mama. " Ucap Amira sembari menyuapi zyan makan.
Tepat ketika Amira hendak balik ke tempat dia bekerja ponselnya berbunyi.
"Wah, ada balasan dari Prof Mirda, mudah mudahan kabar baik" ucap Amira sembari membuka pesan tersebut.
..."Silahkan temui saya di hari Kamis jam 14.00 di ruangan saya. ...
" Alhamdulillah, akhirnya ada jawaban. " ucap Amira senang.
"Ada Apa Amira,? tanya mama yang mulai memilah baju yang mana saja untuk dibawa pulang kampung.
" Ini ma, pesan yang Amira kirim untuk bertemu dengan Prof. Mirda akhirnya dibalas." doakan ya ma, Prof nya mau jadi pembimbing Amira jika itu baik. "Ucap Amira sembari menghidupkan motor scoopy Merahnya.
" Amiin.. hati, hati dijalan... "ucap mama Amira.
" Iya ma, nanti Amira izin pulang jam 16.00 biar bisa bantu-bantu mama sebelum pulang kampung. " ucap Amira berlalu dari rumahnya.
Setelah melewati pasar baru Amira melihat banyak penjual jeruk yang berjejer dengan ukuran yang besar-besar.
"Wah, bang...., ini jeruk daerah mana, berapa se-kg nya?? tanya Amira sembari memilih jeruk tersebut.
" Sekilonya Rp. 25.000, kalau ambil 2 diskon Rp. 45.000 ... " ujar pedagang tersebut.
"Baiklah, saya ambil 4 kg ya bg., " bukanya sampai jam berapa bang? "
"Rencananya yang 2 kg lagi mau dititip disini dulu... pas pulang baru bawa.!
"Jam 18.00 buk, boleh.... ini jeruk pasaman manis-manis... " ujar penjual tersebut sembari mengambil 2kantong plastik untuk tempat jeruk Amira.
Amira membawa 2 Kg jeruk tersebut untuk teman-temannya dikantor.
"Setelah membelah jalanan dihari yang cukup panas Amira sampai di Fakultas Kedokteran tempat ia bekerja.
Amira langsung masuk menaiki tangga hingga sampai dilantai 2 tempat dia bekerja.
" Assalamu'alaikum....., " Amira bawa jeruk pasaman nih kak, abang... di coba dulu yuk.. "!. pinta Amira sembari meletakkan jeruk tersebut dimeja ruangan makan.
" Wah.. besar-besarnya, jeruk pasaman biasanya manis... coba satu ya Amira...! "ucap Bang Ardi, " cowok diruangan keuangan yang sudah berstatus PNS.
Kakak-kakak yang lain diruangan itu pun segera menghambur keruangan makan dan mulai mencicipi buah tangan yang dibawa Amira.
Selang, setengah jam setelah duduk bercengkarama sambil makan jeruk semuanya kembali ke posisi kerja masing masing, namun tetap dengan aktivitas pekerjaan yang masih santai karena masih akhir Januari.
Untuk mengusir kesepian dari rutinitas yang santai salah seorang diruangan tersebut menghidupkan Televisi dan memilih siaran berita.
"Wiih.. gawat di CINA ada wabah mematikan, disanakan penduduknya banyak, apa itu ....? " ujar salah seorang lelaki diruangan tersebut.
"Amira pun, mengetikkan kata kunci di googlenya terkait sejak kapan virus tersebut mewabah,
" Iya kak, wabahnya cepat sekali menyebar dan menular, ini sudah banyak yang meninggal dan bahayanya antivirusnya belum ditemukan
"Ucap Amira menimpali setelah melihat kasus tersebut.
" Iya... semoga terhindar dari negara kita ya.. karena sudah menyebar juga ke negara lainnnya, .
"Aaamiiinn.. "Jawab mereka semua kompak.
__ADS_1
Tiba-tiba kak Vani bagian bendahara keuangan yang baru saja kembali dari luar langsung masuk keruangan dan langsung menghampiri Amira
" Amira....., Amira, dipanggil untuk segera ke keruangan Kasubag, ada yang mau dibicarakan katanya. "Ucap kak Vani dengan wajah yang seperti menyimpan sesuatu.
" Amira sendiri kak,..? "tanya Amira memastikan.
" Iya, katanya bagian keuangankan sampai maret kerjaannya santai jadi mau ditawarkan jadi asisten wakil dekan 1 ... "
"Coba Amira kesana saja dulu.! ucap Kak Vani.
"Iya baik kak. ....! ucap Amira sembari mengangkat pinggulnya untuk segera beranjak ke lantai bawah dimana ruangan Kasubag berada.
Sekitar 10 menit Amira telah sampai didepan pintu Kasubag.
"Assalamu'alaikum pak... " Ucap Amira sembari. mengetuk dan membuka pintu.
"Waalaikumsalam... masuk Amira! " Ucap Pak Kasubag.
"Tadi bapak memanggil Amira, untuk apa ya pak?"
"Apa Amira melakukan suatu kesalahan pak? " ucap Amira yang sedikit ketakutan karena ini kali pertama dipanggil sendiri biasanya selalu bersamaan.
"Hmmmm, begini Amira, dekan kita kan baru diangkat jadi wakil rektor 2 Universitas. Otomatis yang naik untuk sementara menggantikan posisi dekan yang kosong adalah wakil dekan 1 sebelum nanti diputuskan melalui poling. "
"Nah, Buk Rida yang Wakil Dekan 1 juga membawa Asistennya untuk ikut dia sebagai asisten Dekan, sehingga diputuskan kemaren ada Dosen dari Prodi Anatomi yang jadi Wakil Dekan 1, namun belum ditentukan Asisten nya.
" Kemaren bapak sempat meminta bantuan sama orang bagian umum untuk menjadi asisten Wakil Dekan satu, ngak lama cuman sampai poling, namun dia keberatan.. katanya pekerjaannya masih banyak. "Ucap Pak Kasubag yang memilih berhenti sementara.
" Nah, orang bagian keuangan kan dari Januari sampai maret bisa dibilang tidak ada kegiatan, karena RKKL belum oke, sehingga kegiatan dipending dulu, kalaupun ada cuman beberapa, jadi bapak ingin meminta Amira untuk sementara pindah saja dulu jadi Asisten Wakil Dekan satu.
Bagaimana menurut Amira, bisa ya? kan lagi ngak sibuk, bapak harap Amira bisa dan mulai besok silahkan Amira pindahkan barang Amira keruangan Wakil Dekan. "
"Kalau bekerja kita siap untuk mengikuti peraturan pimpinan ditempat kita bekerja. ."Ucap Pak kasubag menyudahi kalimatnya.
Amira yang mendengar hal tersebut, terkejut, dan terdiam dan bingung cara menjawabnya,
"Oke Amira, besok sudah mulai pindah ruangan ya.. ucap Pak kasubag sembari menyudahi karena ada ketukan pintu dari luar pertanda ada urusan berikutnya yang mesti diselesaikan.
Amira langsung pamit dan berjalan dengan sedikit gontai.
Amira bukannya senang, malah merasa sedikit tidak nyaman, karena di keuangan mereka ramai ada 10 orang, Amira yang tidak banyak bicara merasa terbantu dengan ramainya orang di ruangan.
Sementara kalau diruangan Wakil Dekan satu cuman ada dia dan Wakil Dekan.
Setelah menghabiskan waktu lebih lama untuk kembali keruangan sebelumnya, Amira langsung duduk kembali ketempatnya.
"Kenapa Amira wajahnya lesu begitu.? "tanya kaka yang lain.
" Amira diminta pindah jadi Asisten Wakil Dekan 1 kak.! "ujar Amira.
" Wah, bagus dong, sering pergi-pergi itu. "asyik ya. " ujar kak Rani.
"Hmmm, takutnya nanti Amira betah disana jadinya ngak kembali lagi ke sini. "ujar kak Mita menimpali.
" Kapan pindah katanya Amira? "tanya Kak Vani selaku bendahara.
" Besok katanya Kak, sudah bertugas jadi Asisten Wakil Dekan. "Ucap Amira dengan hati yang masih belum bersemangat.
" Nah, kalau disana sering-sering main kesini juga ya, kan kita bertetangga ruangannya. "
"Iya Amira, ucap kakak yang lainnya.
Amira, yang merasa tidak cocok jiwanya dengan karakter Asisten merasa tidak terima.
" Hmmm, lebih baik Amira selesaikan menyusun file-file ini sesuai Prodi dan kegiatannya, .. "
Lagi pula Amira sudah berniat mengundurkan diri.. rasanya tidak cocok jadi Asisten Wakil Dekan Amira ngak suka disuruh-suruh ujar Amira sembari merapikan file.
Setelah selesai Amira pun pamit untuk pulang lebih dulu dengan alasan membantu persiapan mamanya pulang kampung.
"Bang, mau ambil jeruk yang dititipin disini tadi" ucap Amira setelah berhenti tepat di kedai buah dimana Amira membeli jeruk tadi.
Amira pun segera pulang dengan membawa buah jeruk dan kue yang cukup hits dikota Padang untuk dibawa mamanya pulang kampung.
"Assalamu'alaikum... "sudah selesai saja berkemasnya ma.?. " ucap Amira sembari menyerahkan jeruk, makanan dan uang sekitar Rp. 500.000, .
"Ini tambahan uang jajannya ma" ucap Amira.
"Ma, Amira kayaknya mau mempercepat resign. "
__ADS_1
"Kenapa? " bukannya setelah lulus baru mau resign? "
"Iya, tadi Amira dipanggil Kasubag, katanya posisi untuk Asisten Wakil Dekan satu kosong dan Amira diminta menggantikan sementara sampai bagian keuangan mulai sibuk kegiatannya.
" Tapi, Amira merasa tidak cocok jadi Asisten, kebiasaan kalau asisten itu tidak hanya mengerjakan tugas asisten dalam pekerjaan tapi juga merangkap untuk kesenangan pribadi., Amira ngak suka disuruh-suruh.
"Hmmm, fikir-fikir lah dulu, kalau Amira keluar kerja, bagaimana keuangan rumah tangga Amira? ",
"Kalau suami Amira jujur mama ngak ada masalah Amira berhenti kerja, tapi ini sangat beresiko, saran mama, coba sajalah dulu jalani pekerjaan baru ini siapa tau nanti nyaman,! " ucap mama Amira sebelum akhirnya Amira mengantarkan mamanya ke pintu mobil.. karena travelnya sudah datang.
"Diskusikan juga sama Angga, dia berhak tau.?! " ucap Mama, sambil melambaikan tangan..
Malam harinya, Amira membicarakan hal tersebut, meski respon Angga sama dengan mamanya Amira tetap pada keputusannya.
"Enggak bang, Amira yakin seratus persen kalau jadi asisten itu merangkap jadi pembantu pribadi. "
"Apalagi Wakil Dekan nya cewek pasti suka minta tolong diluar pekerjaan. Apalagi tugas Asisten itu mengingatkan jadwal, Amira saja masih butuh diingatkan,."
"Amira ngak cocok karakternya jadi Asisten.. " ucap Amira sembari mulai menulis surat pengunduran diri.
"Malam itu, Amira memilih tidur lebih awal karena ada pergolakan bathin antara kebutuhan untuk tetap bekerja dan ketidaksiapan menjadi asisten.
"Dada sayang.... Assalamu'alaikum.., baik-baik dirumah sama papa ya.. umi berangkat dulu" Ujar Amira yang meminta Angga untuk izin satu hari mengingat jatah untuk kuliah penggantinya masih ada.
Sesampai di tempat kerja Amira langsung melewati ruangan kerja terdahulunya menuju ruangan Wakil Dekan 1.
Disana Amira sudah melihat banyak file surat yang masuk.
Amira mulai membacanya dan Amira lumayan panik ketika melihat surat yang ia temukan rencana kegiatannya akan diadakan besok namun sampai hari ini belum disebarkan pemberitahuannya, sedangkan Amira belum mempunyai kontak kebagian Prodi yang akan diundang.
"Ya Allah, gimana ini.. ?" lirih Amira,
Dalam keadaan panik, Handri datang untuk mengambil barangnya sewaktu kerja dan Amira merasa kesempatan emasnya untuk bertanya.
"Handri, ini ada surat kegiatanya besok, namun belum dibaca oleh Ibuk dan belum disebarkan kebagian yang akan diundang?"
"Sementara Amira belum bertemu dengan ibuk Wakil Dekan satu apalagi punya kontaknya."
" Boleh minta bantu sebar untuk yang ini! " pinta Amira sembari menyerahkan surat tersebut.
"Oke, Handri telpon ibuk dulu".
"Yup Amira, sudah finish sudah Handri sebarkan, dan ini nomor Buk Rida Wakil Dekan yang baru.
Selanjutnya, Amira men-fotokopi berkas yang memang diperlukan kemudian menelpon ibuk untuk verifikasi kegiatan yang akan diadakan besok.
Tak berapa lama, Ibuk Wakil Dekan 1 tersebut menelpon setelah mendapatkan nomor Amira dari Handri yang kebetulan habis menghubungi ibuk.
" Assalamu'alaikum Amira, saya lupa membawa tas saya yang berisi laptop di ruangan.. boleh bawakan tas saya kesini saya diruangan dekan.!"Ujar ibuk tersebut.
"Baik buk" Ucap Amira meski dalam hati merasa keberatan.
Ini yang aku maksud Asisten itu merangkap jadi pembantu pribadi, meski ini sederhana tapi bagiku ini adalah jabatan yang diselewengkan untuk kesenangan pribadi, Amira ngak suka. "
Kalau suatu saat nanti Amira jadi pemimpin atau dosen Amira ngak akan membebani mahasiswa Amira ataupun staf Amira dengan kelalalaian pribadi Amira.
Amira, segera membawa tas tersebut menuju keruangan dekan.
Setelah selesai, Amira menemui Pak Kasubag, untuk mengutarakan niatnya.
Tepat setelah setengah hari bekerja, dengan urusan fotokopi, mencatat jadwla penting di papan besar Wakil Dekan Amira semakin mantap untuk melaksanakan niatnya.
"Assalamu'alaikum pak.. " ujar Amira
"Waalaikumsalam Amira, iya silahkan duduk. l" Ujar Pak kasubag yang memilih pindah dari kursi kerjanya ke kursi tamu agar lebih leluasa.
"Sebelumnya, Amira mau mengucapakan terimakasih sudah mempercayakan Amira untuk menjadi Asisten Wakil Dekan 1, namun Amira merasa kurang siap untuk itu, karena kalau Wakil Dekan sering rapat sampai jam 12.00 dan Amira harus stanby jadi notaris rapat, sedangkan Amira sebentar lagi mau bimbingan, takut bentrok jadwalnya Pak, jadi Amira mau mengundurkan diri.? " ucap Amira dengan hormat sembari mengambil secarik kertas yang telah diletakkan dalam map berwarna ping dimeja Pak kasubag.
"Hmm, bimbingankan ngak setiap hari Amira? "
"lagi pula bisa dikonsultasikan dengan Wakil Dekan 1.! " Ujar Kasubag menasehati.
"Iya Pak, bisa dikomunikasikan, tapi Amira baru jadi Asisten rasanya terlalu istimewa jika meminta dulu, Amira sudah pikirkan matang-matang nsayaAllah Amira memilih resign! "
"Hmmmm, Amira, ngak resign karna bapak pindahkan kan? kan cuman sementara Amira habis itu, balik lagi ke pekerjaan semula staff keuangan?
" Enggak Pak, Soalnya mama Amira juga sering pulang kampung karena kakak Amira sakit, Amira juga mau fokus menyelesaikan tesis biar pas tamatnya.
"Hmm.. lagi pula, Amira juga sudah berencana bulan Maret resign kan? " hanya dimajukan saja..! " ucap Kasubag.
__ADS_1
"Baiklah, semoga ini jalan yang baik untuk Amira ya, lancar tesisnya, temui juga Wakil Dekan 1,2,3 dan dekan ya.! " Saran Pak Kasubag sambil mengambil surat pengunduran diri Amira.
"