Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Nama Amira Ter-atas


__ADS_3

Besok harinya, mama Amira sudah selesai dengan pekerjaannya seperti hari hari sebelumnya. dimana mam Amira sebelum subuh sudah bangun untuk memasak dan membersihkan pakaian.


"ma, mama pasti sangat capek, pukul 4.00 sudah bangun, buat memasak dan mencuci pakaian,? bagaimana kalau pakaian kita laundry aja ma, ynag baju ayahnya minta cariin orang yang cuciin nya, kasihan mama insyaAllah ubah Amira bisa di alokasikan untuk itu. ! " tutur Amira pada mamanya.


"hmmm, ngak usah sayang, mama ikhlas kok nak, uangnya disimpan aja untuk hal ynag lebih bermanfaat kalau nyicil nyuci tiap hari ngak berasa berat, lagi pula siang kan mama istrahat tidur, jadi cukuplah" ucap mama Amira sembari mematikan kompornya.


Amira pun berlalu kekamar setelah mandi dan sholat.


Kini bayinya Amira sudah berusia 4 bulan. zyan terlihat makin lincah dan termasuk cepat perkembangannya karena memang Amira begitu rajin memberikan stimulus.


Setelah mendudukkan zyan, menggunakan bantal menyusui Amira mengajaknya bermain


"Sayang, sini ambil bolanya" ucap Amira sembari memegang bola basket mainan berukuran kecil berwarna orange dicampur hitam .


Nampak baby zyan begitu antusias untuk mengambilnya. sehingga tak jarang baby zyan mencodongkan badannya kedepan untuk tengkurap mengambilnya.


"oma, lihat ini... zyan sudah bisa tengkurap sambil pegang bola" ucap Amira setengah teriak pada mamanya karena mamanya lagi diluar kamar.


"Wah, anak soleh ummi pintar, cucu soleh oma hebat... " ucap oma sembari mengambil bolanya supaya baby zyan makin antusias untuk mengambilnya.


Sementara itu Angga suaminya masih saja tidur. meski suara sudah sangat berisik.


Angga dan Amira masih tidur terpisah karena memang kamarnya cuman satu dan Amira masih kurang dari 6 bulan jadi mamanya Amira khawatir nanti kalau satu tempat terlalu cepat berhubungan suami istri sehingga bisa menyebabkan bahaya untuk luka operasinya.


Selang beberapa saat, jam sudah menunjukkan pukul 7.30, Amira pamit sama mamanya dan meninggalkan baby zyan yang sudah tertidur lagi karena kekenyangan dimimikin Amira.


Seperti biasa sesampai diruangan kerja, teman teman satu ruangan Amira pasti lagi sarapan bersama karena memang mereka ngak sarapan dirumah.


"Amira curi start dulu kerjanya ya kak... " selamat menikmati makanannya..


Amira, tak terlalu banyak berbicara, Amira hanya berkata seperlunya, mungkin hanya untuk beberapa orang aja yang Amira akrab selebihnya hanya sebatas teman kantor biasa.


Setelah jam menunjukkan pukul 10.00 Amira istrahat dan memilih pergi ke mushola di ujung ruangannya untuk melaksanakan sholat dhuha.


Amira terbiasa mengerjakan sholat duha semenjak Amira kelas 3 SMA setelah kegiatan pesantren ramadhan waktu itu.


Selesai sholat dhuha Amira pun berdoa.


"Ya, Allah, mohon beri kesadaran kepada suami hamba ya Allah, untuk menghargai orang tua hamba, untuk menjaga janjinya, berikanlah kedewasaan kepadanya ya Allah. " ucap Amira sembari menyatukan kedua tangannya kewajah usai berdoa.


Amira merasa sedikit lega setelah mengadu pada sang Maha Cinta. Akhir-akhir akhir ini Angga suaminya pulang kerja langsung pakai sepatu kekamar dan sore harinya tidak pernah mandi dengan alasan kerja diruangan ber-AC jadi masih bersih padahal bau keringatnya luar biasa.


"Amira, doa nya panjang kali, doa apa? " tanya buk netti yang juga satu ruangan dengan Amira dan umurnya paling tua mendekati pensiunan.


"Hehe, enggak ada buk, lagi curhat aja, kita balik yuk buk, " ajak Amira setelah merapikan kembali mukena nya ketempat letaknya.


Setelah membuka website pascasarjana UNIRA dan melihat beberapa sarat pendaftaran Amira menelpon Angga suaminya.


"Assalamuallaikum papa zyan, adek sudah lihat saratnya, yang perlu disiapkan tinggal surat keterangan sehat sama surat rekomendasi dosen, rencananya adek mau langsung kerumah sakit UNIRA untuk minta surat kesehatan bebas narkoba dan kesehatan fisik bisa bang antar adek kesana jam 14.00?" ucap Amira.

__ADS_1


"Bentar, bg cek dulu apa ada kelas yang memakai labor, kalau ngak ada bang izin sebentar untuk temani adek" ucap Angga sambil menutup telfonnya.


Setelah merapikan meja kerjanya dan men-cek pesan di whatsap nya Amira turun tangga menemui Angga suaminya didekat parkiran. kemudian mereka menyusuri RS. UNIRA yang letaknya tidak jauh dari kampus FK UNIRA.


"Assalamu'alaikum kak, saya mau cek kesehatan fisik, jiwa, dan bebas NAPZA untuk lanjut S2" ucap Amira ke bagian resepsionis.


.


Setelah mengantri, Amira dipanggil untuk. mengukur tinggi, berat badan kemudian dilanjutkan dengan tes urine untuk ngecek bebas narkoba atau ngak nya.


sambil menunggu Amira berbincang dengan Angga.


"Bang, nanti kalau ada dapat duit lebih utamakan keluarga kita dulu ya, bagaimanapun kami tanggung jawab abang sepenuhnya. Ini, Alhamdulillah, Amira kerja bisa bantu! " ucap Amira.


"Iya, lama lagi keluar hasilnya ini dek, abang ditelpon sama ibuk jurusan minta segera balik! " jawab Angga dingin sembari melihat jam di tangannya.


"Buk, Amira ini hasil tesnya. "


Amira segera berdiri dan mengambil hasil tesnya yang Alhamdulillah bagus semua.


"Oh ya bg, sekalian nanti Amira mau minta tolong untuk bawain surat rekomendasi Amira ke Pak Fadil sama Buk Mirna ya bang, untuk minta di isi! "ucap Amira sembari menyerahkan file surat rekomendasi yang telah di printnya.


"Oke tapi sudah dikabari,? " jawab Angga sembari menghidupkan motor matic scoopy merahnya dan berlalu kekampusnya.


Sementara Amira berbalik menggunakan gojek ke rumahnya.


Sesampai dirumah, Amira mengajak zyan bermain cilukba setelah puas menyusui.


" *Ada seminggu lagi mama, tadi sudah nitip berkas ke papa zyan, Mudah-mudahan besok Sudah bisa di ambil.


Astagfirullah, Amira lupa belum WA ibuk sama bapaknya. bentar Amira WA dulu ma*" ujar Amira sambil mengambil handphonenya yang masih didalam tas kerjanya.


"Assalamu'alaikum Pak, ini Amira Ayunda yang pernah menjadi mahasiswa bimbingan bapak yag lulus tahun 2015. Amira mau melanjutkan kuliah. Kalau bapak berkenan Amira mau minta surat rekomendasi sama bapak,.. terimakasih sebelumnya Pak.! " , tulis Amira, setelah berkali berkali membaca dan menghapus chatnya sebelum merasa yakin untuk mengirimnya.


Selanjutnya Amira mengirimkan pesan yang sama kepada buk Mirna...


"Assalamu'alaikum Buk, ini Amira Ayunda, Amira bimbingan akdemik ibuk di D4 Akuntansi yang lulus tahun 2015. Amira mau melanjutkan kuliah. Kalau buk berkenan Amira mau minta surat rekomendasi sama Ibuk,.. terimakasih sebelumnya Buk.! " , tulis Amira dan menekan tombol untuk mengirimnya.


Alhamdulillah nya, gayung bersambut setelah menekan tombol send langsung mendapatkan balasannya.


"Oke, titip aja sama Angga - Amira, bapak sekarang ada diruangan, biar sekalian bapak isi" begitu pesan yang diterima oleh Amira yang membuat hatinya merasa lapang.


Sore harinya jam 18.00 Angga udah sampai dirumah. Seperti biasa Angga langsung masuk dengan sepatu menempel di kakinya dan langsung membuka magic tempat nasi seperti orang yang belum makan seharian.


"lapar kali ya bang, mau dek buatkan teh hangat biar ngak kembung" ucap amira sembari menyentuh lembut pundak Angga.


"Iya dek buatlah, tadi sudah dapat surat rekomendasinya letaknya dalam tas" ucap Angga sambil menyuap nasinya menggunakan sendok.


Amira setelah membuatkan teh langsung membuka tas Angga dan mengambil surat rekomendasi.

__ADS_1


"Alhamdulillah... , saratnya sudah cukup" siap magrib nanti adek mau pergi scan dulu semua berkasnya ya abng" ucap Amira sambil menyusun, ijazah, transkip, ktp, surat keterangan sehat, surat rekomendasi nya dalam satu file kemudian menyatukannya dalam map berwarna pingky yang sebelumnya telah dibelinya.


"Amira, zyan menangiz gendonglah dulu haus kali tu! " ucap mama Amira dari dalam kamar.


"Baik ma, ujar Amira berlalu menuju kamar.


Setelah sholat magrib Amira minta diantar ke tempat fotokopi di pasar baru. Namun Angga keberatan dengan alasan capek. Padahal Amira meminta karena pengen merasakan kalau dia punya suami yang melindunginya.


" Ma, Amira pergi sendiri ya ma, zyan jangan bandel sama oma ya sayang, "ucap Amira sambil salim sama mama dan Angga suaminya dan tak lupa mendaratkan ciuman hangat dipipi kanan dan kiri baby zyan.


Tak butuh waktu lama, semuanya telah siap. Setelah zyan tidur Amira membuka laptopnya dan menghidupkan wifi handphone.


Amira kemudian membuka website Pasca UNIRA dan meng klik tombol pendaftaran serta mengupload semua file yang dibutuhkan.


"Alhamdulilah, selesai untuk hari ini. Besok, tinggal mengantar nya saja lagi. "ucap Amira sembari memutar badannya ke kanan dan kekiri.


.


Setelah mengambil absen pagi dan meminta izin kepada bendahara di ruangannya, Amira pergi ke FAkultas Ekonomi UNIRA untuk mengantarkan berkas pendaftarannya kemudian, kembali ke tempat kerjanya.


Sembari melanjutkan pekerjaannya, Amira berpikir dalam hatinya. Sebaiknya, Amira memberitahu niat Amira untuk lanjut kuliah sama kak Era selaku bendahara.


"Assalammualaikum kak, Amira rencananya mau lanjut kuliah. Namun, setelah Amira cek kuliahnya ternyata di hari jumat dan sabtu. Kemungkinan jumat mulainya jam 2.00.


Kalau di izinkan Amira mau meminta keringanan dihari Jumat untuk kerja sampai jam 2.. boleh kak? " tanya Amira sama kak Era setelah duduk berhadapan diruangan khusus kak Era.


"Oke, baiklah cuma dihari Jumat aja yadan kerjanya tolong maksimal seperti biasanya..!kapan ujiannya, apa konsentrasi nya Amira ambil? " tanya kak era secara detail.


"ujiannya, minggu depan kak, konsentrasi nya akuntansi keuangan. Ujiannya hari sabtu depan, makasih banyak ya kak" ucap Amira sembari. menyalami dan izin sekalian pulang karena sudah jam 2.


Amira, enggan merepotkan Angga suaminya jadilah setiap pulang Amira menggunakan jasa gojek. ,


Setiap harinya, Amira membuka materi ujiannya di youtube, mempelajari ulang materi akuntansi, bahan tofel, bahan ujian TPA dan tes psikologi. Amira begitu gigih dalam belajar.


"Wah, rajinnya ummi Zyan, semoga lulus ya! "kata oma melihat Amira yang lagi menyusui zyan sambil sibuk. Mendengarkan penjelasan tofel dari channel youtube nya.


Hari yang ditunggu pun datang, Amira ujian di gedung Pasca sarjana UNIRA untuk Ujian TPA. Kemudian seminggu berikutnya, UJIAN Tofel di Pusat Bahasa dan ujian terakhir ujian wawancara di prodi Magister akuntansi UNIRA.


Amira begitu antusias dN hati hati saaatengerjakan ujian.


Seminggu setelah Ujian, Amira pun menunggu hasilnya.


"Sayang, ummi sudah selesai ujian. Doakan ummi lulus ya, biar nanti bisa lebih banyak waktu buat jagain zyan. " ucap Amira sembari mengelus lembut kepala baby zyan.


Tidak berapa lama setelah berbicara dengan Zyan Angga nelpon,


"Dek, udah tau lulus atau belumnya hasil ujian kemaren? ", coba buka website UNIRA nama adek lulus nomor satu tanpa sarat, buka lah cepat! " ucap Angga yang terdengar bahagia.


"baik bg, " ucap Amira sembari langsung membuka website UNIRA

__ADS_1


"Alhamdulillah..., ucap Amira setelah men-scroll cukup jauh ke Fakultas Ekonomi dan melihat namanya Amira Ayunda dengan peringkat no 1 diantara 30 nama yang akan mengisi kelas magistet akuntansi.


" Alhamdulillah ya Allah, mungkinkah ini jalannya,? tanya Amira dalam hati.


__ADS_2