
Setelah berkutat dengan tugas dan menghabiskan secangkir kopi instan, Amira akhirnya mampu menyelesaikan tugas dan mengirimkannya di sela-sela waktu terakhir.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga! "! Mmmm, sekarang lanjut mandi dan nyuci biar pas sholat subuhnya tidak telat," ucap Amira saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 4.00 pagi.
Namun sebelum ke kamar mandi, Amira menuju ke kamar dan menyentuh lembut kepala Angga, sejenak menciumnya sambil berdoa dalam hati.
"Ya Allah, sekarang dia suami ku, tolong berikan kesadaran kepadaya bahwa dia sekarang mempunyai peran baru tidak hanya sebagai anak, namun juga suami dan ayah serta menantu."Tolong berikan kesadaran kepadanya untuk mengontrol emosi dan berpikir jernih aamiin. " ucap Amira sembari mencium sekilas bibir Angga.
Angga, kemudian terbangun.
"Sayang, sudah siap tugasnya,?" sambil memeluk pinggang Amira yang saat itu masih berdiri di pinggir tempat tidur.
" Alhamdulillah sudah", ucap Amira sembari melepaskan lingkaran tangan Angga dari tempat tidurnya dan mengangkat zyan dengan lembut untuk disusukan.
Amira membuka resleting daster nya dan mendekatnya ke mulut zyan.
"Bismillahirrahmanirrahim, kita mimik dulu ya sayang....., anak solehnya ummi.! " ucap Amira sembari membaca ayat suci Al-Quran selama menyusukan baby Zyan.
"Alhamdulillahirabbil'alamiin,.... " Amira terbiasa memulai dengan surat al-fatihah, An-Nas,Al-Iklash, Al-Falaq-, Ayat kursi dan kemudian melanjutkan dengan doa-doa sesuai harapannya.
Sembari menyusukan Zyan, Amira terus digoda sama Angga.
"Sayang, mau..... abang pengennnn, " Ucap Angga sembari membelai lembut paha bagian dalam Amira yang saat itu hanya berpakaian daster.
Angga kemudian duduk dan memeluk Amira dari belakang, mengecup leher dan meraba payu.. **ra Amira yang satunya lagi.
"Sayang....., bentar aja,...! " pinta Angga yang saat itu sedang begitu bersemangat.
Amira yang merasakan Zyan sudah cukup kenyang, segera meletakkan Zyan di kasur yang saat itu kembali terlelap.
"Abang..... tapi kel... ***arnya di luar ya bang,! " soalnya ucap buk dokternya siap operasi aman untuk melahirkan kembali minimal setelah 2 tahun. " Ucap Amira yang saat itu masih menepuk-nepuk pinggul Zyan supaya terlelap.
Amira, kemudian melihat jam ynag masih menunjukkan pukul 04.15 ,
"Mmm, masih ada sedikit waktu lagi, melayani suami juga ibadah" gumam Amira dalam hati.
Amira, enggan menolak ajakan Angga karena pernah membaca bahwa "wanita harus mengutamakan melayani kebutuhan biologis suaminya meskipun saat itu dia sedang sibuk.
Mendapatkan lampu hijau Angga langsung melakukan hal yang disukainya dan berakhir dengan keringat yang keluar membasahi seluruh tubuh Angga.
"Makasih sayang," ucap Angga sambil mengecup kening Amira segera setelah menuntaskan hasratnya.
Amira, kemudian memasuki kamar mandi dan mencuci pakaian yang kebetulan tidak seberapa kemudian melanjutkan dengan mandi wajib.
Amira langsung mengambil wudhu meskipun saat itu belum Adzan.
__ADS_1
"Bang, mandilah lagi, bentar lagi adzan subuh" ucap Amira kepada Angga yang ternyata kembali terlelap tidur.
"Iya.. iya, bentar lagi, masih capek "! ujar Angga yang saat itu masih enggan membuka matanya
" Papa zyan, mandilah lagi, "ujar Amira kembali, tanpa menyentuh lengan Angga sedikit pun.
Angga, yang memang kebiasaannya suka melalaikan sholat subuh tak menggumbris perkataan Amira dan kembali terlelap tidur.
Amira pun, langsung melanjutkan sholat Qabilyah subuh setelah mendengar Adzan.
Setelah menyelsaikan Sholat qabliyah Amira, langsung melanjutkan dengan sholat subuh dengan khusuk.
"Ya, Allah ampunilah segala dosa hamba, dosa kedua orang tua hamba yang sampai saat ini belum mampu hamba bahagiakan, dosa suami hamba, berilah kesadaran untuk memperbaiki agamanya dengan baik, berikanlah kebaikan kepada anak hamba Zyan ya Allah, jauhkanlah dia dari orang-orang yang berpura-pura baik dan genggamlah hatinya untuk terpaut dalam mencintaiMu dan apa-apa yang Engkau Perintahkan ya Allah, "Aamiin! " ucap Amira sembari menutup doanya dan menyapukan tangannya keseluruh wajahnya.
"Sayang, bangunlah sudah setengah jam pula lalai, ngak baik melalaikan sholat bangun lagi, keluarkan motor dari rumah, adek mau bersih-bersih! " ucap Amira panjang lebar.
Amira kemudian membuka Alquran dan membaca surat Al-Waqiah.
Amira rutin membaca surat Al-Waqiah selepas subuh dan surat Al-Mulk sebelum tidur.
Menurut apa yang Amira baca dan dengar, surat Al-Waqiah adalah surat yang termasuk dalam daftar kesukaan nabi yang mampu memudahkan rezki apabila rutin membacanya setiap habis subuh. Sedangkan, surat Al-Mulk menjadi penerang di alam kubur apabila rutin dibaca menjelang tidur.
Zyan terbangun saat Amira mengaji.
Amira kemudian memanaskan air untuk memandikan zyan,. Ini kali pertama Amira memandikan zyan sendiri karena, biasanya mama Amira yang melakukan.
Setelah membawa tempat mandi zyan kekamar, Amira kemudian melepas satu persatu pakaian Zyan.
Saat itu jam menunjukkan pukul 6.00.
"Kita mandi pagi dulu ya sayang," ucap Amira sembari membersihkan badan Zyan dengan saburn cair khusus bayi di atas kasur yang telah dikasih alas supaya tidak tembus.
Selesai dengan aktifitas sabun, Amira mengangkat tubuh Zyan kedalam tempat mandi bayi berwarna biru yang telah dibeli sebelumnya.
"Segerkan sayang,.... anak hebat ummi mandi pagi..., pejuang subuh ini....! " ucap Amira sembari menyiramkan air ke badannya dengan lembut menggunakan tangan.
"Oke siap, kita pakai minyak telon dulu ya sayang....., pijit dikit biar hangat.... "Full jadi ibu ini seharian" ucap Amira dalam hati.
"Anak siapa pintar yang pintar ini...., sayang satu... mmmmmmm, wanginya. " ucap Amira mengajak bicara bayinya yang sangat mudah tertawa dan terlihat ceria.
Amira kemudian menyusukan Zyan supaya tidak kedinginan, sementara Angga mengangkat kembali tempat mandi Zyan kekamar mandi dan membuang airnya.
"Wah, gantengnya anak papa, sama ganteng dengan papanya, " ucap Angga menyapa bayinya sambil menciium pipinya dari samping dan lanjut mencium kening Amira dengan lembut.
"Bang, sambalnya yang kemaren aja ya, " Ujar AMira kepada Angga.
__ADS_1
"Iya, ngak apa..! "
Mama Amira, sengaja membuatkan rendang daging supaya lebih lama tahan. Mama Amira betul -betul menjaga Amira.
Setelah merapikan rumah, Amira dan Angga duduk diteras rumah sambil mengajak Zyan bercerita.
Zyan yang saat itu sudah ber-umur 8 bulan, Sudah mencoba berdiri.
"Ayok sini sayang, kita keliling dalam rumah yukk! " sambil memegang kedua tangan Zyan, " Amira cukup aktif memberikan stimulus kepada Zyan.
Setelah puas berdiri, Zyan didudukkan di atas kereta bulatnya sambil disuapkan makanan yang susah dilumatkan yang diracik sendiri sama Amira.
Amira memberikan, nasi putih, wortel dan 2 butir telur puyuh yang sudah dihaluskan
"Bimilllahirrahmanirrahim... makan yang banyak ya sayang! " ucap Amira
Ternyata lelah juga mengerjakan semuanya, ini yang dirasakan oma ternyata.
"makasih mama ku sayang, yang telah selalu ada" ucap Amira dalam hati yang baru dua hari ditinggal mamanya pulang kampung.
"Untung, ini hari libur ya sayang... " kita main dirumah aja ya sayang! " ucap Amira pada zyan.
"Jam berapa mama balik ke padang Amira? " tanya Angga.
"Ini sudah di travel, mungkin jam 14.00 sampainya papa zyan" ucap Amira sedang menyupkan Zyan makan.
Amira kemudian mengajak Angga berbicara,.
"Bang, adek kan sudah habis masa keringangannya, jadi adek pulangnya jam setengah lima lagi seperti biasa. "
"Karena rumah kita dekat dari kampus, adek minta izin untuk jam istrahat pulang makan siang dirumah, dan dibolehkan."
"Jadi kalau adek naik gojek, boros".
"Apa abang ada rencana dan uang buat beli motor satu lagi.. ?"
"karena berangkat kita jamnya beda, habis tu Amira jam Istirahat pulang dan balik lagi kampus..
"Cobalah usahakan ya..! " ucap Amira yang sudah mengendong Zyan sambil berdiri.
"Mmmmmm, nanti bang usahakan, abang juga capek balink pagi dua kali buat ambil absen dan jemput adek! " ucap Angga yang memang tempat kerjanya searah dan berdampingan dengan Amira.
Tak terasa, zuhur pun datang, dan mama Amira pun datang...
"Asalammualaikum.... "! ucap Mama Amira...
__ADS_1