
"Alhamdulillah, akhirnya oma datang. " Bagaimana kabar opa - oma? " ucap Amira sembari membantu memindahkan barang-barang yang dibawa mamanya.
"Alhamdulillah baik, tadi mama ada ajak Ayah kesini, belum mau Ayah, nantik lah nyusul katanya!"
"Zyan sayang, enak ditinggal oma,..? rindu oma sama cucu oma yang ganteng dan ceria ini. Oma bawa pisang embun besar-besar, kita makan yuk..?" ajak oma, sembari menggendong Zyan dari kereta putarnya dan memindahkan Zyan kepangkuannya.
Seminggu setelah kedatangan mama, bulan puasa pun datang.
di Bulan puasa jam kerja pun jadi lebih singkat hanya sampai jam 15.00
Esok harinya, Amira berangkat kerja seperti biasa dengan Angga yang awalnya pergi kekampus terlebih dahulu untuk mengambil absen kemudian,menjemput Amira yang sedang menyusukan Zyan sampai puas baru kemudian berangkat kerja di jam 8.00 .
Amira, terbiasa sampai di tempat kerja jam 8.00 lewat. Amira mendapatkan keringanan. Dikarenakan, Amira yang kerjanya cepat dan mudah menawarkan bantuan ke sesama rekan kerjanya jika, kerjaannya lagi tidak banyak.
"Dada...... sayang, hari ini ummi kerjanya bentar,"
" nanti beli sambal apa oma? " di Pasar Baru ramai orang jualan kalau bulan puasa.
"Cepat saja pulangnya! "
"mama mau ke pasar bandar buat, beli daging atau ayam. " Kalau beli palingan hanya cukup untuk makan di waktu berbuka, nanti sahurnya makan pakai apa? " tanya mama Amira mengemukakan pendapatnya.
Angga yang sampai dikampus saat jam pelajaran labor telah mulai mendapat permasalahan.
"Angga, darimana saja,?"
"Ini kuliah Myob sudah mulai, ada 2 komputer yang tidak mau hidup dan yang satunya lagi setiap setengah jam mati, mahasiswa mau ibuk kasih latihan tolong di cek segera! " ujar dosen yang saat itu mengampu mata kuliah Myob
Angga, yang saat itu juga telah menyelesaikan kuliah S2 dengan jurusan sistem informasi, merasa kurang suka mendapat perlakuan diperintah dengan bentak-bentak seperti itu secara dia juga PNS meskipun statusnya pada saat itu teknisi labor.
"Mmmm, banyak gaya ibuk ini mah, orang pergi cuman setengah jam telat dan kelas komputer pun baru mulai 10 menit, sudah marah-marah". Gumam Angga dalam hati.
Selang di waktu yang lain, dosen yang saat itu mengampu mata kuliah excell for accounting tiba-tiba menelpon Angga.
"Halo Angga, bisa tolong kesini sebentar, laptop ibuk tiba-tiba hange ada data yang mau ibuk kasih lihat ke mahasiswa! " tolong ya, kesini segera! " ucap dosan tersebut.
Angga yang sudah lama mengabdi di kampus tersebut merasa bosan dengan perlakuan yang selalu ingin mengistimewakan diri dari dosen-dosen wanita tersebut.
Angga merasa, dia sudah lama mengabdi kurang lebih dari tahun 2009 dan sekarang sudah 2018, sudah 8 tahun dengan pekerjaan yang sama, ditambah dengan statusnya sekarang yang sudah S2.
"Mmmmm, sudah lama bekerja disini, tidak ada perkembangan dan pelatihan. Mungkin, kalau jadi dosen lebih fleksibel waktunya, bisa cari tambahan dana di luar dan cepat perkembangan karirnya". gumam Angga dalam hati.
Angga, yang saat itu masih di ruangannya, urung untuk turun membantu ibuk yang menelpon tadi.
"Hmmm, Assalamu'alaikum....., " ucap seseorang lelaki berperawakan tegas, dengan tinggi badan yang maksimal, menggunakan baju batik dan celana dasar.
"Ehh.......,Pak Aska, waalaikumsalam, ada yang bisa dibantu Pak, duduk Pak! " ucap Angga sembari mengambil satu kursi disebelahnya untuk diserahkan kepada pak Aska.
Setelah merasa nya man dengan duduknya, dan berbasa-basi sedikit Pak Aska pun langsung menyampaikan niatnya.
"Hmmm, begini Angga, kita kan ada kampus jauh di Solok, kebetulan dosen ynag mengajar untuk mata kuliah komputer Akuntansi lagi tidak bisa ikut karena cuti melahirkan."
"Biasanya kan di Poli dosen yang dari Padang sekali sebulan turun ke Solok."
"Nah rencananya, Bapak mau ngajak Angga patner dengan bapak ngajar disana selama satu semester ini nanti dikasih SKnya. Nanti kita ngajarnya jumat sore dan sabtu dari pagi full sampai sore, ucap Pak Aska panjang lebar.
"Baik lah Pak Angga saya mau mencoba hitung-hitung nambah pengalaman." Ucap Angga sambil mempersiapkan perlengkapan untuk pulang karena sudah menunjukkan pukul 15.00
" Asalammualaikum dek, Abang turun lagi... ya, tunggu aja di loby, abang sudah dimotor! "ucap Angga di telpon memberi arahan pada Amira.
Mereka kemudian melaju pulang.
__ADS_1
Ditengah perjalanan, Amira bercerita.
" Bang, sampai umur Zyan 8 bulan kita pulang kampungnya selalu bergantungan dengan papa abang, apa abang sudah mahir menyetir?"
"Tolonglah buat SIM biar kita ngak terlalu merepotkan orang tua abang dan bisa pulang kampung di jam yang kita mau."
"Capek juga pulang-pergi naik travel di ajak mutar-mutar dulu karena kita yang pertama di jemput dan terakhir di antar. "ucap Amira sembari. meng-eratkan lingkaran tangannya di pinggang Angga.
" I.. iya, nanti bang coba tanyakan sama teman abang berapa biaya untuk mengurus SIM mobil." Ucap Angga sambil sesekali memegang tangan Amira memastikan bahwa Amira tetap memelukmya di atas motor.
Sore harinya, Amira berjalan-jalan dengan mamanya ke pasar baru untuk cuci mata. karena aamira sangat yakin mamanya pasti bosan dirumah seharian. karena, mamanya tipikal ibuk-ibuk yang aktif.
" Ma, maafin Amira ya ma, gara-gara Amira mama harus tinggal terpisah sama ayah, harus berhenti dari kegiatan wirid yasin, harus berhenti arisan dan senam maafin Amira ya ma, insaAllah Amira akan tamat tepat waktu biar bisa jadi dosen di kampung dan ngak nyusahin kayak gini lagi". ucap Amira sambil menggandeng -tangan mamanya untuk menyusuri penjual makanan di tepi jalan yang sangat ramai dikala bulan puasa.
"Gorengannya lima ribu buk, nondehmya lima ribu juga,! ucap Mama Amira.
" Sudah Amira, ini aja cemilannya kita beli buah semangka aja, biar segarsewaktu berbuka! ajak mama Amira.
"Ayook mama, ucap Amira sembari men-starter motor scoopy merahnya dan berhenti di kedai buah sebentar kemudian melanjutkan perjalanannya.
Setelah berbuka, Angga bercerita bahwa ada temannya yang bisa bantu untuk mengurus SIM mobil supaya cepat keluar dan Alhamdulillah besok tes nya.
"Hmmm, besok Angga ujian Untuk dapat SIM."
Amira, mama..., doakan ya supaya abang lancar ujiannya, biar ngak ketergantungan lagi pulang kampungnya." ucap Angga yang menyenderkan badannya ke dinding sambil membuka baju karna kekenyangan.
"Iiya..., semoga dimudahkan..., soalnya Angga janji kan, kita pulang kampung sekali 2 minggu kasihan ayah ditinggal sendiri."
" Lagi pula mama mau membersihkan rumah kalau ayah hanya yang kelihatan saja dibersihkan nya ." ucap mama menyampaikan isi hatinya.
"Satu lagi ma, Angga juga kemaren nyari motor bekas".
"Kebetulan kemaren ada teman yang ngajak penelitian sama pengabdian, Alhamdulillah ada dapat totalnya 7 juta. "
"Rencananya Angga mau beli itu dan motor scoopy ini buat Amira. Supaya, Amira sama mama bisa leluasa pakai motor ini! "
" Bagaimana menurut Amira dan mama? "tanya Angga yang saat itu sedang memeluk Zyan.
" Hmmmm, baiklah ngak masalah, kalau memang yakin Angga motornya bagus silahkan dibeli! " ucap Mama Amira yang saat itu lagi merapikan bekas-bekas makanan tadi.
"Iiiya bang, beli ajalah kalau memang ada uangnya! ". ucap Amira.
Selang beberapa hari, Angga sudah memberi kabar kalau SIM nya sudah keluar dan.
" Alhamdulillah dek, abang sudah dapat SIM, jadi kita bisa pulang kampung sabtu sore habis adek kuliah dan bisa balik pagi senin jam 3.00 dini hari biar tepat ambil absennya, jam 7.00 pagi.
"Syukurlah, coba tanya papa kapan kita bisa pinjam mobil, dan sampaikan juga kalau kita mau minjam 2 kali dalam sebulan sekali 2 minggu. "
"Sampaikan tolong ya bang, biar ayah Amira ngak merasa ditinggalkan." ucap Amira panjang lebar.
"Assalamu'alaikum pa, Angga pinjam mobil sabtu depan ya pa, dua hari."
" Senin siang Angga antarkan! " ucap Angga dengan bersemnagat.
"Hmmm, bannya sudah hampir habis itu Angga, mesin nya juga mau papa perbaiki, kasih papa uang Rp 500.000 untuk perbaikan, sekalian nambah biaya pajak mobil! " ucap Papa Angga.
"Tapi pa, Angga kan sudah membeli mobil itu buat papa dengan mengadaikan SK, kenapa mesti minta duit lagi saat Angga mau pakai, Angga mgak ada uang segitu Pa, kalau Rp. 200.000 Angga bisa tambah. "! ucap Angga yangg sedikit kesal.
" Oke, ngak apa segitu"btimpal papa Angga dari ujung telpon.
'Kenapa, bersitegang tadi bang, "? tanya Amira sembari mengangkat tangan Angga yang bergetar karena menahan amarah.
__ADS_1
" Iiya, papa ni serakah kali, sudah dibelikan mobil mau minjam malah mintak pula biaya-biaya. kan yang sering pakai rutin dia, kita hanya sesekali." ucap Angga masih dengan posisi yang sama.
" Coba abang duduk disini dulu, tarik nafas"
"Ucapkan Astagfirullahala'zhiiimm, ikuti Amira abang, Astagfirullah hala'dzhiimm...... ! "ucap Amira sambil mengelus-ngelus dada Angga untuk menenangkannya .
" Ini minum dulu, biar tenang! "ucap Amira sembari menyodorkan segelas air putih.
" Untung, mama lagi ngak dirumah, kalau enggak tambah nampak keburukan Angga dan mama makin tidak suka"!. gumam Amira dalam hati
Amira kemudian melanjutkan kata-katanya untuk menenangkan Angga suaminya.
"Papa Zyan sayang, meski bagaimanapun tolong turunkan nada suaranya kalau bicara dengan papa atau orang tua siapapun.! "
"jelaskan baik-baik tentang kondisi keuangan kita setelah menggadaikan SK itu, insaAllah pasti papa abang bisa mengerti, toh kita pinjam mobil biar pengeluaran ngak double kan.....,?" kalau pulang pakai travel bisa bengkak biayanya itu pun cuman bisa bentar jadinya kan.?"' Ucap Amira berusaha memberi nasehat.
" Adek .... tidak tau bagaimana karakter papa, dia rakus, dia aja yang menghabiskan semua"
"Hmmmm, untuk sekarang biar kita dapat pinjam mobil, lebihkan aja berapa uang yang bisa abang kasih, " soalnya Amira mau pulkam, Amira rindu Ayah. "! ujar Amira sembari menyenderkan kepalanya ke dada Angga.
Amira berusaha menghilangkan ketakutannya, saat melihat Angga marah.
Amira yakin, kalau dia melunak dan menyentuh suaminya dengan kelembutan insyaAllah bisa di tenangkan..
Tak berapa lama, mama Amira balik dengan Zyan habis belanja kecil-kecilan ke warung diujung rumah.
"Ma, besok sore jam 5 habis Amira kuliah kita pulang kampung pakai mobil papa Angga, baliknya senin Jam 3.00. atau jam 4.00 pagi. "ucap Amira ke mamanya sambil menggendong Zyan.
" Sukurlah, " ucap Mama Amira.
Besok harinya, Amira pergi kuliah dari pagi seperti Biasanya.
"Hati-hati Ummi, berangkat kuliahnya" ucap Oma sambil menggendong zyan yang Aktif melambaikan tangan.
Amira kali ini di antar oleh Angga, karena rencananya sepulang kuliah langsung di jemput.
Sepulang dari mengantar Amira Angga berbicara kepada mama AMira yang lagi makan saat itu.
"Ma, Angga jemput mobil dulu ya ma, biar bisa lama istirahat,
Selang tak teras lama, waktupun sudah menunjukkan pukul 16.30.
Angga, Zyan dan Mama Amira sudah dalam mobil menuju kampus UNIRA tempat Amira melanjutkan kuliahnya,
" Itu Amira, sudah keluar ma, "ucap Angga sembari menurunkan kaca mobilnya, agar Amira melihatnya.
" Ummiii... kami disini" teriak Mama Amira sambil melambaikan tangannya.
Amira yang sudah melihat langsung berlari mendekati parkiran mobil, kemudian membuka pintu dan duduk dibangku depan mendampingi Angga.
"Sudah lama, tadi ma, nunggu nya? tanya Amira
" Enggak, cuman setengah jam... "ucap ma dan Angga serentak.
" Bismilllahirrahmanirrahiim... "
ucap Amira, mama dan Angga.
"Kita, pelan-pelan aja ya bang, " ucap Amira yang setengah yakin dengan kemampuan suaminya untukbmenyetir.
Karena ini kali pertama dan ada banyak belokan yang akan dilalui.
__ADS_1
"Mudah-mudahan kita aman selamat sampai tujuan, ucap Amira sambil memindahkan Zyan ke bangku depan.