
Perjalanan dari Padang ke kampung Amira di Payokumbuah cukup memakan waktu.
"Amira, kalau capek zyan kasih ke mama saja! " ucap mama Amira.
"Enggak ma, Zyannya lagi tidur sebentar lagi sampai. " ucap Amira.
Tak lama berselang Amira sampai di rumah.
"Opa......, sayang......, ada sehat?" ucap Amira sembari mencium punggug tangan ayahnya.
"Alhamdulillah, ada".
"Kesini opa gendong..., cucu opa yang ganteng ini....!". ucap Pak Nadir sambil mengambil Zyan dari gendongan Amira.
Mama Amira, langsung membuka oleh-oleh yang sebelumnya telah dibeli untuk dinikmati bersama.
1 lusin donat J. Co yang sebelumnya telah di beli. Kemudian 4 bungkus pical ayam yang dibeli dekat simpang sebelum masuk rumah langsung dihidangkan.
"Ayok makan lagi suami ku......, ! " ajak mama Amira yang sebelumnya telah mengabari untuk tidak usah memasak nasi.
Kegiatan makan bersama itu pun selesai setengah jam tepat pukul 22.00 .
Tak lama, rumah itu pun sunyi dari suara dan kelihatan gelap pertanda penghuni rumahnya sudah tidur.
Pagi harinya, Amira bangun awal karena Zyan yang menangis.
"Mungkin Zyan kecapek-an habis jalan jauh Amira!" ucap Angga sembari me-ngucek matanya.
Setelah menyusui Zyan dan mandi, Amira kebelakang untuk mengambil makanan karena perutnya yang keroncongan.
"Asalammualaikum......, " ucap seseorang dari luar.
"Waalaikumsalam salam. "
"Eeeh... nenek one silahkan masuk! " ucap Amira sembari menggeser posisinya berdiri untuk mempersilahkan lewat.
"Kesini Zyan... ayo... sedikit lagi... Zyan hebat.. ayo... Zyan.....! " ucap Ayah Amira yang sebelah tangannya memegang bola untuk memancing zyan berjalan.
"Wah.. hebat anak Amira ini, 10 bulan sudah bisa jalan. "
"Si Riki cucuku sudah 15 bulan belum bisa jalan.. masih berat melangkah". Ujar wanita yang dipanggil Nenek one sama Amira.
" Alhamdulillah nek, Zyan termasuk cepat perkembangannya, walaupun tubuhnya kecil dan beratnya kurang alhamdullah perkembangannya cepat.... ".
" Semoga cucu nenek juga bisa cepat jalan. Soalnya, setiap anak beda-beda perkembangannya.
Selesai berbicara dan berbincang, Angga berteriak memanggil Amira...
"Amira...., Amira....., kesini sebentar! kita balik ke Padangnya ngak jadi besok subuh, ".
" Kenapa bang, ini aja masih dirumah, belum silaturahmi ke keluarga mama sama ayah Amira. "ujar Amira yang sedikit kesal dalam hatinya.
"Soalnya papa abang mau pakai mobil, ada yang sewa mobil katanya. Malam ini harus sampai. " ucap Angga sedikit menghentak karena diprotes.
"Ya, tapi kan mubazir, bayar uangnya double ke papa abang cuman untuk balik kanan...,".
" Hmm, kalau balik nya jam 5 aja gimna...? " tawar amira
"Abang harus antar mobil Amira, orangnya mau pake subuh! " ujar Angga dengan amarahnya.
"Ada apa ini ribut-ribut? " susul mama Amira ke depan pintu kamar Amira yang memang ngak dikunci.
"Ini ma..., papanya bang Angga minta mobilnya balik malam ini juga,. "
"Sementara, kita aja kemaren malam sampainya."
"Hmmmm, ya sudah Amira, kita balik sore aja jam 18.00, bisa kan Angga? " Mama mau lihat mertua mama pula,? "tanya mama Amira.
" Mmm, kalau jam segitu jam 22.00, sampai Padang... belum lagi macet kalau hari minggu, bisa tengah malam sampai"! ucap Angga dengan wajah yang sedikit menebal merasa keberatan.
"Ya, resiko abang.....!".
"Belum cukup untuk diri sendiri sudah memberi lebih untuk orang tua, itu pun dengan berhutang bukan uang yang ditangan.."
"Bahkan sampai Zyan kelas 9 SD pula baru lunas."
Amira, berlalu meningalkan Angga.
Setelah selesai silaturahmi kesemua keluarga dikampung, dan keluarga ayah Amira, Amira sekeluarga balik ke Padang termasuk dengan ayah Amira Pak Nadir.
Karena Weekend Amira sekeluarga sampai di Padang jam 23.30 dan Angga langsung putar balik untuk mengantarkan mobil.
"Ayah Amira.....,?"
"Nanti kita sholat tarwihnya dekat mesjid yang dekat jembatan arah pasar Bandar Buat ya.! " ucap Mama Amira sembari menemani Amira melipat pakaian.
"Iya, yang dekat ini kan? " timpal ayah Amira yang asik menemani cucunya yang lagi hobi berjalan, meski masih pelan pelan.
Malam harinya, Amira tinggal berdua dengan Zyan saat yang lainnya menunaikan ibadah tarwih.
"Sayang,, kita baca buku yuuk...! "
Ini ummi beli bua.....nyak buat Zyan sayang". ucap Amira sembari mengeluarkan buku ramah anak yang terbuat dari kain sehingga aman kalau digigit dan di pegang anak.
"Ini pelangi sayang..... ini lautan...... ini ayam.. semua ciptaan Tuhan... " ucap Maira menjelaskan saat Zyan lagi asyik melihat gambar.
"Ayok..... aku punya belalai yang panjang, tubuh ku besar, binatang apa aku....? " ucap Amira sembari membiarkan Zyan membuka dan menyentuh bagian bukunya yang dibuat praktis dan ada fitur flipboook nya."
__ADS_1
Zyan tampak menikmati kegiatan membacanya.
Amira, yang juga mempunyai pengahasilan sendiri sering membeli benda-benda yang menurutnya bagus untuk merangsang motirik anaknya, baik fisik maupun yang lainnya.
"Alhamdulillah, enggak percuma ummi beli 4 buah buku sekaligus, kelihatannya Zyan suka...! "ucap Amira sembari mencium kening Zyan yang sudah tertidur habis dibacakan buku dan menyusui dengan kenyang.
Ayah Amira, menghabiskan waktu seminggu ditempat Amira.
" Opa.., pulang dulu ya sayang.... dada cucu soleh opa,! " ucap opa sembari melambaikan tangan dari atas sepeda motor.
Angga mengantar ayah Amira ke loket bus jam 5.30 dan langsung kekampus setelah itu.
Amira pun, melakukan rutinitas biasanya untuk kembali kekampus.
"Sayang, ada acara buka bersama sama sekeluarga akuntansi di rumah dosen Arni. Kita pergi besok ya!! " bunyi pesan yang diterima Amira.
"Maaf bang, perginya pakai apa?" ngak mungkin pakai motor kan?"
" lagi pula mama Amira ngak mungkin ditinggalkan? egois kali kalau lagi butuh dibawa, pergi senang-senang ditinggal. "
"Kalau pakai mobil dan mama Amira boleh ikut Amira pergi, kalau ngak bisa, Amira ngak ikut.! " ujar Amira membalas WA Anggga.
Sampai jam kerja berakhir Amira belum mendapat balasan.
"Ma, ini sudah minggu ke-3 bulan puasa., " Apa kita ngak pergi berbuka kerumah orangtuanya Angga ma?" tanya Amira sama mamanya sambil tiduran karena kebetulan pulang kerja lebih awal selama bulan puasa.
"Hmm.... Amira..... kalau mama nya menghargai mama, sudah seharusnya mereka menawarkan untuk berbuka disana... secara mama disini. "
"Tahun kemarenkan kita sudah ber-inisiatif kesana. "
"Mama bela-belain ke Padang buat membantu memasak berbagai jenis makanan untuk dibawa kesana.
" Kalau sekarang kondisi kita berbeda, kita punya bayi. Enggak mungkin kita kesana pakai motor. Sementara disana ada mobil.
"Mama ngak bisa menerima diperlakukan seperti ini, selama 10 bulan mama disini, tidak ada satupun keluarga Angga yang datang untuk melihat cucunya.
"Mama ngak akan buka puasa disana, kecuali dia yang tawarin dan kita pergi pakai mobil bukan pakai motor. "Ucap mama Amira dengan wajah yang sedikit memerah.
Entah apa yang ada dikepala Amira, meski selama pernikahan dan melahirkan, hanya dirumah sakit mertuanya datang dan sewaktu mengantarkan pindah kontrakan. Selebihnya tidak pernah. Namun Amira tidak ingin memperlakukan sama. meski merasa tidak dihargai.
" Iiya.. baiklah ma, "sabarlah ngak usah marah mama sayang.. anggap saja ujian kesabaran! " ucap Amira sambil mengambil handuk untuk segera mandi.
Tak lama, Angga pulang.
"" Amira, besok kita jadi pergi BuBar acara kampus,! ".
" Abang sudah dapat pinjam mobil, mama juga ikut ya ma..!? " ajak Angga.
"Oke, baiklah... ini perdana Zyan berkunjung ke keluarga Politeknik.
" Kenapa, papa Zyan lama kali,? "
"Sudah pukul 17.30 , tapi belum juga memberi kabar dapat tidaknya, sudah jalan atau belum. "Ujar Amira, yang mulai kehabisan sabarnya.
Mama, Amira masih sibuk, merapikan diri di depan cermin.
" Tempat bubarnya sudah tau Angga Amiira
..? " tanya mama amira
"Enggak tau ma, "!. ujar Amira yang memilih duduk di teras rumahnya bersama Zyan.
Selang beberapa menit Angga sampai tepat di jam 18.00
" Ayook, dek, tadi papa abang lamaa sampai dirumah. "
"Terus abang ngisi minyak dulu, karena mau kosong kali"
"Ayook, segera!!! " ujar Angga sambil mengangkat bantal menyusui untuk sandaran punggung Amira.
Amira dan mamanya yang sudah siap dari jam 17.00 merasa kesal dan masuk ke mobil tanpa menjawab arahan Angga.
Setelah berjalan cukup jauh.
"Dekat mana rasanya, rumah buk Arni ini ya, rasanya dekat sini daerah Cengkeh " perumahan Asri"! dekat mana ya.? " ujar Angga sambil mengambil handphone disakunya dengan tangan satunya lagi menyetir.
"Abang,....., harusnya sebelum pergi, kalau memang abang tidak tau, abang bisa tanya ke teman,! "
"Jangan pas mau berangkat tanyanya."
"Ini sudah 10 menit lagi mau buka, kita masih dijalan, " ucap Amira setengah kesal, sementara mama AMira hanya diam-diam saja.
Amira sekeluarga akhirnya menemukan tempat BUBAR tersebut tepat setelah adzan magrib berkumandang disaat tamu yang datang lagi siap-siap mau berbuka.
"Eehee, ada menantu sama cucu datang, kenapa lama kali.... ayook masuk, langsung ambil saja! " ujar salah seorang dosen yang kebetulan lagi mengambil menu berbuka nya.
Suasana, pertemuan tersebut cukup hangat.
"Amira, kenapa makin lama, badannya makin tipis, pemarah Anggga ini?!" tanya salah seorang dosen yang juga pernah mengajar Amira.
"Hehehh, enggak buk, mungkin karena sering begadang jadi makin kurus" ucap Amira menutup pembicaraan ketika hendak pulang.
Selanjutnya Amira masuk ke mobil hendak pulang.
Di tengah perjalanan, Angga beecerita kepada Amira dan Mama Amira yang duduk dibangku tengah mobil.
"Amira, kemaren abang dapat info ada salah satu rumah dinperumdos UNIRA yang orangnya mau pindah, jadi kita bisa ambil itu."
__ADS_1
" Kita cukup bayar Rp. 20.000.000 aja, hitung-hitung biaya perbaikan dia selama ini, setelah itu kita ngak ada bayar lagi. " besok kita lihat kesana, lumayan kan bisa nabung" ujar Angga
"Hmmm, enggak bayar, PERUMDOS UNIRA kan khusus UNIRA abang kan di kampus Poli, mana boleh? "
" Ya.., kalau misalnya bisa..," mau adek pindah kita kesana? " ucap Angga sambil mematikan mobilnya karena sudah sampai.
"Ya, lihat lokasinya, kalau sepi, Amira ngak mau, Zyan bakalan besar dan butuh keramaian supaya bagus perkembangannya. " ucap Amira sembari keluar dari mobil dan meninggalkan Angga yang langsung berputar arah untuk mengantarkan mobil.
"Amira, kalau misalnya rumahnya masih bagus dan layak, enggak masalah pindah kesana, " saran mama Amira.
"Iya ma, ini sebulan lagi kontakannya juga sudah habis, dan kemaren Amira sudah tanya, enggak bisa bayar perbulan harus full setahun.
"Besok coba Amira cari-cari kontrakan sekitaran dekat kampus disini.
Bulan puasa pun tinggal seminggu lagi.
Mama Amira pulang kampung menggunakan bus di jumat sore dan balik minggu sorenya.
Amira yang melanjutkan kuliahnya ke S2, hampir disibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya setiap malam.
" Sudah minum susu dek...," kalau capek tidurlah lagi enggak usah dipaksakan..! " ujar Angga sambil mengelus ngelus punggung Amira dari belakang.
"Mmm, tinggal dia buah soal lagi bang. " ucap Amira sambil melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 1.30 dini hari.
Amira kemudian mendengar Zyan menangis.
"Ooooaaaaaa, oooaaaaaa, "
"Sayang... sayang, haus ya, mau mimik ya, sini-sini ummi mimikinnya" ucap Amira sambil mengangkat Zyan untuk menyusukan nya sambil duduk.
Setengah jam berlalu Zyan kembali tertidur dan Amira kembali menyelesaikan tugasnya.
Tepat di jam 3.30.
"Alhamdulillah kelar, " ucap Amira sembari mengklik tombol sent di laptopnya untuk mengirimkan tugas via emailnya.
"Masih ada waktu 1 jam lagi buat tidur. " Amira berlalu ke kasur, dan menyelimuti dirinya untuk melemahkan mata.
Setengah jam kemudian.
Angga memeluk erat Amira dari belakang, dan menyentuh seluruh bagian yang dia suka.
"Sayang, "" ucap Angga sambil membalikkan badan Amira menghadap keearahnya agar lelluasa.
Angga membenamkan wajahnya ke dada Amira dan menikmatinya.
Amira, tidak menolak Angga.
Namun tubuh yang lelah, membuatnya hanya menikmati dengan sesekali memberikan balasan yang cukup menghangatkan gairah Angga.
Setelah cukup lama, bebalut rasa, Amira kembali melanjutkan aktifitas paginya seperti biasa.
Siang harinya Angga mendapatkan WA dari orang tua dan Adiknya.
"Amira, THR abangkan sudah keluar kisaran Rp. 3.000.000,- "
"Adek abang, minta belikan baju buat lebarannya ketiga anaknya, Masing-masing 250.000."
"Terus papa sama mamaa abang juga minta THR buat beli baju lebaran masing-masing Rp. 500.000,_."
"Maaf bg, adek abang bukannya sudah menikah? "
"Punya suami kan?
"Tau juga kan, kalau gaji abang tinggal berapa setelah digadaikan?
"Apa ngak malu, ngak punya hati, sudah minta-minta lagi,?"
lagi pula THR ini cuman sekali dalam setahun,".
"kalau uang THR nanti adek kasih pas lebaran, tapi buat beli baju adek keberatan...!!! "
ucap Amira, sembari mengayunkan Zyan di ayunan kayu jati.
"terus untuk papa sama mama abang, kenapa berani minta lagi, ?
" Ini rezki kami pula, kalau uang THR nanti bakalan adek kasih, tanpa dimintapun pun adek kasih". Adek sudah mencatat siapa -siapa aja yang dapat,. "
"Tapi adek ngak rela, kalau begini caranya bang..? "ucap Amira setengah putus asa, dengan perlakuan mertua dan adik iparnya yang terus merengek ke suaminya padahal mereka sehat.
" Itu kan adek abang, keponakan abang, kasihan kalau ngak punya baju raya, mama sama papa juga begitu! " ucap Angga dengan emosi dan wajah yang kian menebal.
"Tapi, keluarga abang sudah menggadaikan SK, dan gaji bang tinggal sedikit, uang bulanan sering nambah dari gaji adek, bahkan beli baju dan perlengkapan adek sering pakai uang adek, "
"keluarga abang aneh, menguras anak dengan alasan darah"
"Appaaaa... ???"
"Amira..., tolong jangan hina keluarga den, kalau mau hina,, hina abang, tapi jangan keluarga abang, kan*****""" ciang!! " ucap Angga yang berdiri dan membanting HP nya...
Suara tangisan Zyan pecah bersama dentuman..
.
"Astaghfirullah.... "
"
__ADS_1