
Dikampung Amira mengisi hari-harinya dengan full time menemani Zyan dan mengerjakan tesis.
"Ma hari ini rencananya Amira mau menjual cincin buat tambahan dana membayar uang semester soalnya masih kurang 4juta lagi! "
" Ayuk lah, mama antarin ya! "
"Supaya Zyan juga bisa ikut sekalian.! "
Mereka pun sampai di Bank Mandiri Syariah yang terdekat dengan tempat tinggalnya.
"Eh.. Abbas? "
"Iya Amira, anaknya ya...? "Sudah berapa? Tanya Abbas yang kebetulan menjadi satpam di Bank tersebut.
" Alhamdulillah, baru satu," jawab Amira.
Setelah bertanya basa-basi Amira oun izin memasuki Bank.
"Amira masuk dulu Abbas." ucap Amora sembari. menarik tangannya Zyan.
"Amira mau transaksi apa, Biar Abbas bantu! tawarnya
"Amira mau membayar uang semester lanjut S2?".,
" Oke, ini Slip yang untuk transfer dan ini contohnya, ujar Abbas menjelaskan.
Setelah lumayan lama mengantri sampailah pada giliran Amira
" Alhamdulillah, selesai juga."
Di atas motor Zyan bertanya.
"Ummi, yang tadi itu teman umi? "
"Iya sayang, umi satu SMP dengannya".
"Selama SMP umi kasihan lihat dia, karena di selalu ditindas dan disuruh-suruh sama anak-anak cowok untuk membawa tas mereka."
"Padahal si Abbas teman ummi sering dibentak-bentak saja sama anak cowok tersebut", ujar Amira sedikit mendekatkan mulutnya ke telinga Zyan supaya lebih terdengar.
"Syukurlah, sekarang dia sudah berhasil," Umi ikut senang,".
"Anak umi, jadi anak yang tangguh dan bijaksana ya sayang dan terutama selalu ingat Allah.
" Ya umi,....." Zyan sayang umi..". ujar Zyan.
Amira pun membalas ucapan Zyan. "ummi sayang Zyan I love you....
Tak berapa lama mereka sampai dirumah, mama Amira langsung pergi ke toko bangunan untuk mencari tau harga pasaran bahan bangunan.
" Mama langsung ke toko AJI ya Amira?"
"Disana agak lebih murah sedikit, biar kita bisa angsur beli bahannya, kemaren tukangnya sudah mama survey dan katanya besok tukangnya mau kesini untuk melihat lokasi. "
"Iya Ma, syukurlah.." ucap Amira.
"Amira juga merasa senang ma, karena bang Angga sudah paham dan se-ide dengan kita."
"Setelah dijelaskan kalau pemikiran keluarganya cuman setengah hati dan ucapan menolongnya pun juga ngak bisa dipercayai karena kenyataannya sampai sekarang janjinya pun tidak ditepati." ujar Amira sembari duduk santai dengan mamanya.
Sementara itu Zyan asyik memainkan kaleng susu Bebelacnya yang kemudian ditabuhnya dan Zyan menyanyikan lagu..
..."Satu.. satu...... aku.. sayang.. Allah....dua.. dua.... sayang rasulullah.......
...Tiga.... tiga..... sayang semuanya, satu dua tiga......
...jalan masuk surga.......
"ucap Zyan dengan semangat sambil memukul drumband ala Zyan
Tak berselang lama Amira mendapati Zyan sudah terlihat mengantuk, sehingga Amira langsung menawarkan susu kepada Zyan.
"Zyan sayang, mau mimik susu sambil dibacakan buku?? " tanya Amira sambil mengelus pipi chuby Zyan.
"Iya ummi.. mau.., " Zyan pun langsung berlari memilih buku yang akan dibaca.
Amira langsung membuatkan susu untuk Zyan yang akan dinikmatinya sambil tiduran dan baca buku.
Amira mulai membacakan buku untuk Zyan.
..." AllahuAkbar-Alllahuakbar...., Hah.. itu suara Apa ayah.. ,? tanya Hadi, ...
__ADS_1
..." Itu suara AdzaN sayang.. "lanjut Amira membacakan....
Zyan begitu menikmati jalanceritanya dan telah menghabiskan satu botol susu. .
"Zyan mau bobo mi..." Ucap Zyan sambil memutar posisi tidurnya kearah pangkuan Amira.
"Zyan mau di ayuanan? tanya Amira..
Amira berjalan kekamar tengah orang tuanya, persis didepan pintu dipasangkan kain panjang untuk membentuk ayunan dan Zyan ditidurkan disana.
Sementara itu Amira memilih mengerjakan revisi untuk persiapan sidang proposal.
"Bismillah, yang ini harus segera Amira selesaikan semangat...semangat..semangat Amira ! " ujar Amira menyemangati dirinya.
Sementara itu, di tempat lain Angga sedang bersiap untuk pulang kampung karena sekarang hari minggu dan pembatasan sudah longgar.
Angga memilih pulang menggunakan mobil yang sebelumnya telah bersusah payah dipinjam ke orang tuanya.
"Dek, abang berangkat lagi ya.?
Ujar Angga mengabari kepada Amira.
" Amira yang lagi serius merevisi beberapa coretan didepan laptop tidak mendengar handphonenya berbunyi karena Hp Amira hanya dikasih getaran.
Setelah menempuh 4 jam perjalanan Angga pun sampai.
Amira yang lagi mengikuti Zyan bermain di rumah tetangga langsung mengajak Zyan pulang begitu melihat Angga.
"Sayang.... kita balik yuk..! papa sudah pulang.. 'Ajak Amira.
Zyan yang juga rindu, langsung berlari.
"pa... pa...... pa..... "! teriak Zyan.
Angga merentangkan kedua tangannya untuk menanti Zyan yang langsung menghambur ke pangkuannya.
" Wow.. anak papa sudah besar...... "
"Wah.. papa pakai mobil.. Zhafran naik pa... ! "
"Zyan dan papanya Asik duduk dalam mobil.. sementara Amira mengangkat tas yang dibawa Angga dan merapikan tempat tidur.
"Malam harinya, setelah makan malam bersama, keluarga Amira berdiskusi.
"Oke Angga, bahan sudah mama tanya tadi dan tukang sudah dapat, perkiraan kasarnya rumah ini sampai teratap lengkap dengan jendela dan plaster nya membutuhkan dana Rp. 250.000.0000.,
" uang kalian yang Ada jika digabungkan baru Rp. 100.000.000,- jadi pakailah uang mama untuk mencukupkannya jika memang mau membangun sekarang. ,
"Tapi emas ini simpanan mama mau naik haji. " Jadi kalau dipakai, gantinya juga dalam bentuk emas? bayarnya kapan duit kalian ada, bagaimana? tanya mama Amira jelas-jelas.
"Iya, ma, nanti kalau Angga dapat project kami cicil.
"Besok kita pergi main ke "Kapalo Banda Taram " yuk" biar Zyan bisa main sepuasnya. " Ajak Amira.
"Oke.. jam 9 nan saja kita berangkat, bawa nasi kesana biar habis mandi langsung makan! " ujar mama Amira yang juga bersemangat.
malam itu, Amira memilih untuk melanjutkan revisinya karena besok deadline dikirim, sekalian Amira lanjut membat PPT untuk di crosscheck sama pembimbing.
"langit yang cerah mendukung rencana tersebut.
Zyan yang baru pertama di ajak main kesungai bebas yang ada air terjun kecil-kecilnya teraebut betul-betull menikmati. .
" Airnya dinginnya, bersih, pemandangannya lepas,, ada spot foto yang bagus juga"ujar Amira yang juga perdana kesana setelah melihat postingan di instagram.
Sebelum tengah hari, keluarga Amira telah selesai.
"Pulang dari sini kita mampir dirumah Nola, ya! ajak mama Amira.
" Iya ma, Amira belum sempat lihat anak Nola..?
Mmm"sudah lahiran dia dek"? apa anaknya cewek apa cowok? "tanya Angga yang lagi menyetir mobil.
" Lihat saja nanti! " ujar Amira yang merasa risih saat mendengar Angga bersemangat bertanya tentang Nola.
Tak butuh waktu lama, Amira sampai dirumah Nola. Sahabat Amira sedari bangku SMP.
Hubungan mereka makin akrab karena kakak Nola menikah dengan abang sepupu Amira
"Assalamu'alaikum..... ? "
Waalaikumsalam..... ! "silahkan masuk.... ! " ujar ibu Nola yang kebetulan lagi duduk bersama kakak Nola.
__ADS_1
"Eh.. mama Amira...., Amira....pak..
masuklah! "
"Iyaa.. ini kami belum sempat lihat Anaknya Nola..., kemaren pas lahiran keluarganya Ayah Amira ada yang pesta jadi baru hari ini bisa melihat.! jelas mama Amira
"Wah... gantengnya ya,..... matanya sipit.. rambutnya tebal.. bibirnya merah" gagahnya lagi, Sudah dikasih nama? ...! ujar Amira.
"Maana mamanya ni? "tanya Amira pada ibu Nola sembari merapikan tudung bayi itu kembali.
" Si Nola mandi.. sebentar lagi juga siap.
Tak berapa lama, Nola keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya diatas lutut, dan bagian dada terbuka .
Amira yang merasa risih melihat Nola keluar seperti itu memalingkan wajahnya begitupun dengan Ayah Amira sedangkan Angga tanpa segan memandang ke Arah Nola dan senyum.
"Maaf ya.. tunggu sebentar" ujar Nola yang langkahnya dipercepat menuju kamar depan melewati Amira dan keluarga di ruang tengah.
Nola pun tak berapa lama keluar dari kamarnya dengan menggunakan baju tidur berlengan pendek dengan celana panjang berwarna merah cerah dengan motiv bunga putih-putih kecil dicampur hitam yang membuat aura ibu mudanya terpancar.
"Tambah cantik Nola sekarang ya..? badannya jadi berisi dan ideal... . . si Amira masih kurus juga. "
" lihat itu dek.. banyak makan..... !dulu sama-sama kurus... sekarang si Nola sudah berisi tu.. "Ucap Angga sambil melirik ke Amira.
Jantung Amira berdetak lebih cepat, begitu mendengar Angga memuji sahabatnya di depan Ayah Amira sendiri..
Sementara Nola merasa senang mendapat pujian tersebut....
Mama Amira melihat kearah Amira seolah-olah mengerti dengan yang dirasakan Amira.
Sepanjang perjalanan menuju rumah, bahkan berlanjut hingga malam menjelang tidur Maira memilih diam.
"Dek.. kenapa, dari tadi ditanya diam saja, enggak senang abang pulang kampung? balik abang lagi??
Amira tetap diam.. "
"Dek....jawab!!!" bentak Angga dengan suara sedikit berteriak.
Amira kemudian mengangkat wajahnya dan menatap bola mata Angga dengan tatapan datar.
" Apa abang ngak merasa bersalah?
"Salah apa.. abang ngak ada berbuat salah...! " ujar Angga santai
"Abang salah...! abang salah..! abang seharusnya tiidak perlu memuji wanita lain di depan istri. Apalagi didepan kedua orang tua Amira.. itu... sangat... sangat.. m tidak menghargai Amira dan kedua orang tua Amira." Jawab Amira dengan sedikit emosi yang masih ditahan
Namun Angga malah meresponnya dengan santai seolah-olah itu bukan perkara yang perlu dipermasalahkan.
" Hhmmmm, abang hanya menyebutkan sesuai keadaan, dulukan dia kurus lebih kurus dari adek, sekarang badannya bisa berisi dan ideal, abang hanya memuji biasa supaya adek termotivasi...itu saja..lagian bang ngak ada maksud apa-apa."
"Diakan sahabat adek, berrati teman abang juga! "tutur Angga santai..
" Itu salah bang, tidak pantas seorang suami memuji wanita lain dan membandingkan dengan istrinya didepan orang tua istri."
"Itu sangat...sangat...tidak ber-etika, Amira kecewa sama Abng...
"Oke..besok kalau ada tamu..keluarga..atau teman dek...abang diam saja...ngak ikut bicara lagi...,
PAHAMmm! " teriak Angga sembari memutar badannya kearah sisi yang berlainan.
Sementara Amira hanya bisa menangis dan sangat malu kepada kedua orang tuanya.
Amira memilih menghadap sisi yang lain dan memunggungi Angga. .
"Ya.. Allah, bagaimana bisa ada lelaki yang tugasnya menjaga istri malah menyakiti istrinya dan tidak pernah merasa salah."
"Kenapa aku harus bertemu dengannya.... ?"
"Tunjukilah pernikahan ini ya Allah... "? dilanjutkan atau tidak......? "lirih Amira dalam hati yang diikuti dengan tangisan dan air mata yang mengalir tanpa suara.
Besok paginya, Angga bersiap ke Padang tepatnya setelah sholat subuh.
" Abang pamit... sukses ujianny ya! "
Amira hanya membalas seperlunya.
iya.. terimakasih. "Hati-hati...
Pagi itu Amira melepas Angga dengan rasa yang yang bercamput antara kecewa dan patuh kepada suami dalam melepas suami dengan senyuman...
" Senyum....yang sulit ku urai?"ujar Amira kemudian emm balikkan badan memasuki rumah...
__ADS_1