
Dalam perasaan gelisah, cemas dan takut Amira rmmutuskan untuk kembali kerumah.
Angga yang saat itu sedang duduk di teras rumah sambil melihat Zyan menendang bola langsung berdiri saat melihat motor Amira mendekat.
Belum sempat Amira mematikan mesin motornya serangan pertanyaan telah dilontarkan oleh Angga.
"Bagaimana?", Ada? " dapat? "ketemu? cerca Angga dengan wajah yang sudah tebal dan menghitam karena kesal.
" "Maaf abang, Amira tidak berhasil menemukannya,! "
"Maafkan kecerobohan Amira".
"Hmmm, menambah-nambah pekerjaan saja! " ucap Angga semakin kesal dan berlalu masuk kedalam rumah.
Amira mengikutinya dari belakang.
"Tau ngak..? " batambah karajo den dek ka**u..., . "
"Harus pergi ke kantor polisi untuk mengurus surat keterangan hilang kemudian melapor ke Bank.. ".
" Hmmm, kama latak pangana kau (Dimana letak pemikirannya) ? "teriak Angga sambil berdiri.
Amira memilih diam.
Malam itu suasa rumah menjadi panas dan sunyi karena Angga memilih bermain dengan ponselnya sementara Amira menemani Zyan lengkap dengan rasa bersalah yang msih menggerogoti nya.
Malam yang terasa panjang itu pun berlalu.
Besok paginya.
" Abang, abang kalau sibuk biar Amira saja yang mengurus surat keterangan hilangnya kekantor polisi nanti kalau sudah dapat Amira akan kasihkan ke abang! "ucap Amira sembari meletakkan teh hangat dimeja.
" Enggak, abang yang mau pergi, kalau Amira mau ikut silahkan.! " balas Angga yang baru siap menelpon orang di kampusnya.
"Amira tau ngak, gara-gara Amira abang harus pergi ke dua Bank, ! "
"Kenapa harus pergi ke dua Bank? tanya Amira kebingungan.
" Ya karena abang setiap bulan langsung ditarik uangnya sama kampus saat terima gaji buat bayar cicilan SK yang di gadaikan"..
"Nah berhubung Bank BNInya hilang, sistem baru kan pakai bank BSI jadi harus di alihkan pula sekarang Banknya, karna beda sistem! jelas Angga dengan panjang lebar dan masih kesal.
Amira yang paham watak Angga mudah emosian memilih menyabarkan diri.
Setelah selesai sarapan pagi, mereka sekeluarga menaiki motor scoopy merah menuju POLSEK pasar baru untuk meminta surat keterangan hilang.
"Assalamu'alaikum pak, saya Angga dan kemaren baru saja kehilangan ATM di Dekat swalayan Citra kira-kira pukul 6.30 pagi.! " ujar Angga melaporkan kronologis kejadian.
Setelahnya, mereka sekeluarga menuju kampus UNIRA untuk mendatangi Bank BNI disana.
Amira memilih menunggu diluar karena Zyan, yang lagi aktif lari-lari.
Tiba-tiba Angga keluar dengan kesal.
"Cepatlah, naik keatas motor, banyak pekerjaan saya gara-gara kebodohan kamu? 'ucap Angga sambil menarik gas motor padahal kaki Amira baru naik sebelahnya.
" Abang... abang.......! teriak Amira sembari menarik kakinya yang satu dari atas motor karena ketakutan.
"Bilang kalau belum selesai! " teriak Angga sambil menoleh kebelakang dan mendapati Amira yang masih berdiri menjauh dari motornya.
"Naik cepat! " hardik Angga.
Dengan perasaan cemas, Amira naik keatas.
Setelah memastikan Amira naik, Angga langsung menarik gas sepeda motor dengan sangat kencang dan hampir saja menambrak.
"Abang, Hati-hati.. m! " kita pelan-pelan saja...! Amira takut...! ingat Anak kita Bang".ucap Amira dari atas motor dengan suara setengah berteriak.
Namun, Angga memilih untuk tidak mendengarkannya dan menambah laju motornya setelah mendengar ucapan Amira.
"Astaghfirullah"...
" Ya Allah.... Amira mohon lindungi kami ya Allah, Amira takut kecelakaan, Amira yakin jika Amira dan Zyan kenapa-napa akan menyusahkan orang tua Amira.
"Tolong lindungi kami ya Allah. "Ucap Amira sembari mengenggam tangan Zyan, dan mengurut dadanya, karena Amira yakin Zyan pun juga pasti sangat cemas.
Perjalanan sampai kerumah, dilalui Amira dengan penuh ketakutan karena Angga hampir 3 kali menambrak motor dan satu kali menyerempet motor sehingga menyenggol kaki Amira.
" Ya Allah, lindungilah hamba dari kebodohan dan amarah suami hamba ya Allah.
Setelah turun dari sepeda motor , Zyan langsung memanggil ummi nya.
"Mi......, " Amira langsung memeluk Zyan, dan menciumi wajahnya berkali-kali.
"Maaf sayang, semoga Allah selalu jaga kita,"ucap Amira menenangkan Zyan.
Setelah mengantar Amira, Angga langsung putar balik dan pergi entah kemana.
" Ya Allah, lindungi kami.
"Amira tak ingin Zyan mengalami traumatrauma dan memilih bercerita dengan Zyan.
" Sayang, tadi papa itu jadi pembalap, yang coba melaju kencang"ucap Amira sembari memainkan mainan anaknya, motor balap Zyan dan melajukannya dengan kencang.
__ADS_1
"Asyikkk..... " Ucap Zyan bertepuk tangan
"Alhamdulillah, Zyan tidak terlalu kepikiran" ucap Amira setelah berhasil mengalihkan ketakutan Zyan dengan sibuk menikmati permainan.
"Zyan..... Zyan.... main yuk" ucap Anak tetangga didepan rumah yang hampir setiap hari sepulang jam sekolah TK mendatangi rumah ini mengajak main.
"Bang....
Bang...... " Ucap Zyan setengah berlari keluar rumah untuk melihat sumber suara.
"Bang van..., bang.. cid.... " ucap Zyan didalam rumah yang saat ini lagi menggunakan kaos bola berwarna navy .
"Main layang-layang yuk Zyan..
" Ucap Anak tersebut sembari memperlihatkan mainannya layang-layangnya.
Mereka bermain layang-layang di halaman pekarangan rumah.
Zyan sibuk berlari mengejar layang-layang dinaikkan dan sesekali bergantian memainkan layang-layang...
" Amira, ynag memperhatikan di teras rumah, ikut bahagia melihat anak-anak disini senang bermain bersama Zyan.
"Sayang.. sini dulu..., " umi ada roti gandum, "
"Kesini semuanya. " ucap Amira sembari membagi satu-satu Anak kue gandum yang dipegangnya.
Sekitar satu jam -an bermain mereka pun pulang karena sudah menunjukkan pukul 12.00.
"Dada..... abang...! " ucap Zyan senang dan masuk kedalam rumah.
"Kita cuci tangan dulu ya sayang.... " Habis tu baru mimik.! "ucap Amira menawarkan mimik susu karena memang Zyan masih menyusu bersama Amira.
" Okey... beres... anak ummi sudah bersih... "Ucap Amira sembarisembari menggendong Zyan dari kamar mandi.
"Ye... mimik." Ucap Zyan yang sudah dengan posisi tidur miring menghadap Amira dan Amira pun juga menghadap Zyan sembari menepuk-nepuk pinggul Zyan dan membacakan ayat -ayat Quran.
"Mimik yang banyak ya sayang umi..." sebentar lagi.. abang, sudah ngak mimik sama ummi, karena sudah semakin besar... "jadi Anak yang soleh dan bijaksana ya sayang. Ucap Amira sembari mencium kening Zyan dan menutup kembali payu***ara karena Zyan sudah tertidur.
" Alhamdulillah..... makasih ya Allah, telah memberi linkungan yang baik untuk menghibur kami.
"Oh ya, hari senin kan prof Mirda hadir di kampus jam 14.00, Mudah-mudahan hari ini bertemu" Ucap Amira beranjak mengambil wudhu hendak menunaikan sholat zuhur.
"Tak berapa lama, Angga pun kembali ke rumah.
" Abang, hari ini kosongkan? "Amiraa mau ke kampus, menemui Prof Mirda. "
"Hmmm, ya.. hati-hati. " ucap Angga dengan suara yang masih agak berat.
Amira pun mengganti pakaiannya, .
"Bismillahh, semoga clear hari ini, biar bisa jalan penelitiannya.. aamiin. " ucap Amira sembari melajukan motor menuju kampus UNIRA
Sekitar seperempat jam Amira telah memarkirkan kendaraannya di pelataran kampus.
"jam 14.00, mudah-mudahn ketemu bBapak. " ucap Amira setengah berlari sembari melihat arloji ditangannya.
Untuk sampai keruangan khusus Prof Mirda, Amira harus melewati banyak tangga jika melalui sekretariat Magister UNIRA.
"Hhahhh..... Alhamdulillah, sampai, ucap Amira sembari mulai menata jalannya karena memang kampus masih sepi mengingat masih libur semester.
dan......
" Yach.... lampunya mati..... "ya Allah... gagal....
" Ucap Amira sembari memasang tangannya pinggang dan keningnya.
Seorang dosen yang lain pun lewat.
"Ibuk, Prof Mirda nya hari ini kekampus ngak buk?"
"Oh.. beliau ngak kekampus karena ada kemalangan.! " ucap ibuk tersebut sambil berlalu.
"Makasih buk. "
"Ucap Amira sambil berlalu meninggalkan ruangan tersebut dan secepat mungkin melajukan motornya untuk kembali ke kontrakan.
Amira sampai dirumahnya.
" Assalammualaikum.... "ucap Amira sembari memasuki rumah dan mendapati Angga yang lagi menonton telivisi.
" Bagaimana, ketemu? "tanya Angga
" Enggak, bapaknya belum masuk. "ucap Amira sembari meletakkan tas dan mengganti pakiaannya dengan daster.
" oh ya dek, abang 2 hari lagi jadi berangkat ke Malasyia.
"Iya bang" jawab Amira seadanya karena memang lagi letih.
Tiba-tiba ponsel Amira pun berbunyi.
"Mama...? " ucap Amira setengah berteriak, yang entah kenapa filingnya merasa tak enak.
"Assalamu'alaikum ma.. " ucap Amira yang berusaha tenang.
__ADS_1
"Walaikumsalam... " Amira Ayah ama sudah pergi sehabis ashar. tolong pulang, besok pagi mau dimakamkan. "ucap Mama Amira yang tetdengar menagis.
" Innalillahi wainnaikaihi raji'un... " ya ma, ini bang Angga dirumah, kami pulang hari ini. "ucap Amira sambil menutup telponnya.
Angga masih asyik menonton TV tanpa bertanya sepatah pun.
" Bang, bang, "panggil Amira dan menggoyangkan lengannya karena hanya diam saja sat Amira memanggilnya
" Bang, Ayah ama meninggal habis ashar ini, bisa pinjam mobil buat kita pulang.! "ucao Amira.
" Hmmm, apa sakitnya, abang cuman ngantar saja ya, langsung balik, soalnya mau ke Malasyia, "ucap Angga santai sambil mengambil handphonenya untuk meminjam mobil ke papanya.
" Sebelum sempat menelpon, Amira merasa keberatan dengan pernyataan Angga.
"Bang, masak abang hanya mengantar, itukan kakek Amira, bahkan dia sangat baik sama abang, setiap abang pulang kampung selalu kakek sempatkan datang ke rumah dan mendengar cerita abang, apa ngak sebaiknya aban batalkan kepeegian ke Malasyianya, !"
"lagi pula kepergiannya kan hanya untuk senang-senag dan biayanya bang pakai hutang lagi.
" Ngak bisa Amira, abang sudah fix pergi, lagi pula yang meninggal kan kakek, bukan mama dan papa Amira,"?
" Kalau mereka iya libur abang,. pokoknya bang hanya mengantarkan saja dan langsung balik paham! " bentak Angga.
Amira terdiam dan pasrah, syukur-syukur kalau dapat mobil.
Angga menelpon orang tuanya dan mengabari,
"Maaf dek, kata papa, Mobil baliknya jam 8 malam soalnya Lagi dipakai dan papa ikut mengantar katanya .
Saat ini, menunjukkan pukul 17.00 ..
" Kalau Amira naik travel, terlalu kelihatan keluarga tidak harmonis, sabarkan Amira Ya Allah.
Setelah magrib, setelah isya, suara mobil pun tak kunjung datang, seperti biasa selalu jam karet.
"Bang, kok papa abang, belum datang atau nelpon, sudah jam setengah 20.30....
" Sabar, kan sudah tahu papa jam karet, "ucap Angga santai tanpa merasa bersalah, bahwa seharusnya mereka tidak bergantung kepada papanya.
Amira hanya mengurut dada dan sesekali melihat wajah Zyan yang sudah terlelap.
Amira memilih menunggu dengan membaca surat Yasin.
Tepat jam 22.09 mobil itu pun datang tepat didepan kontrakan.
" Angga, kita kerumah si Nova dulu, papa gantian menyetir dengan si suami nova, kalau mata papa kurang terang "ucap papa Angga yang keluar dari mobil langsung menyamperin Angga.
"Amira yang memang sudah siap packing dari tadi langsung naik ke mobil dibangku tengah.
ketika hendak masuk Amira kaget.
" Mama,.. mama didalam. "
"iya.. mama menemani papa ni ha. " ucap mama Angga dari dalam dengan lipstik merah menyala.
Amira, yang memang tidak pernah berkata kasar ke mertuanya memilih diam, saat semua yang dalam mobil terlibat percakapan seru.
"Kita kerumah Nova Dulu" ujar Papa Angga sembari mengarahkan rumahnya menuju parak laweh.
"Setelah sampai di rumah nova, terdengar suarasuara dari dalam.
" Sebentar pa, siap sedikit lagi"Ucap Nova yang lagi menggandeng tiga orang Anak laki-lakinya yang hampir sama besar.
Mereka langsung bertukar posisi.
Riki dan nova di depan, papa dan Angga di belakang sementara Amira dan Mama Angga di tengah.
Mereka pun langsung melajukan mobilnya.
Sementara itu didalam mobil, tak ada satupun yang bertanya, bagaimana kronologis meninggalnya, atau jam berapa meninggalnya kakek Amira, mereka hanya fokus tentang cerita mereka dan keperginyanya ke Malasyia.
"Angga, jadi ke Malasyia"tanya mama Angga.
"jadi ma, pesawatnya jam 5.00 jadi Amira nginap dari rumah mama saja, biar dekat.
"Beliin, Rasyid mainan Malasyia ya om Angga. ;" ucap Anak Nova yang merengek, di pelukan Angga.
"Zyan yang saat itu sudah terbangun menengok ke belakang, namun Angga sama sekali tidak menyapa Zyan dala mobil malah fokus dengan keponakannya.
"itu yang di baju Rasyid hurufnya apa..? " sibuk menemani dan menjawab pertanyaan keponakannya, hal yang jarang dia lakukan saat diminta menjaga dan menemani Zyan.
"Ya Allah, kok bisa suami ku, muncul jiwa ayahnya dan penyayang kalau sama keponakannya, kalau sama anaknya, saat Zyan bertanya ini apa itu apa.. hanya di jawab sekedarnya ngak ada niat memberitahu apapun...
" Ya Allah, sadarkanlah suami ku! "ucap Amira yang sepanjang perjalanan merasa sangat tidak nyaman dan jadi pendengar ditengah keriwuhan keluarga tersebut yang merasa paling hebat.
Setelah menempuh 4 jam perjalanan, tepatnya jam 2 dini hari mereka sampai di depan rumah kakek Amira, yang saat itu semua pintu dan jendela masih terbuka karena keluarga memilih tidak tidur demi mengaji menemani jenazah almarhum yang baru besok pagi mau di makamkan.
" Setelah turun dari mobil, Amira langsung ke rumah dan menyalami orang tuanya dan yang hadir disana.
Begitupun dengan keluarga Angga yang turun dan duduk sebentar tidak kurang dari 15 menit kemudian pergi dan kembali ke mobilnya.
Seorang kakak dari mama Amira langsung berdiri begitu mendengar mereka akan berbalik.
"Enggak, menginap disini saja, sudah malam...? "
__ADS_1
Enggak, besok ini Angga mau pergi ke Malasya, jadi mau siap-siap dulu. "ujar mama Angaa sambil berjalan menuju mobil.
semua yang dirumah itu, heran dan kaget dan merasa aneh dengan sikap Angga dan keluarganya yang hanya duduk sebentar tanpa bertanya dan langsung balik.