
Amira mengucapkan syukur yang tiada henti.
"Alhamdulillah ya Allah, perjuangan selama 3 tahun ini tidak sia-sia dan kejujuran ini akhirnya membuahkan hasil,."
"Makasih ya Allah telah menguatkan Amira dengan cara yang benar! " ucap Amira dalam hati sembari memandang erat anaknya yang kini sedang asyik menikmati es krim.
"Zyan mau tambah? " tanya Amira.
"Iya...., "
"Habis makan ini, kita mau kemana lagi? " tanya Angga yang juga ikut bahagia dengan kelulusan Amira.
"Mmm, duitnya kan pas-pasan untuk satu minggu ini bang, cuman sisa Rp. 250.000, " jawab Amira.
"Abang, habis minta duit sama adik bang yang di Jakarta, bang bilang abang mau traktir buat ngerayain kelulusan Amira dan dia mengirimkan uang Rp. 500.000, ".
" Lumayanlah, buat makan-makan! "
"Amira ngak suka bang, itu namanya kita jadi parasit, Amira ngak bisa! " tegas Amira menolak sembari membersihkan bibir Zyan yang belepotan es krim.
"Dek, uang abang kan dipakai sama orang tua abang buat membeli mobil jadi, uang bulanankan tidak dikirm jadi bang minta ke adik abang yang juga kerja di Jakarta. "
"Jadi ini, juga duit abang, sekarang Amira mau kemana? "
"Hmmm, okelah, Amira mau apa ya, "? fikir Amira ssmbari menempelkan jari telunjuk di keningnya.
" Kita makan Bakso saja bang, ke Bakso Tulang Rusuk saja bang, kan ada wahana permainan anaknya..! "usul Amira
"Yuk sekarang saja, sudah lapar juga nich! " ajak Amira yang melihat jam di tangannya sudah pukul 11.30,
Hari itu, adalah harinya Amira, berbagai ucapan selamat menghampiri Amira.
"Selamat Ummi Zyan, barakallah ilmunya! " pesan dari ustad Tahfidz nya Zyan.
"Yee.. ummi Zyan hebat! " Zyan sayang ummi.....! "
"Ana Uhibbu Fillah" Ucap Zyan ynag begitu bahagia dan ikut merapikan salempang Magister Amira
Seminggu setelah Sidang, Amira sibuk mengantarkan Hasil revisiaanya.
"Alhamdulillah, selesai juga ya akhirnya Amira?"
"Selamaat ya, ibuk bangga, dari 8 orang yang lulus sidang tesis, Amira yang cara penulisan dan kedalaman analisis serta rangkaian kata-katanya yang paling membuat kami berdecak bangga "
"Makasih ibuk, semua ini karena bimbingan ibuk, " ucap Amira yang sedikit grogi karena dipuji.
"Amira, rencananya mau daftar kemana? "
"Mau ikut tes CPNS buk, "
"Hhm, 2 bulan lagi kan? "
"Iya buk, Amira mau mengambil yang formasi S1 saja dulu buk, soalnya kan Amira belum bisa mengambil ijazah.
" Iya, sukses ya Amira, ! "
"Dimana ibuk tanda tangannya,? "
"Disini buk,! "
"Oke, ibuk juga minta satu ya buat ibuk tesisnya yang sudah dijilid bagus-bagus! " pinta pembimbing Amira.
"Baik buk".
Setelah meminta tanda tangan pembimbing dua, Amira menitipkan tesisnya yang belum dijilid untuk minta tanda tangan penguji yang Alhamdulillah, pada hari itu hadir semua.
"Syukurlah bisa lebih cepat" Gumam Amira yang saat itu dalam perjalanannya pulang.
"Amira kemudian menghubungi pembimbing satu.
" Assalamu'alaikum buk, Amira sudah selesai revisinya buk, dan sudah membuat beberapa lembar pengesahan dan lainnya yang butuh tanda tangan ibuk, dimana Amira bisa menemui ibuk? "
"Temui saja ibuk dirumah, untuk 3 hari ini ibuk ngak kekampus,
" Buk share lock ya, sekitar sore-an saja kerumah ibuk...! "
"Baik buk,
Setelah membalas pesan tersebut Amira melirik Anga yang lagi santai memegang handphone dikamarnya.
" Bang, nanti sore temani Amira ya bang, buat kerumah Buk pembimbing satu Amira soalnya, rumah ibuk agak jauh dan Amira ngak yakin berani pergi sendiri sendiri,! "
"Iya.... iya.., ! jawab Angga sedikit keberatan.
" Makasih Abang"Ujar Amira yang merasakan satu kesulitannya sudah ter-atasi.
"Mmm, oke, pendaftaran sidang wisuda tinggal sebulan lagi, sarat wisuda yang belum clear tinggal satu, jurnal."
"Mmm, apa bisa jurnal Amira yang waktu S1 ya..! " pikir Amira.
__ADS_1
"Bang, kalau jurnal harus yang ter-update atau bagaimana bang?"
"Bisa ngak, Amira lampirkan bukti published jurnal Amira yang waktu S1 tahun 2018?
"Hmmm, rasa abang, harus yang terbaru! "
"Mmm, gitu ya...! "
Setelah mendapat jawaban Amira sibuk. mencarinya info jurnal tersebut di layar mini handphonenya.
" Oke, jurnalnya minimal SINTA, aku butuh yang publish November jika mau wisuda periode Desember ini."Gumam Amira memantapkan hatinya.
"Tapi, ini kebanyakan terbit maret, januari, Desember dan Juli. "
"Apa Amira coba tanya Elsa dulu ya..,? " Fikir Amira yang kemudian memutuskan untuk mengirim pesan.
Setelah bertanya, Amira menemukan titik terang.
"Oke, aku sudah dapat jurnalnya, dan Ini templatenya maksimal 11 halaman.
" Oke Amira, nanti kita pelajari, sekarang kita mandi, buat segera meluncur minta tanda tangan. " ujar Amira dengan senang hati
"Kita mau kemana Ummi? "
"Mau kerumah dosen pembimbing ummi sayang, Zyan mu kenalan sama pembimbing umi"
"Mau mi.? "
"Yuk, kita pakai baju lagi ya, sini Ummi rapikan rambutnya.! "
"Oh ya bang, nanti kita mampir di martabak bandung ya! "
"Pas pulang saja dek! "
"Amira mau membawanya sekalian kerumah ibuk bang, kan kita pergi kerumah, aneh saja kalau ngak membawa buah tangan".
" Amira pun juga sudah lulus Sidangnya, jadi bawa buah tangan pun tidak kena gratifikasi"
Tak berapa lama mereka pun berhenti di sebuah gerobak martabak bandung.
"Bang, rasa coklat jagungnya dua ya bang! " ucap Amira kepada sang penjual.
Tiba-tiba.
"Ummi.... ada boboboy.... " ucapZyan yang lagi melihat kearah jalan.
"Sebentar lagi, bonekanya sampai disini."
" Takut mi..! "jawab Zyan
" Ngak Apa sayang....! "
"Halo...... " ucap Zyan melambaikan tangan membalas lambaian tangan boneka boboboy.
Setelah mendapatkan pesanan, Amira pun segera pergi dengan membawa 2 bungkus martabak.
"Yuk, rumahnya kalau menurut google map, lewat disini bang...! "
"iya... ini, rumahnya bang, yang warna putih..! "
"Wah.. rumahnya besar sekali ummi, "
"Zyan mau rumah sebesar ini Ummi, Ucap Zyan yang mulai berlarian kesana kemari.
" Assalamu'alaikum buk, "....
" Waalaikumsalam, "
"Eh Amira, masuk;"
"Wah, anak ganteng siapa ini"
"Anak ganteng Ummi! " jawab Zyan reflek.
Yuk, Zyan saLam sama ibuk dan bapak! "
"" Ini pintar sepertinya...., anaknya terlihat pemberani, " iya pemberani sayang? "
"Iya, Zyan pemberani seperti muhammad Alfatih pak! " Jawab Zyan polos.
"Haha, kan bener tu tebakan bapak, tos kita dulu yuk!"
"kia lihat ikan yuk.. bapak ada aquarium besar..... "
Zyan pun pergi bersama suami ibuk tersebut, sedangkan Amira bercengkarama dengan ibuk.
"Amira nanti mau daftar kemana saja! "
"Rencananya, Amira mau daftar dikampung buk, kebetulan dikampung Amira ada kampus swasta yang mengajar studi manajemen. "
__ADS_1
"Mmm, dikampung ya, kenapa ngak di Padang?
" Hehe... coba saja dulu buk, rencananya nanti kalau sudah dapat ijazah mau dicoba juga.
"Alhamdulillah, semuanya tersusun dan terlaksana dengan baik hari ini. " Ucap Amira begitu kembali kerumah.
Selesai sholat magrib Amira mengajak Zyan main bersama.
"Oke, papa juga duduk disini ya, kita main cikgu,
" Sekarang kita bikin Game siapa cepat dia dapat, yang kalah boleh dicoret wajahnya, " Mau...?
" mau Ummi.... " jawab Zyan semangat.
"Oke..., hewan apa yang kakinya empat, makanannya daun, punya bulatan-bulatan kecoklatan ditubuhnya, dan lehernya panjang? "
"Ayoooo yang tau angkat tangan, dan tempelkan huruf awalnya dikulkas... ! "sorak Amira bersemangat!
" Zyan Ummi.... je....ra...pah...! "ucap Zyan bersemangat.
" Yes, 100 buat Zyan, Sekarang coba pencet huruf awalnya...!
"Ayok pa... kita tanding yang duluan ambil huruf nya! " Ajak Zyan yang menikmati permainan.
"Eits...sabar...sabar.... kesananya sambil jalan jongkok bilang "Allahuakbar ya.. " ucap Amira memberi instruksi.. m! "
"Allahu akbar... Allahuakbar....
"Ye inikan huruf , J" benarkan Zyan Ummi? "
.
"
"Ye..., Zyan pintar.... 100 buat Zyan, sini Ummi peluk Zyan.
"Sekarang serbu papa, kita coret wajahnya... ! "
" Zyan pun terlihat antusias melukis bebas diwajah Angga.
"Ngak boleh marah ya pa... harus komit.! " ucap. Zyan
"Amira tertawa geli, melihat gambar yang dilukis Zyan... "
"Hehe, Alhamdulillah, belajar sambil bermainnya sepertinya sukses, makaasih ya Allah! "gumam Amira dalam hati.
"Besok harinya, Amira yang sudah selesai dengan aktifitas rumah tangga mendapati Angga menelpon dipintu dapur dengan sedikit berbisik.
" Iya ma, tapi yang dulu-dulu saja jarang dibayar ma, nanti kedepannya bagaimana kehidupan kami ma? "
"Iya, Angga mengerti, tapi ini yang terakhir ma, harus jelas-jelas..
" Iya, Angga pegang sertifikat rumah tu, kalau kenapa-kenapa rumah iu milik Angga,!
"Iya, mama ke sinilah, kasih tahu juga Amira.
Perasaan Amira tiba-tiba menjadi gelisah.
Amira pun menghampiri Angga setelah dia selesai menelpon.
" Abang habis bahas Apa? " tanya Amira
"Begini dek, adik abang kan sudah 2 kali tes masuk Angkatan tanpa bantuan tapi belum lulus. "
"Dan rencananya yang ketiga ini mau coba lagi, karena ditahun ini jatah umur terakhirnya dan papa abang mau minta tolong.
" Maksudnya bang? "
"Iya, dia minta tolong buat menggadaikan SK lagi, soalnya butuh uang cepat, sementara kalau jual rumah lama"
"Terus apa jawaban abang? berapa lama"
"Dia butuh sekitar Rp. 250.000.000, jadi sekitar 10 tahun lagi tambahnya.
" Bang, Amira yang istri bang, dari awal pernikahan sampai sekarang 4 tahun pernikahan belum pernah menerima perbulan gaji utuh abang hanya sisa -sisa yang selalu berkekurangan, tapi Amira mencoba maklum kalau abang berniat untuk berbakti.
"Tapi kali ini, Amira ngak bisa Terima bang, abang pakai duit dari mana untuk Zyan sekolah nanti? "
"Selama ini orang tua abang juga tidak jujur, ngak pernah membayar uang yang dijanjikan nya perbulan.? ucap Amira sembari menahan sesak di dadanya.
"Tenang saja dek, kalau ngak dibayar rumah yang dijanjikan itu menjadi punya kita, sertifikatnya ada "
"Kenapa ngak rumah itu saja jual" adek ngak percaya sama keluarga abang, zholim abang ke kami bang! " janji bang itu gadai-gadai terkhir.
"Amira ngak setuju! "
"Terserah.....! "
"Pokoknya Abang tetap akan membantu orang tua Abang...! teriak Angga
__ADS_1