Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Kartu ATM


__ADS_3

Malam harinya Menjelang tidur, Angga sibuk menyimpan paspornya.


Abang mau kemana? "tanya Amira yang baru selesai membaca surat Al-Mulk.


Ini, rencananya jurusan Sistem Informasi mau kunjungan ke Malasyia dan semuanya harus ikut, " timpal Angga menjelaskan.


"Oooh.. bukannya abang ngak punya uang,? "


"Berapa hari disana bang?"


"Biayanya didanai kampus bang? " tanya Amira berkelanjutan sambil menaruh Alqurannya di rak buku


"Untuk biaya kecuali biaya pesawat ditanggung kampus."


"Untuk semntara abang pinjam duit teman dulu Rp. 5.000.000 dan pembayarannya setelah keluar honor pengabdian di bulan Juli depan. "'ucap Angga santai sambil mengambil selimut dan merebahkan badannya dikasur.


" Hmmm, kalau abang nggak ada uang, ngak usah dipaksakan pergi.! masak mau pergi saja berhutang" balas Amira.


"Ya..., kan semua pergi, masak abang saja yang ngak pergi." ucap Angga santai sambil memeluk bantal guling dan memebelakangi Amira.


" Abang,, berhutang dibolehkan untuk alasan yang sifatnya urgen, seperti menyambung hidup, untuk pengobatan."


"Sedangkan abang untuk traveling yang sifatnya ngak wajib, Amira kurang setuju! "protes Amita sembari berusaha menarik selimut Angga untuk melihat kepadanya.


" Pokoknya Abang mau pergi dan abang sudah mengurus paspornya."


"Itu keputusan abang tolong jangan di ulang-ulang lagi, abang ngak suka.. Nyinyia.. ! "Hardik Angga.


Amira yang merasa lelah, hanya bisa mengurut dada setiap kali kata yang tidak manis selalu dituangkan kepadanya tatkala beda pendapat.


" Ya Allah, kapan suami ku bisa lebih sabar, untuk persoalan kecil saja pakai urat terus.! "tutur Amira dalam hati sembari mencium Zyan yang diletakkan dipinggir kasur dekat dinding.


Besok harinya,


Ini adalah hari pertama bagi Amira untuk berprofesi sebagai ibu rumah tangga.


Setelah selesai dengan rutinitas harian Pagi, Amira meminta Angga untuk mengeluarkan motor.


" Bang, bangun bang, sholat shubuh,! "


"Habis tu, bantu keluarkan motor! " ujar Amira sembari menggoyangkan tubuh Angga yang sudah berulang kali dibangunkan namun belum beranjak dari kasurnya.


"Iya... jam berapa hari..? '" tanya Angga dengan suara seraknya.


"5.30"! " Cepatlah...


"Masih pagi, nanti saja keluarkan motornya? "


"Bang, abang pergi kekampus jam 7.15 kan? dan belum ada sambal, untuk menu makanan kita, kalau Amira siang kepasar siapa yang jagain Zyan..? "


"Jadi tolong kerjasamanya.! " Ucap Amira yang masih berusaha menahan Amarahnya sembari menarik lengan Angga.

__ADS_1


'Oke... sabar...Amira jangan teriak-teriak!" Ucap Angga sembari beranjak keluar dari kamar dan langsung mengeluarkan motor satu persatu.


Setelah motor tersebut berhasil keluar Amira menghidupkannya dan melajukan motor tersebut ke pasar bandar buat sementara Zyan masih tidur dengan mimpinya.


"Oke.."


"Sekarang setengah enam, berarti Amira punya waktu setengah jam saja untuk berbelanja dan setengah jam untuk memasak."


"Let' go Amira, "Ucap Amira menyemangati dirinya sendiri.


Tak Butuh waktu lama, Amira telah memarkirkan kendaraan dan langsung menaiki pasar Bandar Buat bagian atas untuk membeli ikan dan bumbu-bumbu lainnya.


Ini kali pertama Amira kepasar tanpa mamanya. Sejujurnya Amira tidak begitu paham dengan berbagai jenis ikan. Amira memilih membeli ikan kecil-kecil yang menjadi favoritenya karna kriuk ketika digoreng.


Selanjytnya, Amira memilih ikan besar yang sudah dipotong-potong kecil-kecil.


"Iko bara bali ikannya bang? ikan apo nanyo ko bang? ( ini berapa beli ikannya bang, apa nama ikannya?


" Ini ikan Sisik dek, yang besarnya, setengah


Rp. 35.000."Ucap sang penjual ikan yang sibuk memotong-motong ikannya.


"Oke saya ambil setengah bang? " ucap Amira tanpa menawar.


Amira pun berlalu membeli bumbu yang dirasa perlu dan langsung kembali ke parkiran dan melangkah pulang.


Sebelum sampai ke rumahnya Amira mampir di mesin ATM yang kebetulan ada didekat swalayan CITRA.


"Eh, ada bagus pula ini? '


"Ada ruang khusus, ukurannya pas dengan dompet saya. " Ujar Amira dalam hati dengan meletakkan dompetnya ditempat tersebut.


Setelah menarik sejumlah uang yang diperlukan Amira memasukkan uang tetsebut kedalam dompet dan langsung meningalkan mesin ATM tanpa menyadari kalau kartu ATMnya belum di ambil.


Amira sampai dirumah dan langsung memasak semuanya dengan sigap, berbekal kerajinan melihat mamanya memasak meskipun ini kali pertama baginya


"Abang, mau makan sekalian? "


"Tapi sayurnya belum masak, baru sambal.? " tanya Amira kepada Angga yang sudah siap dengan sepatunya.


"Sedikit saja dek, abang kuliah pagi, kalau ngak masukin saja ke kotak bekal. " ujar Angga.


"Amira pun, bersiap memasukkan makanan tersebut ke kotak bekal Angga.


" Amira memasukkan kotak bekal tersebut kedalam tas, sambil menyalami Angga dan mengantarnya kedepan pintu.


"Hati-hati ya bang.! " ucap Amira sambil melambaikan tangan dan segera bergegas kekamar menuju tempat Zyan.


"Assalamu'alaikum sayang ummi..!


"Bangun lagi ya," sudah jam 7.00 , mana pejuang subuh umi ni? " bisik Amira ditelinga Zyan sambil beberapa kali mencium keningnya dengan lembut.

__ADS_1


"Sayang,..... bangun... bangun..... "


"Asshalatu khairumm minannnaummmm... "


"lebih baik bangun dari pada tidur! " Ucap Amira sembari menggoyangkan kaki Zyan.


Amira terbiasa membangunkan Zyan seperti itu, supaya tidak kaget ketika bangunnya.


"Mmmmmmmaaahhhhhh, " Ucap Zyan sembari mengepalkan kedua tangannya keatas kepala dan meregangkan seluruh badannya.


"Anak soleh umi... coba cium dulu, wangi apa asem ya....! " ucap Amira sembari mengendus-ngendus pipi Zyan.


"Hehehe....., Umi.... " ucap Zyan sembari menahan tertawanya karena geligeli yang tinggal sebulan lagi genap usianya 2 tahun.


"Amira seharian menghabiskan waktu bersama Zyan, bermain bola, mendorong Zyan keluar dengan sepeda dan membaca buku.


" Ternyata, secapek dan semenyangkan itu menjadi full mom dalam membersamai anak, "Ucap Amira dalam hati.


" Umi Sayang Zyan Karena Allah Ta'Ala"Ucap Amira kepada Zyan sembari menempelkan tangannya ke dada Zyan dan mengangkat lengan Zyan keatas sebagai israyat Allah di atas.


Tak butuh waktu lama, Angga pulang dan langsung meminta kartu ATM.


"Dek, mana ATM abang, ?"


"Pak Dandi sudah mengrim uang yang abang pinjam kemaren, abang mau ke ATM mau cek sekalian mau TF besok ke nomor keuangan Kampus, ucap Angga tergesa-gesa yang sat itu langsung memasuki kamar tampa membuka sepatu.


" Iya.... sebentar... lepaskanlah sepatu Abang dulu, Amira ambil sebentar. "Ucap Amira sembari menuju ke kamar dan meninggalkan Zyan yang lagi bermain sepeda bersama anak tetangga lainnya.


" Eh.... .


"kok.. ngak ada dalam dompet..! "..


" Tapi.. tadi Amira ngambil duit dan rasanya telah memasukkan ke dompet.! 'Ucap Amira bergumam sambil menggigit jarinya karena mulai ketakutan...


"Kenapa Amira, mana kartu ATM abang, lama sekali.? " Ujar Angga yang mulai tak sabaran sambil sesekali mengunyah camilan keripik kacang yang diletakkan diruang tengah.


"Bang, Amira minta maaf, sepertinya Amira lupa menarik kembali kartu ATMnya setelah mengambil uang. " Ucap Amira dengan hati-hati, karena memang merasa bersalah.


"Apaaaa...? " teriak Angga yangg langsung berdiri dari tempat duduknya...


"Iya.. maaf bang, " Amira sekarang coba kesana mudah-mudahan ada diselamatkan sama karyawan Citra. "ucap Amira sembari berlalu menuju motor dan melajukan kendaraannya.


Setelah memarkirkan kendaraan, Amira langsung masuk ke meja kasir karyawan CiTRa.


" Assalamu'alaikum dek, maaf Akak nganggu."


"Tadi pagi kakak mengambil uang di ATM dan lupa menarik kartunya kembLi. Ada yang mengambil kartu ATM ngak, soalnya kakak lupa mengambilnya.? "Ucap Amira dengan sedikit gugup karena cemas.


" Sebentar ya kak, saya tanyain karyawan yang lain dulu! 'ucap karyawan tersebut sambil beranjak ketempat temannya.


"Maaf kak, saya telah menanyakan kasir disini, dan mencoba menelpon kasir shift pagi, tapi tidak ada yang menemukan...! " ucap kasir tersebut menjelaskan.

__ADS_1


"Ya Allah, kenapa saya seceroboh ini! ucap Amira membentaki dirinya dan ketakutan


__ADS_2