Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Perbedaan Pendapat


__ADS_3

"Diam mama...! "


"itu anak den.. "


..."Baa pangana paja e ko,?"...


...anak e manangih, baariak-ariak di tangah malam, rusak paja diberang-berangan!"...


" (bagaimana pemikiran Angga ini?


anaknya menangis, malah dimarahi di saat tengah malam, rusak anak jadiny!)jelas mama Amira dengan marahnya.


Mendengar hal tersebut, Angga bukannya tenang malah semakin marah dan mempertajam sorot matanya.


"Sudah,.... sudah,...! "


"Kesini sayang biar ummi gendong ya.... ?"


"Bobok di gendong maunya Zyan sayang? "ucap Amira kepada Zyan demi mencairkan susana yang sudah tegang.


Angga langsung ke kamar menyambung tidurnya, Sementara Ayah dan mama Amira, menemani Amira yang lagi menidurkan Zyan dalam gendongan di ruang tamu.


" Mama sama Ayah duluan saja, sebentar lagi Zyan juga tidur ."


"Ini matanya sudah satu watt .. iya kan Sayang...?" "Bobok kita lagi ya....? " ucap Amira kepada Zyan.


Malam itu, terasa panjang bagi Amira karena hampir setengahnya digunakan untuk menidurkan Zyan.


Besok harinya, Amira yang sebelumnya sudah janjian sama pembimbing Tesisnya untuk bimbingan tatap muka langsung, menemui pembimbingnya dikampus.


"Oke Amira, judulnya setelah dibuang variabel moderasinya jadi lebih cocok, ini pragafh atas sama pargahf ke dua belum terlihat runtut alurnya, ibuk coret disini saja ya....


..." Digital teknologi ibarat pisau bermata dua yang memberikan manfaat sekaligus ancaman jika penggunaannya tidak dibarengi dengan pemahaman. "...


"Nah, disini masukkan contoh dari segi fakta dan jurnal yang telah ada... "


"Oke.. untuk sementara fix kan ini dulu, bab 2 dan 3 juga dikerjakan.. tinggal sedikit lagi, .


" Berapa responden nya, ada cukup untuk sarat penggunaan data pakai SMART PLSnya?


"Iya buk, kemaren sudah Amira buka di PDDIKTI jumlah mahasiswa Akuntansi di seluruh universitas di Padang ini dan jumlah mahasiswa di masing-masing universitasnya khusus yang S1? ujar Amira menjelaskan.


" Hmmm, kenapa tidak semuanya, D3 dan S1? tanya ibuk pembimbing kepada Amira.


"Karena tidak semua universitas memiliki jurusan D3." Semntara Amira juga ingin meneliti apakah tingkat akreditasi Universitas dan Fakultas juga berpengaruh terhadap kesiapan Mahasiswanya."


"Jadinya, tidak seimbang kalau hanya sebagian kampus yang memiliki jurusan D3 Akuntansi karena datanya untuk D3nya tidak bisa di bandingkan.


" Oke, untuk sementara Alasan diterima,. "

__ADS_1


"Bagaimana cara penyebaran kuesionernya sama Amira, "?


"Tolong pertanyaan kuesionernya segera dicari. Amira sudah dapat, ibuk belum lihat? tolong segera dicari ya, ?!"


Supaya kalau seminar proposal fix diterima, Amira bisa langsung ngebut untuk mengumpulkan datanya."


"Iya buk, kemaren setiap variabel sudah dapat indikatornya, ada beberapa yang sudah dapat contoh pertanyaannya."


"Amira melihatnya di penelitian terdahulu dan ada yang belum, rencananya Amira mau buka rujukan di Scince Direct, Emeral Insight, sama google schoolar untuk referensi. "Ujar Amira.


"Oke, baik.. untuk hari ini.. bimbingannya cukup sampai disini.!"


"Perbaiki ini secepat mungkin... kalau bisa setiap minggu kita pertemuan.. karena yang online kemaren tidak efektif.


" Baik buk, jawab Amira segera Pamit undur diri.


Selang dirumah Amira langung disemprot berbagai pertanyaan?


"Bagaimana Amira, sudah Oke bab 2 sampai 3 nya? "


"Sedikit lagi ma, doakan saja bisa secepatnya tapi untuk semester ini Amira ngak terkejar wisuda."


"Amira harus nambah satu semesternya lagi ma".


" Iyaa... ngak apa sayang.. jangan menyerah! ucap mama dan Ayah Amira menyemangati.


Setelah bercengkrama dengan aamira, Ayah Amira memilih berdiri untuk membersihkan rumput di sekeliling rumah Amira.


"Iya..... ucap Amira yang masih duduk ditempat yang sama dengan mamanya, sementara Zyan asyik bermain sama anak tetangga yang punya kontrakan.


" Uni..... uni ....kesini. kejar Zyan...! " Ajak Zyan memanggil kawannya.


"Iya... saya.. butuh.. makan.. orang... " ujar Teman Zyan tersebut sembari menjulurkan semua rambutnya kedepan untuk menakut-nakuti Zyan.


Tidak berapa lama, Angga pulang di ikuti dengan kedatangan kedua orang tuanya.


"Masuk pa.. ma.... sudah sembuh? " tanya Amira dengan tulus meskipun dia tidak pernah mendapat perlakuan istimewa.


"Amira menghidangkan makanan yang seblumnya sempat dibelinya. Amira meletakkan roti tawar dengan selai coklat dan buah semangka lengkap dengan teh hangatnya.


" Begini Amira, kami sudah mendapat info ada perumahan subsidi, di atas daerah ini.. dekat Gadut,."


"Dimana kita bisa membeli tanahnya saja atau pesan bangun, type 36 subsidi, yang murah. DPnya hanya 80 Juta dan itu waktu pembayarannya 15 tahun dengan nyicil perbulannya Rp. 2 juta. " ujar Papa Angga.


"Menurut papa, Ambil lah itu, dia tinggal beberapa slot saja, dari pada kalian ngontrak terus. "


"Papa kenal orang yang menawarkannya, bisa kita lihat ke lokasi sekarang! ujar pap Angga


" Bagaimana dek, kita lihat sekarang? " tanya Angga yang terbawa suasana semangat orang tuanya.

__ADS_1


Melihat Angga yang begitu bersemangat, Amira pun berusaha untuk merespon pembicaraan nnya.


"Maaf, ma, pa, ... " sejujurnya, Amira juga tidak betah untuk mengontrak, .


"Amira dan bang Angga, juga sudah melihat perumahan Type 36 yang sama seperti yang papa maksud dan itu sangat kecil, ditambah uangnya Bang Angga juga belum sampai untuk DPnya.! ucap Amira


" Mudah itu, untuk DP nanti mama bantu, kita kontak juga Rio, adik Angga di Jakarta buat kirim bantuan.! jawab mama Angga seenak hatinya.


"Maaf ma, mungkin untuk DP bisa dicarikan, tapi perbulannya sebesar itu, ngak ada duitnya...


Mama kan tau, gaji bang Angga untuk 10 tahun kedepan sudah dipotong dan hanya menerima gaji bersih Rp. 800.000, perbulan.


dan mama juga tidak memberi satu juta seperti yang mama janjikan sewaktu meminta mobil ke bang Angga.


"Qadarullah," selama ini, uangnya bisa cukup karena ada project penelitian dan pengabdian, kalau itu saja untuk bayar kosan yang hanya Rp. 600,.000 saja susah.


" Iya.. kalau cicilannya, nanti pula yang dipikirkan, sekarangb


DPnya yang penting! "


"kalau ngak, gadai kan saja SK lagi, kan sudah jalan 5 tahun, sudah bisa diambil lagi uangnya tu? "


"Maaf mama dan Papa, Amira tidak mau ikut gadai-gadai, ngak berkah, Apalagi gadai untuk ambil rumah, ada akad jual-beli yang tidak terpenuhi yang jatuhnya malah riba, Amira ngak mau dan ngak suka gadai-gadai. " jawab Amira dengan kalimat titik tanpa ada ruang untuk berpendapat.


Mama sama Ayah Amira memilih untuk diam saja, mengingat Amira sudah menjawab semuanya dengan tepat.


"Tidak lama disana, akhirnya kedua orang tua Angga pulang, tanpa ingin menggendong Zyan atau mendekati Zyan.


Malam harinya, Keluarga Amira membahas perihal yang tadi.


" Angga, kalau menurut mama, bangun saja rumah di kampung Amira, bagaimanapun Angga bakalan pulang kampung dan menetap disana, .


"Rumah mama memang ada, tapi alangkah baiknya kita membuat rumah sendiri sebagai tanda hasil kerja kita. "


"Rumah mama bisa untuk cucu mamaa.


" Soalnya, uangnya Angga juga ngak sampai kemanapun kalau digunakan disini, buat beli mobil tidak cukup hanya Rp. 50.000.000,- buat beli rumah juga ngak sampai untuk DPnya, .


"Kalaupun bisa dicarikan DPnya, untuk bulanannya ngak ada, "


"kalau kalimat kedua orang tua Angga yang....


" Mudah itu, angsurannya, nanti pula dipikirkan"


"Itu ngak cocok dengan pendapat dan prinsip hidup kami."ujar mama Amira.


"Jadi, Amira ngak ingin melihat dan survey tanah tu? " tanya Angga.


"Enggak bang, abang ukur kemampuan diri abang untuk pembayaran berkelanjutan, belum ada sumber dana kan,? kalau gadai, gadai kemudian uangnya dipakai untuk membeli rumah, Amira tidak ikut, itu "RIBA" ujar Amira tegas.

__ADS_1


Malam itu, pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan, dan Angga memilih diam karena tidak ada yang seide dengannya.


Besok harinya, Amira sekeluarga balik kekampung, karena Zyan yang lagi aktif-aktifnya bermain, sementara di Padang anak-anaknya masih dibatasi untuk keluar karena masih takut Corona.


__ADS_2