Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Alih Status Jadi Dosen


__ADS_3

"Hmmmm,"


"Enggak usah membentak-bentak Angga"!


" Ngak ada gunanya Angga-mutar-mutar dan panik seperti itu, atau menelfon orang tua Angga,! "


"Ada peduli orang tua Angga selama ini ha...? "


"Kerumah sakit..?? malam begini?"


"Dengan apa Zyan ini dibawa..? " Pakai motor? "


"Untuk orang tua mati-matian, untuk anak sisa-sisa, Dholim namanya kayak begitu Angga....? "" ujar mama Amira yang berusaha menahan amarahnya namun terdengar pedas di telinga Angga.


"Apanya, yang dzholim sama mama,? "


"untuk makan cukup, ngak ada terlantar..?


Rumah ada kontrakan,?? jawab Angga.


" Sudah-sudah bang,! " jangan ribut Kita fokus ke Zyan dulu, cepat Ambil bunga lidah buayanya! perintah Amira untuk melerai situasi supaya tidak memanas.


Angga berlalu mengambil bunga lidah buaya, dan menyerahkannya.


Selesai mengoleskan lidah buaya dan Zyan berhenti menangis, Amira menyusukan Zyan sampai terlelap.


Malam itu, Zyan cukup gelisah sehingga Amira sering terbangun untuk menyusukannya.


Besok harinya, pada jambIstrahat makan siang Amira pulang.


Mama Amira sengaja membiarkan pintu terbuka.


"Zyan sayang, gimana lukanya, masih sakit?" tanya Amira sembari menyibakkan rambut yang menutupi tempat lukanya.


"kiit, kiit, ala... " ucap Zyan yang sudah mulai berbicara sedikit-sedikit di usianya yang memasuki satu tahun 2 bulan.


"Kasihan sayang ummi, ngak apa, sebentar lagi sembuh,,".


"Zhafran mau mkan bareng umi? "


"aAtau mau mimik dulu.... ?" tanya Amira yang masih tiduran disamping Zyan.


Setelah membuka penutup pakaiannya Amira melepaskan dahaga Zyan dan menyusui Zyan sampai kenyang setelah menghabiskan satu piring nasi dengan sambal udang kesukaannya.


Tiba-tiba mama Amira berujar setelah memasuki kamar.


" Amira,,, Sudah......., ngak usah bertahan dengan Anggga, !


"Terlalu bodoh menurut mama jadi lelaki....,"


" Anak terjatuh bukannya menenangkan anak, malah mondar-mandir panik tak jelas, kemudian telpon mamanya, emang mamanya bidan...? "


"Istri melahirkan, bukannya ditunggu dirumah sakit.. malah kerumah orang tuanya demi pergi bersama, padal dia punya motor, mamanya punya mobil, ngak ada dewasanya sama sekali. "


.


"Di depan mama, ngak ada merasa segan, langsung menghardik... "


"Pokoknya mama ngak ada rasa suka lagi sama Angga Amira."


"Engak ada tempat bergantung, tambah keluarganya yang terlalu ingin berkuasa atas anaknya..."!


" Sudahi aja, " tangkas mama Amira yang duduk disisi tempat tidur yang satunya lagi saat Zyan sudah kembali terlelap.


"Sabar ma..!", Amira belum berikhtiarkan doa yang sungguh-sungguh untuk bang Angga. "


"Nanti, kalau memang Amira sudah berusaha maksimal, sudah men do'akan namun tak ada perubahan, baru Amira memutuskan."

__ADS_1


"Untuk sekarang Amira belum berusaha menjadi istri yang baik atau mendoakan kesadaran buat bang Angga."


"Ya sudah Amira balik dulu ya ma,! " ucap Amira begitu selesai pembicaraannya.


Sementara itu, dikampus, Angga mendapat notice dan kabar dari teman sesama kampus bahwa TENDIK (Tenaga Kependidikan) bisa alih status jadi dosen.


"Iya bro, jadi sejak berlakunya PERMENDIKTI nomor 91 tahun 2017 pasal 4 ayat 1 " Semua PNS bisa alih status jadi dosen asal memenuhi sarat dan kualifikasi akademiknya.! "ucap dori teman Angga dikampus yang baru berhasil alih status.


"Apa aja syarat khususnya Dori..? " tanya Angga yang begitu semangat mendengarnya, .


"Kalau sarat umum sih, yang penting sehat jasmani, fisik, bebas NAPZA, tidak pernah dihukum penjara dan yang paling penting, sudah memenuhi kualifikasi akademik magister, terus sudah punya pengalaman mengajar selama 2 tahun yang dibuktikan dengan SK dan sudah jadi PNS minimal kurang lebih 5 tahun, itu aja sih bro.. ! "


.


""Gua ada tuh, pengalaman mengajar, rasanya pas 2 tahun, SKnya juga ada, gua coba daftar lah."


"Untung kemaren terima tawaran bapak di akuntansi untuk mengajar di solok.? ujar Angga yang lagi duduk santai dibarak bersama Dori.


" Eh... iya, gua lupa bilang, kalau lulus, remun kita sebagai staff PNS di hanguskan dan dihitung awal semenjak kelulusan jadi dosen mengikuti jenjang alur jabatan dosen." "Begitu bro, ucap Dori menutup pembicaraan dan menepuk pundak Angga.


"" Ya Sudah, kita balik kerja, ini sudah habis jam makan siangnya, dan thanks untuk informasi berharganya ya,.! ucap Angga.


Sore harinya Angga pulang dengan wajah yang berseri.


Baru sampai di teras rumah.


"Amira,...


Amira...... ke sinilah abang ada berita....! " ujar Angga memanggil Amira dengan langsung masuk kerumah tanpa membuka sepatu.


"Angga, bukalah sepatunya dulu, mama siap menyapu! " perintah mama Amira yang tidak suka dengan kebiasaan Angga yang menurutnya jorok dan tidak menghargai.


"Iya bang, ada apa, kenapa teriak-teriak begini?? tanya Amira yang baru keluar dari kamar mandi.


" Ada yang mau bang bahas, ! "


"Abang, kalau lapar makan aja dulu, mau diambilkan? " tawar Amira.


"Iyalah dek," jawab Angga yang seketika lapar setelah bau handbody Amira menusuk hidungnya membuat gairah dan laparnya meningkat.


Setelah memakai pakaian Amira duduk disamping Angga, sementara mama Amira mengajak Zyan jalan-jalan sore keliling kompleks.


"Begini dek, tadi abang dapat informasi dari teman, kalau abang memenuhi sarat untuk alih status jadi Dosen. "


"Namun tidak ada remun lagi, kalau lulus, menunggu 2 tahun dan sesuai kualifikasi jabatan dosen baru dapat tunjangan dosen yang besarnya sebesar gaji pokok dosen. "


"Bagaimana menurut adek,?"


"Apa boleh abang ikut daftar?"


"Tapi untuk uang bulanan tentu akan semakin berkurang, apa dek mengizinkan? " tanya Angga yang sangat berharap Amira menjawab iya.


"Mmmmmm, bagaimana ya bang? "


"Amira, ngak mungkin membatasi jenjang karir abang, apalagi ini juga bagian dari cita-cita abang sejak melanjutkan ke S2. "


"Namun, yang jadi pertimbangan bagi Amira, Bagaimana cara abang, memenuhi bulanan sampai abang dapat tunjangan dosen?"


"Sementara selama ini, sering numbok sama gaji Amira? "


"Sedangkan uang bulanan dari mama abang yang dijanjikan satu juta perbulan untuk mengganti gadai SK tidak pernah dikasih dari awal nikah sampai sekarang. "


"Enggak mungkinkan, Amira kerja untuk menghidupkan keluarga,? "


"Tujuan Amira, kerja, supaya ada simpanan dan bernilai lebih kehidupan kita, kalau hanya untuk makan, rasanya mubazir kita jadi sarjana dan kerja kantoran bang".


" Iya, soal yang itu, abang akan jelasin ke mama supaya janji membayar satu juta perbulannya bisa dipenuhi, abang rasa bisa itu, karena mama bang sudah berdagang lagi".

__ADS_1


"ya, sukurlah,!?


" Oh ya, kapan Apply berkasnya" tanya Amira sambil menyisir rambutnya,


"Rencana besok, berkasnya sudah abang kumpulkan dan scan semua." ujar Angga sambil beranjak dari tempat duduknya dan mencium kening Amira yang terlihat cantik menurutnya setelah rambutnya terurai.


"Mmmmm, mandi lagi bang! "


"keringatnya banyak! " ujar Amira setelah Angga iseng mencium pipinya juga.


"Iya.. iya, bentar lagi... masih capek..! " jawab Angga.


"Malam harinya, Angga hanya menggunakan celana boxer dan singlet.


" Abang, jangan cium Zyan ya, abang bau, belum mandi.! "ujar Amira mengingatkan.


" Mana bau ini, wangi, orang cuman duduk aja kerjanya diruangan ber AC. "jawab Angga tak mau kalah.


Besok harinya, rutinitas berjalan seperti biasa dan Amira juga menceritakan hal yang diceritakan Angga kemaren sama mamanya.


Mama Amira pun merespon dan bertanya ulang.


" Ooh, begitu? terus apa kata Angga caranya buat menutupin kekurangan uang bulanannya Amira,?


"Katanya, dia akan membuat dan ikut banyak penelitian, pengabdian".


Terus, karena cuman hadir di jam mengajar Angga katanya, akan cari project diluar dan menawarkan jasa progam" ujar Maira menjelaskan ke mamanya.


"Mm, yang terbaik ajalah buat kalian ya,! "


Amira pun berangkat kekampus


" Wah..... ini bagus kayaknya buat perkembangan Zyan,! ujar Amira yang sibuk scroll di instagram di tengah waktu luangnya.


"Hmm, mainan Hafisz Doll, bisa mengaji, bernyanyi, bercerita, rekam suara dan masih banyak fitur lainnya, kayaknya ini bagus untuk Zyan yang mulai hobi ngoceh.. "


"Tapi belinya lumayan, Rp. 1.500.000,-... aku tunggu awal bulan ajalah, aku keep saja dulu.! Ujar Amira, yang memasukkan satu list dalam daftar belanjanya..


" Sore harinya, Amira pulang dan bercengkarama bersama.


"Sudah selesai mengurus bahannya bang? kapan kita bisa tau lulus atau tidaknya""


"Mungkin ada sebulanan, doakan saja lulus ya dek, bosan abang diperintah-perintah melulu, tidak berkembang kalau cuman jadi pegawai saja".


"Kalau jadi dosen bisa keluar-keluar bikin project nambah penghasilan".


" Aamiin, semoga rezeki abang"ujar Amira.


"Oh ya, Abang, Amira mau beli mainan edukasi yang bagus buat Zyan, tapi harganya mahal, namanya boneka hafiz banyak kelebihannya" '


"Harganya sekitar 1,5jutaan.! "


"Haaaaa, mainan apa itu, mahalnya lagi, abang ngak ada budget untuk itu, ..!


"tapi ini bagus bang, " ujar Amira sambil melihatkan hasil screenshootnya.


"kalau mau pakai uang Amira sendiri! "


" kok begitu bang,?


Zyan kan juga Anak abang, ini bagus buat permbangan Zyan? "


"Pokoknya bang ngak bisa...".


"Hmmmm, kenapa suamiku begitu perhitungan kalau untuk kami? sementara untuk orang tuanya dan adiknya bahkan rela ngutang?"..


" Ya Allah......". lirih Amira.

__ADS_1


__ADS_2