Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Keputusan Angga


__ADS_3

Rasa kesal, kecewa, marah menyatu dihati Amira.


Masih pagi, Amira memilih pergi dari rumah dan mengendarai sepeda motor, kemudian memilih berhenti di sebuah Minimarket.


"Ya Allah, Amira ngak mau dibodohi kedua kalinya ya Allah?


" Amira merasa ngak berharga, pernikahan ini bertahan karena Amira yang bertahan, bukan keinginan berdua...", lirih Amira dalam hati, tanpa sadar bulir panas mengalir di pipi mulusnya.


..."Ya Allah, apakah ini sudah saatnya pernikahan ini berakhir ya Allah, benarkah pilihan Amira jika Amira memutuskan untuk berpisah ya Allah? " ...


Tiba-tiba hanadphone Amira berbunyi.


"Mama..?


" Angkat tidak ya....? "


"Assalamu'alaikum mama sayang...! " ucap Amira yang di buat-buat nada gembira.


"Ada sehat anak mama? "


"Alhamdulillah ada ma. "


" Oh ya Amira, Si Angga sudah 5 tahun kan tergadai SK nya? "


"Ada aman-aman saja kan? "


"Maksudnya ma?? "


"Iya, tahun kemaren kan adeknya mengajak untuk membeli mobil bareng, tahun ini aman kan, ? "


"Degh.......," jantung Amura terasa berdetak kencang


"Ya Allah, Amira harus jawab apa ya Allah? "


"Amira.....? Amira.


.?


" Eh iya ma,.. maaf ma..! "


"Kamu kenapa, kenapa banyak suara motor ada aman-aman saja kan? " tanya mama Amira khawatir.


"Amir lagi di Teras Mini market ma, "


" Mmm... aman.....aman....ma.! "jawab Amira ragu-ragu."


" Hmmm, Amira, tolong ceritakan saja, seperti ada yang ditutupi-tutupi.! "


"Apa Angga gadai lagi? "


Meski ragu, Amira tetap bercerita,


"Mmm, iya ma..! "


"Adiknya masuk angkatan, sudah 2 kali gagal. "


"Terus, ini jatah umurnya yang terakhir, mama Angga khawatir kalau ngak lolos nanti adik Angga tersebut bisa jadi gila,"


"Jadi dia butuh uang untuk uang pelicinnya! " jelas Angga dengan cepat-cepat


"Terus, apa pendapat Amira? "setuju? "


"Enggak ma",


"Nanti sore mamanya mau ke rumah, untuk meminta izin Amira dan Amira sudah bilang ke abang kalau Amira tidak setuju, tapi bang Angga bersikeras ma.! " jawab Amira sembari merasa bersalah karena bercerita ke orang tuanya.


"Hmm, apa...?? " sudah Amira, sudah,...!! "


"Ngak usah bertahan juga, pulang lagi, ajak Zyan, pisah saja, sampai mati keluarganya akan seperti itu, sampai mati si Angga akan seperti itu, mama ngak Terima Amira. "


"Apa yang membuat Amira bertahan,?"


"Apa Amira? " Mama ngak dihargai Amira, "


"Mama, sudah pernah tanya sama si Angga dan dia jawab itu yang terakhir, tapi apa? "

__ADS_1


"Kemaskan barang pulang lagi..! "


"Tapi ma......ma....ma....? " sergah Amira yang masih bimbang dan telpon langsung putus.


"Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan...? " hamba tidak tau, bertahan atau sudah? "


"Sama siapa, hamba harus bercerita? "" lirih Amira dalam hati...


"Astaghfirullah.. "


"Amira sudah satu jam disini, kasihan Zyan dirumah.....! " ujar Amira sembari memacu kendaraannya kembali kerumah.


Tak berapa lama...


"Ummi..... Ummi...... ! " Ucap Zyan dari dalam jendela.


"Sayang...! " Kok pagi-pagi mainnya dikasur...? " tanya Amira yang ikut menyembulkan kepalanya kedalam jendela.


"Iya mi.. papa ngak bukain pintu... dikunci. " jawab Zyan.


"Sayang..., " Ucap Amira mencium kening Zyan, sambil menitikkan Air mata.


"Ummi menangis? " tanya Zyan yang merasakan Air membasahi keningnya..


"Ngak sayang... " Air turun"Jawab Amira seenaknya.


"Pa.. pa.... sini... Ummi menangis... bujuk Ummi pa..! " teriak Zyan ke Angga.


Namun Angga hanya membisu.


Seharian Amira dan Angga diam tanpa menyapa.


"Sore menjelang lebih awal.


" Assalamu'alaikum.....! "


"Walaikumsalam..... " masuk rumah ma.. pa.... ! "jawab Angga yang begitu bersemangat dengan kedatangan orang tuanya.


" Amira pun ikut keluar menyalami dan mencium tangan mertuanya.


"Masuk ma..,! "


"Teh saja Amira.! "


"Ya Allah, ternyata susah untuk ikhlas menghormati mertua yang ngak menganggap keberadaan dan menyayangi kita ya Allah.! " Gumam Amira sembari mengaduk teh hangat.


"Ummi, Zyan main ya..! " Ucap Zyan yang merasa tidak nyaman dengan kedatangan ke dua orang tua Angga.


"Kesinilah dulu sama oma...,! " Bujuk mama Angga.


"Da Ummi...,! " ucap Zyan tanpa menjawab perkataan mama Angga.


Selepas kepergian Zyan orang tua Angga pun menyampaikan maksud kedatangannya.


"Begini Amira, tujuan kami kesini mau minta tolong.. "


"Angga sudah ceritakan Angga!? " tanya mama Angga sembari melirik ke arah Angga.


"Iya, mama ceritakan saja lagi ma! " ujar Angga.


"Adik Si Angga, Andi kan sudah 2 kali gagal tes, nah, ini yang ketiga ini terakhir umurnya bisa ikut".


" Kebetulan ada yang mau membantu sampai lulus katanya,"


"Sebenarnya, kami ada rumah buat dijual, " Tapi rumah kan lama prosesnya, sementara ini uangnya harus segera di setor! "


"Jadi mambana mama jo papa, ka Amira, supaya mengizinkan SK si Angga ini untuk digadaikan lagi? "


Amira hanya mendengar dan melihat dan membisu.


"Iya Dek..,"


"Abang juga sudah bertanya ke pihak bank, untuk bisa menarik Rp. 250.000.000,-, abang harus menggadaikan lagi SK bang selama 10 tahun lagi tambahnya, jadi total lamanya 15 tahun dengan sisa tahun yang sebelumnya.! " ujar Angga memperjelas.


Amira masih diam dan membisu.

__ADS_1


Papa Angga pun ikut berbicara,


"Amira ngak usah khwatir, ini kita hanya bertukar saja sementara".


" Amira boleh pegang sertifikat rumah ini, mau dijual, digadaikan atau apa terserah, untuk jaminan bagi Amira kalau kami tidak bayar silahkan ambil sertifikat rumah ini! " ujar papa Angga menegaskan.


Amira pun, memberanikan diri untuk menjawab, meski lidahnya saat itu terasa kelu.


"Maaf ma, pa, bang.....",


"Bukannya Amira tidak senang anak mama akan jadi angkatan tapi, 5 tahun yang lalu mama dan papa juga berjanji kan? " akan memberi 1 juta perbulan selama masa SK bang Angga di gadaikan?


"Tapi, pernah ngak mama dan papa berinisiatif setiap bulan untuk menepati janji? " tidak kan? "


"Itu pun, Amira minta bang Angga jemput dulu, dan sangat jarang dapat! "


"Amira tidak mempermasalahkan itu, karena Amira mengganggap mama juga kesulitan dan tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. "


"Tapi ma, pa, tau ngak? " selama 5 tahun itu, uang bang Angga jarang yang dikatakan cukup,"


" Bahkan saat Amira kerja, seringkali gaji Amira yang dipakai untuk menutupi kekurangan belanja bulanan"


"Dan setelah tidak bekerja pun, sering kali uang orang tua Amira yang dipakai. "


"Amira ngak meminta, dan Amira ngak menceritakan, tapi saat diajak sama mama untuk membeli sesuatu duitnya selalu ngak ada,"


"Sadar ngak, mama dan papa juga tidak menghargai orang tua Amira? "


"Orang tua Amira juga ingin melihat Amira bahagia, "


"Dan sekarang, mama mau ngulang lagi? "


"Janji sebelumnya saja belum ditepati,"


" Amira ngak percaya ma.! "Jawab Amira blak-blakan.


" Iya, maafin mama nak, yang kemaren-kemaren itu mama ngak menepati janji, "


"Kalau sekarang, mama tepati, kalau lulus adik Angga ini jadi angkatan dia yang akan melanjutkan untuk memberi perbulan ke Angga, dan adik si Angga yang cewek juga sudah kembali dapat kerja.!


" Iya Amira, ya....,"Bujuk mama Angga


"Mohon maaf sebelumnya ma, pa, Amira tidak bermaksud menggurui...


" Tapi Amira tadi sempat mencari tau tentang halal dan haramnya uang yang akan papa dan mama gunakan. "


"Setelah Amira baca banyak referensi dari ustadz, kesimpulan Amira uang pelicin itu haram, karena merusak hak orang lain. "


"Lagi pula, kalau tidak lulus, berarti bukan itu yang terbaik, ajarkan lah untuk menerima, ! "


"Kenapa harus berpikiran kalau tidak lulus dia jadi gila, "


"Maaf ini ma pa, kalau pun lulus uangnya tidak berkah, gajinya haram, tunjangan nya haram berdasarkan penjelasan dari Ustad ma pa, bukan Amira, jelas Amira dengan lugas..


"Dia bukan uang pelicin Amira, uang Administrasi, semuanya juga pakai itu, ! " jawab papa Angga tak mau kalah.


"Maaf pa, Amira ngak mau tertipu, "


"Itu hanya bahasa halus nya saja, yang namanya uang administrasi ada tertulis sedangkan ini tidak ada! "


"Tolong lah Nak Amira,! "rayu mama Angga


"Iya dek, abang ngak masalah, itu bukan urusan kita mau haram atau tidak, yang penting sekarang adek mau bantu atau tidak? " gertak Angga yang mulai panas.


"Amira tetap pada pendirian Amira, Amira berlepas diri dari persoalan ini, Amira sebagai menantu, sebagai kakak sudah mengingatkan tentang hukumnya


, .


" Jadi Amira setuju,! " ucap Mama Angga


"Amira diam memandangi gelas berisi teh yang airnya masih sama.


" Angga setuju ma, yang penting si Adik Angga bisa lulus, itu dukungan yang Angga bisa. "jawab Angga bangga.


" Makasih anak mama, makasih Amira! " kami pulang dulu! "ucap mama Amira sembari merangkul Amira.

__ADS_1


" Ya Allah, keluarga seperti apa ini ya Allah, lindungi Amira ya Allah, bantu Amira membuat keputusan ya Allah! "ujar Amira dalam rangkulan mama Angga,


" Pergi kesininya hanya formalitas, ya Allah, Amira harus apa ya Allah? "" Wajah sendu menghiasi Amira


__ADS_2