
Seharian ini, Amira hanya memikirkan kata-kata yang dilayangkan mertuanya.
Adik Amira pun menimpali.
"Terus uni mau minta maaf? "
"Rencananya iya.. kan anaknya masih suami uni...!
"Terserah uni sajalah, kalau Ardi ngak peduli, toh selama di Padang ngak ada juga guna mereka...
" Mmmmm, Amira hanya diam...
"Zyan saat itu, lagi sibuk berjoget kala ada musik battle dance diputar.
" Wow... keren.. gerakan Zyan... kayak gerakan music Jawacobs.... seperti gerakan robot patah-patah, umi Acungi jempol"ucap Amira.
Kemudian, Zyan memadukan gerakan tersebut dengan gerakan silat..
" Ha... ha.. ha. haha... "kedua tangan Zuan tekuk membentuk gerakan silat begitu pula kaki dengan kuda-kuda yang kuat dan dihentak-hentakkan maju mundur.
" 1,2,3,4,5,6,7,8,9, sepuluh......... h...., ucap Zyan mengembangkan ke 10 tangannya nya...
"Pintar nya, anak siapa ini...?
" Anak ummi,? "
" Kesini duduk dulu, kita makan jeruk dulu ya sayang...,! ".
Seusai menyuapi jeruk, Amira memencet nomor mertuanya kembali untuk menelpon.
"Assalamu'alaikum...., " ucap Amira.
"Telpon tersebut diangkat sama papa mertuanya, Namun seperti biasa tak ada jawaban, hanya diam dan mengarahkannya ke kasur rumah sakit.
Amira menahan egonya dan berujar.
"Assalamu'alaikum mama, bagaimana keadaannya, apa mama sudah sehat"??
" Sudah lumayan, tapi masih terdeteksi corona, jadi belum boleh bertemu banyak orang, masih dibatasi. "
" maaf ma, Amira ngak bisa kePadang ma, masih belum boleh, Amira kirim PARCEL buah saja ya ma, ?"
"Mama dikamar berapa dirumah sakitnya ma? "
"Ngak usah Amira, mama sudah banyak stock buah" timpal mama Angga.
"Iya ngak apa mama ini buah dari Zyan pula" jawab Amira tulus.
"Zyan, sayang, doakan omanya sembuh ya? "ucap Amira
"Cepat sembuh oma, "! ujar Zyan.
Amira pun menyudahi obrolannya setelah merasa cukup.
" Ngak papa mengalah, asal keadaan aman, bagaimanapun anaknya masih suami Amira dan dia ibu dari suami Amira, ngak mungkin Amira balas nada ketus orang tuanya dengan perlakuan yang sama.
"Zyan.... main yuk..... " Ucap Anak tetangga yang saat itu Zyan masih dalam rumah.
Zyan, yang begitu suka keramaian lngsung menghambur keluar dan bergabung dengan anak-anak tersebut yang bermain lempar lempar sandal dan petak umpet.
"Masih jam 10.00, biar lah Zyan main di luar dulu, Amira mengamatinya dari pintu saja biar Zyan berani.
" Mama Amira kemudian ikut nimbrung duduk disamping Amira,
"Amira, kemaren mama sudah tanya sama Pak Uyung tukang.
" Kalau tanah, disamping rumah mama, bisa untuk membangun rumah dengan panjangnya 12 meter, lebarnya 9 meter."
"Model rumahnya mau yang seperti apa Amira?"
"Cobalah searching biar bisa mudah menceritakannya sama Angga.
"Ya ma...., kmaren Amira sudah sempat melihat di google modelnya. "
"Amira suka rumah yang ada privasinya gitu ma, ruang tamu terpisah sama ruang keluarga begitupun ruang dapur."
"Jadi ketika ada orang atau tamu berdiri di depan pintu ngak langsung kelihatan semuanya, terus kamarnya tiga biar aman. "
__ADS_1
"Kalau sudah ada adikknya Zyan yang cewek nanti, Cat rumahnya warnanya putih semua tren kekinian dan ada ruang khusus sholat.
"ngak apa kecil yang penting ada ruang spesialnya. Karena, "kata Amira pernah dengar Ceramah ustad Adi hidayat ynag salah satunya membahas....
..."Rumah yang ada ruang khusus yang digunakan untuk aktivitas ibadah seperti: sholat, berdoa, mengaji, hanya untuk aktivitas ibadah saja maka itu di sebut mihrab, dan rumah ynag didalamnya dibangunkan mihrab khusus untuk. aktifitas ibadah maka doanya mudah dikabulkan Alllah"....
Amira juga mau dirumah amira ada ruang khusus.
" Iya.. iya.. Mama mau pergi kelaur dulu, mau bertanya-tanya kebapak Uyung, Kira-kira rumah yang luas seperti tadi butuh bahan berapa banyak, supaya bisa menghitung kebutuhan dana kita, biar ngak salah melangkah.
"Iya mama sayang....
" Tak terasa Amira sudah 4 bulan berada di kampung halamannya, selama 4 bulan tersebut, Amira Hanya berkomunikasi lewat telpon sama Angga.
Bulan puasa pun datang, Zyan yang saat itu masih 2 tahun sehingga Amira urung mengajaknya ke Mesjid.
Puasa pun berlalu begitu cepat.
Siang itu, Amira menerima telpon...
"Ha.. bang Nofri keuangan, tumben menelfon ada apa ini..?. " fikir Amira.
"Assalamu'alaikum, bang, apa kabarnya ada sehat? tanya Amira.
" Alhamdulillah, ada, Amira gimana, ada aman dikampung....?""
"Sudah lama tak jumpa dengan Angga tu, Ada kuat dia menahan ngak masuk tu.... hahhahahahah.... becanda, "ujar Bang Nofri.
" He... hee.., keadaan membuat kuat bang.! timpal Amira seadanya.
"Begini Amira, dari bulan Agustus sampai februari kan Amira masih bayar iuran rutin di keuangan.
"Biasanya sebelum lebaran kan kita beli-beli kue sama minuman buat kita konsumsi pribadi, jadi tahun ini Amira masih dapat bagian dari keuangan".
"Ada satu paket minuman cincau, satu paket minuman cola-cola, sama 1kg kacang selimut, kue bawang, kue cubit dan lainnya, ini mau dipaketkan ke Kampung atau gimana?
"Amira minta bang Angga untuk menjemput saja bang, soalnya kan bang Angga masih di Padang,
" Oke, letaknya seperti biasa ya Amira, diruangan kita, "
"Amira pun mengabari Angga, untuk segera menjemput nya...
Selanjutnya Amira, dikala malam hanya tidur sekitar 2jam, yakni jam 21.00-23.000 selebihnya Amira sholat tahajud dan mematut diri di depan laptop memperbaiki revisi dan berjuang untuk segera ACC bab satunya.
" Ya Allah, ini sudah Bulan juni, semester ini sudah hampir habis, dan Amira belumACC bab satu,? ".
"ini, keluar dari planing Amira,
" Uang Amira hanya 5 juta dan cincin yang Amira beli untuk tidak dijual sekarang harus Amira relakan, " ujar Amira sambil menyentuh lembut cincin 2 emasnya yang cantik dengan motif kotak kotak yang padat dan mengkilat karena level 1.
Besok harinya, Angga menelpon.
"Dek, abang sudah menjemputnya, paketnya dibawa kekampung semuanya?
" Aa.. ?"
"sudah ngak pembatasan lagi bang, sudah boleh keluar masuk?"
"Enggak, tapi abang mau pulang rencananya setelah magrib, kan pengawas lagi lengah, abnag juga mau lebaran sama Zyan.
" Iya, hati hati, makanan dan minuman itu, tinggalkan juga untuk keluarga abang disana, yang minuman ambil setengah lusin setiap jenisnya, sama makannya ambil satu bungkus yang kuran satu kg, soalnya disini Amira mau berbagi juga. "ucap Maira.
Besok harinya, Amira kembali bergadang menyelesaikan target yang dia buat.
Amira membuat secangkir cappucino untuk membuat matanya terjaga, dengan ditemani lantunan ayat alquran yang diputarnya dari speaker.
Malam harinya, Angga datang dengan motor revo bebeknya,.
"Saat itu hanya Amira dan Zyan yang dirumah, karena yang lain pergi sholat tarwih.
Amira kemudian membantu mengangkat barang-barang yang dibawa Zyan, .
Tak berapa lama mama Amira dan ayah Amira pulang dari sholat tarwih.
"Jam berapa sampai Angga? "
"Jam 22.00 tadi yah. "! ucap Angga.
__ADS_1
mereka kemudian memutuskan untuk istrahat,
Malam itu, Angga yang mendapati Zyan sudahn tertidur pulas, langsung memeluk erat tubuh Amira dan menciumi wajahnya.
"Abang kangen....... "ucap Angga yang kemudian diikuti dengan tangannnya yang bergerilya ingin melepaskan hasrat yang selama 4 bulan sudah ditahan.
Amira, hanya membalas dan bereaksi seperlunya, karena masih banyak tanda tanya dalam hatinya.
Namun Amira tetap berusaha memuaskan Angga karena merasa hal ini juga bagian dari kewajibannya sebagai istri.
"Besok hari, Ayah Amira, hanya bersih-bersih dirumah, dan menikmati waktubdengan keluarga, karena memang masih belum boleh ber-operasi untuk gojek seperti biasanya.
"Oh ya, Amira, kontrakan yang kita tempati yang punya rumahnya pulang dari Jakarta dan mau menempatinya lagi.
Kebetulan tetangga yang tempat biasa membeli goreng menawarkan rumahnya karena kebetulan lagi kosong...
"Apa pindah kesana saja?"
"Boleh... mana nomor uninya biar Amira telpon..
Setelah, menelpon dan mendapat kepastian.
" Setelah lebaran Amira meminta Angga untuk menjemputnya, karena ayah Amira akan ikut membantu memindahkan barang-barang.
Tepat dihari minggu Amira sekeluarga sudah berangkat ke Padang sekitar jam 3.00 dini hari dan sampai di Padang sekitar jam 6.30.
" Alhamdulillah...., kita sarapan dulu baru start memindahkan barang.
Sekitar pukul 9.00, aktifitas pindah kontrakan dilakukan dan selesai tepat jam 12.00.
"Kita makan lagi Amira, ?"
"Tadi sudah memasak nasi kan, ?"
"Untung kita bawa sambal rendang, jadi gak hilir mudik lagi cari sambalnya.
Amira kemudian mengisi nasi ke piring -piring dan mama Amira mengiriskan mentimun sebagai pengganti sayur sama meletakkan kerupuk sebagai pelengkap makanan.
" Alhamdulillah, ya, Allah mudahkan kita dapat kontrakan saat dibutuhkan. "ucap mama AMira..
" Iya, "kata Angga tanpa merasa malu.
" Semangat pula abang ini menjawab, seharusnya abang merasa malu sedikit, masak 4 tahun menikah sudah 4kali pula pindah kontrakanya. Seharusnya bangun rumah sendiri.
Angga tidak mengubris dan mengalihkan pembicaraan.
"Oh ya, mama Abang besok mau kesini, katanya ada rumah type 36 yang murah", ujar Angga semangat.
Amira memilih untuk tidak meresponnya.
Malam harinya, Zyan sangat rewel dan susah tidur, hampir semalaman Zyan menangis histeris.
" Amira pun menggendong Zyan dan membaca Ayat ayat sbelum tidur, Zyan pun tertidur di gendongan Amira dan Amira meletakan Zyan kedalam ayunan rotan.
Tepat tengah malam Yyan menangis....
"Oa..... oa....... oa......, "Astaghfirullah, Zyan sayang kenapa..? " ujar Amira berlari dan menenangkan kan zyan.
"Sayang, tenang ya, sini ummi gendong, ngak mau di ayunan ya? "
"Namun Zyan tetap menangis dan bersitegang....
Mama dan Ayah Amira juga ikut membujuk Zyan.
Mungkin Zyan capek dan belum terbiasa sama rumah ini Amira jadinya, susah tidur.
" Iyaa ma, mama istrahat saja sama ayah, biar Amira yang menenangkan.
Amira memasukkan Zyan kembali ke ayunan namun Zyan makin menangis
seketika Angga yang tadi tidur bangun, dan berjalan mendekat ke arah ayunan Zyan dan langsung menatap Zyan dengan tajam dan mengahrdik.
"Diam.... Diam.... Diam....., den Ka istrahat.. diam.... "teriak Angga tepat di depan Zyan sambil memukul rotan Ayunan Zyan.....
" Hei..... "Mama Amira spontan terbawa emosi melihat cucunya dihaardik.
.
__ADS_1