Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Amira Lupa


__ADS_3

Amira mengikuti saran yang diarahkan Pak Kasubag. Menemui Wakil Dekan 2, Wakil Dekan 1 , Wakil Dekan 3 dan Buk Dekan beserta teman-teman di staf Keuangan.


Di setiap Amira meminta izin untuk mengundurkan diri hampir kebanyakan dari orang-tersebut menyayangkan niat Amira.


Meski Amira tidak terlalu banyak bicara namun ia cukup rajin dan disiplin dalam menyelesaikan pekerjaannya.


"Kak, untuk file-file pekerjaannya sudah Amira susunkan sesuai nama folder kegiatan, Folder Tahun dan Folder Profilnya, insyaAllah mudah dipelajari kalau nanti ada yang menggantikan Amira."


" Amira Pamit ya Kak...?"Ucap Amira sambil saling merangkuk.


" Iya Amira,"


"Hhmmmm, sering-sering jugalah temui kami disini ya! ",


" Untuk honor pengelola keuangan yang bulan Januari Amira ada dapat juga itu, nanti kak transfer kalau SPJnya sudah naik. Sukses ya Amira! " Ucap kakak diruangan tersebut sambil merangkul Amira.


Entah Apa yang mereka pikirkan tentang niat Amira.


Amira berlalu menyerahkan kopian surat pengunduran diri ke bagian umum sekalian menanyakan kapan bisa diambil surat pengalaman kerjanya.


"Kak, Dora ini surat pengunduran diri Amira. "


"Untuk dapat surat pengalaman kerja biasanya butuh waktu berapa lama kak.? "


"Mungkin sebulanan, tergantung kesibukan Buk Dekan, kak kabari nanti kalau memang sudah siap dan bisa diambil. "!


" Oh ya Amira, apa ngak sayang mengundurkan diri?


"Apa Amira sudah dapat pekerjaan ditempat lain?


" Enggak kak, Amira mau fokus tesis saja dulu, sekalian Mama Amira juga sering pulang kampung karena kakek Amira sakit.


"Mmm, Mudah-mudahan ini jalan terbaik ya Amira.! "


"Iya Kakak,! " ucap Amira sembari bersalaman dan kemudian turun di lantai bawah ketempat parkiran biasa Amira.


Amira yang memang sudah mendapat lampu hijau dari dosen calon pembimbingnya untuk ditemui langsung memutar balik sepeda motornya menuju Fakultas Ekonomi Magister UNIRA.


Tak butuh waktu lama, Amira telah memasuki Gedung khusus untuk ruangan dosen, kebetulan Dosen yang mau Amira temui diberi ruangan khusus sebagai bentuk penghargaan karena pernah menjabat sebagai Dekan.


Sesampainya didepan pintu.


" Mmmmm, Sepertinya lagi ada tamu, tapi kalau menunggu disini saja takutnya bapaknya ada kegiatan habis ini...? "


"Apa ngak masalah kalau Amira ketok ya.? "ucap Amira dalam hati dengan sedikit bimbang.


" Baiklah, Amira coba saja.! "

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, " Ucap Amira dari balik pintu.


"Waalaikumsalam, " Siapa? " Silahkan Masuk! " Ujar Bapak tersebut dari dalam.


Setelah Amira membuka pintu, Amira mendapati ada mahasiswa lain yang lagi konsul bersama Bapak tersebut.


"" Silahkan duduk dulu ya! " ujar Prof. Mirda tersebut.


"Iya Pak"Ujar Amira sembari duduk di bangku yang memang disediakan untuk tamu.


" Okey, I'll give your recomendation for continue your study in Australia. I See your Skill, Your Academy Enough Good but, you must ready for different culture in there. Cause'd many student from Indonesia Have abstacle in adaptation with culture in there. So You Must Prepare your mentale for caourage."


Congratulation for You".


I"am So Happy with you! " Ucap Prof Mirda kepada mahasiswa yang saat ini meminta rekomendasinya untuk lanjut S2 di negeri Autralia.


Setelah Mahasiswa tersebut keluar, Amira langsung maju ke meja Prof Mirda mengikuti Instruksinya.


"Iya Ananda ada keperluan Apa? " Tanya Prof.Mirda tersebut.


"Sebelumnya, maaf menggangu dan makasih atas waktunya Pak. Saya Amira Ayunda mahasiswa Pasca Akuntansi yang saat ini lagi mengajukan judul tesis."


"Saya merasa penelitian saya ada kecocokan dengan bidang bapak. Kalau bapak tidak keberatan bolehkah saya minta tolong untuk melihatnya Pak? " ucap Amira dengan sopan sambil menyerahkan proposal tesis yang sebelumnya telah dicopy.


"Oke, " Ujar Prof Mirda sembari mulai melihat satu persatu isi dari setiap halaman proposal tesis yang dibuat oleh Amira.


" Kesiapan Pemerintah, Kesiapan, Mahasiswa Akuntansi, Kesiapan Akuntan Pendidik, Kesiapan Akuntan Non Pemerintahan terhadap digitalisaai dan society 5.0..! "


Untuk ini, pilih salah satu saja, karena terlalu luas dan umum, kurang fokus lama nanti.! "Ujar Prof Mirda.


" Sementara untuk penelitian terdahulu, masih beraneka ragam, belum satu arah dan satu kasus. kalau maunya digitalisasi objeknya apa? subject nya apa? "


"Fokusin dulu, nanti penelitian terdahulunya merujuk kesana."


"Nah setelah terkumpul minimal 10 jurnal dengan topik yang sama, dari sana muncul gap untuk penelitian berikutnya.


"Saya rasa, ananda pahami dan tentukan lagi fokusnya. "


"Untuk judul dan tema menarik karena cocok dengan fenomena saat ini, cuman fokuskan dulu.!" Ujar Prof Mirda memberi penjelasan dengan detail.


'Ngak Apa kan saya terbuka, dari pada annati habis seminar proposal obrak lagi.? " tanya Prof Mirda. iya ngak Masalah Pak


"Makasih banyak ya Pak! " berarti Amira perbaiki lagi fokus penelitian dan penelitian terdahulunya Pak,'? "


"Iya benar sekali, perbaiki dulu. "ucap Prof Mirda.


"Makasih banyak bapak, " Ucap Amira sembari menghaturkan kedua tangannya sebagai pengganti salaaman dan berlalu dari ruangan bapak tersebut.

__ADS_1


"Alhamdulillah, akhirnya dapat pencerahan dari bapak ujar Amira.


Tak Butuh waktu lama, Amira sampai di parkiran dan mulai melajukan motornya dijalanan.


Sebelum jauh mengendarai sepeda motor meninggalkan gerbang kampus UNIRA, Amira teringat sesuatu.


" Astaghfirullah, ya Allah... Amira kan belum menanyakan ke Prof. Mirda tentang kesediaan bapaknya jadi pembimbing utama Amira. "Ucap Amira setengah teriak sambil menepuk jidatnya dan menghentikan laju kendaraannya.


" Ya Allah, Aku balik saja, Mudah-mudahan Prof nya masih ada.! Amiin! ".lirih Amira dari atas motornya dan memacu kencang kendaraannya kembali ke Pasca Akuntansi UNIRA.


Setelah memarkirkan kendaraan,


" Amira harus cepat! " Mudah-mudahan Prof nya Masih di ruangan." Ujar Amira setengah berlari.


Sesampai diruangan tersebut, Amira mendapati lampu ruangan yang telah mati,.


"Yach, lampunya Mati..? " Berarti Prof nya sudah tidak diruangan.! Berarti Amira telat'"...


"Hmm, sudahlah minggu depan saja lagi, lebih baik Amira perbaiki saja setiap saran yang diajukan baru Amira temui, " lirih Amira menghibur diri.


Amira pun pulang dengan semangat gontai.. meski sudah bertemu Prof Mirda.


Sesampai di Kontrakan, Amira disambut dengan teriakan hangat dari Zyan.


"Ummi,.... ummi sayang...! " Teriak Zyan dengan pelafalan yang cukup jelas dikarenakan Amira yang tidak pernah ngomong cadel ke anaknya.


"Ummi, bawain makanan sayang.. mulai hari ini.. ummi bakalan lebih sering dengan Zyan..! " Zyan Senang?"


"Ye.. Asyikk. asyik.. " Ucap Zyan gembira sambil memutarkan badannya dengan melompat kegirangan dan bertepuk tangan.


"Amira kemudian menyalami Angga.


"Bagaimana, sudah bertemu dengan bapaknya?"


"Ada Oke?"


"Ada baik bapaknya? "" tanya Angga yang lagi duduk dikursi dengan pertanyaan bertubi_tubi.


"Alhamdulillah, sudah tapi Amira lupa menanyakan kesediaan bapaknya untuk jadi pembimbing tesis Amira."


"Apa itu artinya Amira sudah punya pembimbing tesis atau belum? tanya Amira polos.


" Ya belumlah, kan belum ada bukti tertulisnya buat dilaporkan kesekretariat! "Ucap Angga santai.


" Mmm, ya sudahlah, hari senin dicobaa saja lagi.


"Minggu ini jadwal Bapaknya hanya hari senin dan Kamis, jadi Amira tunggu sampai senin. " ucapnya sembari mengganti baju.

__ADS_1


__ADS_2