Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Ujian Kejujuran Amira


__ADS_3

"Sabar Amira, mari kita cek lagi datanya " ucap Amira sembari mencek ulang data yang masih outlier, .... " oke.. kita buang 3 lagi... berarti tersisa 368 sampel dan mari kita run.... "


"Oh... Astagfirullah, Amira sudah coba 16 kali percobaan dan 8 kali pembuangan data outlier, ngak mungkin kan Amira harus membuang lagi,, ?"


"Kalau begini terus Amira ngak akan bisa lanjut olah data... " bagaimana ini ya Allah? " gusar Amira.


Sementara itu, Angga yang sedang sibuk bermain dengan ponselnya berdiri mendekati Amira..


"Kenapa dek?


" Ini bang, data Amira ngak normal mulu, sudah coba ganti model, sudah coba hapus data outlier belum juga, sementara penguji menyarankan Amira harus menggunakan progam ini untuk olah datanya.


"Hmmmm, kasih saja lagi sama orang lain dek buat ngolah datanya dek, kan banyak tu jasa sedia olah data. " usul Angga


"Nggak lah, Amira ngak mau, pasti ada jalan keluarnya bg...


" Tapi ini tinggal 2 bulan setengah lho, dek.. abang ngak ada uang buat bayar lagi, yang itu terakhir..! gertak Angga


Ngak Apa bang, insayAllah Amira bakalan bisa, hari ini bang liburkan? jagain Zyan ya... Amira mau kePerpustakaan sebentar ada keperluan.


Oke jangan lama-lama! "


"Iya, palingan 2jam cuman... "Ucap Amira yang kemudian menutup laptop dan melihat jam sudah pukul 6, .


" Assalamu'alaikum Zyan sayang, bangun lagi yuk..., ! "


..."Dino menggingit, perut bayi raksasa...,...aduh aduh..! "ucap Amira sembari mnempelkan miniatur dinosaurus yang bertengger diperut Zyan.....


" Ampun ummi.... ampun dino jangan gigit... Zyan bangun ni....,


"Allahhhhhhuakbarrr.. " Ucap Zyan Sembari mengeliat kan badan..


"Pintar Anak ummi, mana doa bangun tidurnya? tanya Amira.


Zyan pun dengan semangat merapatkan tangan dan membaca doa bangun tidur.


" Good boy" yuk.. kita bersih-bersih...


Tepat jam 8 Amira telah selesai memandikan Zyan dan menemaninya makan...


Dada Sayang.. Asalammualaikum.....! "ucap Amira sembari melambaikan tangan dan melajukan kendaraannya.


Hanya butuh waktu 15 menit Amira telah memarkirkan kendaraannya tepat disisi perpustakan yang cukup teduh dengan pepohonan yang rindang.


" 181232021" "Oke bisa lewat,!"


ucap Amira ynag baru saja memasukkan nomor mahasiswaanya di laptop yang disediakan untuk pengunjung perpustakaan.


Amira memilih duduk di kursi ujung di depan meja yang cukup lebar untuk berdiskusi.


" Oke.. mari kita cari alternatif mengatasi data tidak normal."Ucap Amira sembari men-download beberapa ebook dan memahami setiap jurnal yang berhubungan dengan penelitian dan melihat tutorialnya di youtube.


" Oke..sepertinya aku harus beli ebook yang ini seepertinya lumayan lengkap.


"Amira mengirim chat angga untuk meminta izin membeli ebook tapi Angga menolak.


" Maaf dek, sekarang uangnya lagi pas-pasan, lain kali aja ya.. sabar ya...! Ucap Angga


"Mmmm, bagaimana ini ya Allah? "kalau Amira ngak membaca tentang AMOS lebih detail Amira pasti ngak akan mengerti dan penelitian ini akan terhenti, padahal Amira sudah berjuang 2,5 tahun, ! " ujar Amira dalam hati.


"Apa Amira pinjam saja sama Adik Amira ya? " Apa ini ngak merendahkan harga diri suami Amira? " nanti kalau adik Amira tanya apa bang Angga tak punya uang? " bagaimana Amira menjawabnya ya Allah"


Ditengah kegalauannya, Amira melihat ponselnya berbunyi dan

__ADS_1


"Assalamu'alaikum,, ada apa bang!? " ucap Amira mengangkat telponnya setelah melihat nama yang tertera di layar handphone tersebut.


"Adek kenapa lama... pulang... lagii.. pulang...! " Bentak Angga setengah berteriak.


"Kenapa Zyan nangis bang? " tanya Amira yang panik disuruh pulang padahal baru setengah jam di perpustakaan..


"Dia jatuh dari kursi, .. " Cepat pulang! "tegas Angga.


" Amira pun bergegas mencabut kabel laptopnya dan merapikannya kedalam tas.


Tak berapa lama Amira telah siap dengan helemnya dan kembali pulang dengan perasaan was_was.


"Kenapa Zyan bisa jatuh ya..!? " fikir Amira.


Assalamualaikum..! "Sapa Amira begitu mendapati rumah dan semua jendela kontraknya tertutup.


"Walaikumsalam...! " Ucap Angga sembari membuka pintu.


"Ummi.... " Isak Zyan sembari mengusap Air matanya.


"Sayang.. mana yang sakit? " tanya Amira sembari memeluk Zyan untuk mencoba menenangkan.


"Kepala ummi! " lirih Zyan sembari menuntun jemari Amira untuk meraba kepala belakangnya.


"Disini ummi...! "


"Ya Allah,,,Sayang..., yang sabar ya nak...! "


"Uummi pijit lembut ya sayang...?"


"Kenapa Zyan bisa jatuh bang? " ngak Abang perhatikan? "


"Abang lagi kerja dilaptop, Zyan naik dikursi abang dan dia merapat kearah belakang dan abang ngak sadar dia naik, jadi abang berdiri otomatis kursi terbalik kebelakang! "


"Kenapa Abang tidak mengajak Zyan untuk main bersama?"


"Bukannya bang libur? "


"Iya, tapi bang membuat power point buat bahan mengajar besok.


"Astaghfirullah..., bang, sebelum adek pergi adek sudah tanya dan kenapa tidak abang jelaskan!?"


"Ini namanya bang menyia-nyiakan Zyan, separah itu sampai anak dibelakang kita ngak sadar dan abang membentak Amira di telpon..


"Sudah.. sudah... diam lah...., urusan kamu tu ma.. , jagoain Anak. !" Bentak Angga sembari mengacungkan telunjuk ke Amira.


Amira hanya memilih diam kalau Angga sudah membentak takut Zyan akan melihat yang lebih buruk dari itu.


"Ayuk, sayang kita duduk keruangan belakang, sambil ummi pijit pelan ya..!


" Iya ummi, ummi jangan lama-lama perginya ya! "


"Papa sibuk dengan laptop ngak ada temani. Zyan.


"Iya.. Anak ummi kuatkan..?"


"Sebentar lagi sembuh, lain kali, sayang kalau mau naik, mau turun-mau pergi, harus bilang dulu !"


"Soalnya kan Zyan belum tau itu aman atau ngak.. " janji ya sayang, ngomong dulu baru bertindak ya..! "ucap Amira lembut sembari mengelus kepala Zyan dan mencium keningnya.


Malam harinya Amira, kembali menanyakan perihal dana untuk membeli ebook, namun jawaban Angga tetap Sama.


" Baiklah, kalau abang keberatan, Amira pinjam sama adik Amira ya, boleh bang? "

__ADS_1


"Iya boleh, pinjam saja nanti diganti kalau dananya lagi cukup.


Malam itu, setelah mendapat lampu hijau dari Angga dan adiknya Amira mendapat notif di emailnya tentang ebook yang dipesan sudah masuk.


Setelah tidur hanya 2 jam dari jam 21.00-23.00, Amira kembali terbangun dan mematut diri didepan laptop.


"Oke... berdasarkan petunjuk, Amira harus membuang data outlie dan Amira sudah melakukannya sebanyak 5 kali dan rasanya itu sudah maksimal dan terakhir teknik bootstrapping.


"... Mari kita run dan hasilnya........ " Amira mengamati model gambar yang keluar dari hasil yang di run


Boolen Stine Boitstap\=0.000


"Ya Allah, berdasarkan ebook ini kalau model bootstrapnya kurang dari p\=<0.005 artinya......


model ditolak. "


"Ya Allah, bagaimana ini? "


"Waktu tinggal 2 bulan lagi, kalau progam Amos gagal artinya Amira harus belajar progam baru lagi dan Amira harus meminta persetujuan pembimbing dulu, apa itu bisa ya Allah,? "


"Amira ngak mau bayar lagi,"


"Mmm, rasa gusar dihati Amira kian bertambah.


"Sabar Amira, duniamu belum kiamat, "gumam Amira dan kembali membaca ebook tersebut.


" Oke, alternatif selain Progam AMOS jika memakai SEM adalah SEM -PLS .


"Hmm, belajar program baru lagi dengan waktu yang seperti itu.? "


Sampai subuh, Amira masih memajangkan mata dilaayar laptop dan ketika mendengar adzan Amira bersegera membersihkan diri dan menuju tempat ternyaman untuk mengadu..


"Ya Allah, bantu Amira, berilah jalan keluar dari permasslaahan ini...


"Ya Allah, hamba percaya bahwa setelah ada kesulitan pasti Engkau beri kemudahan..


"


"Inna Maal Hari Yusro" (Al-insyrah ayat 5) Amira berulang kali mengulang kalimat tersebut..


Setelah selesai dengan ibadah dan aktifitas ibu rumah tangga Amira kembali memainkan jarnya di handphone, dan mengirimkan pesan ketempat dia membeli ebook?!


"Maaf Pak, izin bertanya, biasanya butuh berapa lama, waktu untuk memahami SEM -PlS dengan menggunakan SMART-PLS? " tanya Amira


Tak berapa lama, handphone Amira berbunyi.


"Assalamu'alaikum, coba tolong kirimkan datanya biar saya lihat tingkat kerumitannya, insyaAllah saya bissa dipercayai"


Amira yang saat itu lagi menemani Zyan dirumah tahfidz cukup ragu dan takut kalau datanya diambil Namun, Amira tetap mengirimkan data tersebut.


Setengah jam kemudian nomor tersebut kembali menelpon


"Hmm, maaf buk, data ibuk, variabelnya banyak dan Indikatornya juga banyak, ibuk berapa lama lagi adwal sidang terakhirnya? "


"Kurang lebih 2 bulan lagi pak"


"Oke, kalau ibuk pelajari mungkin akan lama, bagaimana kalau saya bantu buatkan olah datanya ibuk, nanti saya kasih juga analisisnya biar ibuk bisa menjawaab, biasanya kalau sama mahasiswa lain saya dibayar 5 juta.. "


"Maaf Pak, saya ngak punya uang segitu" ucap Amira reflek


"Ya sudah cukup bayar 2,5 juta saja, dan itu ibuk tinggal beres dengan analisisnya, bagiamanaa buk, mau?"


"Hmmm,, ya Allah... " Gumam Amira

__ADS_1


__ADS_2