Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Mertua Amira Sakit


__ADS_3

Malam itu, Amira mengerjakan tesis sambil mendorong ayunan, karena Zyan masih belum terbiasa tanpa mimik.


Pagi harinya, Amira memilih membantu mamanya menyuci pakaian sebelum Zyan bangun.


Tak butuh waktu lama, Amira telah selesai menyuci pakaiannya dan pakaian kedua orang tuanya.


Ketika selesai memasukkan kain ke mesin pengering, Amira mendengar suara Zyan memanggil.


"Umiiiiiii... ummi........, "?


" Iya sayang.... se..bentar...! "ucap Amira dari dalam kamar mandi.


Mama Amira pun spontan kekamar Amira dan menggendong Zyan..


" Mau umi..


"timpal Zyan, "


"Sini.. sini.. umi sudah siap... "ujar Amira smebari berlari ke kamar Zyan.


"Anak soleh umi ini, sudah baca doa bangun tidur kah..?


"Alhamdulillahilladzi Ahdanaa Ba'dama Ama Taana Wailaihinnnusur... "


"Suurrtrr......"ucap Zyan sembari merapatkan tangan ke wajahnya mengikuti gerakan Amira.


"Sekarang kita minum air hangat dulu ya sayang.."ucap Amira sembari mengambilkan air minum dan menyuapi Zyan.


" Enak boboknya di ayunan? "


"Enak... "


"Mau mimik, " ujar Zyan.


"Enggak boleh sayang, mimiknya umi harus istrahat lagi.


"Enggak ada air susunya lagi, karena Zyan sudah besar".


"Kalau lapar makan, ya sayang.. ! "


"Buah mau....?"


"Ini buah pokat enak... umi bikin pokat kocok ya... .? "


Amira mengisi hari-harinya dengan kegiatan full mom dan menyelesaikan tesisnya.


Selama satu bulan Amira tidur diluar dan bergadang demi mengayun Zyan dan menyelesaikan proposal tesisnya bab 1- 3 nya.


"Alhamdulillah, setelah satu bulan, ummi bisa tidur di kasur lagi,


"Hebat ya anak umi, sudah bisa tanpa mimik, "


"Horeee..., "


"Assalamu'alaikum papa Zyan....? "


"Ada sehat disana? "


Setiap hari selama dikampung Amira selalu mengirimi Angga pesan, pagi- siang dan malam, belum pernah sekalipun Angga yang duluan mengirim pesan atau nelpon.


"Hmm, coba satu hari ini Amira ngak mengirimkan pesan.. apakah dia bakalan nelpon? " ucap Amira dalam hati sembari meletakkan handphone kembali ketika hendak mengirim pesan seperti biasanya.


"Siang itu, tepat habis zuhur Amira memasukkan Zyan kembali kedalam ayunan karena Zyan memang sudah mengantuk.


Amira membaca zikir dan surat pendek sampai Zyan terlelap, kemudian melanjutkannya dengan menghidupkan speaker murotal alquran..


" Semoga jadi anak yang soleh ya sayang, ucap Amira dan kembali membuka laptopnya.


Selang setengah jam kemudian Amira sudah terhubung dengan kegiatan zoomnya.


"Alhamdulillah.. sinyalnya bagus, semoga lancar bimbingannya Amin, judulnya diterima... aamiin! "?

__ADS_1


" Oke.. Assalamu'alaikum, ananda semuanya, kita mulai saja ya,"


" Yang duluan bergabung ke Zoom tadi Amira Ayunda, jadi ibuk mulai bahas dari proposal tesis bagian Amira ya, !"


"Raisa tolong mendengarkan juga ya! ", karena ada beberapa poin yang ibuk tekankan sama nantinya.


"Baik, coba Amira lihat bagian judul dan buka tabel penelitian terdahulunya! "


"Baik buk, sudah Amira buka filenya" ucap Amira sembari membuka laptop dan membuka filenya.


"Oke,...


"Untuk variabel X dan Y, data pendukung dan penelitian terdahulunya cukup kuat untuk dijadikan alasan gap risetnya tapi untuk variabel yang dijadikan variable moderator kurang sesuai. "


"Saran ibuk, cari variabel lain untuk pengganti variabel moderatornya atau hapus saja! "


" Iya ibuk, sebelumnya pembimbing satunya, minta pakai variabel moderating buk, "jelas Amira


" Iya, tapi ini tidak sesuai"


"Kemudian, untuk metode penelitian alasan penggunaannya masih umum, coba lihat kesesuaian nya dengan kelengkapan datanya. "


"Dan untuk latar belakang dari segi bahasa sudah ibuk tandai, banyak yang tidak runtut dan tidak berkesinambungna namun dari segi fenomena sudah kuat".


" Tolong diperbaiki itu terlebih dahulu ya! "


"Kalau sudah, kirim filenya kembali sama buk!."


"Kalau pembimbimbing satu apa katanya?"


"Kalau kata buk Mirda, setiap babnya kalau sudah fix sama ibuk Reti baru sama Buk Mirda! jelas Amira.


" Hmmm, ada-ada saja ibuknya ya,?"


"Ya sudah Amira ibuk nanti ibuk jadi curhat, ! timpai ibuk tersebut sembari mengizinkan Amira untuk left dari Zoom. .


Tepat selesai bimbingan Zyan pun bangun,


"Alhamdulillah, Zyan benar-benar anak soleh umi ya? "


Amira kemudian membersihkan Zyan dan mengajaknya main keluar,.


Seharian, Amira benar-benar mendapatkan jawaban atas keraguannya.


Apakah Angga suaminya akan merindukannya atau tidak.


"Ya, Amira tidak perlu berharap, memang itulah kepribadiannya.


"Sabar ya sayang," ucap Amira kepada Zyan yang malam itu agak gelisah karena seharian tidak komunikasi sama papanya.


Besok harinya setelah sarapan pagi, mama Amira, ayah Amira duduk santai sambil ngobrol-ngobrol.


"Amira uangnya sudah ada berapa?" tanya mama Amira.


"Kalau sudah ada sekitar seratus juta, menurut mama lebih baik mulai saja bangun rumahnya disamping rumah mama ini!"


"Dari pada uangnya ngak sampai kemanapun.


" Uangnya, Alhamdulillah Ada kisaran segitu ma,"


" iya,....ya ma,


"Dari pada uangnya nanti diminta keluarga Angga,


lebih baik kita buatkan kerumah,


tapii belum ada tambahannya ma, ? tanya Amira,


Aman itu, nanti mama bantu carikan jalannya, yang penting coba tanyakan sama Angga dulu apa dia setuju bangun rumah disini.


'Iya mamaa sayang",

__ADS_1


"mi.. main mi...? ajak Zyan begitu selesai sarapan dan hendak main mobil-mobilan diluar.


"iya sayang, "


"Hari itu, Amira memutuskan untuk rutin menyakan kabar Angga, mengingat dia yang masih berstatus sebagai istri.


" Ya Allah, mampukanlah hamba untuk meredam ego, sadarkan jugalah suami hamba ya Allah...


Amira tak sengaja melihat status whatss up, Angga yang menvideokan mamanya dirumah sakit.


"Hmmm, kenapa ya...ya Allah, hati ku sulit mempercayai kalau mamanya sakit, rasanya hanya dramanya saja untuk membuat suami ku sibuk memikirkannya,


" Ampunkanlah ya Allah jika ini suudzon hamba".


Sehari ini, Amira membiarkan tanpa bertanya.


" Ah, ngak boleh seperi ini, Aku ngak boleh egois"


"Walau bagaimanapun dia adalah orang tua suami ku,


"Assalamu'alaikum papa Zyan, mama sakit ya?


" Iya... sudah 3 hari sakit, mama kena virus corona jadi diungsikan dirumah sakit...


"


hmmm, maaf ya bang, adek baru tanya sekarang, semoga cepat sembuh.


"oh ya bang, adek belum bisa kePadang karena masih ada pembatasan,"


"Apa adek kirim buah saja ya, yang pakai parcel? ",


"Nanti bang tanya mama ya"


"ngak usah bang, adek minta nomor mamaa saja! ",


'ini nomornya sudah bang kirimkan dek,


"baik bang, " ucap Amira kemudian..


sejenak Amira langsung menelpon nomor tersebut.


"Halo assalamu'alaikum... ".....


" Assalamualaikum.....


"ucap Amira begitu melihat videonya hidup namun tak ada jawaban.


Seketika video tersebut diarahkan ke dinding rumah dan tampak papanya Angga sedang menyalin air yang baru masak.


" Pa.. bagaimana keadaan mama pa"?


"lai tau jo mintunyo, anaknya bapakai, ko mama alah 3hari dirumah sakik... indak batelpon.. indak batanyo kaba... (Ada ingat sama mertua, anaknya dipakai, tapi mamanya sakit sudah tiga hari tidak ada ditanyain kabarnya,


" Menantu macam apa ini? "ha....? gertak papa Angga dengan melihat sekilas dan mengarahkan wajahnya ketempat lain dan mematikan telponnya.


" Amira terkejut begitu telponnya mati tiba-tiba.


Amira yang menelpon sendirian, bertambah terkejut ketika mama Amira dan Zyan sudah balik dari rumah sepupu mama.


Kenapa wajahnya tegang begitu Amira? tanya mama Amira


"Iya ma, mamanya Angga sakit sudah tiga hari, dan ini Amira baru selesai menelpon,


terus papanya Angga marah, karena kecewa, sudah tiga hari baru ditelpon,


Amira jawab ngak punya nomornya,.


terus dia makin marah dan mematikan telponnya.


" Biar sajalah, orang egois.. "ucap Amma Amira.

__ADS_1


Amira terdiam dengan seribu penafsiran dihatinya.


" Ya Allah, bagaimana ini.?


__ADS_2