
Menahan semua kepedihan dan kekesalan dalam hati sudah menjadi santapan Amira selama menjalani hubungan pernikahan dengan Angga.
"Fokus.. fokus..., Amira ingat pengorbanan kedua orang tua mu Amira...! "ujar Amira dalam hati agar tidak larut dalam permasalahan yang rata-rata bersumber dari jiwa kekanak-kanakan suaminya.
Tepat Dihari berikutnya, Amira menjalani sidang proposal tesisnya secara online.
" Coba Anda jelaskan apa urgensinya anda memakai metode SEM-PLS? tutur ketua penguji sidang Amira.
"Baiklah, menurut pemahaman saya urgensinya dikarenakan jumlah responden penelitian saya banyak dan SEM-PlS tidak membutuhkan data ber-distribusi normal.... " jawab Amira terbata....
"Darimana Anda tahu kalau data penelitian Anda tidak ber-distribusi normal?" mengada-ngada anda ini? Anda saja belum melakukan penelitian? "
"Maaf Pak, berdasarkan riset dari... "
"Apa anda ini.. anda mau sidang.. tapi tidak memahami isi penelitian anda, bukan anda yang membuat ya...? " gertak sang penguji.
Amira yang merasa tersudutkan dan tidak Terima berusaha mengatur emosi dan menjawab seadanya.
" Maaf Pak, hal ini berdasarkan yang saya kutip dari Penelitian Alghozali... "
"Oke.. sekarang coba jelaskan perbedaan variable eksogen dan endogend dan jelaskan apa itu variable laten? tanya penguji berikutnya.
Amira yang sebelum sidang hanya menitik beratkan pemahaman pada latar belakang penelitian terdahulu dan jenis variable merasa terkejut dengan pertanyaan penguji...
" Variabel eksogen itu.. variable bebas dan variabel endogen terikat kalau variabel laten.....
"ujar Amira setengah berpikir...
" Sudah.. cukupkan saja sidangnya buk... ngak siap dia ini.. asal jawab saja..., saya lebih menghargai yang tidak tau dan mengakui dari pada mengarang... "serah ketua penguji menghentikan sidang.
" jleb"
jantung Amira merasa berhenti disebut mengarang padahal sudah berusaha untuk mengingatnya.
"Oke ananda kita keluarkan dari zoomnya dulu.. nanti kalau sudah selesai hasilnya kami panggil, kembali! " tutur ketua penguji sidang dan segera log out Amira dari ruang zoom.
"Bagaimana ini..? ujar Amira dalam hatinya..
" Aada Aman? tanya Adik sepupu Amira
Amira yang tegang menunggu hasil sidang hanya menjawab seadanya.
Tak lama, Amira dipanggil...
"Baik.. setelah kami rapatkan
......, Ananda diharuskan mengganti kembali variabel nya dan metode penelitiannya sebaiknya pakai Amos , dan rekaman sidan ini tolong diminta smaa pembimbingnya, tolong anda perhatikan kembali yang saya highligt..?!"
"Jadi judul anda diterima dengan variabelnya disesuaikann..! ujar penguji dengan sangat tegas.
"Alhamdulillah..., setidaknya judul aku diterima, tapi variabelnya ada yang diganti... "
"Ya Allah, kuatkanlah dan mudahkanlah ya Allah" ucap Amira dalam hati dan merapikan laptopnya.
Telpon Amira pun berbunyi....
"Papa Zyan... . ..? " Angkat tidak ya"ujar Amira
Amira memilih untuk tidak mengangkat handphonenya dan mengajak Zyan bermain.
"Sayang umi pintar ya... bobok pas sidang eh.. bangun pas umi sudah siap sidangnya...., pengertian ya anak ummi.. " Ujar Amira sembari mencium pipi kanan dan kiri Zyan serta mencium kening Zyan.
"Bagaimana sidangnya Amira? lulus"? tanya Mama Amira yang menyusul Amira kedalam kamar...
" Lulus ma.. tapi ada yang harus diperbaiki.... "Ujar Amira sembari membuka baju Zyan untuk bersiap memandikan Zyan karena sudah menjelang Ashar..
__ADS_1
Tanpa Amira sadari ternyata Ponsel Amira telah berdering sebanyak 3 kali.
Setelah memakaikan baju Zyan Amira mengambil handphonenya.
" Astaghfirullah, buk Mirda sudah menelpon 3 kali.
"Amira pun langsung menghubungi kembali...
" Ya Alllah.. angkat buk... "Ya Allah kenapa tadi tidak terangkat... " fikir Amira
"Aduh sakit.... " ujar Amira yang tanpa sadar menggigiy jarinya karena panik
"Ya Allah, aku kirimkan pesan WA Saja....
" Assalamu'alaikum buk, maaf buk, Amira tadi tidak tau handphonenya berbunyi, ibuk, "?
" Amira bisa nelpon ulang buk.."
"Maaf Amira tadi mengecewakan. ibuk...
Amira mengakhiri pesannya dan mengirimkan dengan menambahkan emoticon kedua tangan yang dirapatkan.
Malam harinya, Amira mencek kembali pesan yang dikirimkan ke ibuk pembimbingnya, namun belum ada juga balasan.
" Ya Allah bagaimana ini, Ujar Amira.
Ditengah risau hati, handphone Amira kembali berbunyi..
"Papa.. Zyan.. , Angkat saja, gumam Amira dalam hati...
" Assalamu'alaikum.., bagaimana dek, ada diterima proposalnya, bisa dilanjutkan???? "
"Mmm, Amira lulus bang, judulnya diterima tapi beberapa variabelnya ada yang diganti dan harus dikonsultasikan lagi sama pembimbingnya untuk pilihan variabelnya, "
" Ya sudah, ngak apa yang penting ngak ngulang sidang proposal tesis lagi, itu artinya adek lulus dengan perbaikan mendasar, ngak apa.. semangat ya....? "ujar Angga dari sebrang telpon.
" Iya bang, Amira juga tadi ditegur asal jawab padahal Amira berusaha mengingat-ngingatnya..? "
"Iya, lain kali, kalau tidak pasti jawabannnya jawab saja belum dipelajari atau belum digali lebih dalam atau menurut pemahaman saya, begitu jawabnya.. ! ujar Angga yang serius menasehati.
"Iya bang.... " ini Amira masih menunggu balasan dari pembimbing Amira... "soalnya pas ibuk menelpon Amira ngak Angkat.... "
"Ya sudah.. jangan dijadikan beban, mungkin ibuknya belum lihat handphonenya. "
".. Iya sudah istirahat lagi ya...! "
" Iya bang"ujar Amira sembari meng-akhiri telponnya.
"Amira kemudian mendorong Ayunan Zyan kembali.
Ketika Amira hendak membuat status, sebuah pesan masuk.
" Alhamdulillah.. ibuk balas... , "ucap Amira dan langung membuka pesannya.
" Astaghfirullah... ibuk bilang besok bimbingan jam 9.00 pagi..., Amira harus berangkat.. kalau naik travel. .. bisa-bisa telat... apalagi klau naik bus...
"Apa adik Amira bisa ya..?."
"Mudah-mudahan adik belum tidur"ujar Amira dan segera melangkah kekamar adiknya dikamar belakang.
"Assalamu'alaikum.. dik.... sudah tidur.?? " ujar Amira sembari mengetuk pintu kamar yang sudah tertutup.
"Waalaikumsalam.... iya.. uni.. belum" ujar suara dari dalam kamar.
Tak berapa lama pintu pun terbuka... ,
__ADS_1
"Begini dek, Unikan siap bimbingan kemaren dan barusan jam 10.00 malam ini ibuk pembimbing uni balas WA uni, katanya besok bimbingan jam 9.00 pagi..,"
" Ada bisa adik mengantar Uni ke Padang.. jam 4.00 subuh kita berangkat, biar sampainya jam 8, atau paling telatnya setelah sholat subuh langsung go..... bisa ya dik... please...? "
"Iya.. iya..., jam 5. 00 subuh ya....,! "
"Uni.. tidur lah lagi..! ujar Adik Amira.
" Adik tidur jugalah lagi, jangan begadang juga... kalau ngak mau tidur, putar saja ayat-ayat alquran di handphone itu.. nanti mengantuk aja lagi tu.. "ucap Amira dan kembali melangkah kekamar mendekati Zyan.
" Sayang, besok umi berangkat subuh... subuh bangunnya ya... biar Kita ketemu, Zyan bangun subuh ya.. "Ucap Amira kepada Zyan dan Akhirnya terlelap..
Besok harinya, Amira sudah ready dengan jaacket tebalnya dan membawa hasil prin ount proposal tesisnya.
Amira pun segera bersalim sama kedua orang tuanya..
" Kami berangkat ma.. titip Zyan... Assalamualaikum.. doakan ketemu solusinya... "ucap Amira sembari merapikan pakaiannya dan memegang tas adiknya, supaya lebih aman..
" Pegang yang erat kak.. kita lari 80 km per jam saja.. kalau sudah siang capek diatas motor, .
Tepat jam Setengah 9 mereka telah sampai di Pasar Baru.
"Kita sarapan dulu dek" ujar Amira sembari menunjuk tempat sarapan pagi
"
"Baik Uni" ucap Adik Amira yang juga merasa perutnya sudah keroncongan.....
Adik kalau capek, istrahatlah di rumah Uni dulu, Uni juga punya kunci cadangannya, kalau mau menunggu, boleh juga, ada Pustaka dan mesjid dekat ruangan sini yanng nyaman untuk istrahat...
"Adik pulang saja kak.. mau selonjoran puas... ! " ucap Adik Amira
" Yup Adik... "
Amira pun berjalan memasuki ruang pasca sarjana
"Kak Amira.... ""
"Eh... selin" sudah lama sampai nya...?
Belum...
"Ibuk sudah datang.... tanya Amira...
" Tak berapa lama dosen yang ditunggu pun menampakkan diri.
"Itu ibuknya, syukurlah cuman kita berdua yang menunggu ibuknya...
" 15 menit lagi kita bimbingannya ya.. ibuk diruang baca nanti menyusul.. "ujar ibuk tersebut sambil lewat didepan Amira dan Selin yang sama-sama anak bimbingannya.
" Amira segera mengeluarkan proposal tesis yang dibawanya begitu juga selin yang ikut meletakkkannya di atas meja.
"Oke.. Amira selin.. maaf ibuk telat setengah jam ya.. "!...
"Oke... untuk kasus Amira, ibuk sudah dapat rekaman sidangnya, silahkan di higlight point-point untuk diperbaiki, dan untuk selin juga begitu..
"kemudian, masalah variabel yang diganti... ini.. panjang sebenarnya Amira.. kalau ganti variabel eksogen... berarti Amira riset lagi penelitian terdahulu dan kesesuainnya dengan variabel endogen.... silakan Amira cari.. dan perbaiki itu dulu...
Selin juga..
"Selama tiga bulan ini.. ibuk tidak bisa diganggu, karena ibuk mau persiapan S3 dan harus ada riset yang ibuk siapkan..."
"Jadi selama 3bulan ini.. silahkan Amira dan Selin.. baca... cermati kesalahannya.. riset kembali.. dan kuatkan pondasi dan alasan.
"Kenapa menggunakan metode tersebut.. lihat keterkaitannya dengan kasus penelitia Amira. jangan hanya berdasarkan alasan teks book...
__ADS_1