Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Kepala Zyan Berdarah


__ADS_3

"Astagfirullah.... " Kenapa abang yang marah? "


"Amira menyebut kenyataannya...! "


" Kenyataan kalau orang tua abang tidak menghargai pernikahan ini dan kedua orang tua adek.....! "sahut Amira yang terpancing emosi.


" Diam, jangan sebut-sebut apa-apa kalau tidak tau! "


"Buuurgggghhhhh...."


Satu pukulan dihujamkan ke dinding..


Mata Angga merah menyala dan beranjak meninggalkan rumah.


"Aaaaaaaaa.... maa.. "? tangis Zyan yang sudah menendang-nendang dari ayunan rotannya.


" Sayang, maaf ya, kalau Zyan harus dengar Ummi sama papa ribut.... "


"Ummi sayang Zyan.... " Ucap Amira Sambil menggendong Zyan ynag juga pecah tangisnya.


Hari sudah sore, namun tak ada satupun pesan dari Angga.


Amira pun enggan untuk menanyakan lebih dulu.


"Assalamu'alaikum, oma datang sayang, !!? " ucap mama Amira sembari melangkah kedalam ruangan tatklaala tak ada jawaban.


"Astaghfirullah Amira....., kalau tidur pintu dikunci,...! "


"Ini sampai ngak tau mama sudah masuk rumah. "


"Kemana Angga, " kok ngak ada motornya? "


"Apa kerumah mamanya? "


"Sabar-sabar ma, pertanyaannya satu-satu! "


"Bingung Amira mau jawab dari mana"


" Ya sudah jawab aja kemana Angga?! "tanya Mama Amira sambil duduk selonjoran di karpet sambil meminum es cendol yang tadi dibelinya.


" Dia keluar mama, ada urusan, ! Jawab Amira singkat dengan wajah dibuat semanis mungkin agar tak ada pertanyaan lanjutan.


"Wah, mama bawa mangga muda ya, Kesukaan Amira ni! Ucap aMira mengalihkan suasana sambil membawa mangga tersebut untuk dikupas dan dimakan.


" Oh ya Amira, anak di ujung rumah yang ngontrak kemaren, bulan ini habis juga kontrakannya, sama kayak kita. "


"Apa kita tanya aja sama ibuk yang punya kontrakannya, soalnya mereka dapat bayar perbulan juga,? "


"Boleh ma, kemaren Amira juga sudah mastiin sama ibuk yang punya kontrakan ini, . " Ibuknya tetap kekeh bayarnya pertahun,


"Amira juga sudah bilang, kemungkinan pindah soalnya ngak ada budget untuk bayar fulll.


" Terus PERUMDOS yang kata Angga itu gimana Ra? "


"Gelap ma, kecil lingkungannya, ngak terlalu ramai, terus bayarannya dinaikkan sama ibuk yang sebelumnya menempati jadi Rp. 40. 000.000, terus dia juga masih nunggu surat untuk pindah tempat kerja, kayaknya ngak jadi. ".


" Oke deh, besok mama tanya ya! mudah-mudahan dapat soalnya anak ibuk yang punya rumah itu masih lama pulang dari Jakarta.


Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 22.00 malam dan Angga belum kelihatan,


"Amira, sebenarnya Angga kemana, masak mama sampai disini jam 14.00 sampai sekarang sudah mau tidur belum juga kelihatan.? "


"Ada Aman kan? tanya mama Amira yang sudah bersiap-siap untuk tidur


" Aman aja mama sayang" Ucap Amira yang malas untuk menceritakannya.


Jam 00.00 Angga mengetuk pintu Rumah,


"Amira, buka pintunya!! " Teriak Angga.


Amira yang saat itu hendak meletakkan Zyan ke kasur setelah menyusui segera bergegas.


"Iya sebentar, "! Ujar Amira sembari menuju ke depan pintu.


Amira mengulurkan salam hendak menciumi punggung tangan Angga, meski saat itu Angga belu mengulurkan tangan.


"Kenapa lama pulangnya bangg?" ucap Amira setelah mencium punggung tangan Angga.


" Habis dari rumah teman". jawab Angga ketus


Amira yang sering mendengar ceramah dr. Aisah Dahlan sedikit banyaknya mulai bersabar dan memaklumi karakter Angga.


"Ya Allah, bukakanlah pintu hati suamiku! ""


Ucap Amira dalam hati sembari mengunci pintu kembali.


"Angga merebahkan badan di ruang tamu yang telah dibentangkan kasur single.


" Abang mau dibikinkan teh hangat? "


"Boleh! " ucap Angga dingin.


Sembari mengaduk teh manis tersebut, Amira berujar dan berdoa dalam hatinya.


"Ya Allah, tolong berikanlah pemahaman agama kepada suami hamba, tak sedikit pun dia merasa bersalah, sadar kan suami hamba ya Allah kalau dia telah berbuat dzholim sama kami. " Aamiin""


Amira pun berlalu kekamar usai meletakkan segelas teh hangat untuk Angga.


Besoknya hari senin, rutinitas kembali seperti biasa.


Angga yang sudah membawa motor sendiri berangkat lebih awal sementara Amira berangkat setelah menyusukan Zyan dengan puas meski saat itu Zyan sudah berumur 11 bulan.


Siangnya, mama bercerita ke Amira

__ADS_1


"Amira, mama sudah tanya sama ibuk kontrakan sebelah, katanya dia bisa bayar perbulan, jadi kita pindah kontrakan ke-ujung aja, nanti minta ayah ke Padang buat bantu-bantu memindahkan barang.


" Oh ya Amira, baju seragam lebaran kita sudah siap, Amira, Angga, sama Zyan total beli kain dengan upah jahitnya Rp. 750.000"


"Amira yang juga baru menerima uang THR dari tempat kerjanya langsung mengambil uangnya.


" Ini buat bayar baju seragam, dan ini uang THR buat mama dan ayah" Ucap Amira sembari meletakkan uang diatas kasur dimana dia dan mamanya bercerita.


" Ini, uang Untuk mama sama ayah , Rp. 1000.000."


" Bulan ini Amira bisa nabung berapa? " tanya mama


"Hmmm, untuk sekarang satu juta bisa nya mama" jawab Amira.


Amira kemudian merinci pendapatannya.


"Gaji bulan ini totalnya Rp. 3.400.000, Tambah THR Rp. 2.000.000


" Simpanan biaya Spp kuliah Amira perbulan ya , Rp. 1.500.00,- Untuk Biaya Simpanan SPP adek perbulannya Rp. 600.000, dan uang belanja bulannannya Rp. 400.00 ditambah uang khusus THR yangg sudah Amira tukarkan 1.000.000.' sembari menyerahkan selambar kertas yang sudah aMira rinci sebelumnya.


"Amira, jarang memberi mamanya perbulan karena sudah membantu uang kuliah adeknya, dan itu cukup bagi mama Amira.


Amira hanya membayar ongkos bolak balik kekampung dan kalau ada uang bonus di bagi dengan orang tuanya, sisanya membantu keuangan rumah tangganya.


" THR Angga sudah keluar Amira?"" tanya mama Amira yang penasaran dengan menantunya itu


"Hmmm, sudah mungkin ma, tapi belum dikasih ke Amira.


" Kenapa belum dikasih?"


"Itu kan hak Anak dan Istri, kalau sudah menikah THR untuk keluarga suami, istri yang kasih, supaya menantu dihargai karena mertua merasa disayangi! "


"Tolong kasih tau Angga soal itu! " ujar mama Amira.


Besok harinya,,,


" Dek, abang ada dapat honor, abang pakai beli handphone ya? " ujar Angga sesaat setelah pulang kerja.


"Hmmm, Handphone yang kemaren kenapa emangnya Angga? " Tanya mama Amira yang memang belum tau..


"Sudah rusak ma, ini mau diganti soalnya perlu" tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Oh ya, Amira sudah ceritakan...?"


"Kontrakan habis, kita pindah ke kontrakan ujung minggu depan, "


"mama sudah minta bantu sama Ayah dan Adik Amira kesini minggu depan." jelas mama Amira.


Seminggu kemudian, ayah Amira sudah berada di Padang.


Setelah sholat subuh, Amira membawa Zyan yang memang sudah pengen jalan-jalan keliling kompleks perumahan.


"Semangat kali Anak soleh ummi, " pejuang subuh ya sayang"celoteh Amira sambil mengengam sebelah tangan zyan meskipun sering di lepas.


Sementara Angga, Ayah, Dan Adik Amira beserta mama sibuk memindahkan barang,.


"Angga yang itu geser kesini! " ujar mama Amira mengatur tata letak ruang supaya rapi.


Tepat jam 11 semua barang berhasil dipindahkan.


"Amira, nasi ada mama masak, beli aja soto Padang itu,! "


"Seporsinya kan Rp. 30.000 itu cukup buat kita, soalnya nasi dingin banyak!! " ujar mama Amira yang begitu tidak ingin memberatkan anaknya.


Seporsi soto tersebut dibagi 6 sama mama Amira, dicampur dengan nasi ditambah dengan sisa sambal ikan semalam.


"Bismillah, ujar Mereka semua kompak memulai makan.


" Zyan yang sibuk makan buah pepaya Asyik memegangnya sendiri.


"Ooh ya bang Angga, Adik Amira kan tinggal skripsi aja, cuman bimbingan kekampusnya, sementara disini ada gudang yang cukup besar. "


"kalau tidak keberatan, mama mau membersihkannya dan disana adik Amira tinggal"


"Boleh ngak bang Angga? " Tanya Amira mengetes kebaikan suaminya.


"Boleh-boleh aja Amira! "


"Asyiik, mamak ada disini, " kita jadi ramai ya Zyan" Ucap Amira sembari mencubit pipi Zyan.


Setelah Seminggu dirumah kontrakan yang baru bersama Anaknya.


Amira, Ayah dan mama Amira pulang dengan diantar oleh Angga yang sebelumnya telah meminjam mobil.


" Tumben bisa pinjam mobil lama Angga?" tanya mamaa Amira,


"Enggak ma, ini Angga ngantar aja, nantik langsung balik baru pas pulangnya pake motor buat lebaran disini 3 hari! " Jawab Angga singkat.


"Hmmm, begitu"


Sesampai dikampung sebelum tidur Amira bercerita dengan Angga.


"Bangg, adek kan seminggu disini lebarannya, jadi rencananya pas balik aja silaturahmi ke rumah mama, uang THRnya sudah bang kasih? "


"Sudah, kasihan kalau tidak ada uang buat beli baju lebaran, itu baru uang baju bukan THR"


"Hmmm...., Amira menghela napas panjang,


" Ya, sudah... "ucap Amira sembari memutarkan badan kearah yang berlawanan begitu pun Angga yang lebih memilih memeluk bantal guling.


" Seminggu setelah lebaran, Amira dan mama balik di jemput Angga yang sudah duluan balik Ke Padang.


Sebelum ke kontakan Amira mampir ke rumah mertua membawa kue.

__ADS_1


"Ini kue buat Oma, semoga enak.! " Ucap Amira sembari menyalami kedua mertuanya.


"Cucu oma, sudah besar aja, " Ucap Mama Angga sambil mengajak Zyan untuk di gendong namun Zyan menepis tangannya.


"Eeeh..... Kenapa itu.. ? Ini Oma... Oma.. Padang.. Sini sayanag! " Ujar mama Angga tersebut.


"Mungkin jarang ketemu ma." ujar Amira.


"Tak berapa lama, Amira dan mama serta Angga pamit pulang dan Amira menyelipkan 5 Amplop.


", Ini buat mamaa, papa, Anak si nova, Tia, Fadil, " Ini THR dari gaji Amira, diterima ya Ma. "


Amira tetap memberi mertuanya gaji, karena merasa tidak enak saja meski mertuanya begitu ingin berkuasa atas harta suaminya.


Selama sebulan dirumah kontrakan Zyan betul-betul senang.


" Zyan yang sudah berumur setahun, setiap bangun tidur selalu mencari bola dan menendang bola.


"Wah, anak ummi larinya sudah kencang aja"


"Sudah stabil saja berjalan dan berdirinya,


Zyan keren" ucap Amira sambil mengancungkan jempol.


...


"Dada sayang, ummi berangkat kerja dulu. " ucap Amira sembari melajukan motornya.


Malam pun datang dan Zyan sibuk bermain dengan mamaknya.


Ciiiiihhahahahha,


"Zyan menitupkan kain ke wajah ya untuk menakuti-nakuti mamaknya.


" Dapat...." tangkap andri Adik Amira.


Zyan kemudian lari sekencang keluar kamar mamaknya, dan menginjak bola kecil yang berserakan dilantai serta menambrak dinding kamar dan terhempas ke lantai.


"Burghhhhjj....


" Astagfirulloh..... Zyan....


sayang...


"Ucap Amira, dan mama.


"Aaaaaaaa.... aaaaaaaaaa,, " Ucap Zyan yang mememgang keningnya yang sudah menguncurkan darah...


"Mama Amira dengan sigap langsung mengangkat Zyan, dan menutup darahnya dengan kain panjang.....


" Astaghfirullah... gimana ini Amira, darahnya ngak berhenti...? "


Coba tekan sedikit lagi ma"ujar Amira sembari. mempraktekkan untu meniup dulu kain tersebut sampai panas baru mengungkepnya di kepala Zyan.


"Zyan....


Gimana ini. ma????.... Banyak darahnya ma..???. tidak berhenti....


bawa kerumah sakit ma.. !! ????


kerumah sakit ma....?! ""


Tanya Angga yang histeris, kemudian menelpon. mamanya.


"Ma, Zyan jatuh ma, berdarah... " dengan wajah yang penuh gelisah dan mondar mandir.


Dari sebrang telpon terdengar suara


"Biasa itu, anak si Nova juga sering jatuh dan berdarah,,, enggak apa itu..... "


Tenang aja lu""


"Ini beda ma, darahnya banyak..... "


Tiba-tiba telpon terputus.


Amira dan mama masih sibuk mengungkep kepala Zyan dengan memutar kain, karena hampir basah kesemuanya oleh darah..


"Aaaaaaa..... kit.... " erang Zyan.


"Sabar sayang, Anak ummi kan kuat,"


Ini obat besar... lain kali Zyan hati-hati....


"Enggak apa.. " ujar Amira menenangkan Zyan sambil memeluknya meski dia juga sangat cemas saat itu.


Sementara mama Amira sibuk, membersihkan darah dan memastikan darahnya berhenti.


"Hmmm, lihat Angga tu Amira, panik.. !! "


"panik ngak jelas... telpon orang tua... emangnya orang tuanya.. dokter.??"


". datang.. kesini... bisa.. menyembuhkan..??. " ucap Mama AMira kepada Amira dikamar.


Angga yang mendengar dari luar semakin panas ditengah ketakutannya..


"Itukan mama Angga, cucunya banyak, siapa tau sudah pengalaman, bisa nolong.... " jawab Angga membela diri sembari melihat dan memegang kepala Zyan.


"Tangan abang kotor, cuci dulu, dia lagi luka,


"mending ambil bunga lidah buaya...


itu bagus menghentikan darah.. !! " ucap Amira kepada Angga.

__ADS_1


" Abang, ini panik-panik yang diperbanyak, tenangkan jiwa cari solusi,!! " ujar Amira yang bosan dengan sifat Angga yang kekanakan dan bergantung sama orang tua.


"Diam dek, abang juga cari solusi" bentak Angga tanpa mau disalahkan.....


__ADS_2