Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
SK Pembimbing


__ADS_3

Besok harinya, semua warga berdatangan kerumah duka Keluarga Amira.


"Kain kapannya sudah sampai? " tanya Mama Amira pada kakaknya.


Semua warga di kampung tersebut berdatangan, ada yang membawa kain kapan, sabun, beras, wewangian dan bunga-bungaan untuk siraman.


Tepat sebelum Zuhur acara pemakaman selesai dilaksanakan dan Amira juga ikut melaksanakan sholat jenazahnya.


"Ramai ya, yang ikut menyolatkannya? "


"Dari mana saja datangnya itu? " bisik... bisik tetangga seusai pulang dari pemakaman.


"Iya, mungkin karna selama hidupnya almarhum suka membantu jadi Allah gerakkan hati orang banyak untuk ikut sholat."


"SubhanaaAllah ya.. " timpal warga lainnya.


Amira hanya mendengarkannya saja, karena Amira juga merasa senang mengingat wajah ayah ama tidak seprti jenazah yang pucat namun bercahaya,


"Sepertinya, janji Allah benar, bahwa "Allah akan menjaga orang-orang yang memuliakan agamanya. "


Tenang disana ya Ayah amma sayang! "ujar Amira dalam hati.


Biasanya di tempat Amira diadakan mendoakan si almarhum di malam ke lima hari, ke tujuh hari, ke 40 hari dan 100 hari.


Amira memilih tinggal di kampung sampai melaksanakan malam tujuh hari, mengingat Amira juga sudah resign dan Angga yang masih di Malaysia.


" Tiba-tiba dari dapur mamaa Amira bertanya.


"Amira, kapan Angga pulang dari Malaysia! ada dijemput kalian kan? tanya mama yang baru selesai mengemaskan sisa-sia pembagian almarhum tadi.


" Katanya iya ma, mungkin pas malam tujuh hari abang Angga sudah sampai disini! "ujar Amira.


Sementara itu, Zyan yang suka berteman begitu senang melihat keramaian. Di karenakan memang sepupu Amira juga mempunyai anak yang rata-rata seumuran dengan Zyan.


Tak terasa Amira sudah dikampung selama 7 hari.


" Amira, boleh ya izin kerja sampai 7 hari? "


di tempat aku cuman boleh sampai 3 hari, itupun kalau orang tuanya yang meningal? " tanya tetangga yang kebetulan ikut membantu. memasak buat acara berdoa nanti malam.


"Hee.. Amira resign buk, kebetulan Amira resign seminggu sebelum ayah ama meninggal, Amira mau fokus menyelesaikan Tesis dulu" timpal Amira dengan santai dan memaklumi pertanyaan ibuk tersebut karena setahu mereka Amira bekerja.


Sore harinya Angga suami Amira telah sampai di kampung Amira.


"Amira menyalami Angga begitu Angga keluar dari mobil dan membantu membawa tas Angga.


" Wah, enak ya...yang sudah pergi liburan! "goda Amira.


" Liburan apanya, orang sambil kerja tau! "jawab Angga dengan sedikit emosi karena merasa di ejek padahal Amira hanya menngajaknya becanda.


Amira membawa tas tersebut kekamar, dan Zyan tiba-tiba berlari kekamar.


" Pap.... papa.... "teriak Zyan sambil membawa bola"


"Zyan main bola dulu. " ucap Zyan sambil berlari keluar kamar


Angga langsung menutup pintu agak rapat dan memeluk Amira yang lagi sibuk mengeluarkan pakaian dari dalam tas Angga untuk ditata dalam lemari.


Angga tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia langsung melingkarkan tanggnnya di pinggang mungil Amiraa dan menyusuri tengkuk Amira kemudian membalikkan wajah Amira dan menyentuh bagian paling sensual di wajah Amira.

__ADS_1


Amira tak menghindar dan tidak membalasnya, karena takut Angga kebablasan.


"Sudah bang, hari masih sore, " Ucap Amira ketika Angga berusaha menyusuri bagian leher Amira.


"Angga pun berhenti seketika


" bang, ada bawa oleh_oleh untuk kami?


"Ada, ini baju abang beli dua untuk Zyan! " ucap. Angga sembari mengeluarkan baju bermotif gajah dan bertuliskan Hatyai.


"Kok ada nuansa Thailand nya bang?


" iya Kami ke Thailand."Ujar Angga.


"Terus, ada yang bisa dibagi disini, makanan atau tanda mata....? kan orang tau abang pergi?


" Enggak ada abang beli makanan apapun cuman baju itu saja!


"Ini duit honornya, silahkan dek beli saja!" ujar Angga santai tanpa merasa bersalah dan mengeluarkan 10 lembar uang ratusan.


"Amira hanya menghela napas berat, bagaimana mungkin, suaminya pulang dengan tangan kosong padahal sudah diingatkan untuk. membeli oleh-oleh.


" Malam itu, Angga juga ikut melaksanakan malam tujuh hari di rumah kakek Amira,


Setelah acara selesai tinggal keluarga pokoknya saja yang masih dirumah itu.


mamak Amira pun bertanya kepada Angga.


"Pulang dari mana Angga? tanya Mamak Amira.


" Ooh.. iyaiya mak, kemaren itu ada studi banding ke Malaysia, Thailand dan Singapura selama 7 hari. jadi disana itu, perkotaannya sangat bersih dan kalau ada yang ketahuan membuang sampah sembarangan di Singapura itu, maka yang membuang sampah sembarangan langsung kena denda, pokonya keren! "ucap Angga penuh semangat tanpa malu hanya pulang membawa cerita tanpa oleh-oleh sedikit pun.


Jam 00.dini hari, mama Amira selesai membantu membersihkan piring-piring yang dipakai sewaktu mendoa.


Amira dan keluarga kembali kerumah.


" Zyan, yang sepanjang malam sibuk bermain lari-lari dan lompat-lompatan dikamar selama orang mendoa sudah tertidur pulas karena kecapek-an.


Angga yang memang sudah seminggu tidak bertemu, meski dilanda capek dan rasa kantuk namun ketika tubuhnya bersinggungan dengan tubuh hangat Amira, keinginannya yang belum tersalurkan kembali bergelora.


.


"Amira hanya bisa pasrah, menikmati permainan Angga sambil bermacam pikiran melayang di Akalnya.


" Mungkin, ini namanya nafsu, faktanya dia tidak menghargai ku, namun begitu ingin melakukan hubungan hanya untuk ke puasannya, "


"ya Tuhan.. pernikahan macam apaa ini.! "gumam Amuira dalam hati yang tanpa Amira sadari Angga telah selesai dengan kepuasaannya tanpa memikirkan apakah Amira telah mencapai kli*****aknya .


" Angga mencium pipi Amira seusai mendapati kepausaanya dan seketika tertidur pulas.


Sementara Amira memilih untuk kekamar mandi, membersihkan diri dari sisa-sisa Angga yang membuat Amira merasa lengket.


Setelah selesai membersihkan, Amira memilih untuk berwudhu, karena Amira pernah membaca hadist bahwa


"Setelah selesai berhubungan disunahkan membersihkan diri dan berwhudu setelahnya.


Besok sorenya, tepat hari minggu, Amiura memutuskan untuk balik, karena hari senin Angga kerja dan Amira pun ingin mengkonfirmasi kembali tentang siapa pembimbingnya.


Perjalanan yang panjang itu, akhirnya berakhir juga dan mereka sampai di kontrakan tepat tengah malam mengingat hari minggu jalan Payokumbuah ke Padang ramai.

__ADS_1


Setelah melepas penat semalaman, Pagi pun datang.


, Amira menghangatkan sambal daging yang dibawanya dari kampung sementara itu selesai sarapan pagi Angga kembali berangkat kerja seperti biasanya dan Amira menjalankan perannya yang sekarang full mom.


Amira yang berencana menemui prof Mirda sekitar pukul 14.00 mengirimkan pesan ke Bapak tersebut untuk menanyakan kesediannya apakah bisa untuk ditemui.


"Setelah pesan terkirim handphone Amira langsung berbunyi.


" Wah, cepat bapak balasnya, padahal baru terkirim" ujar Amira sebelum melihat siapa pemilik pesan tersebut.


"Hmm, bagian sekretariat.. " ujar Amira seketika membuka pesan tersebut.


"Astaghfirullah, pembimbing Amira sudah keluar, tapi pembimbingnya bukan prof Mirda. " ucap Amira yang terkejut, mengingat dia sudah melangkah lebih dulu ke Prof Mirda.


"Ya Allah, bagaimana ini"


Ujar Amira sembari membaca pesan tersebut.


"Mahasiswa dengan judul Tesis... ***dengan pembimbing satu ibuk Mirna. S. E, M.SC,. AK dan buk rReti. S. AK. MSC.


" Hmmmm, Amira diminta untuk segera menghubungi pembimbing Amira.. " tapi bgaimaana kalau ibuk tersebut bercerita ke Prof sementara Amira belum konfirmasi.. "?


" Aduh bagaimana ini, nanti jadi tidak sopan...! " gumam Amira.


Sejenak Amira menerka-nerka, kemungkinan yang akan terjadi jika dia langsung menemui pembimbing yang tertulis di SK tanpa konfirkonfimasi ke Prof. Mirda.


"Hmmmm, sebaiknya Amira temui Prof Mirda untuk menceritakan hal ini, biar hati Amira tenang menjalaninya dan Profnya tidak salah sangka.


Seperti biasa Angga hanya mengajar setengah hari


" Abang, aAmira berangkat dulu ya. ! " ujar Amira setelah menghidangkan makan siang Angga.


setelah melewati jalanan ke kampus UNIRA Amira pun sampai.


"Alhamdulillah, ucap Amira begitu melihat lampu di ruangan Prof Mirda menyala,


" Bismillahirrahmanirrahim "ucap Amira dalam hati sembari mengetuk pintu Prof Mirda tersebut.


" Assalamu'alaikum.. " ujar Amira


"Waalaikumsalam masuk....! " ujar Prof Mirda dari dalam .


"Siang Prof? " Ucap Amira begitu memasuki ruangan Prof Mirda.


"Iya, silahkan duduk didepan ini ananda.! . ! " Sudah dibawa perbaikan proposalnya.? "


Mendengar petanyaan tersebut Amira cukup senang dan tanpa berlama-lama Amira langsung menjelaskan maksud kedatangannya.


" Maaf sebelumnya pak, Dua minggu yang lalu Amira sudah menemui bapak untuk menanyakan kesedian bapak untuk menjadi pembimbing Amira.


Nah, setelah bapak koreksi Amira lupa meminta tanda tangan Bapak sebagai bentuk kesedian menjadi pembimbing Amira, dan saat Amira kembali balik lagi ke ruangan bapak, pintu ruangan Bapak sudah tertutup dan bapak ngak ada didalam.


kemudian Amira karena ada kemalangan di kampung Amira pulang kampung, baru minggu ini balik kepadang.


Terus tadi pagi, saat Amira selsesai mengirim pesan ke Bapak Amira juga dapat pesan dari bagian sekretariat kalau SK pembimbing Amira sudah keluar namun pembimbing Amira bukan bapak.


"Amira merasa ngak enak sama Bapak, maafin Amira ya Pak?, Harusnya kemaren Amira langsung minta bukti kesian bapak di Proposal yang Amira bawa.


" Santai..... itu skenario Allah,

__ADS_1


"Jadi siapa pembimbingnya.?


__ADS_2