
Di hari hari berikutnya, Amira berusaha menepati janji yang telah dicoret kan di karton tebal tersebut.
Amira berangkat kekampus dengan semangat.
"Daa... daa sayang, ummi berangkat dulu ya! " ujar Amira sembari mencium Zyan dan membawa laptopnya.
Sejak saat itu, Amira selalu memilih duduk didepan dan berusaha menguasai materi diskusi sebelum masuk.
"Kak Amira..., "ngerti ngak tugas sistem informasi akuntansi yang bakal dikasih ibuk? tanya vani teman satu kelas S2 Akuntansi nya.
"Mmm, sedikit sich, ngak terlalu paham. " kalau vani gimana?"
"Rencananya kami satu kelas bakalan bergadang di Base camp nya bang Aji biar bisa saling bantu."
"Amira ikut ngak? "
"Soalnya kan waktunya cuman dari jam 20.00-4.000 buat tugasnya.! jelas vani mengajak Amira.
" Hmmmm" Amira berfikir sejenak.
"Enggak lah, kakak usaha dari rumah saja, ngak mungkin malam-malam anak kakak ditinggal, setelah seharian ditinggal kerja" jawab Amira.
"Ntar kak tanya-tanya, boleh ya"? ucap Amira menimpali.
Setelah berjuang selama 6 bulan,
Yup, Amira berhasil memperbaiki IPnya untuk semester 3 dengan perolehan IP 3.7
"Alhamdulillah, bisa memperbaiki IPK, ".ujar Amira
" Sekarang aku harus mulai lebih prepare biar tamatnya pas dengan IPK terbaik. "
Besok harinya.
Setelah cukup ber-evoria dengan nilainya Amira dihadapkan pada kondisi akhir tahun yang menuntut bagian keuangan untuk lembur.
Siang itu di bulan November, Amira bergantian dengan karyawan keuangan lainnya ke rektorat untuk mengantarkan SPJ.
"Wah, cetar ya pengeluaran FK sudah hampir memenuhi target, " keren ya" ujar pak Toni yang memeriksa ketepatan SPJ dari masing-masing fakultas.
"Hehe, ya Alhamdulillah.. " Amira hanya menjawab sekedarnya karena tak terlalu pandai membual.
Dan ketika Amira kembali ke fakultas, Amira sudah menyaksikan pemandangan luar biasa di ruangan, hampir seluruh staf dikeuangan berwajah serius dan tegang didepan komputer.
"Gimana Amira, Banyak yang lolos atau ada yang balik? tanya kak Rani yang kebetulan paling sigap untuk urusan mengantarkan SPJ ke Rektorat.
" Alhamdulillah Aman kak! cuman tadi beberapa ada yang materainya tinggal, jadi tinggal menempelkan nya saja. " ujar Amira
Sejenak kemudian.
"Eh..., sudah jam berapa ini? Astaghfirullah, sudah jam setengah 14.30 dan kita belum makan" " ujar kak Rani sembari setengah berteriak.
"Apa sambalnya yang kita pesan?
" hayok.. Apa yang dekat saja kedainya? "ujar kkak tersebut sambil memegang pena untuk membuat catatan kemudian menelponnya.
Setengah jam kemudian pesanan datang, mereka semua makan dengan lahap karena sudah telat saking seriusnya mengejar deadline pencairan akhir tahun.
Lewat dari magrib Amira pun meminta izin untuk pulang lebih awal dari yang lain.
"Kak, Amira tinggal beberapa prodi Aja SPJnya, Amira lanjutkan besok ya, " ucap Amira begitu melihat jam sudah menunjukkan pukul 19.00 lewat.
"Yup Amira, nanti prodi kebidanan kak kasih ke Amira ya,! "
__ADS_1
"Amira tinggal sedikit lagi kan? ", kakak masih banyak! " ujar Kak eva yang memang Map di mejanya masih sangat menumpuk
"Siip kak, " ujar Amira sembari membawa martabak mesir lengkap dengan jus merah putih (jus buah naga sama sirsak) yang memang sudah dipesankan untuk seluruh karyawan yang lembur."
"Amira pun berlalu menuruni tangga menuju lantai dasar tempat motornya di parkiran.
Lampu-lampu jalanan cukup terang menyinari, tapi Amira memilih menambah laju kecepatan motornya agar segera sampai.
Kurang dari 15 menit Amira sudah memasuki gang rumahnya dan melihat Zyan lagi duduk dipangkuan Mama Amira sambil bernyanyi.
"Ummi.... Ummi......, " teriak Zyan sambil bertepuk tangan melihat umminya pulang.
"Sayaaaaaaang, " ucap Amira sambil mencium kening Zyan dan menyalami mamanya.
"Ini Ummi bawa martabak mesir sama jus.. yuk dimakan! " ucap Amira sambil membawa bungkusan tersebut dan memindahkan martbak mesir ke piring.
"Makan lah ma, abang, martabaknya! "Amira sudah kenyang, Amira mau mandi dulu! " ujar Amira sambil mengambil handuk.
"Jangan mandi malam-malam Amira! '
"ngak usah saja mandi, lap-lap saja badannya, cuci yang perlu di cuci kemudian taburi bedak keseluruh badan, gitu saja, sudah nyaman itu..! " ujar mama Amira yang langsung menyusul kekamar dan membiarkan Zyan berlari-lari didalam rumah.
"Enggak ma, Amira sudah banyak kegiatan hari ini, mau mandi saja, biar lebih rilex, soalnya nanti malam Amira mau bergadang lanjutin tugas-tugas! ujar Amira yang kemudian masuk kekamar mandi.
Mama Amira memilih duduk bersama dengan Zyan dan menantunya dan memotong martabak mesir menjadi 2 bagian untuk dipindahkan ke mangkok yang lain.
" Ini nak Angga, cobalah! "ujar mama Amira sembari meletakkan satu piring yang berisi setengah martabak mesir.
" Zyan mau...? sini oma potongan kecil-kecil ya.. "! ujar Mama Amira sambil memilihkan martabak mesir untuk Zyan tanpa menyentuh dagingnya khawatir Zyan tersedak.
Amira keluar dari kamar mandi, disertai wangi sabun yang begitu segar menempel di badannya yang membuat Angga melihatnya.
" Zwiih... ummi.. mandi.. malam-malam..! "ujarnya dengan sedikit nada yang dibuat meledek..
Setelah usai Amitra bergabung dan memeluk Zyan.
" Sayang.... anak soleh ummi, ngapain aja.. maaf ya.. untuk sebulan ini ummi pulangnya habis magrib terus..! "
"Iya.. ummi..., ! ujar Zyan sambil meraih buku ditangan Amira yang baru dibelinya dari olshop.
" Lho Ma, ini ngak dihabisin jusnya mama...? ' tanya Amira yang melihat jus di atas meja tersebut masih lebih dari setengah.
"Engak, ada asamnya mama kurang suka asam" Ujar mama Amira.
" Amira pun, meminum jus tersebut sambil menemani Zyan membaca buku word book yang baru dibelinya.
"Coba-coba kita raba ya Zyan..... lurus..... lurussss.. eiys, aku Alif.... " sorak Amira sambil memegang jari Zyan menelusuri buku tracing line yang timbul tersebut.
"Hee.. hee.... Alif.... " Sorak Zyan menikmati karena bukunya dilengkapi dengan full color dan tebal.
"Amira, berapa semster lagi tinggal S2nya? " tanya mama yang duduk disebelahnya.
"InsyaAllah satu semester saja lagi ma,"
"Kalau nanti, tesisnya selesai tepat waktu insaAllah 2020 Amira wisuda, bulan Juni tahun depan! " ujar Amira semangat.
"Aamiin.. Mudah-mudahan bisa. "
"Hmmm, rencana Amira untuk jadi dosen dikampung jadi? berarti umur Zyan pas 2 tahun ya"
"Iya ma, Zyan bulan Februari pas 2 tahunnya, rencananya Amira mau resign pas siap wisuda biar bisa fokus lamar kerja jadi dosen biar fleksibel dan mama bisa kumpul sama Ayah lagi" ucap Amira dengan serius.
"Ngak Apa, mama ngak keberatan ada disini, Ayah juga,, sampai Amira dapat kerjaan baru yang fleksibel mama disini saja dulu! "tutur mama Amira.
__ADS_1
" Iya ma, doakan Amira tamat tepat waktu, biar mama bisa kembali aktif lagi! "ujar Amira yang merasa bersalah membawa mamanya kesini.
" iya... iya.... " mama tidur lagi ya.. mama capek"
"Iya ma, .. " ujar Amira.
Amira pun memilih untuk membawa Zyan keatas kasur, dan melanjutkan membaca buku.
Zyan terlihat mengantuk.
"Syang kita bobok lagi ya..., " ucap Amira sembari memiringkan tubuh Zyan mnghadap mimik susunya untuk disusui.
Amira membaca Doa-Doa dan ayat dari alquran. untuk mengiringi Zyan tidur.
Tak berapa lama, Amira merasakan Zyan melepas hisapan nya.
"Selamat tidur sayang ummi, semoga menjadi anak yang soleh, mandiri, pemberani, bijiaksana dalam bersikap, berucap dan bertindak, I love You sayang... "! ucap Amira sembari mengecup kening Zyan.
Sementara itu Angga masih sibuk dengan laptopnya di ruang tengah.
" Enggak istrahat bang.?'
"Sudah jam 22.00" ujar Amira sembari memijit lembut leher Angga.
"Bentar lagi, mau bikin bahan buat ngajar besok!" balas Angga dengan menoleh ke Amira yang berada di sisi kanannya.
" Hmmm, Amira ada brosur nich bang... tentang rumah.! "
"Maksudnya,? " ucap Angga tanpa menoleh dengan tangan masih sibuk menari diatas keyboardnya.
"iya, kita kan sudah hampir tiga tahun mengontrak, masak selamanya kita ngontrak? "
"kita Ambil rumah di perumahan yuk bang.? "
"Tapi kan.. SK abang sudah digadaikan Amira, ngak bisa lulus Bank Checking! "tutur Angga yang memilih untuk memeluk Amira hingga terduduk dipahanya.
" Mmm.. Amira juga ngak suka kalau melalui hitung dibank atau pengadaian SK bang, karena itu Riba...
"Terus..? " bagaimana caranya.? "
"Ini bang melihat di brosurnya, ada rumah tanpa BI Checking ataupun riba. "
"Wilayahnya cukup dekat " Asal kita DP dulu dan setelah 60 persen pemabyarannya hampir lunas baru dibangunkan. "ujar Amira yang begitu semangat
" Tapi berapa DP awalnya Amira? "...
"Belum tau.. Amira dapat info setengah.. "
Namun Amira ingin kepastian.. apa abang mau usaha buat punya rumah sendiri.? "ujar Amira sembari membalikan badan dan berhadapan tepat dengan wajah Angga.
" Iya.. "Jawab Angga dengan suara yang udah serak dan tangannya sudah menari-menari dipaha mulus Amira..
" Amira bingung, Antara menahan atau membiarkan..
"Abang....., Amira Ada tugas... amira kerjakan tugas dulu ya..!? " ucap Amira sembari menyapu wajah Angga dengan lembut dan hendak beranjak dari pangkuan Angga.
"Sayang..... " Abang mau.. "ucap Angga sembari menahan Amira tetap di pangkuannya dan membisikkan ditelinga Amira.
Ada pergolakan dihati Amira...
" Kasihan mama dan Ayah" gumam Amira dalam hati..
"
__ADS_1