Suamiku Tidak Dewasa

Suamiku Tidak Dewasa
Bertahan atau Menyerah?


__ADS_3

Setelah, kepergian mertuanya Amira memilih mengalihkan pikirannya.


Tiba-tiba, Angga menyusul kekamar.


"Ngak perlu marah dek, Mama janji dalam dua bulan akan balikin uangnya, rumah itu sudah ada yang nanya, nanti uangnya dikembalikan ke kita.! " ujar Angga santai.


"Maaf bang, mungkin abang bisa mudah percaya, tapi adek ngak, sejak awal menikah sampai 5 tahun pernikahan belum ada satupun janji orang tua abang yang ditepati. "


"Kalau boleh adek menjabarkan, orang tua abang berjanji kasih duit untuk pergi bulan madu.... kenyataannya NOL..., orang tua abang berjanji untuk memberi perbulan, kenyataannya cuman dibayar satu kali, itupun selang sehari dijemput lagi duitnya, "


"Adek ngak percaya sama orang tua abang! "


"kKalau memang rumah itu sudah fix pasti dibeli, ngak mungkin juga menyuruh abang untuk menggadai SK lagi,"


" Pokoknya adek tenang saja! "


"Ini rumahnya dalam 2 bulan InsyaAllah laku,! ujar Angga


"Baik, !"


"Aaabang selalu bertindak mengutamakan orang tua abang, kebahagian adik abang, Amira ngak mempermasalahkan tapi kenapa harus selalu mengorbankan kami?? "


"Abang bilang, saat duit habis, sabar,, sabar....ntar juga ada dek,! "


"Adek juga bisa sabar, kalau memang Allah kasih jatah rezekinya seperti itu, tapi masalahnya abang yang membuat keadaannya berkekurangan.! "


"Mereka keluarga abang dek, adik abang, sama siapa lagi mereka meminta tolong kalau ngak sama abang? "


"Terserah abang saja, kalau abang bisa dengan mudah membuat keputusan tanpa mempertimbangkan kami, adek juga bisa membuat keputusan.


" Baik, kalau itu keputusan adek! "jawab Angga dengan wajah yang mulai menebal.


" Baik, adek tunggu, selama dua bulan ini kita ngak perlu berhubungan, ! "


"Baik,! " jawab Angga cepat.


"Ya, Allah, kenapa responnya begitu cepat tanpa memikirkan perasaan Amira ya Allah? "


Setelah lama mematung diri,


Amira memilih untuk pergi dan mengajak Zyan keluar.


"Kita mau kemana Ummi? "


"Mau sholat, Zyan ikut ngak?


" Kita sholat magrib saja, di Mesjid pasar baru, "


"Nanti rame tu, banyak abang-abang dan kakak-kakak TPA, Zyan bisa dapat teman baru".


" Mau mi....., sorak Zyan bergembira. "


Amira pun, mengganti baju Zyan dengan baju jubah hitam yang dilengkapi dengan rompi berwarna cream lembut dan peci yang ber-bordir nama "ZYAN."


"Wah, gantengnya anak Ummi.....! "?


" Yuk sayang,! "


"Siap Ummi!. ....dada...papa....." jawab Zyan diatas motor,


Setelah selesai Sholat, Amira tidak langsung pulang.


"Kita mau kemana lagi Ummi"? " tanya Zyan

__ADS_1


"Jalan-jalan saja sayang, Zyan mau roti bulat besar dan enak rasa kopi ngak? "


"Mau Ummi, tapi Zyan maunya makan disana! "


"Boleh" Ucap Amira sembari menambah kecepatan motornya.


Setelah memilih beberapa menu, Amira duduk berhadapan dengan Zyan.


"Zyan sayang, Ummi mau tanya? "


"Kalau misalnya, kita tinggalnya terpisah dari papa Zyan sedih tidak? " Tanya Amira sembari memperhatikan manik mata Zyan.


"Enggak, kenapa Ummi,?


" Apa kita mau tinggal dikampung? "


"Dan paapa tinggal Disini? "


"Hmmm, iya, Ummi hanya bertanya saja, kan kita ngak tau, kalau tiba-tiba Allah buat situasi yang harus seperti itu, sedih ngak Zyan? "


"Enggak Ummi, Zyan ngak sedih pisah dengan papa, Zyan sedih kalau pisah dengan Ummi...,"


"Kalau papa kerjaannya marah-marah terus! "


"Kita tinggal saja papa, Ummi? 'tanya Zyan polos


" Ya Allah, maafkan hamba kalau menanyakan hal ini ! "lirih Amira dalam hati.


" Tak terasa Zyan telah menghabiskan sepotong roti rasa kopi.


" Umm...., photoin Zyan di cafe ini ya ummi, gambar dindingnya bagus Zyan suka,, boleh ya Ummi! "pinta Zyan sembari mengatur gaya.


" Oke sayang, 1.....2....3.., action! " ucap Amira mengambil beberapa photo Zyan.


Setelah puas melihat hasilnya, Amira mengajak Zyan untuk pulang.


"Aayuuk Ummi,"


" Zyan mau surat tentang Kuda atau tentang gajah, atau tentang waktu dhuha? " tanya Amira.


"Zyan mau surat tentang Kuda perang Ummi, surat Al A'diyat..! "


..."Bismillahirrahmanirrahim...,...


...Wal'aadiyaati dabbha, falmuriyaati khadha...


...... .......


...Sadakallahulla'adhim.......


"Allhamdulilah... pintar anak Ummi, makin lancar hafalannya.. " Ucap Amira memotivasi Zyan.


Tak berapa lama, mereka pun sampai dirumah.


"Papa.. pa. a....! " teriak Zyan begitu turun dari atas motor.


"Tadi Zyan makan roti enak, ngak Zyan kasih papa..! "


"sedih papa tu! " ledek Zyan.


"Mmmm, comborocoi......, "


"Mana buat papa! "Ucap Angga sembari mengelus perut buncit nya sambil menari.

__ADS_1


" Ihhhhhh, papa bulat ditengah tu, makanya habis makan jangan tidur, ni enggak...! "ujar Zyan.


Amira pun membiarkan Zyan dengan papanya.


Sejak kedatangan mertuanya, hubungan Angga dan Amira hanya berjalan formalitas saja.


"Nasi sudah masak bang, mau diambilkan atau gimana? " tanya Amira meskipun dalam hati masih kecewa.


"Ambilin dek, bawakan kesini..! " usul Angga.


"Ya Allah, kenapa Amira punya suami yang kalau dibaikkan, akan baik, kalau di-diamkan akan diam, tidak punya inisiatif untuk menyelesaikan masalah dan pasrah saja, ya Allah, ...! " Gumam Amira, sembari memijit kepalanya


"Apa Amira tanya seseorang yang paham akan hal ini ya, apa boleh meminta cerai kalau suami tidak dewasa, ? "


"Oh ya, Amira pernah ikut kajian parenting, coba Amira tanya sama ustdzah nya dulu.! "


Amira pun sibuk mencari kontak dihandponenya.


"Alhamdulillah dapat! " ucap Amira sembari mengetikkan pesan.


"Assalamu'alaikum ustdzah, perkenalkan ini Ummi Zyan yang pernah ikut kajian parenting, sebelumnya Ummi doakan semoga dalam keadaan sehat.


" Izin bertanya ustadzah, Ummi sudah menjalani pernikahan hampir 5 tahun, dan dari awal pernikahan suami Ummi dan keluarganya sudah berbohong dengan menggadaikan SK untuk kepentingan keluarganya dalam hal yang sifatnya tidak urgen hanya untuk kesenangan pribadi.


"Yang jadi masalah bagi Ummi, gaji suami Ummi perbulannya yang diterima menjadi sangat sedikit dari seharusnya bahkan sering tidak mencukupi dan harus ditutupi sama keluarga Ummi."


" Setiap ada project, keluarga mertua selalu datang dan suami mengutamakan meskipun untuk kami saja masih kurang, dan baru-baru ini Suami Ummi menggadaikan lagi SKnya untuk kepentingan adiknya masuk angkatan,


"Sebagai istri, Ummi sudah mengingatkan namun diabaikan dan gadai ini berlanjut dengan tambahan 10 tahun sehingga totalnya menjadi 15 tahun lagi,


" Setelah Ummi hitung, itu baru akan lunas jika tidak diulang lagi. saat anak ummi tamat SMA dan sekarang usianya 3,5 .


"...yang jadi pertanyaan Ummi, berdosa kah Ummi jika ingin meminta cerai dari suami, ? dikarenakan dia tidak bijak dalam prioritas dan sering kekurangan dalam hal nafkah yang disebabkan pilihannya? "


"....dan satu lagi ustadzah, suami Ummi, juga tidak bijak dan sulit menerima nasehat, dan bersikap sesuai sikap kita kepadanya " dia baik, kalau kita baik, dia akan lebih marah kalau kita marah" dalam hal ini, Ummi merasa letih terlebih dia juga tidak segan menghardik Ummi didepan ayah dan mama Ummi,


"Mohon pencerahannya , ustdzah" Tulis Amira panjang lebar diakhir pesannya.


Setelah mengirimkan pesan Amira melakukan aktifitas seperti biasanya.


Satu jam kemudian.


"MasyaAllah pesan ku dibalas! " ujar Amira senang


"Kami turun prihatin dengan apa yang menimpa Ummi, dalam hal ini langkah awal Ummi untuk. mempertahankan rumah tangga sudah benar, dengan meng konsultasikan kepihak yang mempunyai ilmu, pemahaman dan dirasa mampu memberikann solusi. "


"Berdasarkan yang ummi ceritakan, dapat kami berikan saran bahwa perempuan boleh meminta cerai jika alasan yang diutamakan sar'i, bukan untuk kepuasan pribadi.


" Berikut untuk jelasnya Ummi bisa baca file PDF yang ana kirim tentang beberapa pendapat ulama terkait hal tersebut.


"Adapun yang menyebabkan wanita tidak mencium bau surga adalah meminta cerai tanpa ada alasan yang sar'i, misal karna menyukai lelaki lain, karna kepuasan karir yang intinya tanpa ada unsur -unsur dalam perkawainan yang tertulis seperti di sidang yaklit pernikahan, seperti nafkah kurang, ditinggal, ahklak suami buruk dan sebagainya.


" Dalam hal ini, Ummi menyebutkan sering kekurangan uang bulanan, namun suami Ummi tidak peka dan tetap mengutamakan keluarganya, "


"Dalam hal ini Ummi, sah-sah saja minta cerai dan bebas dari kategori wanita yang diharamkan mencium bau surga,


"Namun, jika Ummi mampu bersabar dan mendoakan itu akan jauh lebih baik,.


" Saran saya, pilihan cerai itu pilihan terakhir, jika masih bisa diperbaiki bersabarlah, doakan suami Ummi, urusan rezeki Allah yang Atur,


"Meskipun bertahan dengan pria yang tidak dewasa bakalan susah, karena sebenarnya menikah itu bukan kesiapan umur tapi kemantapan ilmu, kedewasaan sikap, dan kedewasaan dilihat dari cara bersikap,


" Itu yang dapat ana sarankan Ummi,

__ADS_1


"Bertahan atau menyerah ya Allah? "


"Ya Allah, apa yang terbaik untuk Amira?


__ADS_2