
Kegiatan yang datang tiba-tersebut tak berlangsung lama karena Angga pun juga lelah dengan pekerjaannya dan memilih untuk menuntaskannya cepat.
"Besok harinya Seusai pulang kerja mama bertanya pada Amira.
" Amira, sudah berapa uang simpanannya? "
"ada rencana beli rumah disini ngak?" tanya mama yang lagi duduk sama Amira, tapi matanya fokus memandangi zhan yng lagi main bersama anak-anak tetangga lainnya.
"Hmmmm, ada ma, cuman simpanan bang Angga baru 25 emas mama dan simpanan pribadi Amira cuman 15 emas, sejak Amira kuliah ngak ada lagi bisa nyimpan.! " tutur Amira.
"Mmm, tadi tetangga bilang lagi marak rumah subsidi, Amira ngak pengen coba? " tanya mama Amira kemudian.
"Kalau itu melalui perantara bank ma, sementara SK bang Angga sudah digadaikan sampai zyan umur 10 tahun, lagi pula kalau pakai cara itu riba, nanti rumahnya jadi tidak berkah ma".
"Terus apa rencana Amira?"
" Kemaren Amira sempat baca ada perumahan syariah, DP paling kecilnya 20% dari harga rumah. "
"Kalau Amira lihat yang paling kecil rumahnya type 36 itu total harganya Rp 350.000.000, . untuk DP bisa tapi cicilannya besar kalau DP nya pilih yang minimal.
"Sementara target Amira cuman nyicil maximal 5 tahun dan itu DPnya Rp. 150.000.000, dengan angsuran perbulannya Rp. 3.000.000, .ma"
"Besar juga ya, coba Angga ngak gadaikan SK sudah bisa punya rumah sendiri kita dan bisa lebih leluasa! " jawab mama Amira sembari suaranya terkesan mengeluh.
"Atau ngak, Amira buat rumah saja dikampung, itu emas Amira sama Angga disatuin kalau harga emasnya Rp. 2000.000 per emas sudah Rp. 80.000.000, .
"Sudah bisa nyicil bahan bangunan.! " jelas mama Amira.
"Iya juga ya ma, bentar lagi Amira juga tamat dan bakalan kerja dikampung. " Bang Angga pasti juga bakalan sering pulang kampung kalau punya rumah sendiri. "ujar Amira melanjutkan pembicaraannya.
" Iya sayang, mudah-mudahan ya! ".
Tanpa disadari oleh Ibu dan anak tersebut Angga telah berdiri di ambang pintu dan langsung duduk dikursi dengan sepatunya.
" Ma...., Amira...., abang ada dapat project penelitian lumayan dananya ada sekitar Rp. 5000.0000, kita simpan atau gimana? "tanya Angga dengan tergesa-gess saking semangatnya.
" Simpan aja dulu bang, ! "
"Oh ya bang, rencananya, uang kitakan ngak sampai buat beli rumah disini baik dengan cara biasa maupun sary'i."
"Jadi rencana Adek, kita bikin rumah dikampung, kebetulan tanah disamping rumah mama masih kosong dan lebar bisa untuk membuat satu rumah lagi. "
"Soalnya bakalan lebih hemat karna ngak terpotong buat beli tanah cuman buat -bahan bangunan sama upah tukang,
"Bagaimana menurut bang? Tanya Amira tak kalah semangat.
" Tapi itu kan dikampung, sementara kita disini, ngak terpakai juga kan? balas Angga merasa tidak sependapat.
"Iya, abang lupa ya, niat Amira untuk nyambung S2 supaya bisa pulang kampung sambil kerja biar zyan aman dikampung tanpa perlu mengorbankan mama dan ayah Adek, jadi alangkah baiknya bila kita buat rumah juga dikampung.
" Hmmm, oke, tapi bang juga mau membuat rumah disini. "titah Angga.
" Buatlah, Amira enggak larang, cuman untuk disini uangnya tidak cukup, untuk beli mobil juga tidak cukup, dari pada tidak jadi apa-apa mending kita realisasikan kemana sampainya.! "ujar Amira dengan lugasnya.
Angga pun mengubah posisi duduknya menghadap mama Amira.
" Kira-kira kalau uang kami berdua disatukan, sudah cukup buat membikin rumah belum ma" tanya Angga polos karena memang gak pernah mengerti soal hitung-gitingan rumah.
" Tergantung jenis rumahnya Angga, kalau pengennya mama karena, model rumah sekarang tinggi-tinggi, lebih baik rumah yang akan dibangun nanti tinggi juga biar modelnya beda sama rumah mama dan kekinian.
"Uang segitu paling cukup buat meng-angsur membeli bahan: beli batu air, batu bata.. untuk pondasi cukup itu mungkin."
"Nanti ditanya tukang juga berapa ukuran rumah yang bisa dibuat disebelah rumah mama dikampung dan berapa total bahan sama biaya bangunan yang diperlukan."
" Biasanya kalau sudah dimulai rezeki mengalir itu! ucap mama Amira.
__ADS_1
" Oke, emasnya mama saja yang pegang sama ini, pas mama pulkam angsur sajalah bikin pondasi.! " ujar Angga antusias dan terburu-buru.
"Hehe, sabar-sabar dulu abang! "
"kalau dananya cuman cukup untuk membuat pondasi lebih baik kita bersabar ngumpulin dana dulu, minamal bisa siap sampai keatap biar aman ujar Amira.
" Okelah! " Angga pun mengalihkan pembicaraannya.
"Sambal apa yang ada? " tanya Angga yang mulai sadar kalau belum makan tadi siang karena mengejar deaadline kuliah penggantinya.
"Gulai ikan karang, dek ambilin bentar ya.! " ucap Amira sambil mengambil nasi dan mengantarkannya ketempat Angga duduk lengkap dengan segelas air putihnya
Mama Amira memilih keluar untuk menelpon. "
"Assalamu'alaikum uda, ada sehat-sehat disana?tanya mama Amira
" Alhamdulillah ada, kalau mamanya Amira? jadi pulang kampung minggu kini? "tanya Ayah Amira balik.
" Ngak jadi kayaknya uda, gak dapat pinjam mobil, papanya Angga ada urusan, jadi dibatalkan sepihak, rencananya aku aja yang pulang sekarang, Amira enggak.! "ucap mama Amira.
" Sabar sajalah, enggak papa minggu depan saja, nanti kecapek-an bolak balik. "
"Iya..., iya..., jaga diri disana, sambal beli saja ngak usah masak," ujar mama Amira.
Sementara itu, hampir setiap malam Amira begadang agar bisa mencari judul tesis yang akan diajukan ketika masuk semester 4 perkuliahan nanti.
"Bismillah....., Amira bisa, mudahkan ya Allah,"
" jJangan sampai hamba menjadi penghalang dan beban bagian kedua orang tua hamba, ! " begitu doa Amira ketika mulai membaca satu persatu jurnal yang menarik minatnya.
Sementara besok harinya, Angga di kantor mendapat chat dari adiknya Nova.
"Semenjak mendapat chat Angga tampak gelisah setelah membalas chat tersebut.
kali ini sepulang kerja Angga memilih untuk bermain futsal di lapangan futsal di samping BlK dekat rumah dan pulang ketika hendak magrib.
" Pa... pa...., ujar zyan sambil berlari ke depan pintu mengejar Angga.
"Eits.. jangan peluk papa sayang! "
"Papanya masih bau, lihat tuh banyak keringat, biar papa mandi dulu.! " ujar Amira menghampiri dan memegang tangan zyan untuk menghentikan langkahnya.
"Angga yang sedikit kecewa langsung membuka sepatu dan berlalu kekamar mandi.
setengah jam berlalu.
" Byuuuur... byurrrt..., "Dek, tolong bantu bawa handuk abang dek! " teriak Angga.
"Amira pun segera beranjak setelah sesaat sempat mengecek handphone Angga yang memang ditinggalkan sewaktu bermain futsal.
" Bang, adek mau beli mobil dan adek mau ngajak kongsi, adek bayar DPnya, abang membayar angsurannya selama 5tahun."
" ya bang...." begitu isi pesan yang dibaca Amira.
Amira segera meletakkan handphone tersebut seperti sedia kala dan segera berlari kekamar mandi untuk mengantarkan handuk.
sesaat kemudian Adzan magrib menggema.
"Zyan yang saat itu sudah pakai baju koko putih, dengan peci bundar khas anak merengek ke masjid..
"Pa... masjid... masjid..! " rengek zyan dikamar sambil menarik kaki celana Angga.
"Enggak ah, papa dirumah aja! " balas Angga
"Amira, yang sering mengajak zyan bercerita tentang indahnya mesjid dan para nabi terdahulu tidak heran dengan keinginan zyan ke mesjid.
__ADS_1
" Yuk sayang, sama umi, kita sholat ke mesjid.
"Amira pun langsung menggunakan mukena dan membawa zyan ke mesjid yang tidak jauh dari rumah.
" Wow.... "zyan begitu senang saat melihat orang ramai di mesjid
" Abang van...! " ucap Zyan begitu melihat teman bermainnya tadi siang juga sholat magrib.
Zyan yang masih kecil asyik mengikuti gerakan sholat dan pulang dengan senang.
"saaaa......yang umi.... " ucap zyan masih terbata namun sudah jelas.
ketika sampai dirumah Amira terkejut melihat Adik Angga dan suaminya sudah ada dirumah.
Amira terkejut karena hampir 2 tahun umur zyan keluarga Angga tidak pernah datang menjenguk, namun kali ini mereka datang.
"Eh Nova, Ricky tadi datangnya lagi.!? "tanya Amira
"Kak buatkan minum dulu ya..! tawar Amira.
"Enggak usah, mama kaka Amira sudah sediakan air putih dan kue kripik .
Tiba-tiba Angga setengah bersbiik ke adiknya..
" Sampaikan lah...! " ucap Anggga kepada adiknya.
"Begini kak, kemaren kami lihat ada mobil minimalis karimun, mesinnya suzuki Dpnya sekitar20 juta. rencananya kami mau beli mobil.
" Soalnya kakak tahu sendiri kan, kalau mengandalkan mobil papa susah, susah minjam nya minta Ampun.
"Rencananya kalau kakak mau kami mau ngajak kakak kongsi.! " jelas nova.
"Hmmm, kongsi maksudnya gimana nova.? " tanya Amira setelah memilih duduk dikursi tengah dan membiarkan zyan bermain bersama 3 anak lelaki Nova.
"Begini kak, sekarang ini kami hanya ada duit buat mebayar DP, nah rencananya kami, kami mau minta bantuan kakak, kita ngutang selama 5 tahun, kakak yang bayarnya angsurannya perbulan dan mobil itu milik kita berdua, kapan pun kak mau kak bisa menggunakannya,! "
"kakakkan butuh untuk pulang kampung? " jelas Nova sementara Riki suami Nova lebih memilih untuk mendengarkan.
"Hmmm, bagaimana ya Nova, kami juga butuh mobil, kalau duit ada sudah dari dulu mungkin kami membelinya. "
"Nova ngak tau kalau duit Angga sudah digadaikan buat beli mobil avanza yang dipakai papa Nova? "
"Jadi duit dari mana, kami bisa nyicil mobil, kalau uang kuliah kakak saja pakai duit kakak pribadi ngak ada pakai duit Angga! " jelas Amira masih menjawab sembari berusaha sabar.
lain halnya dengan mama Amira, yang langsung merasakan panas dan merasa anaknya tidak dihargai bahkan di anggap bodoh.
"Kok bisa berani Nova mengajak Amira untuk membeli mobil kongsi, dengan alasan biar mudah pulang kampung? "
",Ngak sadar Nova uang Angga itu cuman pas-pas, sesekali saja dapat project untuk bulanan sering saling tutup dengan gaji Amira.
" Token listrik aja, kongsi bisa fatal akibatnya apalagi mobil "
"Yo aneh keluarga kalian Angga,! " ujar mama Amira sambil melihat ke arah Nova. .
"Riki hanya terdiam tanpa menjawab namun dari wajahnya menunjukkan kekesalan.
Angga pun member penjelasan.
" Ya ma..., Nova ini cuman ngajak Amira, kalau nga mau juga ngak masalah, jadi ngak usah pakai marah begitu! " jawab Angga dengan suaranya yang sudah menggertak kebablasan.
"Santai bang...!"
"Amira ngak marah cuman mempertanyakan perasaan saja! " jawab Amirabsantai dengan masih menatap nova.
"Novaa pun menatap Angga dengan wajah memelas dan butuh bantuan" seakan meminta cara supaya ini disetujui.
__ADS_1