
"Buk Mirna sama Buk Reti pembimbing Amira , Prof. " Ucap Amira sedikit segan.
"Hmmm, ngak apa, bagus itu, "
"Segera temui beliau bisa supaya tesisnya segera diproses. " ujar Prof Mirda menyarankan tanpa merasa keberatan.
"Makasih ya pak, untuk waktu dan nasehatnya.
"Doakan Amira lancar bimbingannya pak, Ucap Amira sembari izin pamit dengan merapatkan telapak tangannya sebagai pengganti jabat tangan.
" Alhamdulillah, satu ketakutan ku akhirnya terselesaikan dan tidak ada kesalahpahaman," Ucap Amira sembari memasangkan helem ketika telah sampai di parkiran motor dan bersegera pulang.
Sesampainya di rumah, Amira langsung menjumpai Zyan, entah kenapa rasa cinta dan kebersamannya dengan Zyan mampu menepis segala ketakutan tentang wanita jaman sekarang tentang menjadi IRT.
" Wah Zyan, sekarang ummi jadi punya waktu banyak dengan Zyan.
"Kita ngobrol sama Hafiz doll yuk, "Ajak Amira sembari mengajak Zyan bercerita dan menekan tombol rekam suara.
" Halo...., aku Zyan... sebulan lagi, usia ku 2 tahun.... aku punya ba...nyak hobi, bisa bersepeda, bisa main badminton, bisa main bola, bisa nge-dance, dan bisa nyanyi. "
"Mau dengar.. "ucap Amira mengajak Zyan untuk berbicara.
"Qomaruunnnnn. .. " Ucap Amira.
"Ruuuuuunnn" Zyan pun menimpali dan mengulanginya.
Amira menikmati setiap waktunya dengan Zyan.
"Sementara itu, Angga yang baru pulang kerja dan seperti biasa selalu masuk dengan sepatu dan menuju sambal.
"Dek, lapar, ambilin abang nasi"? ucap Angga tanpa membuka sepatu.
" Iya, ucap Amira mengambilkan makanan buat Angga lengkap dengan lauk dan segelas minumannya.
"Gawat dek,"
" Virus yang sebelumnya hanya di Negara luar dan di China sekarang sudah mulai masuk ke Indonesia bahkan di Jakarta sudah banyak yang terinveksi virusnya.
"Virus corona itu ya bang!?
" Iya, dan di Jakarta sudah diberlakukan PBB, yang pegawainya di liburkan untuk sementara.
"Yach, berarti bimbingan Amira terancam, ? "
"Ya Allah, kasihan banget ya Allah, Ujar Amira.
" Amira sudah menemui pembimbing yang di Sk? "
"Belum bang, rencana yang besok, "
"Amira sudah mengirim pesan untuk pembimbing sstu dan dua. Oembimbing Amira mengasih kesempatan bertemu besok".
" Semoga, dimudahkan bimbingannya, soalnya dengar-dengarnya akan di berlakukan WFH (work from home)
" Iya bang, Amira jadi merasa bersyukur, Amira sudah resign, kalau ngak gimana menjaga Zyan di kondisi seperti itu.
Percakapan itu pun berakhir di atas kasur karena sudah lelah dengan aktifitas harian.
Amita memilih untuk segera tidur supaya bisa terbangun melaksanakan qiyamul lail.
Amira bangun jam 3.30, dan langsung segera mandi, kemudian berwudhu untuk melaksanakan sholat qiyamul lail dan menunggu subuh dengan melaksanakan zikir dan membaca Sayyidul Istigfar.
__ADS_1
Waktu terasa begitu cepat.
"Bang, hari ini jadwalnya kosongkan?
Amira mau kekampus, buat bertemu pembimbing, sekalian mau ketempat kerja lama buat menjemput surat pengalaman kerja.
" Iya, jangan lama-lama,! " bang mau pergi ketempat teman. "
"kami sudah janjian mau main futsal, "jawab Anggga seenaknya.
" Amira akhirnya, bertemu dengan pembimbing satu dan duanya.
Dari pertemuannya dengan pembimbing satu.
"Oke...Amira, saya telah membaca proposal Amira dan masih melenceng.
" Untuk sekarang ibuk minta Amira mencari sebanyak mungkin literatur review penelitian terdahulu dari tahun terbaru , kemudian, lihat variabel apa yang digunakannya, apa metodenya, apa hasil risetnya dan buatkan dalam bentuk tabel, untuk melihat peluang judul yang lebih tepat ataupun variabel yang lebih tepat." "Ucap Ibuk tersebut,.
" Amira hanya menghabiskan waktu 15 menit dalam pertemuan dengan buk Mirna tersebut.
Selanjutnya, Amira menemui buk Reti pembimbing 2 di depan ruangan khusus dosen di bawah tangga yang kebetulan disediakan meja bundar lengkap dengan tempat mengisi ulang batrai atau cas laptop.
"Ternyata pas Amira sampai, sudah banyak mahasiswa lain yang juga menunggu dan mengantri untuk berjumpa dengan buk Reti.
" Amira, menunggu sampai nomor antrian ke tiga. setelah menunggu 1 jam, nama Amira di panggil.
Amira memperkenalkan dirinya dan memperlihatkan SK pembimbingnya.
"Mmm, pembimbing satunya buk Mirna ya? , "
"Jadi apa kata buk Mirna?
" Ibuk Mirna minta untuk sekarang fokus buat tabel penelitian terdahulu untuk memastikan variabel yang akan dipakai dan ibuk meminta untuk pakai variabel moderator"Icap Amira menjelaskan dengan posisi duduk disamping buk Reti. .
" Amira yang baru pertama kali bertemu, langsung mendapatkan saran darin ibuk tersebut.
Amira pun, keluar dari kampus tersebut dan langsung menuju tempat kerjanya dulu.
Amira memasuki pintu depan.
"Hai Amira, ada sehat, sudah lama ngak kelihatan, kenapa sich harus pakai Resignl, nyari kerja susah lho? " pertanyaan yang dilontarkan setiap yang ketemu sama Amira.
"Hehe, untuk sekarang begini saja dulu kak, Amira ke ruangan kak" Ucap Amira seadanya.
selanjutnya Amira langsung ke lantai Atas,
" Assalamu'alaikum, ... "ucap Amira sambil berdiri di depan pintu ruangan keuangan.
" Walaikumsalam.... "ha Amira..?"
"Sudah satu bulan saja tidak jumpa. "
"Masuk...! " Bagaimana ada aman dirumah, sudah dapat siapa pembimbingnya?
"Alhamdulillah Sudah, Amira mau menjemput surat pengalaman kerja, katanya sudah siap.. " kak vaninya ada di ruangan sekarang kak?" tanya Amira setelah melepas pelukan dengan satu persatu staf yang ada di keuangan tersebut.
"Ada.., langsung saja kesana, !"
"Sukses ya Amira."
" Iya Kak, Amira langsung berjalan menuju bagian kepegawaian .
__ADS_1
"Assalamu'alaikum "
"Waalaikumsalam,
"wah Amira, ada sehat" Ucap Kak di ruangan tersebut.
"Alhamdulillah, kakak gimana, ?
" Alhamdulillah, sehat. "
"Ini surat pengalaman kerjanya Amira"
"Amira mau melamar kerja dimana Amira, ?
" Untuk sekarang fokus menyelesaikan tesis dulu kak.
"Mmm, iya-iya, semoga lancar ya."Ucap Kakak tersebut.
" Amira pun memutuskan pamit setelah mendapatkan surat pengalaman kerja dan bersalaman dengan teman satu ruangannya dulu.
Sesampai dirumah,
"Dek sudah lihat berita belum? tanya Angga satu Amira baru berada di depan pintu.
"Belum, berita apa bang? "
"ini, tentang virus corona yang mulai mewabah dengan ganas, "
"kayanya kota Padang juga akan segera di berlakukan PBB mulai bulan Maret dan kegiatan dikampus dihentikan diganti dengan work from home.
"ha...? pemvimbing Amira belum bilang apa-apa bang.
" Coba Amira cek website kampus dulu. .
Tak berapa lama.
"Mm, iya bang, segala kegiatan yang bersifat teori digantikan dengan pembelajaran online begitu pun dengan bimbingan tesis lewat online untuk sementara hanya lewat WA dan zoom.
" Hmm, padahal Amira baru mau star.
"Kalau menurut abang, lebih baik Amira pulang kmpung, karena ini kan perkotaan jadi cepat penyebarannya, !"
"lagi pula sebentar lagi akses keluar masuk kota akan ditutup untuk membatasi penyebarannya,.
" Iya bang, Amira coba telpon mama dulu.
"Assalamu'alaikum mama, bagaimana keadaan disana apa aman ma....?
" Maksudnya...?
"Iya, belum ada corona masuk ke arah sanakan ma? "
"Belum, iya, Amira kan ngak kerja, pulang saja, takut Zyan ikut terinfeksi nanti.! " ujar mama
"iya ma, rencananya juga mau pulkam, bang Angga juga menyarankan seperti itu.
Setelah menutup telpon dengan mamanya, Amira langsung berbalik untuk bertanya sam Angga.
" Bang, sebaiknya Amira pulkam kapan ya,?
"Sebaiknya besok langsung pulkam dek, takut Zyan terinveksi soalnya belum ada anti virusnya, adek di Payokumbuah saja biar aman,
__ADS_1
" Baik bang, untuk sementara layanan bimbingan juga lewat online, Amira pesan travel buat besok ya bang.
.