
Amira merasa sangat bersyukur dengan kelulusannya yang tanpa syarat matrikulasi.
Diantara 30 nama yang diterima menjadi mahasiswa Pasca Akuntansi UNIRA, hanya dua orang yang lulus tanpa Matrikulasi dan salah satu diantaranya adalah Amira Ayunda.
Setelah mengecek daftar kelulusan, Amira membaca informasi kapan jadwal mulai kuliah dan kapan pembayaran terakhir uang kuliahnya.
"Yup, dapat. Berarti kuliahnya sebulan lagi dan pembayarannya terakhir minggu depan." gumam Amira dalam hati.
Amira pun memberitahu informasi yang didapatnya.
"Bang, tadi adek sudah lihat informasinya dan adek mau bayar uang kuliahnya rencana besok. Bisa adek Terima uang tambahannya yang 2 juta lagi bg? soalnya uang adek cuman 7 juta? " tanya Amira setelah duduk disamping Angga.
"Maaf dek, tadi uangnya sudah abang serahkan ke Nova, karena dia butuh uang untuk bayar SPP sekolah Anaknya, yang sudah nunggak 3 bulan, Sekarang sisa uangnya tinggal Rp. 500.000,-. " ucap Angga.
Amira terkejut mendengar jawaban Angga.
"Bang, kok bisa abang menyerahkan uang abang ke Nova? sedangkan Adek 2 minggu yang lalu sudah menanyakan sama abang tentang kegiatan uang kuliah awal adek? terus, Nova juga punya suami yang kerjanya cukup dan pegawai tetap, kenapa abang lebih memikirkan adik abang?
" Abang tau, kenapa adek pengen kuliah, ? karena adek tidak pengen menyusahkan orang tua adek selamanya. Adek kerja abang juga yang ringankan, karena kebutuhan hidup terbantu, Apa abang pernah berpikir untuk memberi mama adek uang ongkos naik bus atau travel pas pulang kampung? enggak pernah kan? bahkan untuk sekedar bertanya saja enggak".
"Adek, ngak masalah kalau abang mau membantu adik abang, tapi adek ngak suka cara abang dan keluarga abang yang tidak menghargai posisi adek dan makna pernikahan ini. Tolong bijaksana jadi lelaki!"
"Abang, terlalu memanjakan adek abang, bahkan saat adek abang mengambil sepatu dek tanpa sepengetahuan dek dan sampai sekarang belum balik abang ngak pernah memarahinya, alasannya karena itu punya kakak ipar. Harusnya, abang meminta adik abang untuk minta izin sama adek, karena sepatu itu punya adek, " tolonglah pikirkan pula perasaan adek.
"Sekarang, cuman ada waktu seminggu, apa abnag bisa cari tambahan 2 juta untuk adek,? pinjam dulu atau gimana gitu? . Adek, enggak minta dibayarkan uang kuliah semuanya, cuman awal ini saja minta bantu sedikit, untuk semater berikutnya adek bisa nyicil dari uang gaji adek. "Tukas Amira panjang lebar.
" Hmmmm, maaf Amira, tapi abang ngak bisa melihat adik abang kesusahan, abang ngak bisa minjam. Abang ngak mau minjam-minjam. Abang juga tidak ada tambahan pemasukan bulan ini.! "ucap Angga santai tanpa merasa Bersalah.
Mama Amira yang mendengar percakapan tersebut merasa tersinggung dan terbawa emosi.
" Yaaa..., sudah Amira, pakai duit mama saja, berapa lagi sisanya,? " Yang Penting Amira bisa kuliah.
"Dua juta lagi ma," ucap Amira sedikit kesal. Lagi-lagi ia merasa gagal menjadi anak karena, selalu menyusahkan orang tuanya.
..,..........
Sebulan setelah pengumuman kelulusan dan pembayaran uang kuliah.
Amira memulai kuliah nya, tepat di bulan September.
Hari Sabtu pagi Amira sudah terlihat rapi.
"Bismillah, Ummi berangkat dulu ya sayang." Doakan supaya ummi bisa selesai tepat 2 tahun! " ucap Amira kepada baby Zyan yang lagi asyik mengikutinya di kereta bundar.
"Amira, pamit mama sayang," ucap Amira sembari mencium pipi mamanya.
Amira pun juga menyusuri Angga suaminya untuk meminta ijin.
Hari ini ada pengarahan, terkait apa saja dan bagaimana struktur penilaian perkuliahannya.
Amira menyusuri jalan yang sedikit berlorong-lorong di kampus Magister Akuntansi tersebut.
"Maaf bg, ruangan X12 dimana ya? " tanya Amira setengah berlari.
__ADS_1
"Mahasiswa baru magister Akuntansi ya,? bareng saja, saya juga mahasiswa baru! " ajak lelaki tersebut yang belakangan diketahui bernama Riko.
Cukup panjang pengarahan yang diberikan. Diantaranya, tentang strategi kuliah serta strategi bisa lulus tepat waktu.
"Bapak ingatkan ya! , kalau sudah masuk semester 3 dan sudah belajar metodologi lebih baik ananda semua menyiapkan judul tesisnya! "
"Karena banyak yang jadi mahasiswa abadi atau sampai 7 semester hanya untuk menyelesaikan tesis. Bahkan, kakak kalian ada yang sudah lulus kompre namun tidak bisa ikut wisuda karena tidak punya jurnal yang telah publish minimal Sinta 5. " Jadi tolong atur planing nya supaya tamat tepat waktu. Jangan buang-buang waktu dan uang disini! Paham? " pesan Bapak ketua jurusan tersebut sambil menutup pengarahan nya setelah dirasa cukup.
Amira, mencatat setiap point yang dirasa penting di dalam buku kecilnya yang memang sudah sengaja dibawa.
Setelah pengarahan, Amira sempat berkenalan dengan 29 mahasiswa lainnya. 25 diantaranya cewek dan hanya 5 orang cowok.
Amira tersenyum geli, ketika teman-teman yang baru dikenali nya tidak ada yang menyadari kalau dia sudah menjadi istri dan ibu.
"Haaa..., serius udah punya anak kak,? kirain masih gadis? " tanya seorang teman yang baru dikenalnya.
"Hehee, iya Alhamdullilah sudah punya satu putra, sekarang umurnya sudah 6 bulan. "Ya...sudah kak duluan ya,! " ucap Amira sambil melambaikan tangan menuju ke parkiran motornya.
Setelah pelan-pelan melewati jalan yang cukup bergelombang saat hendak turun dari wilayah PKM menuju gerbang UNIRA, Amira melajukan motor nya lebih cepat.
"Assalamu'alaikum sayang,..., "ucap Amira ketika melihat bayi mungilnya sedang asyik berlarian dalam kereta bundar family sambil mengejar bola yang dimainkan ditangan mama Amira.
" Waalaikumsalam ummi, cantik.... " gimana hari pertamanya, ada seru? " tanya Mama Amira.
"Alhamdulillah seru ma, Do'ain Amira bisa tamat tepat waktu mama, karena ada yang semesternya nambah cuman buat ngerjain tesis aja! " jawab Amira.
"Iya, sayang, Mama disini sampai Zyan umur 2 tahun." Mudah-mudahan Amira juga tamat 2 tahun biar pas. "ucap mama Amira.
" Oh ya, mama mau pulkam Amira." Dua minggu lagi kan bulan puasa, jadi mama sama adik-adik mama mau membersihkan kuburan umak mama sekalian mengirimkan doa." Rencananya , jumat sore mama pulang kampung hari minggu sore balik" ucap mama Amira.
"Alhamdulillah ada mama, alhamdulillah ada bangku di depan. Jam setengah 3 travelnya, " ujar Amira sembari mengganti pakaiannya dengan daster dan bermain dengan Zyan.
Selang malam harinya, Amira membacakan buku untuk Zyan yang baru dibelinya dari salah satu online shop.
Buku dengan teksetur kain, yang dilengkapi dengan kegiatan untuk merangsang motorik bayi dengan warna-warna yang menarik, dilengkapi bunyi serta firur buka reslteing, buka tutup kancing begitu membuat Zyan tertarik.
"Cilukba......, ucap Amira sembari membukakan buku yang ada fitur cilukba nya.
" Ma..ta..hari ciptaan Tuhan.., bukit.., ayam..., semua ciptaan Tuhan, aku ciptaan Tuhan, ibu ciptaan Tuhan ." begitu Amira semangat untuk memberikan stimulus kepada zyan bayinya yang perkembangannya terlihat sangat bagus sesuai dengan usianya bahkan terbilang cepat. .
Setelah Zyan terlelap tidur Amira kemudian menulis di selembar kertas tebal untuk membuat mapping langkah-langkah dan strateginya untuk tamat tepat waktu dengan IPK minimal 3,65 .
" Alhamdulillah, sudah terpetakan tinggal eksekusi dan konsisten, semoga Allah mudahkan Aamiin! " ujar Amira dalam hati.
Besok harinya, Amira pulang jam 14.00 seperti biasa dari kerjanya dan mendapati mamanya yang sudah lengkap dengan peralatannya yang hendak pulang kampung.
Tidak berapa lama travel pun datang,
"Dada........oma sayang....., hati-hati disana oma, titip salam buat opa, " ujar Amira sembari mengajak Zyan untuk melambaikan tangannya.
Amira berbalik kerumah untuk menunggu Angga suaminya.
Hari jumat Angga pulang cepat. pukul 16.00 sudah ada di rumah.
__ADS_1
Setelah mengambilkan makanan Angga, Amira Asiik mengajak Zyan megulur-ngulur dan mengambil bola untuk merangsang fisiknya.
Kemudian Amira memeluk Zyan dan duduk di samping Angga.
"Papa Zyan sayang, besok hari pertama perkuliahan Amira, Amira masuknya jam 7.30 dan sampai jam 17.00. jadi Amira minta bantuan untuk jagain baby Zyan ya bg? "
"Untuk makanannya nanti Amira bantu siapkan, sama susunya sudah ada stok yang Amira pumping."
"Berapa botol susunya,? " dia minum susu berapa kali"tanya Angga beruntun karena kali pertama menjaga Zyan dan bakal seharian.
"Alhamdulillah ada 3 botol, masing masing 150 ml. Kemaren Amira beli ASIFIT untuk pelancar asi, jadinya alhamdulillah bisa astock banyak.
untuk buah tinggal potong-potong dan masukkan ke dot buah yang sudah Amira beli, oke abang,! " ujar Amira terlihat bersemangat.
"Iya... iya," ucap Angga singkat sembari meninggalkan Amira yang lagi menyusui Zyan.
Malam harinya, Angga memeluk Amira dari belakang.
Ini kalai pertama mereka tidur bersama, setelah melahirkan Zyan.
Karena mama Amira yang menjaga, takut kalau kenapa-kenapa dengan bekas operasinya.
Angga menciumi pundak Amira berkali-kali, mengelus lembut punggung Amira. Menyentuh pipinya, dan membisikkan sesuatu ke telinga Amira.
"Sayang, abang pengeen, sudah aman kan,? " baby Zyan kan sudah 6 bulan? "
Tanpa menunggu jawaban, Angga melanjutkan tangannya kebagian yang disukai dan membalikkan wajah Amira.
Sejenak kemudian Amira dan Angga melepaskan rindu yang selama ini ditahan.
Esok harinya, Amira berangkat ke kampus dengan semua pesan yang telah dijabarkan.
Hari ini kelas pertama, dengan Prof. Mirdha. yang mengampu mata kuliah sistem informasi.
Amira memilih duduk didepan.
setiap ada kesempatan, Amira selalu menjawab pertanyaan kecil yang dilontarkan sang dosen. Amira juga cukup banyak mengajukan pertanyaan saat ada kesempatan .
Hari ini Amira belajar 3 mata kuliah.Setiap mata kuliah memberikan tugas untuk dikumpul minggu berikutnya.
Namun, mata kuliah sistem informasi memberlakukan tugas yang berbeda.
Dimana waktu pengerjaannya dimulai dari jam 00.00 sampai jam 4.00 dini hari, lewat dari jam tersebut tugas dianggap hangus.
Dan kelas terakhir pun berakhir,.
"Elsa, kita sekelompok berarti ya, nanti pembagian tugasnya chat di WA saja, materi yang mana nya, " ! ujar Amira.
Malam hatinya setelah Zyan tertidur yang juga diikuti Angga tertidur. Amira membuat Alam agar terbangun jam 23.30 untuk mengerjakan tugas.
Ketika alarm berbunyi, Amira terbangun dan langsung mengambil air wudhu dan menunaikan sholat tahajud dua rakaat. Mengaku pada sang maha cipta kemudian memulai tugasnya.
Amira membuka laptop untuk mengerjakan soal yang sebelumnya telah dikirimkan link dan cara pengerjaannya.
__ADS_1
"Mmmmm, aku harus bisa menyelesaikannya sebelum baby Zyan bangun" ucap Amira yang mengerti kalau-kalau Zyan bangun maka waktunya akan terpakai dan takut tugasnya ngak kelar.
"Bismillah, Amira bisa... " ucap Amira bersemangat..