
Ditengah ucapan syukurnya, Amira mendengar tangisan Zyan..
"Ummi... ummi.., " ucap Zyan sembari berlari..
"Ada Apa sayang...?" ucap Amira sembari membungkukkan badan menghapus air mata Zyan
" Bang Aqsa, bang Fatan dan bang Bihan tutup pintu, ngak bolehin Zyan masuk ummi.. "" ucap Zyan sambil memeluk erat Amira
.
"Cup.. cup.. anak solehnya ummi, mungkin Abangnya lagi badmood sayang...,"
" Main sama ummi saja yuk...! "
..
"Ummi.. ada ide main nich... "
"Apa ummi?tanya Zyan
"Sini.. sini.., ikut ummi kedalam..., kita sambungkan stik pita-pita ini yuk... bentuk.....
"Taaaaraaaa..., ini bentuk apa sayang..? "
"Segitiga..! " ucap Zyan...
"Kalau ini..? " tanya Amira sembari mengangkat pita berbentuk persegi, lingkaran dan persegi panjang yang telah dirangkainya? "
"Lingkaran, persegi panjang... " buat Pa ummi..? "tanya Zyan yang mulai antusias memilih stik pita berwarna merah dan biru..,
" Zyan bisa ummi, pesawat...... "ujar Zyan yang mencoba merakit stik pita tersebut dengan conector berbentuk bintang kecil yang Amira beli sepaket...
" Wah... hebat... anak ummi kreatif...,"ucap Amira ssmbari mengatunkan 2 jempol buat Zyan.
"Naik umi.. pesawat.. mau berangkat... "ajak Zyan
"Bismillahirrahmanirrahim.. yuk pilot.. melaju... "
Seketika Zyan melupakan kesedihannya dan mulai menikmati permainannya dengan Amira.
"Yuk sekarang, kapten pilotnya, latihan lari zigzag yuk...
"Zyan bantu ummi ya, ?
"Siap ummi......,
Amira berusaha menghibur Dan menepis kesendirian Zyan dengan menjadikan dirinya sebagai bestfriend Zyan.
Menjelang waktu Zuhur Zyan terlihat lelah..
" Ummi, Zyan pengen mimik sambil baca buku"ujar Zyan sambil mengambil buku bacaan yang disukainya di rak buku...
"Oke, anak soleh ummi, ummi bikin susunya dulu ya..
"Zyan mau mencoba membuat susunya sendiri? Kesini ummi ajarin ya...! "
" Ini.. kita ambil susunya dua sendok..... masukin satu satu ya.., "ujar Amira membiarkan Zyan mencoba mengambil susunya dan memasukkannya ke botol dot sendiri.
" Tumpah ummi.. "ujar Zyan yang terlihat panik dan ketakutan...
" Amira langung ber-inisiatif mengambil susu yang tumpah tersebut dan mentotolkannya di pipi kanan dan kiri Zyan berserta hidung kemudian berteriak.
"Jangan macan..... jangan culik anakku" teriak Amira seolah-olah Zyan ki I menjadi macan beneran.
"Macan lain kali ngambil susunya hati-hati lagi ya... biar tidak tumpah" ujar Amira sembari mencium lembut kening Zyan..
Setelah menghabiskan susunya, Amira melihat Zyan tertidur meski buku bacaan saat itu baru selesai beberapa halaman.
"Selamat istrahat ya sayang, semoga Zyan jadi anak yang soleh...,
" Bismillah, udah Adzan saatnya sholat dan lnjut pelajari cara membuat kuesioner online.
"Setelah menghabiskan waktu untuk mengadu pada sang Pencipta, Amira mulai membuka laptop..
" Sebentar...sebentar...., Amira punya 4 variabel, dan masing-masing variabel ada 5 indikator, dan setiap indikator punya 5 pertanyaan, jadi total kuesionernya Amira ada 100 pertanyaan."
"Mmm, lumayan capek juga kalau copy-pastenya satu-satu dari tabel excell ke google form.
" Amira coba tanya bang Angga dulu lah, siapa tau dia ngerti cara cepatnya.. " fikir Amira sembari mengirimkan pesan ke nomor whatssap Angga.
"Assalamu'alaikum papanya Zyan, lagi sibuk ngak? Amira mau minta tolong untuk memindahkan tabel pertanyaan Amira dari excell ke gogle form kuesioner supaya Amira bisa mulai menyebarkannya lagi....
"Tolong ya sayang.. ini file pertanyaannya Amira kirimkan... " Tulis Amira sembari mengirim emoticon penuh harap.
Oke, sembari menunggu Amira list dulu grup Akuntansi setiap universitas, sembari me-list kampus mana saja yang tidak punya grup instagramnya.
"Oke, grup Hima UNITA, PNT, UTK, UNG, STP, dan...lainnya...Alhamdulillah, ke semuanya Ada,.
" Oke, untuk proses share kuesionernya, karena banyak Amira bagi waktunya saja, setiap hari sehabis subuh, sehabis zuhur, sehabis isya, biasanya itu waktu orang yang banyak buka instagram...
__ADS_1
" mmmm, sembari menunggu balasan pesan dari papanya Zyan sebaiknya, Amira mempelajari software Amos 2.4 yang akan Amira gunakan nanti, supaya Amira mulai akrab dan bisa menggunakannya.
" Hmmm, tapi kok papa Zyan ngak balas- ya, padahal sudah dibaca... "apalagi sibuk?? ujar Amira sembari memutar-mutar ponselnya dan memutar badannya kembali ke layar laptopnya.
" Wah, banyak, tahapannya, estimasi model, membuat konstruk variabel, analisis keluaran,
"bismillah.. bismillah.. Amira bisa"
"Tapi, apa mgak membutuhkan waktu yang lama nanti ti, buat Amira menguasainya, kan Amira waktu S1 kulaitatif, sementara ini tahapannya olah data promernya juga pakai SPSS, dua program yang harus Amira pelajari lagi.....
" Bismillah Amira, Innallahha Ma Anna (Allah bersama Kita "Semangat insyaAllah ada jalan! "ucap Amira menyemangati dirinya.
Tanpa Amira sadari, motor Angga sudah melaju, dihalaman rumahnya.
"Assalamu'alaikum,..... " ujar Angga sembari menyembulkan kepalanya ke jendela.
"Waalaikumsalam... " eh Abang sudah pulang? "
"Ada lancar pekerjaannya bang? " ujar Amira sembari menyalami dan mencium tangan Angga.
"Ada.., makan dek.. !"
"Abang lapar...! " ucap Angga yang memang kebiasaan sesampai dirumah minta makan dan langsung duduk tanpa membuka sepatuya.
Amira yang malas berdebat langung kedapur untuk mengambilkan makanan
"Hhmmm.. jadi pertanyaan kuesioner adek.. sudah disetujui!?! " tanya Angga.
"Alhamdulillah.. sudah bang, rencananya, adek mau membuat target, 2 minggu ini untuk menyebarkan kuesioner, kemudian sebulan untuk mengolah data, sebulan kemudian merapikan bab 3 dan sebulan lagi untuk pengerjaan bab 4 dan 5 supaya Amira bisa wisuda dan tidak harus bayar lagi.. soalnya syarat wisudanya juga harus punya jurnal."ujar Amira panjang lebar
" Mmm.. nanti abang bantu buatkan kuesioner onlinenya ya... soalnya bang juga lagi ada pekerjaan... "ujar Angga sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Bang, sendoknya ngak usah digigit juga kali...!" tegur Amira setelah mendengar Angga makan sambil menggigit sendok.
" Maaf dek abang lapar, jadinya buru-buru..!!
"ya.. Malu kita kalau makan seperti itu.. merusak citra dosen saja...! " ujar Amira sedikit ketus.
"Kan dirumah saja bang yang seperti ini, kalau lagi bersama teman-teman kerja tidak.. " balas Angga
"Ya.. dirumah inipun ada kami bang, kami pun juga manusia, dan kami juga gak nyaman, jadi tolong bang hargai kami juga.. " ucap Amira sembari meletakkan segelas air putih hangat untuk Angga
"Ya.. ya..., ucap Angga yang hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk menghabiskan sepiring nasi dengan gulai ikan karang campur cabe rawit.
" Abang tidur dulunya.. capek" ujarnya menyusul kekamar Zyan
"Hmmm," ujar Amira sembari kembali ke depan laptopnya.
Hari itu Amira hanya menghabiskan waktu nya untuk belajar dari youtube tutorial penggunaan AMOS serta mempelajarinya dari jurnal terdahulu.
"Ummi.... ummi... " Ujar Zyan yang sudah bangun.
"Iya sayang, ..." unar Amira yang segera menghampiri Zyan.
Amira yang memang membuat Alaram jam 3.30, telah selesai membersihkan rumah, mencuci piring dan mandi.
" Soleh umi mau minum Air hangat? "...
tanya Amira sembari mencium kening Zyan..
" Mau peluk Ummi, kita sepeda yuk ummi? ucap Zyan tanpa menololeh sedikit pun ke papanya.
"ZYan ngak mau bersepeda bareng papanya? " tanya Amira.
"Sama ummi saja, kalau sama papa, nanti orang lagi rame Zyan malah diajak pergi.. sedangkan Zyan suka rame-rame, Zyan mau punya teman.
" Oke dech, sayang ummi,"
" Ummi sholat dulu ya.. habis itu ummi mandikan Zyan, baru kita berangkat ya.. "
"Siap ummi.. " ujar Zyan yang kemudian beranjak dari kasur kekamar mandi untuk segera pipis.
"Setelah selesai sholat Amira langsung memandikan Zyan.
" Ummi, memperhatikan Zyan jauh-jauh sedikit ya ummi,
"Zyan sudah besar.. ngak takut lagi..! " ucap Zyan
"Iiya sayang...., Anak ummi pemberani, ujar Amira sembari mengikuti Zyan yang mulai mengayuh sepeda roda 4nya yang berwarna oranye.
Dari kejauhan Amira mengamati Zyan.
" Zyan....main bareng yuk... "
"Kami minta maaf yang kmaren ya... " salam.. salam...
"Ucap segerombolan anak...
" iya.., gantian kita sepedanya ya.. "aku lagi... "
__ADS_1
Ucap salah satu anak disana..
"Zyan terlihat pasrah, memberikan sepedanya.. dan berdiri dipinggir jalan bersama dua anak lainnya.
" Ayo.. aqsa.... ayo...... "ujar Zyan sambil bertepuk tangan karena merasa senang bisa mempunyai teman main.
" Amira merasa getir melihat Zyan anaknya yang begitu menginginkan teman,
"Ya Allah, lindungilah anakku dari orang-orang yang modus Amiin...
Amira pun memilih pulang dan mengamati Zyan dari jendela.
Tak berapa lama, Zyan pulang mengantarkan sepedanya.
" Ummi... Zyan.. ngak main sepeda lagi.. Zyan mau main bola.. bareng teman.. jangan tutup. pintu ya Ummi...!" ucap Zyan setengah berlari.
"Iiya sayang, ujar Amira dalam hati, sembari masuk kekamar dan membangunkan Angga.
"Bang mandi lagi.. sholat ashar.. sudah jam 5...! " Uajr Amira sembari menggotangkan lengan tangan Angga
" Iya.. iya... sebentar lagi.... ucap Angga. "
Amira kemudian membuat daftar dosen-dosen setiap universitas yang bisa dikontak untuk membantu menyebarkan kuesioner.
Sesekali Amira melirik ke arah jendela.
"kamu ngak boleh ikut main.. kamu masih kecil.. !!" "Tidak bisa menendang bola" ucap anak yang tadi meminjam sepeda Zyan.
.
"Bisa.. aku sering main main bola dirumah sama Ummi, " protes Zyan.
Sudah.. sudah.. kamu diluar saja.., blekkk" ucap Anak tersebut sembari mendorong tubuh Zyan hingga keluar pagar rumahnya dan menjulurkan lidahnya.
"Zyan yang masih berharap bahwa mereka beneran baik diam mematung disana...
" Amira yang melihat hal itu dari jendela merasa sangat sedih melihat Zyan dan juga marah.
"Dengan berusaha melapangkan hati Amira memanggil Zyan..
" Zyan sayang.... masuk rumah yukk..
"Enggak ummi... " Zyan mau main... "Ujar Zyan
" Amira pun akhirnya memutuskan keluar rumah dan membawa badminton..
"Kita main badminton yuk sayang"
"Dimana ummi? "
"Disini.. "ujar Amira yang memilih untuk main di depan rumah anak yang tadi karena rumah mereka yang memangkan bersebrangan jadi saling kelihatan.
" Wow.. Zyan keren.. langsung pandai.. mengoper bulu dan menangkis bulunya.... "Ucap Amira dengan sedikit mengeraskan suara supaya Zyan menikmatinya...
" Ye.... ummi kalah.. Zyan dapat point.. "ucap Zyan.. yang mulai melupakan kejadian tadi.
Sementara itu.. anak tetangga yang tadi asyik main bola akhirnya memilih berhenti bermain dan sibuk menonton Zyan kemudian segera membuka
pagar rumahnya.
Zyan gantian yuk... "
"Zyan pun memandang ummi nya.
" Maaf ya kawan.. ini pertandingan Anak dan ummi nya yang aktif..."Ucap Amira
"Ya.. enggak boleh.. kamu pelit tadi.. " ucap Zyan polos.
.. Setelah puas bermain, Amira kembali ke rumah karena sudah mendekati magrib.
ketika memasuki rumah Amira terkejut melihat Angga masih dengan wajah yang kusut.
"Abang ngak mandi.. "? udah sholat"? " tanya Amira
"Sudah tadi.., kan bang kerjanya diruangan ber- AC jadi ngak perlu mandi.. masih wangi.. "ujar Angga sambil tersenyum dan memegang perut bulatnya.
Amira yang sudah merasa bosan mengingatkan setelah 4 tahun bersama tidak terlalu mengubrisnya.
Malam harinya, setelah Zyan tertidur.. dan Angga hanya sibuk bermain ponsel Amira menghampiri.. "
"Abang lagi sibuk ngak??
" kenapa"
"iya.. bantu buatkan google form kuesioner Amira biar Amira bisa langsung menyebarkan kuesioner nya lagi" pinta Amira dengan sedikit memijit pundak Angga.
Amira mengingat kata Dr. Aishah dahlan, kita harus manja dan merengek penuh kelembutan untuk membuat suami kita mau membantu.
"Mmm.... nanti ya dek.. abang lagi santai...
__ADS_1
Sampai malam pun berlalu.. Angga tidak sedikit pun menyentuh , data pertanyaan Amira...
" Hmm... sepertinya tidak ada yang bisa diandalkan melainkan diri sendiri.. ucap Amira yang kemudian memilih untuk tidak tidur dan kembali membuka laptopnya.