Surga Baruku

Surga Baruku
28


__ADS_3

Setelah obrolan kemarin bersama Shania, Fahri belum menghubunginya lagi. Ia masih ingin membuat ruang bebas untuk Shania agar calon istrinya itu tak menaruh kesal padanya.


Fahri langsung melajukan mobilnya kerumah keluarga Abdullah. Ia berniat mengajak Shania bersama dengannya karena rencananya Fahri juga akan mengajak Cici sebagai penghibur nantinya.


Saat tiba didepan gerbang besar itu Fahri melihat mobil Shania akan berjalan. Ia melihat arah jalan mobil mini milik Shania. Maka ia pun ikut menyusul dibelakang.


Fahri mengernyitkan dahi, Shania berjalan kearah yang berbeda dengan butik. Ia tetap mengikutinya, perasaannya mulai tak enak. Fahri memberi kabar pada pengasuh Cici untuk menjemput bocah itu disekolah, ia batal untuk mengajak Cici ke acara fitting baju.


"Mau kemana dia?" gumam Fahri.


Mobil itu berhenti disebuah kafe. Tempatnya sangat jauh dari arah kota jadi kafenya sedikit sepi.


Shania turun dari mobilnya, wajahnya tampak murung dan sedih. Ia sudah menduga jika ada sesuai yang tidak beres.


Fahri mengikutinya dari belakang dan melihat Shania duduk di kursi pojok, disana sudah ada Zizah.


"Ahhh dia berbuat ulah" Fahri mengumpat, ia kesal pada Zizah.


Awalnya mereka hanya saling diam. Zizah tetap dengan raut muka menahan marah sedangkan Shania tertunduk sedih.


"Maafkan aku Zizah" kalimat itu keluar dari mulut Shania, lirih sekali.


Zizah tersenyum kecut, ia merasa terkhianati oleh sahabat sendiri kemudian Zizah menarik dagu Shania agar menatapnya.


"Jangan menunduk Shan! kau tak perlu merasa bersalah karena semua itu tak akan menghilangkan sakit hatiku"


" Aku tak tau jika kalian ada hubungan hikss... hikss... hikss" Shania menangis, ia merasa bodoh dengan menerima Fahri sebagai suaminya.


Zizah tersenyum sinis, ia juga kasihan pada Shania tapi cintanya ke Fahri juga teramat dalam.

__ADS_1


Fahri meremas tangannya. Ia kesal dengan sikap Zizah, tanpa menunda lagi Fahri berdiri. Ia berjalan kearah dua perempuan berhijab itu.


"Ini bukan salah siapapun. semua ini murni kesalahpahaman"


Dua wanita itu menoleh pada Fahri. Mereka kaget ada pria yang mereka permasalahkan disana.


Shania segera mengusap air matanya. Ia berusaha tegar didepan Fahri. Zizah yang awalnya tersulut emosi kini diam menundukkan kepala.


"Kumohon Zizah hentikan semuanya. Apa kamu tidak kasihan padaku?" Tanya Fahri. Pria itu sudah lelah dengan semua drama yang diciptakan Zizah, wanita itu sangat aneh.


Setetes buliran lembut lolos dari sudut matanya. Ia menyeka dengan kasar. Dalam hatinya pun sebenarnya kasihan pada Fahri dan Shania, tapi entah setan apa yang membuat semua itu rasa kasih sayangnya hilang.


Ia merasa menjadi wanita terhina disana. Berusaha merebut calon suami orang, sedang pria itu tak mencintainya.


"Hiksss.... hiksss.... hiksss...." suara terdengar mulai nyaring.


Shania menatap Zizah iba, sahabat sekaligus saudaranya itu sedang dalam masa sulit. Ia baru sekarang ternyata kepergian Zizah ke Mesir bukan semata-mata karena cita-citanya, tapi juga karena Fahri tak menerimanya lagi. Shania juga tak bisa menyalahkan Fahri karena sebenarnya Fahri juga korban.


"Maafkan aku Shan" Zizah mengiba. Ia mengusap tangan Shania lembut. Ia mengaku salah atas semuanya. Tak seharusnya ego itu menguasai seluruh akal sehatnya.


Shania menatapnya sendu kemudian menarik Zizah kedalam pelukkannya. Bagaimanapun juga dalam hal ini harus ada yang berkorban.


"Aku tak tau harus bertindak bagaimana lagi kedepannya, maaf kak" Shania mulai ragu. Ia bimbang memilih Fahri atau Zizah disisihnya.


Jika ia memilih Fahri maka sahabat tercintanya akan tersakiti. Sedangkan jika ia memilih Zizah maka semua akan berantakan.


Fahri mengusap mukanya kasar. Ia meletakkan tangannya dipinggang sambil mengalihkan pandangan dari dua wanita itu.


"Jangan Shan! Lanjutkan hubungan kalian. Aku merestuinya" Zizah mengangkat kepalanya. Ia menatap Shania. Ia tau jika Shania saat ini bingung.

__ADS_1


Shania menggeleng, ia tak ingin ditinggal sahabatnya. Biarlah Fahri ia urus nanti. Shania memeluk Zizah erat seolah ia takut ditinggalkan.


Fahri frustasi, satu-satunya yang membuat ia bertahan ada Shania, tapi jika gadis itu sudah menolaknya maka apa lagi yang harus ia pertahankan?


"Aku benar-benar merestui kalian. Semua salah😔 maafkan aku kak Fahri, maafkan aku Shania" Zizah bangkit, ia ingin menyatukan tangan Fahri dan Shania tapi tak mungkin.


Shania masih tetap diam, ia masih belum merespon apapun yang dikatakan temannya itu. Ia masih ragu, antara lanjut atau berhenti.


"Jika kau tak mau menikah dengan kak Fahri. Hmmmm.... dengan berat hati aku akan kembali ke Mesir secepatnya. Mungkin memang akulah penyebab semua ini" Zizah mengambil tasnya, ia berniat untuk pergi. Hatinya merasa sangat bersalah dan tak tau harus melakukan apalagi.


"Jangan pergi Zizah!kau sahabat sekaligus saudaraku" Suara serak itu mulai terdengar. Dengan senangnya Zizah menoleh, ia tersenyum dan menunggu jawaban dari pertanyaannya tadi.


"Aku akan... melanjutkan" Jawab Shania pelan. Zizah mendekat dan memeluk Shania erat. Sedangkan Fahri, ia masih berdiri disana. Hatinya senang juga terharu. Ahhh kenapa jadi gini sih, batin Fahri.


"Maafkan aku kak. Aku harap kakak adalah yang terakhir untuk saudaraku"


Fahri menyinggung senyum. Akhirnya, masalah mereka terselesaikan dengan ini. Meskipun hubungan keduanya belum benar-benar membaik tapi setidaknya sudah tidak ada dendam lagi.


akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing. Shania satu mobil dengan Zizah sekaligus mengantarkannya. Awalnya Fahri menawari mereka tumpang dan mobil Shania diambil supir tapi Shania menolak, ia ingin berdua dengan sahabatnya dan melarang Fahri untuk mengikuti mobil mereka dari belakang.


"Semoga masalah ini benar-benar tuntas" gumam Fahri di dalam mobil.


Rencana fitting baju tertunda lagi, entahlah Fahri sudah pusing. Ia tak memikirkan acara pesta pernikahan. Yang ada dalam pikirannya adalah cepat menghalalkan Shania agar semua rasa takut kehilangan itu pergi.


jangan lupa like, komen dan vote yaaa


sekalian kasih saran juga


Aku sayang kalian😙😚

__ADS_1


📷 : choirul_amaliyah26


__ADS_2