Surga Baruku

Surga Baruku
31


__ADS_3

kring.... kring.... kring......


Suara alarm itu berbunyi mengusik tidur nyeyak seorang wanita. Ia mengerjapkan matanya dan senyum itu tersungging.


"Ahhh aku lupa kalau udah nikah hihihi...." celetuk Shania ketika membuka mata. Ia senang melihat wajah tampan pria itu, walaupun saat tidur pun terlihat sangat menawan.


Bunyi alarm tak mengusik tidur nyenyaknya, ia masih saja asyik dengan mimpi-mimpinya hingga membuat Shania berani menyentuh pipi pria itu. Ia mengusap lembut pipi yang ditumbuhi sedikit bulu itu tapi tak ada respon, ia masih juga tak membuka mata. Shania memberanikah diri menyentuh hidung dan mulutnya sambil tertawa cekikikan.


"dasar kerbau! tidur gak bangun-bangun" gumam Shania, Fahri pun tersenyum. Ia sebenarnya sudah bangun tapi karena senang melihat Shania mengusap wajah sehingga pria itu enggan membuka mata.


Shania bangkit, ia malu karena tercyduk pria itu.


"Cepet bangun kak" Kata Shania sok garang, ia sangat malu.


Fahri tetap ditempatnya, ia tak ingin beranjak sedikit pun. Matanya juga masih terpejam walaupun bibirnya membentuk lengkungan senyum.


Shania bangkit dari kasur dan menuju kamar mandi.


"Aku maluuuu..... Ahhhh!" Ia mengusap wajahnya kasar, rasanya malunya menjalar keseluruh tubuh walaupun Fahri tak mengatakan apapun.


Fahri cekikikan diatas kasur, ia senang melihat Shania membelai wajahnya. Ternyata wanita yang ia anggap sopan dan santun itu, tidak sopan diatas kasur.


Fahri membuka matanya, ia masih merasa seperti mimpi menikahi wanita yang juga mencintainya. Pasalnya ia sudah keluar dari zona nyaman rasanya cinta selama hampir 3 tahun dan sekarang ia benar-benar tahu rasanya mencintai dan dicintai.


Shania keluar dari kamar mandi. Ia menggunakan handuk dikepalanya. Ahhh pasti kalian fahamlah jika pasutri dipagi hari keramas๐Ÿ˜‚.


Shania berjalan seolah tak tahu ada yang mengawasinya. Pria itu menatapnya lekat seolah ingin menerkam lagi.


"Kak buruan mandi keburu waktu sholat habis" Kata Shania garang, wanita itu tak menatap Fahri sedikit pun. Ia masih malu.


"Iya sayang sabar." jawab Fahri dengan nada menggoda. Ia cekikikan melihat Shania marah-marah.


Setelah mandi Fahri mengajak Shania sholat jamaah. Mereka melakukan sholat bersama dengan diiringi suara merdu Fahri, pria itu sangat fasih dalam melafadzkan bacaan ayat suci al-qur'an. Shania terharu dan hampir menangis dalam sholatnya. Walaupun Fahri tak menghafalkan quran seperti dirinya tapi Fahrj sangat menjaga quran terbukti dari bacaannya.


Selepas sholat Fahri melantunkan beberapa dzikir dan doa. Shania mencium telapak tangan Fahri dengan khitmat setelah itu.

__ADS_1


"Terima kasih kakak mau jadi imamku" ucapnya sambil terisak. Fahri mengusap kepala istrinya.


"Aku yang seharusnya berterima kasih karena kamu telah menerima segala kekuranganku" Fahri menarik Shania dalam pelukannya. Tak henti-hentinya ia menghujani pucuk kepala sang istri dengan ciuman.


"kak kenapa kamu mau nikah sama janda kayak aku?" Tanya Shania saat Fahri nyaman memeluknya, seketika pelukan itu ia renggangkan.


"Kenapa kamu bilang gitu sayang. Cinta dan status itu tidak ada hubungannya" Jawab Fahri. Shania pun puas dengan jawabnya.


Fahri kembali memeluk Shania dan menciumnya berkali-kali.


" Udahlah kak aku mau mengaji. Ada kakak kok aku jadi males yaa" celetuk Shania pura-pura merajuk. Seketika Fahri melepas pelukannya dan membiarkan Shania bangkit.


"iya ya.... Semenjak ada aku Shania jadi malas mengaji" Katanya pada dirinya sendiri. Fahri mengusap kepalanya.


Shania terkekeh.Ternyata cinta mampu membuat seorang ceo yang keren dan pandai menjadi bodoh seketika.


"Aku bercanda kak. Dengan adanya kamu setiap gerakku adalah pahala" katanya Shania kembali pada posisi awalnya. Ia hanya berdiri untuk mengambil al-qur'an kesayangannya.


"Oh jadi setiap gerakkan kamu adalah pahala yaaa.... " Fahri mengangguk kepala.


Fahri tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan istrinya itu. Walaupun Shania pernah menikah tetap saja ia masih canggung dengan suami barunya.


Fahri bangkit, ia sudah puas menggoda istrinya. Ia berjalan kearah sofa dan mengambil ponselnya. Ada beberapa pesan dari teman-teman yang tak bisa hadir diacara pernikahan mereka. Fahri pun menjawabnya satu persatu.


Sedangkan Shania kini fokus dengan qurannya. Ia mengaji dan memurojaah hafalan qurannya.


"Quran ini pemberian kak Zu" gumam Shania. Selepas ia membaca quran ia menatap mushaf itu. Ia ingat jika itu adalah mahar yang Zu berikan ketika mereka menikah. Entahlah Shania bingung harus memberi al-quran baru atau tetap menggunakannya. Jika seperti ini perasaanya sedih ia merasa hatinya masih ada untuk Zu tapi Fahri yang lebih mendominasi.


"Ampuni hamba yang serakah ini ya Rob" Ia menitikkan air matanya sedih. Ia peluk mushaf itu dengan penuh rindu dan cinta. Antara rasa kehilangan dan kehadiran.


"Kak Fahri maafkan aku" gumam Shania. Ia melirik suaminya.


"Ahhh ternyata ia ketiduran di sofa" Celetuk Shania. Ia melihat suaminya memeluk hpnya dengan kepala bersandar disofa. Shania tersenyum melihat wajah itu, tampan tapi imut.


Shania segera bangkit, ia melepas mukenahnya dan berjalan keluar kamar. Ia ingin membuatkan kopi untuk sang suami.

__ADS_1


"Waduh ternyata pengantin baru sudah bangun waktu subuh" Tiba-tiba Abdullah datang dari arah belakang, Shania memeluk papanya.


"Apaan sih pah! malu tau" sergap Shania.


Ahhh... tetapnya dia menjadi anak manja bagi orang tuanya. Walaupun Shania pernah berkeluarga sebelumnya tapi ia tetap kenakan-kanakan pada orang terdekatnya. Abdullah tersenyum dan mengusap kepala anaknya.


"Mana suamimu?" Tanya Abdullah. Ia sudah duduk di ruang makan.


"Ketiduran pah. Kasihan mau ngebangunin " Jawabnya Shania. Anak itu pergi ke dapur membuat dua cangkir kopi untuk papanya dan suami.


"Ini buat papah" Ia menyerahkan secangkir kopi dengan gula khusus pada papanya dan membawa satu cangkir kopi lagi untuk suaminya.


"Aku kekamar dulu ya pah. Habis ini turun sama kak Fahri" Ia berlalu dari papanya setelah meendapat anggukan kepala.


"kak Fahri nih kopinya" Shania membangunkan suaminya tapi Fahri seperti kerbau sangat sulit dibangunkan.


Ia menggoyang-goyang tubuh itu agak keras supaya segera bangun, tapi lagi-lagi tak bangun.


"Ahhh dasar kerbau" gumamnya. Ia kesal dan meninggalkan Fahri. Tapi ternyata Fahri sudah bangun, ia hanya ingin membuat Shania kesal saja.


Fahri menarik tangan Shania hingga dia jatuh diatas pangkuan sang suaminya. Fahri tersenyum menatao Shania.


"Semalem tidur sama kerbau ya sayang" Sindir Fahri, Shania terbelalak kaget karena suaminya tau jika ia bergumam demikian. Shania tersenyum dan mencubit pipi Fahri.


"Siapa yang bilang begitu sayang" Tanya Shania balik seolah tak berdosa. Fahri gemas dan mencium pipi Shania.


"Makin pinter aja nih bocah"


Haiii semua!!! seru gak episode ini???? jawab dong biar aku tau respon kalian..


Doakan aku semoga otak encer dan mudah mendapat inspirasi


I love you semuaaaa๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜š๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜—


๐Ÿ“ท : choirul_amaliyah26

__ADS_1


__ADS_2