Takdir Kedua

Takdir Kedua
21


__ADS_3

Sementara di kediaman Afnan, pagi ini selepas sarapan, Ayu datang bertamu dengan menggunakan sepeda motor nya. Gadis itu sudah siap dengan pakaian dinas nya untuk mengajak. Tapi entah apa tujuan kedatangan nya itu pun tak ada yang tahu. Ayu tidak mengatakan apapun di pesan dan hanya datang langsung saja tanpa pemberitahuan sama sekali. Hingga membuat orang kediaman Afnan itu bertanya-tanya terlebih Afnan.


“Silahkan masuk nak. Afnan ada di dalam.” Ucap mami Rana mempersilahkan Ayu masuk dan juga duduk di ruang tamu kediaman mereka itu.


Tidak lama juga Afnan segera ke ruang tamu itu menemui Ayu setelah mendengar kedatangan Ayu yang membuat nya kaget dari sang mami.


Afnan segera duduk di sofa yang berhadapan dengan Ayu, “Ada apa? Kenapa kau datang padaku sepagi ini?” tanya Afnan sambil melihat jam tangan nya yang masih menunjukkan pukul setengah delapan.


“Maafkan aku kak. Maafkan saya juga mami Rana. Kedatangan saya ke sini tanpa pemberitahuan sebelum nya yang mungkin mengagetkan kalian. Tapi ini memang harus saya lakukan di saat kalian ingin membatalkan perjodohan di antara saya dan juga kak Afnan. Perjodohan ini sudah kalian rencanakan dan sudah kalian sepakati sebelum nya sebagai orang tua kami. Saya dan kak Afnan hanya ikut dalam perjodohan itu walaupun kami tidak menginginkan nya dari awal. Tapi untuk sekarang, perjodohan itu tidak boleh di batalkan lagi karena saya menerima perjodohan itu sepenuh hati. Saya bersedia untuk jadi istri putra anda.” Ujar Ayu panjang.


Afnan dan mami Rana yang mendengar itu pun terkejut dan saling memandang satu sama lain, “Ayu, bukan kah dari awal kita sudah sepakat bahwa tidak akan melanjutkan perjodohan ini. Kita berhak memilih pasangan yang kita inginkan sendiri. Lalu kenapa bisa begini? Kenapa kau berubah.” Ucap Afnan.

__ADS_1


Ayu tersenyum mendengar ucapan Afnan, “Mungkin saat saya mengatakan itu saya sedang mabuk sehingga kata penolakan dan kalimat bodoh seperti itu bisa terlontarkan. Saya tidak lagi menginginkan itu dan anggap saja perkataan itu tidak pernah kita katakan dan tidak pernah kita sepakati karena yang saat ini saya inginkan yaitu melanjutkan perjodohan. Kalian sebagai orang tua yang memulai perjodohan ini tapi untuk mengakhiri nya maka akan saya lakukan sendiri. Jangan membuat perjodohan ini gagal.” Ucap Ayu.


Afnan yang mendengar ucapan Ayu pun menggeram sambil mengepalkan tangan nya. Tapi dia tidak mungkin melayangkan pukulan kepada seorang gadis. Jadi dia hanya bisa meredam kemarahan nya itu dengan kepalan tangan nya yang semakin erat. Bahkan mungkin saking erat nya. Telapak tangan nya itu sampai terluka. Tapi dia tidak peduli hal itu. Saat ini yang dia inginkan adalah hal apa yang membuat Ayu mengingkari semua perkataan nya, kesepakatan yang sudah mereka buat dan kini berubah haluan menjadi menginginkan perjodohan di antara mereka. Aish, menyebalkan memang di saat diri nya mulai merencanakan hal yang akan dia lakukan untuk beberapa bulan ke depan.


“Nak, kenapa kau berubah pikiran begitu? Kalian sudah sepakat untuk tidak melanjutkan perjodohan yang sudah kami buat. Tapi kenapa sekarang jadi begini di saat kami ingin membatalkan perjodohan.” Ucap mami Rana.


Ayu pun menatap mami Rana, “Mih, maaf jika nanti perkataan yang akan keluar dari mulut saya nanti kasar dan menyakitkan. Tapi memang hal ini yang harus saya katakan. Perjodohan ini di awali dari anda mih. Anda yang menawarkan perjodohan kepada orang tua saya sehingga mereka pun menerima tawaran perjodohan itu. Lalu kenapa di saat orang tua saya sudah berharap dengan perjodohan ini anda datang dengan begitu mudah nya membatalkan perjodohan kami. Apa anda pikir harga diri kami tidak terluka. Kami merasa di campakkan begitu saja setelah tidak di butuhkan. Jadi untuk itu lah saya pun berubah pikiran. Saya ingin perjodohan ini tetap di lanjutkan. Jangan ada pembatalan sedikit pun.” Ucap Ayu.


Afnan yang mendengar itu berdiri lalu menggeleng, “Tidak, aku tidak menerima ini. Jangan menyiksa dirimu Ayu. Kau tahu siapa pemilik hatiku. Aku tidak akan bisa memberikan hatiku ini kepadamu karena sejak dulu hanya dia saja pemilik nya. Aku tidak setuju dengan melanjutkan perjodohan. Tidak akan pernah setuju.” Ucap Afnan.


“Siapa yang akan mengatakan hal buruk seperti itu. Lalu sejak kapan juga kau jadi mempedulikan ucapan orang-orang seperti itu. Aku tidak bisa melakukan hal ini atas nama harga diri. Tidak masalah bagiku jika memang harga diriku hancur. Dan untuk harga dirimu dan juga keluargamu itu kita bisa mengusahakan hal lain. Aku mohon jangan lakukan ini Ayu. Aku tidak bisa. Menikahi seorang gadis yang tidak ku cintai hanya akan menimbulkan rasa sakit. Hal itu lah yang ku hindari sejak dulu. Cukup aku menyakiti hati seorang gadis hingga aku harus menderita kehilangan. Aku tidak ingin hal itu lagi. Cukup. Jangan lagi.” Ucap Afnan.

__ADS_1


“Jangan mengubah prinsip hidup hanya atas nama harga diri. Kita punya hak untuk meraih hal yang kita inginkan. Jangan mengorbankan cinta. Itu lah hal yang ku dapat dalam beberapa tahun ini.” sambung Afnan.


“Tapi saya bisa mengubah prinsip hidup atas nama harga diri. Harga diri adalah nomor satu bagi saya.” ucap Ayu.


“Jangan keras kepala Ayu. Kita hanya akan menyakiti diri sendiri saja dengan memaksa melanjutkan perjodohan ini.” ucap Afnan sudah hampir kehilangan kesabaran nya.


“Dari mana kita tahu kita akan saling menyakiti jika melanjutkan perjodohan ini. Kita belum mencoba nya kenapa sudah menyerah.” Ucap Ayu.


“Pernikahan bukan sesuatu yang bisa di coba begitu saja Ayu. Lalu setelah bosan kita menyerah. Aku tidak ingin mempermainkan hal yang sakral seperti pernikahan. Menikah bagiku cukup sekali dan itu akan aku lakukan dengan orang yang ku cintai.” Ujar Afnan.


“Nak Ayu, ini adalah kesalahan mami. Maaf untuk itu. Biar mami yang menyelesaikan masalah ini. Kau tenang saja semua nya akan baik-baik saja.” ucap mami Rana akhirnya setelah cukup diam dan mengamati Afnan dan Ayu yang saling berpegang teguh pada pendirian mereka.

__ADS_1


Jujur saja dia juga cukup kaget dengan perubahan yang di lakukan Ayu atas perjodohan ini. Padahal sebelum nya gadis itu sudah membuat kesepakatan itu. Mami Rana juga tidak menyangka pembahasan pembatalan perjodohan yang dia lakukan tiga hari lalu akan jadi seperti ini. Padahal mereka sudah sepakat untuk membatalkan perjodohan ini saat kedua anak mereka tidak setuju.


“Dengan cara apa anda mengatasi nya Mih?”


__ADS_2