
Di sisi Nayya, kini dia sedang bersama kedua orang tua nya di ruang keluarga setelah memastikan bahwa ketiga buah hati nya itu sudah terlelap dalam tidur mereka.
Nayya duduk dekat papa nya lalu dia menyandarkan kepala nya itu di bahu sang papa, "Mah, aku pinjam dulu ya bahu suami mama." Ucap Nayya tersenyum menatap sang mama.
Mama Fara dan papa Imran yang mendengar itu pun tersenyum, "Kamu ini ada ada saja nak. Kamu kan memang selalu seperti itu jika bermanja dengan papamu. Kenapa sekarang mengatakan itu." Ujar mama Fara sambil menggelengkan kepala nya tidak habis pikir dengan putri sulung nya itu yang jika bermanja kepada mereka pasti akan melebihi kedua adik nya itu.
"Maka untuk itu ya mah, pah. Jangan memintaku untuk menikah. Aku masih ingin bermanja pada kalian. Jangan cepat cepat memintaku menikah lagi. Aku belum siap untuk itu. Jika nanti aku sudah siap tanpa mama dan papa minta pun aku akan menikah lagi. Untuk saat ini jangan lakukan dulu. Sungguh, aku belum siap. Aku harap mama dan papa mengerti aku. Aku sangat menyayangi kalian. Tapi mama dan papa juga pasti paham bahwa aku tidak akan mungkin begitu mudah melupakan suamiku. Mas Risam ada nadiku mah. Dia adalah matahariku sehingga untuk menemukan matahari lain rasa nya sulit untukku." ucap Nayya lembut.
__ADS_1
Mama Fara dan papa Imran yang mendengar ucapan sang putri yang di tuturkan dengan lembut namun mengandung makna tersirat itu pun hanya bisa diam dan saling memandang seolah saling memberikan isyarat bahwa putri sulung mereka sedang mengingatkan mereka.
Setelah mengatakan itu, Nayya pun segera berdoor dan menuju dapur.
"Mah ... Aku lapar. Ada makanan gak?" tanya Nayya dengan manja nya kepada sang mama.
Nayya dan mama Fara pun segera mencari makanan yang di letakkan dalam lemari.
__ADS_1
"Tunggu sebentar mama panaskan dulu." ujar mama Fara tapi Nayya menghalangi nya.
"Tidak perlu di panaskan lagi mah. Ini nikmat kok jika di makan seperti ini. Sudah ahh begini saja. Ayo kita nikmati. Mama temani saja aku makan." ajak Nayya segera menggandeng mama nya itu menuju meja makan.
Nayya pun segera menikmati makanan itu ke mulut nya, "Mah, maaf jika perkataanku tadi menyakitimu. Sungguh, aku tidak bermaksud menyakiti kalian. Tapi sekali lagi aku hanya belum siap jika harus menerima suami lagi dalam waktu dekat ini." ujar Nayya.
Mama Fara yang mendengar ucapan sang putri pun tersenyum lembut lalu menggenggam tangan putri sulung nya itu, "Mama dan papa mengerti nak. Mungkin kami juga yang terlalu memaksa. Tapi sungguh kedatangan Afnan hari ini berada di luar dugaan kami. Kami tidak menyangka dia akan melakukan hal itu. Kami juga kaget tadi dia tiba-tiba datang bersama anak-anak." jelas mama Fara.
__ADS_1
Nayya yang mendengar itu pun tersenyum lalu menggeleng, "Aku juga tahu itu mah. Kalian pasti tidak akan melakukan nya. Kalian itu menyayangiku bukan. Kalian pasti tidak akan mengusirku secepat itu." ucap Nayya bercanda. Mama Fara pun hanya tersenyum.