
Di sisi Nayya, kini dia baru saja bangun dari tidur setelah tadi sarapan dia ke kamar dan tertidur. Begitu Nayya bangun dia melihat jam weker yang ada di sisi ranjang nya.
Nayya pun segera turun dari ranjang nya dan menuju kamar mandi. Tapi entah kenapa dia merasa sedikit pusing. Nayya menggelengkan kepala nya untuk meredakan rasa pusing nya itu. Nayya segera mandi.
Kurang lebih lima belas menit kemudian, Nayya pun keluar dari kamar mandi sambil memijat kepala nya.
"Kenapa aku merasa pusing?" batin Nayya memijat kepala nya yang entah kenapa rasa pusing nya itu semakin bertambah.
Nayya pun segera bersandar di ranjang nya sambil menutup mata dan memijat kepala nya yang terasa pening.
Lalu tiba-tiba saja semua nya terasa gelap dan kesadaran Nayya pun hilang. Tidak ada yang menyadari hal itu. Cukup lama Nayya hilang kesadaran sekitar satu jam.
__ADS_1
Setelah Nayya membuka mata nya dan tersadar dari pingsan nya itu. Nayya segera bangkit kembali dan melihat sekeliling kamar nya itu yang memang hanya ada dia di sana. Dia kembali melihat jam di dinding dan ternyata jam memang masih menunjukkan belum waktu nya anak-anak nya itu pulang. Pantas saja tidak ada yang masuk ke kamar nya itu.
Nayya turun dari ranjang nya dan segera keluar dari kamar walaupun sebenar nya rasa pening nya itu masih ada tapi sudah tidak seburuk yang tadi. Kini dalam pikiran Nayya ada apa sebenar nya dengan nya sehingga bisa pusing dan hilang kesadaran begitu.
“Mah … pah …” panggil Nayya memanggil kedua orang tua nya itu sambil mencari di ruang keluarga.
“Ada apa nak?” tanya mama Fara yang baru saja keluar dari kamar nya dengan pakaian yang sudah rapi seperti ingin keluar saja.
Nayya yang melihat itu pun terfokus dengan penampilan mama nya itu hingga dia lupa mau membicarakan apa dengan mama nya.
Mama Fara yang mendengar pertanyaan putri nya pun menjadi diam karena tidak tahu harus menjawab apa, “I-itu mama mau menghadiri pesta pertunangan Afnan nak. Kamu sudah dengar bukan Afnan mau tunangan?” tanya mama Fara hati-hati.
__ADS_1
Nayya pun seketika teringat dengan hal itu dan mengangguk, “Iya mah. Nayya ingat kok.” Jawab Nayya.
“Iya mama mau ke sana nak. Kasihan mami Rana sudah mengundang kita. Kamu gak keberatan bukan mama tinggal di rumah sebentar?” tanya mama Fara.
Nayya menggeleng dan tersenyum, “Ohiya, kamu mau membicarakan apa nak?” tanya mama Fara mengingat bahwa putri nya itu memanggil nya tadi.
Nayya pun akhirnya segera tersadar, “Ahh itu. Bukan apa-apa kok mah. Ohiya, Nayya juga mau pamit ke makam mas Risam untuk mengunjungi nya.” Ucap Nayya kemudian.
Mama Fara melihat jam di dinding lalu kemudian dia mengangguk, “Baiklah. Tapi hati-hati nak. Atau kamu pergi dengan papa saja.” Ujar mama Fara.
Nayya menggeleng, “Tidak perlu mah. Nayya bisa sendiri kok. Kan memang biasa nya juga Nayya pergi sendiri ke sana. Tidak perlu. Papa pergi dengan mama saja.” Tolak Nayya lembut.
__ADS_1
“Yakin?” tanya mama Fara memastikan. Nayya pun membalas nya dengan tersenyum dan mengangguk yakin.
“Kamu terlihat pucat nak. Apa kamu baik-baik saja?” tanya mama Fara khawatir dan menatap wajah putri nya itu yang memang terlihat pucat.