
Tiga hari berlalu dengan sangat cepat, hari ini Nayya akan ke sekolah ketiga buah hati nya karena akan menerima hasil belajar mereka selama satu semester ini.
“Bunda … kami akan menunggu bunda di gerbang nanti.” Ucap Qalessa saat Nayya membantu putri nya itu memakai seragam nya.
Nayya pun mengangguk, “Baiklah putri bunda yang cantik.” balas Nayya tersenyum.
Putri nya itu memang kadang akan manja saat hanya dia sendiri bersama Nayya saja tanpa kedua adik nya. Dia seolah mengerti bahwa dia harus memberi contoh untuk kedua adik nya.
Qalessa pun tersenyum mendengar ucapan Nayya itu, “Bunda .. aku menyayangimu. Aku akan mendukung apapun keputusan bunda.” Ucap Qalessa.
Nayya pun tersenyum mendengar ucapan putri nya itu. Putri nya itu seolah mengerti apa yang dia rasakan selama beberapa hari ini setelah lamaran dari Afnan itu datang.
“Bunda juga menyayangimu nak. Bunda menyayangi kalian bertiga. Tidak akan bunda biarkan kalian kekurangan kasih sayang sedikit pun.” Ujar Nayya lalu segera menyelesaikan hijab putri nya itu.
“Bunda … tolong bantu Xavier.” Ucap putra kecil nya yang tiba-tiba masuk dengan ikat pinggang dan sisik di tangan nya.
__ADS_1
Nayya pun segera mendekati putra nya itu yang memang tidak bisa memakai ikat pinggang nya sendiri berbeda dengan Xander yang bisa melakukan hal itu sendiri.
“Bunda … bisa tidak aku datang nya bareng bunda saja. Lagi pula kan kami tidak lagi belajar hanya menunggu penyerahan hasil belajar saja.” ucap Xavier saat Nayya mulai menata rambut putra nya itu.
“Kenapa begitu?” tanya Nayya.
“Xavier mengantuk bunda. Xavier masih ingin tidur. Kakak dan abang tadi membangunkan Xavier dengan cepat padahal semalam Xavier gak bisa tidur. Jadi mengantuk. Masih ingin tidur.” Jawab Xavier.
Nayya yang mendengar itu pun tersenyum, “Oh jadi begitu ya. Cob asana izin sama kakak apa dia setuju atau tidak.” Ucap Nayya menunjuk putri nya.
Xavier pun menoleh dan menatap Qalessa, “Kaak!”
“Salah sendiri gak cepat tidur. Pokok nya kamu harus ikut bareng kakak dan abang.” Sambung Qalessa.
Xavier pun menunduk dengan wajah sedih nya, “Girl!” panggil Nayya kepada putri nya itu.
__ADS_1
“No .. bunda. Jangan membela nya. Nanti dia terbiasa tidak disiplin nanti. Memang benar tidak ada lagi pembelajaran tapi tetap saja harus disiplin bukan. Pokok nya dia harus ikut bersama kami. Titik.” Ujar Qalessa.
Nayya yang mendengar dan melihat putri nya itu pun hanya bisa menelan ludah nya kasar. Dia seperti melihat diri nya sendiri pada putri nya itu. Dulu dia juga seperti itu pada Rayya dan Zayya. Seperti nya kini dia baru mengerti semua nya.
“Boy … bunda janji akan cepat datang ke sekolah nanti. Lalu kamu bisa tidur di mobil bunda.” Bisik Nayya di telinga putra nya itu.
Xavier yang mendengar itu pun tersenyum, “Xavier akan menunggu bunda di sana.” Ucap Xavier lalu memberikan kecupan di pipi Nayya.
“Ayo kak kita pergi.” ucap Xavier bersemangat.
“Bunda … apa yang bunda katakan pada nya?” tanya Qalessa dengan tatapan mengintimidasi. Lagi-lagi Nayya merasa seperti menonton diri nya sendiri.
“Bukan apa-apa sayang.” jawab Nayya.
Qalessa pun mengangguk, “Baiklah. Aku percaya pada bunda.” Ucap Qalessa lalu segera menyalami Nayya.
__ADS_1
Setelah itu ketiga buah hati nya itu pun segera pamit pada nya, “Bunda … kami menunggumu.” Ucap Xander.
Nayya pun mengangguk lalu memberikan kecupan lembut di kening putra dingin nya itu. Triplets pun pergi ke sekolah dengan di antar oleh papi Imran.